Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
43. Biarkan saja


__ADS_3

Fic hanya menatap kepergian Starla dan Robert dengan tatapannya yang terlihat begitu dingin dan nyaris tanpa ekspresi. Walaupun sebenarnya di dalam hatinya benar-benar sangat kecewa.


" Ya ampun! Kendalikan dirimu Fic! Ingat lah! Tidak boleh ada perasaan cinta di dalam dirimu ketika kau sedang bekerja!" Fic terus mengingatkan dirinya sendiri agar bisa tetap sadar dengan perasaan yang saat ini sedang bergemuruh kencang karena melihat kedekatan antara Starla dengan Robert yang tidak biasa.


" Kejarlah Fic! Kalau kau memang mencintai Starla! Jangan hanya ditatap seperti itu saja, sebelum kau pada akhirnya akan menyesal karena telah melewatkan dia!" tiba-tiba saja Stanley sudah berdiri di belakang Fic yang sejak tadi terus melamun sehingga tidak melihat keberadaan Stanley.


Fic terkesiap mendengarkan apa yang dikatakan oleh Stanley. Tetapi dia sadar kalau dia tidak akan mungkin bisa melakukan apa yang dikatakan oleh Stanley kepadanya. Karena itu benar-benar sesuatu yang sangat mustahil bagi dirinya.


Jatuh Cinta bagi orang seperti dirinya adalah sesuatu yang sangat tidak dianjurkan sama sekali. Karena akan berbahaya untuk nyawanya maupun nyawa orang yang berada dalam perlindungannya.


Apalagi Fic mengingat bahwa Stanley memiliki begitu banyak musuh dan sangat membutuhkan perlindungan eksak dari dirinya sebagai seorang pengawal maupun sebagai seorang asisten pribadi.


Walaupun Fic percaya dengan kemampuan Stanley tetapi tetap saja dia tidak merasa tenang ketika dia ingin melakukan sesuatu yang egois untuk dirinya sendiri.


" Kalau ini mengatakan apa sih? Aku ini adalah seorang asisten pribadi kamu dan juga seorang pengawal pribadi! Kata cinta tidak ada di dalam kamus hidupku. Hidupku hanyalah untuk mengabdi dan untuk melindungimu saja!" elak Fic dengan wajah memerah.


Sejujurnya saat ini perasaan Fic benar-benar sedang kacau balau. Apalagi dia melihat Robert yang tadi benar-benar sangat dekat dengan Starla, nyaris tanpa ada sekat di antara keduanya. Hal itu benar-benar sukses membuat hati Fic kelapakkan dibuatnya.


" Fic jangan terlalu berlebihan dengan pekerjaanmu itu. Kau juga seorang manusia Fic! Kau berhak memiliki kehidupan pribadi yang berhak kau perjuangkan. Aku tidak keberatan! Kalau kau menikah dan juga jatuh cinta pada seorang wanita. Malah aku akan sangat bangga untuk memperjuangkannya bersamamu! Percayalah Fic kami pasti akan membantumu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan!" janji Stanley kepada asisten pribadinya yang juga sebagai sahabatnya yang terbaik selama hidupnya.


Fic tampak terdiam merenungkan apa yang dikatakan oleh Stanley. Karena jujur saja dia saat ini benar-benar sedang kacau balau hatinya dan tidak tahu harus melakukan apa.


" Sudahlah! Kau sudah selesai belum dengan kegiatanmu? Ayo cepat! Kita harus segera kembali ke kantor. Apa kau lupa? Sudah berapa lama kau tidak berangkat ke kantor? Jangan-jangan para karyawan sudah lupa kalau kau adalah CEO mereka karena sangking lamanya kau tidak pernah berangkat ke kantor sejak Sakinah hamil!" ucap Fic yang bersiap untuk meninggalkan area fitnes.


Stanley hanya terkekeh mendengarkan perkataan dari Fic mengenai dirinya yang sekarang jarang berangkat ke kantor karena lebih sibuk untuk menjaga Sakinah.


" Makanya! Cepatlah kau menikah! Biar kau tahu bagaimana rasanya akan memiliki seorang bayi!" ucap Stanley sambil menepuk bahu Fic yang auto kesal mendengar perkataannya.


