
" Gak juga!!" Raymond berusaha untuk cuek terhadap Vivian karena dia tidak mau harga dirinya Jatuh di hadapan seorang wanita yang arogan dan juga sombong seperti Vivian.
Vivian hanya bisa tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya melihat ke arogantian seorang Raymond yang tidak juga mau mengakui kemarahannya sendiri.
" Baiklah aku berangkat ke kantor dulu. Oh ya kau tidak usah menungguku untuk pulang karena malam ini aku akan terbang ke Austria untuk berlibur di sana!" Vivian Melambaikan kedua tangannya kepada Raymond yang langsung kaget bukan kepalang.
" Wey!! Seenaknya saja kau mengatakan akan berlibur ke Austria. Seharusnya kamu ngajak aku juga. Supaya keluarga kita tidak curiga dengan pernikahan kita yang palsu ini!" Raymond mengejar Vivian yang saat ini sedang masuk ke dalam mobilnya dengan begitu cuek.
Vivian hanya melambaikan tangannya untuk meninggalkan kediaman mereka yang ditempati selama mereka masih berstatus sebagai suami istri.
" Dasar perempuan keji yang benar-benar sangat kejam dia benar-benar tidak menganggapku sebagai suaminya!" Raymond benar-benar kesal melihat kelakuan Vivian yang benar-benar minus dan tidak menghargai dia sebagai suaminya sama sekali.
" Raymond kamu jelas-jelas mengetahui bahwa dia memang tidak pernah menginginkan pernikahan kalian. Lalu kenapa kamu sampai marah-marah begitu?" Raymond akhirnya lemas sendiri dengan pertanyaan dan juga jawaban yang dia dapatkan sendiri.
" Raymond bodoh!" akhirnya Raymond malah merutuki dirinya sendiri yang sangat kesal luar biasa dengan kelemahannya yang tidak bisa benar-benar bersikap tegas kepada Vivian yang jelas-jelas merendahkan dirinya sebagai seorang laki-laki.
Sementara itu Vivian yang saat ini berada di kantornya meminta kepada sekretarisnya untuk segera menyiapkan tiket dan juga segala akomodasi untuk dirinya bisa berlibur ke Austria.
Vivian hanya ingin menenangkan dirinya dan ingin melupakan segala kepenatan di hatinya.
" Aku harap setelah kepulanganku dari Austria Raymond sudah memiliki kekasih dan meminta untuk bercerai denganku!" monolog Vivian sambil membolak-balik file yang ada di tangannya saat ini.
Vivian sudah kehilangan minat untuk melanjutkan pekerjaannya karena saat ini yang ada di dalam hatinya hanyalah ingin segera terbang ke Austria dan melupakan segalanya.
***
Fic yang saat ini sedang berbahagia atas kelahiran Putra pertamanya. Fic sekarang memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan menjalankan kembali aktivitasnya seperti sebelum berkenalan dan bertemu dengan Vivian. Agnes hanya mengikuti apapun yang diputuskan oleh Fic.
__ADS_1
Agnes sudah tahu segalanya. Tetapi dia tetap bersandiwara bahwa dia tidak mengetahui apa-apa. Apalagi berdasarkan detektif yang dia sewa bawa sekarang suaminya sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Vivian.
Agnes merasa bahwa semua itu memang sudah benar-benar berakhir dan Dia melupakan masalah itu. Agnes tidak mau merusak kebahagiaannya untuk nila yang setitik dan melupakan begitu banyak kebahagian yang telah dilaluinya bersama dengan Fic di dalam pernikahan mereka.
" Sayang!! Kamu di mana?" tanya Fic ketika dia baru saja pulang dari kantor.
" Aku di dapur. Kenapa kah?" tanya Agnes merasa heran dengan suaminya yang tumben-tumbenan berteriak seperti itu.
Fic mencari keberadaan Agnes yang ternyata sedang memasak di dapur.
" Sayang baru saja Tuan Stanley. Bos besar kita memberikan kita paket untuk berlibur ke Austria. Apakah kau mau ikut denganku?" tanya Fic dengan begitu antusias dan penuh kebahagiaan.
" Maafkan aku sayang bukankah kau tahu bahwa saat ini Mark masih kecil dan belum bisa melakukan perjalanan jauh." Agnes tampak begitu menyesal dengan kenyataan itu.
Fic yang awalnya merasa bahagia dengan paket liburan itu akhirnya terlihat menjadi lemas seketika.
Pengalaman yang sudah-sudah. Ketika dia melakukan perjalanan sendiri. Pasti akan melakukan sesuatu yang salah dan akan dia sesali seumur hidupnya dan dia tidak mau mengulangi itu lagi.
" Sudahlah sayang lupakan saja aku akan mengembalikan paket liburan ini kepada Tuan Stanley biar bisa diberikan kepada orang lain!" Fic akhirnya langsung masuk ke dalam kamar mereka dan memilih untuk mandi saja.
Bagaimanapun juga Fic tidak mau memaksa kepada Agnes untuk menuruti keinginannya. Fic tahu bahwa Agnes sudah kelelahan sekali untuk mengurusi Putra dan juga rumah tangga mereka.
