
Sepanjang perjalanan Fic sangat bahagia karena akhirnya Agnes mau mengalah dan mengikutinya ke Jakarta.
Stanley merasa bahagia mendapatkan kabar dari Fic. Bahwa saat ini mereka dalam perjalanan menuju Jakarta.
" Sayang sebentar lagi Fic dan Agnes akan kembali ke Jakarta saat ini mereka dalam perjalanan. Aku akan ke sana kalau acara akikah putra kita. Aku pasti akan segera mengusahakan semua pekerjaan selesai. Sehingga bisa berada di sana dengan tenang dan menemanimu bersama anak kita." janji Stanley ketika mereka berdua melakukan video call.
Sesibuk apapun setiap hari sebelum tidur ataupun baru bangun tidur. Stanley selalu menyempatkan diri untuk menghubungi sakinah yang saat ini masih berada di kampung halamannya.
" Iya sayang tidak apa-apa. Kau jangan khawatirkan kami. Karena kami di sini baik-baik saja." Stanley merasa bahagia karena memiliki istri seperti Sakinah yang selalu mengerti dengan semua kesibukan dan juga aktivitas hariannya yang sangat menguras tenaga dan juga waktunya.
" Sayang sudah dulu ya teleponnya. Anak kita menangis dan menginginkan untuk meminum asinya." Sakinah berniat untuk menutup teleponnya akan tetapi Stanley menolak. Dia meminta kepada Sakinah untuk meletakkan ponselnya di atas meja dan membiarkan kamera tetap menyala agar dia bisa melihat istri dan anaknya secara live.
" Ayolah sayang aku tahu kalau kau pasti tidak terbiasa dengan hal-hal seperti ini tapi aku benar-benar sangat merindukanmu!" pinta Stanley kepada Sakinah. Akhirnya karena Putra mereka yang terus menangis karena lapar. Sakinah pun tidak mempunyai waktu untuk menolak keinginan sang suami. Hanya bisa mengikutinya.
Akhirnya karena kesibukan dalam memberikan ASI untuk putranya. Sakinah sampai lupa kalau sampai saat ini Stanley masih berada di dalam Saluran telepon.
" Ya Allah semoga kau selalu melindungi anak dan istriku. Sungguh aku benar-benar sangat merindukan mereka. Akan tetapi aku pun tidak bisa menutup mata dengan tugas dan tanggung jawabku sebagai pimpinan dari sebuah organisasi besar dan juga perusahaan yang memiliki banyak karyawan yang menggantungkan hidup keluarga mereka di pundakku!" monolog Stanley ketika melihat Sakinah yang begitu kerepotan mengurus putranya.
Tanpa terasa air mata mulai menetes di kelopak mata Stanley ketika melihat putranya yang begitu lucu dan menggemaskan menatap ke arah kamera tanpa disengaja.
__ADS_1
" Putraku! Kebanggaan ku!" ujar Stanley merasa sangat bahagia ketika melihat putranya begitu tampan tumbuh dengan begitu sehat.
Sudah hampir satu bulan mereka tidak bertemu secara langsung dan terlihat benar-benar sangat merindukan keduanya.
" Tuan, rapatnya akan segera dimulai!" sekretarisnya saat ini tengah berdiri di hadapan Stanley yang saat ini masih berada di dalam suasana kesedihan karena harus berpisah dengan anak dan istrinya.
" Tunggulah sebentar aku akan berpamitan dulu kepada istriku!" Stanley kemudian menghapus air matanya yang tanpa dia sadari menetes begitu saja di pipinya.
Sementara itu Sakinah yang tadi sedang memandikan putranya. Saat dia melihat suaminya masih berada di jaringan telepon. Sakinah tersenyum kepada Stanley sehingga membuat sang suami merasa bahagia.
" Sayang! Aku tutup dulu teleponnya ya? Karena ada rapat yang sangat penting nanti malam aku akan menelpon lagi love you Sayang!" ucap Stanley berpamitan kepada syakinah yang langsung memberikan ciuman jarak jauh untuk sang suami.
" Love you too hubby!" sungguh kata-kata Sederhana itu seperti sebuah suntikan multivitamin yang sangat manjur untuk Stanley yang saat ini sedang lemah karena kerinduannya terhadap anak dan istrinya.
" Tuan, tadi Tuan Oasis menelpon dan meminta kita untuk menemui mereka di perusahaannya." Stanley mengurutkan keningnya mendengarkan keterangan itu.