" Bagaimana aku bisa menikah kalau hidupku hanya sibuk untuk mengurusi kemanjaanmu? Apa kau ingat kau seharian hanya itu hanya terus merepotkanku saja? Kau bahkan tidak memberikan waktu libur di hari minggu kepadaku! Coba bayangkan? Bagaimana aku mempunyai waktu untuk berkencan?" protes Fic kepada Stanley yang mendengarkan perkataannya.

__ADS_1


" Fic aku akan mencari asisten untuk menggantikan tugasmu dan kau fokuslah dapatkan seorang istri agar aku tidak kesepian. Ketika nanti aku harus berbagi tugas dengan Sakinah untuk menjaga anakku. Kita bisa bersama-sama menjaga anak kita berdua!" ucapkan Stanley yang membuat Fic benar-benar kesal.


" Ayolah hentikan semua omong kosongmu itu! Cepatlah sudah selesai belum? Kita harus segera sampai di kantor. Apa kau ingat? Kalau ada klien yang datang untuk menemui kita kan hari ini bukan?" tanya Fic dengan memasang wajah cemberut dan juga serius menatap Stanley yang sudah mulai mendekati Sakinah yang sedang bersiap-siap untuk pulang.


" Bagiku saat ini menjaga istri dan anakku adalah prioritas terpenting dalam hidupku. Aku akan kehilangan segalanya kau sampai tidak bisa menjaga mereka dengan baik!" ucap Stanley dengan sendu.


Selama hidup Stanley. Dia selalu kesepian dan hanya ada teks dan anak buahnya yang selama ini selalu menemaninya.


Selama ini kedua orang tua Stanley hanya sibuk dengan pekerjaan mereka dan nyaris tidak memperdulikan kepentingannya sebagai seorang anak.


Berkaca dari pengalaman hidupnya sendiri yang membuat Stanley berjanji bahwa dia akan menjadi seorang ayah dan suami yang baik untuk keluarganya. Dia berjanji tidak akan pernah membiarkan anaknya kesepian seperti dirinya yang merasa tidak memiliki orang tua di dalam hidupnya.


" Ayo kita pulang aku sudah selesai!" ucap Sakinah saat sudah berdiri di samping Stanley yang tersenyum kepadanya.


" Sayang apakah kau memiliki seorang teman yang masih jomblo? Seorang wanita yang bisa kita perkenalkan kepada Fic. Aku rasa Fic membutuhkan sentuhan seorang wanita agar membuat dia menjadi lebih manusiawi!" ucap Stanley kepada Sakinah ketika dia sudah berada di dalam mobil.


" Ayolah Fic! Kau jangan terlalu serius begitu! Aku juga menginginkan kau untuk hidup bahagia sepertiku. Tidak mungkin aku akan membiarkanmu selamanya menjadi jomblo abadi bukan? Dan hanya mengiler ketika melihatku bahagia bersama istri dan anakku. Aku tidak sekejam itu Fic!" ucap Stanley dengan nada serius yang membuat Fic menjadi tidak enak.


" Aku tidak pernah mengiler melihatmu bahagia Tuan! Aku justru merasa senang karena tugasku menjadi semakin ringan ketika kau sudah merasa senang bersama dengan Istri dan anakmu!" ucap Fic pelan.


" Aku rasa apa yang dikatakan suamiku benar juga Fic. Kau juga berhak untuk mempunyai kehidupan pribadi bukan hanya melulu tentang pekerjaan saja!" ucap Sakinah mendukung suaminya.


Fic tidak bisa berkata-kata ketika mendengarkan Sakinah mengatakan hal demikian.


" Bagaimana aku akan mempunyai kehidupan pribadi Nyonya? Kalau ketika aku sedang bersama dengan kekasihku suamimu itu selalu menggangguku dengan hal-hal konyol yang selalu dia minta padaku?" tanya Fic ketika dia mengingat kembali apa-apa saja yang selalu dilakukan oleh Stanley. Ketika dia sedang berkencan dengan kekasihnya di masa lalu.