" Ayolah sayang!! Aku tidak masalah kok kalau kamu pergi sendiri!" Agnes percaya bahwa suaminya bisa menjaga kepercayaannya.
Akan tetapi Fic sudah meyakinkan hatinya untuk menolak paket liburan itu.
" Aku akan menerima paket itu asal kau mau ikut denganku! Kalau kau tidak ikut denganku. Lebih baik aku tidak usah menerimanya. Biarkan saja diberikan kepada pasangan lain yang pasti akan merasa senang dan bahagia! Sekarang bagiku bersamamu dan bersama putra kita, jauh lebih indah!" Fic memeluk Agnes dengan penuh cinta.
__ADS_1
Agnes bisa merasakan bahwa Fic sangat mencintainya dan juga sangat menyayangi dirinya. Ya! Agnes benar-benar sudah memaafkan Fic yang pernah melakukan kesalahan di masa lalu.
" Baiklah sayang. Besok aku akan memeriksa kondisi Mark pada dokternya dulu. Apakah dia siap untuk melakukan penerbangan jauh atau tidak. Kalau kata dokter Mark sudah diperbolehkan untuk melakukan penerbangan jauh. Maka kami berdua akan ikut denganmu ke Austria!" Fic merasa bahagia sekali mendapatkan keputusan seperti itu dari Agnes.
" Baiklah. Sekarang mari kita beristirahat!" mereka berdua pun kemudian pergi ke kamar Mark yang sedang beristirahat di kamarnya dengan di temani oleh Baby Sister ya yang selalu siap sedia bersamanya 24 jam.
" Mark sudah tidur nyenyak Kita juga tidur ya?" Fic begitu bahagia karena semua badai akhirnya bisa berlalu dan kehidupan rumah tangganya sekarang sudah kembali normal seperti dulu. Seperti saat sebelum Vivian hadir dalam kehidupan mereka.
Agnez yang saat ini sedang memperhatikan Fic yang sedang tertidur lelap. Agnez tampak meneteskan air matanya.
' Aku tahu Mas kalau kamu masih ketakutan dengan masa lalu kamu bersama wanita itu. Oleh karena itu kau selalu memaksakan untuk selalu ikut denganmu kemanapun kau pergi. Apakah wanita itu begitu penting di hati kamu Mas? Sehingga kau sangat sulit untuk melepaskan dan melupakan dia?' monolog Agnes di dalam hatinya sambil terus memperhatikan wajah suaminya yang begitu damai dalam tidurnya.
Hati seorang wanita yang pernah dikhianati oleh suaminya pasti merasakan kesakitan yang luar biasa. Sangat sulit untuk bisa melepaskan kejadian semacam itu.
' Ya Allah Maafkanlah diriku yang bahkan sampai saat ini masih merasakan kesakitan yang sama. Padahal kejadian itu sudah berlalu hampir 1 tahun lebih. Tapi entah kenapa rasanya masih begitu sakit!' bathin Agnes yang berusaha untuk menguatkan jiwa dan pikirannya sendiri.
Sementara itu Fic yang sebenarnya tidak benar-benar tidur. Dia bisa mendengarkan dan merasakan bahwa saat ini istrinya sedang menangis dalam diam.
' Ya Allah jangan katakan padaku. Kalau sebenarnya Agnes tahu masalah perselingkuhan aku dulu. Apakah aku yang terlalu percaya diri menganggap bahwa telah berhasil menutupi kejadian itu sehingga aku bisa bebas melupakannya begitu saja?' bathin Fic yang tiba-tiba saja merasa insecure dengan dirinya sendiri.
" Ya Allah aku mohon padamu! Bantulah aku untuk bisa melupakan kejadian itu agar aku bisa memaafkan suamiku secara utuh dan tidak merasakan sakit lagi. Suamiku sudah berubah dan sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik untukku dan juga ayah yang baik untuk putra kami. Aku mohon ya Allah! Selalu lindungilah rumah tangga kami dalam kebaikan dan selalu ada di jalanmu yang lurus yang engkau ridhoi!" doa Agnes dengan terisak dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Akan tetapi, tetap saja hati seorang wanita yang sedang lemah, tidak sanggup untuk membendung air mata yang terus mengalir tanpa izin.
Malam itu Agnes menangis dalam diam dan Fic 100% yakin bahwa Agnes telah mengetahui apa yang dia lakukan di belakang sang istri beberapa tahun yang lalu.
' Ya Allah tetap hebatnya seorang wanita yang bisa menyembunyikan derita hatinya! selama ini aku terlalu percaya diri bahwa istriku tidak mengetahui perbuatan khianatku di belakang dirinya. Senyum dan tawa palsu ya selama ini benar-benar sangat sempurna. sehingga aku tidak menyadari dari hatinya yang begitu dalam gara-gara perbuatanku di masa lalu!' Fic mulai merasakan kesedihan dan juga tidur yang tidak tenang.
Ketenangan yang tercipta di dalam rumah tangganya selama ini. Ternyata hanyalah ketenangan semu yang disembunyikan oleh Agnes di dalam senyum palsunya.
__ADS_1
' Ya Allah semoga ketenangan ini bukanlah awal dari badai yang akan menghancurkan Rumah tanggaku!' doa Fic dalam keputusasaan dan juga harapan hatinya.