" Selama ini Oasis selalu mencari gara-gara dengan perusahaan kita. Katakan padanya kalau aku tidak bisa menemui dia di luar kantor ini! Aku hanya takut kalau dia sedang merencanakan kejahatan terhadapku. apalagi sekarang Fic tidak ada bersamaku dia pasti sedang berusaha untuk mencari kesempatan supaya bisa menjatuhkanku!" sekretaris Stanley sangat mengenal siapa itu oasis yang selalu saja mencari gara-gara dengan mereka.
Mereka pun tidak tahu kenapa pimpinan dari perusahaan Oasis selalu saja membuat Stanley merasa tidak nyaman tentang aktifitas yang mereka lakukan.
" Lalu bagaimana dengan tender yang mereka tawarkan kepada kita?" tanya nya lagi.
__ADS_1
" Tolak saja! Kalau mereka tidak berani untuk datang ke perusahaan kita. Sebaiknya tidak usah menerima tawaran apapun yang mereka berikan. Aku hanya khawatir kalau itu cuma akal-akalan mereka untuk menjebak kita agar jatuh dalam perangkap mereka! Ingatlah perusahaan Oasis itu terkenal sangat licik dan juga mempunyai banyak perusahaan fiktif yang sudah menggulung tikar banyak perusahaan kecil yang tidak waspada karena perbuatan mereka yang licik!" Stanley benar-benar mau bantu-bantu kepada sekretarisnya untuk tidak menyetujui proposal apapun yang diajukan oleh Oasis yang sudah terkenal pembuat onar di dalam dunia bisnis.
Setelah mereka berada di ruang rapat dan Stanley begitu fokus dengan pekerjaannya. Sehingga tidak mendengarkan panggilan dari Fic yang saat ini sudah sampai di Jakarta bersama dengan Agnes.
" Aku rasa saat ini Tuan Stanley masih sibuk dengan pekerjaannya. Bagaimana? Kau ingin kita tinggal di Mansionku, apartemenku, atau di mansion milik keluarga Craig?" tanya Fic kepada Agnes ketika mereka sudah memasuki gerbang Jakarta.
Agnes tampak menarik nafasnya dalam melirik sekilas kepada suaminya yang tampak begitu kelelahan karena melakukan perjalanan yang begitu jauh dengan jalur darat.
" Terserah padamu. Aku yakin kau memiliki pandanganmu sendiri untuk keselamatan keluarga kita!" Agnes meremas jemari tangannya yang saat ini berada dalam genggaman Fic.
" Saat ini perusahaan kami sedang menangani sebuah tender besar dan kita juga sedang berhubungan dengan organisasi dari luar negeri. Keamanan kita saat ini benar-benar sedang dalam keadaan genting. Aku harap kau bisa mengerti ketika kita nanti akan tinggal di Mansion keluarga Craig untuk sementara tidak dia sampai suasana menjadi aman terkendali!" agnez cukup terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fic.
" Kalau kau tahu keamanan saat ini sedang genting, lalu kenapa kau memaksa aku buat ikut dengan kamu?" tanya Agnes sambil cemberut kepada Fic.
Fic mencium telapak tangan Agnes yang sejak tadi tidak pernah dia lepaskan dari genggaman tangannya.
" Karena aku tidak sanggup untuk berfikir ketika Aldo mendekatimu dan mencoba merayu kamu. Kau tahu sayang? Hanya memikirkan dia menginginkan untuk menjadi istrinya. Hal itu benar-benar sukses membuatku menjadi gila!" terlihat Fic melirik ke arah Agnes yang hanya bisa menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan suaminya.
" Kau ada-ada saja sih! Aku dan Aldo tidak memiliki hubungan apapun. Dia memang beberapa kali mencoba untuk melamar aku. Akan tetapi aku tidak pernah menerima dia. Aku mengatakan kalau aku membeli are suamu dan akan memiliki anak!"
Fic benar-benar bangga terhadap Agnes yang bisa terlepas dari godaan seorang pemuda seperti Aldo yang dia tahu merupakan anak manja yang selalu memaksakan kehendaknya terhadap orang lain.
__ADS_1
" Percayalah aku tidak tertarik dengan laki-laki selain kamu! Kau tahu? Sejak dulu aku sangat mencintaimu. Hanya saja kau yang tidak pernah mengetahui sebesar apa cintaku untukmu!" ucapan Agnes benar-benar sukses membuat Fic melayang ke langit ketujuh karena merasa bangga dengan pengakuan Agnes yang sangat fenomenal menurutnya.
Selama ini Agnes selalu menutup diri dan tidak pernah mau mengakui tentang perasaan cintanya terhadap sang suami sehingga baik selalu meraba-raba dan kadang salah paham terhadap sang istri tercinta.