Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
93. Tenang saja


__ADS_3

" Mama nih kenapa sih? Ke mana-mana suka julitin orang lain? Apalagi Sakinah kan tidak pernah berbuat jahat terhadap kita. Sudah syukur loh, dia masih ingat dengan kita dan mau mengundang keluarga kita ke acara anaknya!" ucap Jhon yang saat ini sangat kesal melihat Camelia yang sejak tadi terus saja menatap Iri kepada Sakinah.


" Sudahlah Mah!! Lagian Mama ini aneh banget! Harta punya Neneknya Sakinah bukannya sudah selayaknya dimiliki oleh dia. Karena cucunya hanya dia seorang. Sudah, kita pulang aja. Kalau mama ga bisa nikmatin acara ini!" ucap Salsabila sambil menatap kepada John yang sama seperti dirinya merasa tidak nyaman melihat Camelia yang sejak tadi terus saja cemberut dan misuh-misuh kepada Sakinah.


Sakinah yang sejak tadi terus sibuk untuk mengobrol dengan Andien dan juga Ronald. Sehingga dia belum punya kesempatan untuk menyapa keluarga Camelia. Oleh karena itu Camelia sejak tadi merasa tidak dihargai sebagai keluarganya Sakinah.


" Ya udah kita pamitan dulu sama Sakinah dan Stanley. Nggak enak kalau kita pergi begitu saja dari sini!" Jhon menatap Camelia yang malah tambah merasa kesal dengan idenya bersama Salsabila.


" Kalian ini kenapa sih? Padahal kalian baru bertemu dengan Sakinah. Bahkan lebih dari 10 tahun kalian tidak pernah bertemu dengannya. Kenapa kalian sepertinya membela dia?" tanya Camelia sengit.


Jhon merasa tidak enak kepada orang yang mulai memperhatikan Camelia yang merasa tidak senang kepada Sakinah.


" Salsa kamu ajak ibumu ke dalam mobil. Biar Papa saja yang berpamitan kepada keluarga sakinah." Jhon akhirnya meminta kepada putrinya untuk membawa istrinya keluar dari tempat acara.


Bagaimanapun Jhon tidak bisa membiarkan Camelia berbuat onar dan merusak acara Sean. Apalagi Jhon mendengar dari Bi Warsih. Kalau acara itu juga sekalian sebagai acara perpisahan karena Sakinah mulai besok akan kembali ke Jakarta bersama suami dan juga anaknya.


" Kenapa sih? Camelia sejak dulu sangat sulit sekali untuk dikendalikan. Temperamennya benar-benar membuat pusing kepala." Jhon merasa bahwa Camelia sudah membuat dia merasa malu di dalam acara itu karena tadi terlihat Stanley yang terus memperhatikan istrinya yang marah-marah terus.


Sejujurnya John ngeri-ngeri sedap melihat para Bodyguard milik Stanley yang di luar terus stand by menjaga kediaman Sakinah.


" Baiklah Jhon, ayo semangat! Kau hanya sekedar berpamitan saja! Tidak masalah!" Jhon berusaha untuk mensugesti dirinya sendiri agar dia berani mendekati Stanley dan sakinah yang sejak tadi berbincang-bincang dengan Andien.


Stanley melihat daftar kepada Jun yang tiba-tiba sekarang sudah berada di samping Sakinah.


Stanley sendiri tidak terlalu mengenal keluarga Camelia karena dia pun baru pertama kali bertemu dengan keluarganya Sakinah dari pihak ayahnya yang sudah lama meninggal.

__ADS_1


" Sakinah om dan tante pulang dulu ya? Tadi tantemu sakit perut. Jadi kami tidak bisa berlama-lama di sini. Selamat ya, atas kelahiran Putra pertama kali ya semoga suatu saat kalian bisa berkunjung ke kediaman Om yang ada di Bandung!" ucap Jhon berpamitan pada Sakinah yang agak terkejut.


Bi Warsih kemudian memperkenalkan John kepada sakinah dan juga Stanley.


" Maafkan saya om. Saya tidak terlalu familiar dengan om maupun tante. Karena lama sekali kita tidak pernah bertemu. Dari tadi saya tidak menyapa kalian berdua. Mohon dimaafkan ya? Oh ya, Tante di mana?" tanya Sakinah yang merasa bersalah dengan John dan keluarganya karena sejak tadi tidak menyapa.


Padahal keluarga mereka sudah jauh-jauh datang ke tempat Sakinah hanya untuk menghadiri acara putranya.


" Tantemu sudah berada di mobil bersama dengan Salsabila. Maafkan Om dan Tante ya. Kami mau langsung pulang ke hotel. Karena ini sudah malam, jadi kami akan menginap dulu di hotel terdekat. Baru besok pagi-pagi kami akan berangkat ke Bandung!" Jhon tersenyum kepada Stanley yang sejak tadi terus menetap ke arahnya.


Stanley memang termasuk seorang suami yang sangat overprotektif terhadap istrinya. Apalagi dia pun tidak pernah melihat John sebelumnya.


" Katakan pada Tante dan Salsa. Kalian menginap saja di sini toh di rumah ini banyak sekali kamar yang kosong. Nanti setelah acara bubar kita bisa saling bisa menyapa satu sama lain." ucap Sakinah kepada John.