" Apa Kau tahu Nyonya? Bahkan suamimu itu tidak memberikan hari libur untukku dan dia tidak pernah membiarkan aku untuk bernafas lega barang satu jam pun. Dia selalu memiliki perintah yang harus aku lakukan dan dia tidak pernah memikirkan bagaimana kehidupan pribadiku akan berjalan normal karena ulah dia!" ucap Fic menerangkan semua perbuatan buruk Stanley kepadanya sebelum Stanley menikah dengan Sakinah.


Sakinah menatap suaminya dengan lekat. Seakan sedang bertanya apakah yang dikatakan oleh Fic adalah sebuah kebenaran.

__ADS_1


" Ayolah Fic kau jangan coba-coba untuk mengadu domba diriku dengan istriku!" elak Stanley ketika dia melihat istrinya yang mulai melotot sempurna kepadanya.


" Sayang kau tahu kan? Aku adalah seorang bos besar! Banyak sekali tugasku yang harus aku lakukan. Aku tidak mungkin mengerjakan semuanya sendirian kan?" tanya Stanley berusaha untuk membela dirinya sendiri di hadapan Sakinah.


Stanley merasa salah tingkah dengan Tatapan syakinah yang begitu menusuk jantungnya walaupun Sakinah tidak mengatakan apa-apa.


" Sadarlah Tuan bahwa kau telah membunuh banyak sekali kehidupan pribadi dari anak buahmu dengan kelakuan absurdmu itu!" ucap Fic lagi tidak merasa takut sama sekali kepada Stanley karena dia tahu di situ ada Sakinah jadi Stanley tidak akan mungkin berbuat macam-macam kepadanya.


Apalagi sejak Sakinah hamil Stanley benar-benar menjaga dirinya agar tidak berbuat buruk di hadapan calon anaknya.


" Kau benar-benar sedang cari mati Fic! erani-beraninya kau mengatakan hal-hal aneh di hadapan istriku!" proses Stanley sambil menatap tajam ke arah Fic yang hanya tersenyum melihat Bos besarnya sekarang tidak bisa berkutik terhadap dirinya.


Fic sangat sadar dengan pengaruh besar yang diberikan oleh sakinah pada kehidupan Stanley yang benar-benar telah memberikan dampak positif untuknya.


" Lihatlah Nyonya! Apa yang selalu dilakukan oleh suami Anda kepada kami anak buahnya!" ucap Fic nyaris tanpa takut kepada Stanley yang sekarang sudah mulai kelapakan dan salah tingkah di hadapan Sakinah.


" Hahaha ternyata begitu?" tanya Sakinah sambil menggelengkan kepalanya.


" Berhenti bicara omong kosong Fic. Kau tidak usah ngomong macam-macam lagi di hadapan istri dan calon anak aku! Kalau sampai nanti anakku menjadi tidak suka denganku, kau lihat saja! Aku pasti tidak akan melepaskanmu!" ancam Stanley sambil menatap tajam kepada teks yang hanya bisa tersenyum melihat Stanley yang gugup.


" Sudahlah! Kalian kenapa sih? Seperti anak kecil saja. Ayo Fic kita harus segera ke rumah. Aku benar-benar sangat lelah dan ingin sekali beristirahat!" ucap Sakinah yang kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Stanley kemudian memejamkan matanya yang terasa begitu mengantuk dan juga sangat lelah.


Seharian ini dirinya berada di luar bersama dengan Stanley dan nyaris tanpa istirahat.


Bagi Sakinah hari ini adalah hari terberat dan terpanjang untuk nya. Oleh karena itu terlihat dia sangat kelelahan. Apalagi kehamilan yang sudah semakin membesar membuat Sakinah menjadi kesulitan untuk bergerak.


Stanley mengelus punggung istrinya dengan lembut. Stanley merasa senang ketika mendengarkan dengkuran halus sang istri yang artinya Sakinah sudah terlelap dalam tidurnya.


" Ayolah Fic! Tolonglah aku! Kau jangan bicara macam-macam lagi di hadapan istriku. Aku tahu kau memiliki banyak dendam padaku. Tapi kau tidak perlu melakukan itu semua. Kau sedang menghancurkan Citra ku di hadapan istri dan calon anakku!" ucap Stanley tampak begitu frustasi.

__ADS_1


__ADS_2