Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
16. Mengesankan


__ADS_3

" Kau lihat kan? Dia memang seluar biasa itu. Karena itu aku sangat mencintai dia!" ucap Stanley sambil menepuk bahu manajernya yang masih terpengaruh melihat adegan luar biasa yang ada di hadapannya malam ini.


" Deabak! Aku benar-benar tidak percaya! Ini benar-benar sangat mengesankan sekali! Bagaimana mungkin seorang Tuan Stanley tersenyum kepadaku dengan begitu menggemaskan? Padahal dia telah ditolak lamarannya oleh seorang wanita biasa saja!" ucap Manager itu hampir menggila karena melihat kenyataan yang di luar ekspektasinya.


Tadi ketika melihat Sakinah yang meninggalkan Stanley begitu saja tanpa mengatakan apapun. Sia sudah sangat gemetar karena merasa khawatir dengan keselamatan Sakinah.


Siapa yang mengira kalau ternyata Stanley tidak melakukan apapun kepada wanita itu. Tetapi dia malah tersenyum begitu manis kepadanya. Benar-benar sesuatu yang sangat langka dan itu wajib dia kabarkan kepada grup karyawan perusahaan Stanley. Agar mereka semua mengetahui keadaan bos besar mereka saat ini yang sedang jatuh cinta dan melamar wanita itu namun ditolak begitu saja cintanya.


" Awas kalau sampai kejadian memalukan ini tersebar keluar! Maka akan aku pastikan. Semua keluargamu tujuh turunan akan aku habisi tanpa sisa!" ancam Stanley dengan senyum yang begitu menawan sambil menepuk bahu sang Manager yang auto lemas mendengarkan ancaman itu.


Manajer itu hanya bisa menganggukan kepala dengan lemah. Karena hilang sudah mod-nya untuk menyebarkan berita tentang penolakan seorang wanita terhadap Stanley.


Dia benar-benar merasa kesal karena berita sebesar itu harus hilang begitu saja. Padahal dia sudah membayangkan kehebohan sebesar apa yang akan terjadi di grup karyawan Stanley ketika dia menyebarkan berita luar biasa itu.


Tetapi dia harus menelan pil kekecewaan. Karena bagaimanapun dia tidak berani melawan kekuasaan seorang Stanley. Sang bos mafia yang terkenal kejam kepada orang yang sudah menyinggung perasaannya.


Bagaimanapun dia merasa sangat sayang dengan nyawanya sendiri dan tujuh turunan yang dia miliki harus tetap aman terkendali.


Oleh karena itu Dia memutuskan untuk menganggap kejadian malam ini tidak ada sama sekali dalam memorinya. Walaupun itu pasti akan membuatnya sangat menderita karena harus menyembunyikan rahasia sebesar itu dari semua orang.


" Ah, sial!" umpatnya kesel setengah mati.


Stanley hanya mengulas senyum tipis ketika dia melihat manajer itu tampak begitu frustasi dengan ancamannya.

__ADS_1


Stanley langsung masuk ke unit milik Sakinah karena dia harus memastikan bahwa wanita yang dia cintai tidak pergi meninggalkan dia.


Stanley adalah pemilik gedung apartemen itu. Jadi dia bisa masuk ke unit manapun yang dia mau dengan menggunakan card spesial yang hanya dia yang memiliki card itu.


Stanley mengerutkan keningnya ketika melihat apartemen itu begitu sepi dan tidak terlihat adanya kehidupan.


" Ke mana perginya Sakinah? Ya ampun! Tidak mungkin kan kalau dia kembali ke desanya malam-malam begini?" tanya Stanley sambil memijat pelepesnya yang terasa begitu sakit memikirkan tingkah laku Sakinah yang benar-benar di luar prediksinya.


Stanley kemudian menelpon operator CCTV yang mengawasi gedung apartemen miliknya selama 24 jam. Dia meminta kepada sang operator untuk mencari keberadaan Sakinah saat ini.