Sejujurnya Sakinah merasa bersalah kepada keluarga neneknya yang lama tidak pernah bertemu dengannya. Sejak pertama kali mereka datang ke rumah itu. Sakinah belum menyapa sama sekali kepada mereka. Selain karena mereka hanya berbicara dengan Bi Warsih yang sudah mereka kenal dengan dekat. Sakinah juga sejak tadi sibuk berbicara dengan Andien dan Ronald karena mereka pun sama-sama baru bertemu dengannya.


Stanley terlihat mengangguk kepada Sakinah. Saat Sakinah bertanya kepada Stanley untuk menemui tantenya yang sekarang sedang ada di mobil.


" Aku akan menemanimu sayang biarkan sen bersama dengan Mamaku!" Sakinah menatap kepada Andien yang saat ini sedang asyik menggendong Sean yang terlihat lucu dan tampak sangat menggemaskan.


" Pergilah sayang. Tidak apa-apa. Mama akan menjaga cucu mama baik-baik di sini. Nggak usah khawatir. Sapalah dulu keluarga nenekmu yang datang dari jauh. Mereka pasti merasa kecewa karena sejak tadi kau hanya dekat bersama mama dan Papa Ronald!" ucap Andien mempersilahkan kepada Sakinah dan Stanley.


John sebenarnya merasa tidak enak. Karena sudah membuat saqkinah dan Stanley jadi repot untuk mendatangi istrinya yang saat ini sedang misuh-misuh dan sejak tadi terus saja marah kepada Sakinah.


Stanley menggenggam telapak tanganmu syakinah dan mengikuti John yang sudah berjalan duluan menuju mobilnya.

__ADS_1


" Aih, Papa nih lama sekali! Udah cepat kita pulang! Mama sudah tidak tahan lagi berada di sini lama-lama!" Camelia bicara kepada John yang saat ini membuka pintu mobilnya.


" Mah keluarlah dulu. Karena Sakinah dan Stanley ingin berbicara denganmu." John kemudian menyuruh Camelia dan Salsa untuk bertemu dengan Sakinah dan Stanley yang saat ini sedang menunggu mereka.


" Ih apaan sih?? Udahlah! Ayo kita pulang aja. Ndak usah menemui mereka lagi! Anak sombong! Sama Tantenya saja dia tidak kenal lagi. Mungkin karena sudah merasa sebagai orang kaya karena memiliki seorang suami yang seorang ketua mafia. Ayo kita pulang Pah. Mama udah ngantuk!" ucap Camelia nyaris tanpa disensor sama sekali.


Camelia sepertinya tidak melihat bahwa sekarang sakinah dan Stanley sudah berada di samping mobilnya dan bisa mendengar semua yang dia katakan.


" Pamitlah dulu kepada tuan rumah ini mah. Tolong Mama jangan tidak sopan seperti itu dong!" pinta Jhon kepada istrinya.


" Bukannya tadi Papa sudah berpamitan kepadanya ya? Udah Pah! Mama malas bertemu dengan keponakan sombong seperti Sakinah. Padahal kita datang jauh-jauh dari Bandung ke kota ini hanya untuk menghadiri acara anak mereka. Tapi lihatlah dia sama sekali tidak mau menyapa kita berdua. Mama sakit hati Pah!" ucap Camelia yang benar-benar merasa kesal terhadap sakinah.


Sakinah yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan semua ocehan dari Camelia Akhirnya dia pun melepaskan tangan Stanley dan mendekati Camelia.


" Maafkan saya Tante. Lalau saya dinilai tidak sopan sama Tante. Sejujurnya saya sudah agak lupa tentang Tante maupun keluarga Tante. Maklumlah Tante. Bukankah kita memang sangat lama sekali tidak pernah bertemu?" tanya Sakinah sambil tersenyum ke arah Camelia yang langsung gugup seketika ketika dia melihat sakinah dan juga Stanley yang saat ini sedang menatap ke arahnya.


Camelia menutupi dirinya sendiri karena tidak melihat sekitar sebelum dia mencaci-maki Sakinah dengan mulutnya yang begitu pedas.


" Sakinah?? Sejak kapan kau berada di situ?" terlihat Camelia yang gugup setengah mati apalagi ketika dia melihat Sakinah yang sekarang semakin mendekat ke arahnya.


" Kami sejak tadi di sini dan mendengarkan semua ocehan Tante. Tentang istri saya yang katanya sombong karena memiliki suami yang seorang ketua mafia!" Stanley yang sejak tadi menahan kesabarannya dengan tingkah Camelia yang seenak udelnya bicara sembarangan tentang istri nya.


Apalagi Camelia membahas hal yang sangat sensitif bagi Sakinah tentang statusnya sebagai ketua mafia.


Stanley tahu kalau Sakinah tidak menyukai statusnya sebagai seorang ketua mafia yang memiliki banyak sekali anak buah dan juga sebagai bandar judi terbesar se-asia Tenggara.

__ADS_1


Stanley sangat ingat. Dulu Sakinah bahkan menolak untuk dijadikan istrinya karena dirinya yang memiliki begitu banyak usaha ilegal. Bahkan dirinya sampai saat ini masih belum mampu untuk memenuhi syarat pernikahan yang diberikan oleh Sakinah ketika dia melamarnya untuk menikahinya.


__ADS_2