Sambil menunggu kabar dari sang operator Stanley memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang di dalam kamar milik Sakinah. Sejujurnya Stanley merasa benar-benar terhina dengan penolakan Sakinah. Akan tetapi dia berusaha untuk mengerti bahwa saat ini Sakinah masih memiliki luka hati setelah perceraiannya dengan Renaldi yang belum ada seminggu.


Stanley pernah mendengar bahwa di dalam Islam ada istilah yang bernama menunggu masa Iddah. Mungkin Sakinah masih menunggu waktu itu untuk bisa menerima lamarannya. Stanley berusaha untuk terus mensugesti pikirannya sendiri. Agar tidak merasa marah terhadap Sakinah yang telah menolak lamarannya begitu saja tanpa berpikir panjang.


Penolakan Sakinah benar-benar sebuah babak baru dalam kehidupan Stanley dan dia merasa sangat tertantang untuk mendapatkan Sakinah untuk menjadi istrinya.


Tanpa terasa Stanley malah tertidur di atas ranjang milik Sakinah di kamarnya. Karena dia yang sudah kelelahan setengah mati. Apalagi sekarang malam sudah semakin larut membuat dia terlelap tanpa dia sadari.


Sekitar pukul 02.00 pagi, ketika Sakinah kembali ke apartemennya. Dia dikejutkan oleh sosok Stanley yang berbaring di atas ranjangnya dengan begitu damai.


" Apa yang dilakukan laki-laki ini di kamarku? Kenapa dia bisa menerobos masuk ke apartemenku?" tanya Sakinah merasa sangat kesal dan tidak nyaman ketika dia melihat Stanley berada di dalam kamarnya.


Ketika Sakinah hendak membangunkan Stanley, tiba-tiba saja Sakinah melihat Stanley yang menangis dalam tidurnya.

__ADS_1


" Tidak Ayah! Tidak! Aku mohon jangan lakukan itu! Ayah hentikan!" ucap Stanley dalam tidurnya dengan berlinang air mata sehingga membuat Sakinah merasa terkejut.


Sakinah mengurungkan niatnya untuk membangunkan Stanley dan kemudian duduk di sampingnya. Sakinah melihat Stanley yang saat ini masih menangis dalam tidur.


Karena merasa tidak tega, akhirnya Sakinah pun mengambilkan selimutnya berniat untuk menyelimuti Stanley.


Akan tetapi tiba-tiba saja Stanley menarik tangan Sakinah kedalam pelukan dia dan menangis sedih sekali.


" Tolong jangan pernah tinggalin aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu!" ucap Stanley sambil menelungkupkan wajahnya dalam pelukan Sakinah.


" Astaghfirullahaladzim! Apa yang kulakukan ini Tuan Stanley?" tanya Sakinah dengan sangat terkejut sekali.


Sakinah berusaha sekolah tenaga untuk keluar dari pelukan Stanley yang masih memejamkan matanya.


Setelah berhasil Sakinah langsung keluar dari kamar itu dan meninggalkan Stanley sendirian. Sakinah tidak memperdulikan air mata Stanley yang terus mengalir di pipinya dan merancau seperti menderita di dalam mimpinya. Tampak nya Stanley mengalami mimpi buruk mungkin itu berasal dari trauma masa kecilnya yang terkubur di alam bawah sadarnya sehingga keluar di dalam keadaan Stanley yang merasa tertekan.


Sakinah yang sekarang membaringkan tubuhnya di kamar tamu tampak memikirkan kembali apa yang tadi dia lihat di kamarnya.


Tadi setelah meninggalkan Stanley di ruangan Manager. Sakinah langsung meninggalkan gedung apartemen itu dan pergi ke area pantai untuk mencari angin segar.


Pikiran Sakinah yang sedang kusut dan sangat terganggu dengan lamaran Stanley. Dia benar-benar membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Karena dia tidak bisa memutuskan begitu saja kehidupan masa depannya dengan ceroboh tanpa berpikir panjang untuk menerima seorang Stanley.


Sakinah yang pernah mengalami kegagalan rumah tangga. Dia tidak akan membiarkan dirinya masuk ke lubang yang sama dan mengalami kegagalan kembali dalam berumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2