
Stanley memilih keluar dari ruangan fix ketika Agnes dan suaminya sedang berdebat mengenai keputusan Fix yang mengundurkan diri dari posisinya sebagai asisten pribadinya.
" Ada apa?? Katakanlah padaku kalau kau ada masalah!" ucap Agnes yang saat ini duduk di hadapan Fic.
Fic kemudian duduk. Menatap Agnes dengan dalam. "Aku hanya merasa lelah dan ingin beristirahat. Kalau kau ingin menggantikan Posisiku sebagai asistenku Anda lakukanlah. Aku akan membereska barangku. Aku makan mulai fokus dengan bisnisku sendiri dan mengambil alih manajemen perusahaanku."
Fic kemudian bangkit dan mulai membereskan barang-barang yang ada di dalam ruangan tersebut yang sudah hampir 10 tahun lebih menemani dirinya.
Agnes terus menatap suaminya yang saat ini benar-benar kacau. Agnes tidak melihat seorang Fic yang perfeksionis dan keren lagi seperti dulu.
Agnes hanya melihat seorang laki-laki yang kusut dan tidak bersemangat dalam melakukan apapun.
' Apakah semua ini ada hubungannya dengan Vivian? Apakah suamiku masih belum bisa melupakan wanita itu?' monolog Agnes mulai merasa tidak nyaman hatinya.
Agnes berusaha untuk mengerti apa yang menjadi keputusan suaminya.
" Katakan padaku! Kenapa kau begitu?? Kalau kau punya masalah. Katakanlah padaku, sayang. Siapa tahu aku bisa membantumu." Agnes mendekati Fic yang saat ini sedang menghentikan apa yang dia lakukan.
" Aku kan sudah bilang aku baik-baik saja! Aku hanya sedang pusing dan lelah. Aku ingin beristirahat. Apakah itu tidak jelas?" tanya Fic sambil menatap tajam kepada Agnes yang masih penasaran dengan alasan suaminya keluar dari pekerjaannya sebagai asisten Stanley yang amat bagus.
Agnes kemudian meninggalkan Fic dan pergi ke kantor Stanley.
" Apa sebenarnya yang terjadi pada suamiku? Kenapa dia seperti itu? Emosinya juga tidak stabil dia terus mengamuk sejak tadi. Katakan padaku Tuan Stanley. Apa kau mengetahui sesuatu?" Agnes menatap Stanley yang saat ini sedang pusing kepalanya memikirkan keinginan Fic untuk mundur sebagai asistennya.
Stanley sudah terbiasa bekerja dengan Fic dan Fic pun sudah mengerti tentang gaya kerjanya. Jadi dia tidak terlalu repot harus menjelaskan segala sesuatu kepada Fic untuk melaksanakan pekerjaannya.
__ADS_1
" Katakan padaku!" Agnes menatap Stanley yang saat ini sedang pusing.
" Kenapa kau tidak bertanya pada suamimu sendiri malah ribut-ribut di sini?" Stanley memilih untuk meninggalkan Agnes.
Stanley paling tidak senang kalau dia harus dituntut sesuatu oleh seseorang.
" Kenapa mereka semua begitu menyebalkan? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh suamiku dariku?" Agnes hatinya mulai ketar-ketir ketika membayangkan hal tersebut.
Setelah menyelesaikan keperluannya datang ke kantor Stanley, Agnes Kemudian datang ke Mansion milik Stanley untuk menemui Sakinah di sana.
Agnes harus berdiskusi dengan syakinah tentang suaminya yang tiba-tiba saja ingin mengundurkan diri.
" Aku yakin pasti suamiku bercerita sesuatu kepada Tuan Stanley dan dia pasti bercerita kepada Nyonya Sakinah. Aku harus mencari tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi." Agnes langsung menemui sakinah begitu sampai di Mansion.
Sakinah merasa senang dengan keadaan Agnes di dalam mansionnya setidak Dia mempunyai teman untuk mengobrol.
Agnes kemudian menjawab salam yang disampaikan oleh Sakinah kepadanya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Aku tadi baru saja kembali dari kantor suamiku. BmNiatnya ingin bertemu dengan suamiku dan memberikan kejutan kepadanya. Tetapi di sana, Aku malah mendapatkan kejutan dari suamiku yang mengundurkan diri sebagai seorang asisten." Sakinah cukup terkejut mengetahui apa yang sedang terjadi.
Bagaimanapun juga Sakinah cukup tahu bahwa Fic dan Stanley adalah sebuah tim yang sangat sulit untuk dipisahkan.
" Kok bisa Fic tiba-tiba mengundurkan diri, sih? Apakah ada sesuatu yang mengganggunya?" tanya Sakinah.
Walaupun sedikit banyak Sakinah sudah mengerti bahwa kemungkinan adalah tentang keinginannya untuk bertemu kembali dengan Raymond. Raymond yang sekarang sudah kembali ke Swiss dan tidak akan pernah bisa bertemu dengan mereka lagi.
__ADS_1
" Katakanlah padaku kalau kau mengetahui sesuatu!" Sakinah hanya menggelengkan kepala kemudian mengajak Agnes untuk pergi ke taman bunga yang ada di rumahnya.
Taman bunga selama ini memang salah menjadi favorit Sakinah yang tidak ada duanya.
" Tolonglah Nyonya. Bujuklah suamimu untuk tidak menerima pengunduran diri dari Fic yang kamu kira saat ini dia pasti sedang menangani sesuatu yang buruk. Sehingga dia mengalami kelinglungan semacam ini." Agnes berusaha untuk membujuk Sakinah.
" Sudahlah kita tidak usah mengikuti urusan laki-laki. Biarkan saja para lelaki itu mengurus kehidupan mereka dan pekerjaan mereka. Kita sebagai istri cukup urusan anak saja. ya aku khawatirkan kalau kita ikut campur mereka malah nanti marah terhadap kita." Sakinah kemudian menyuguhkan sebuah camilan kepada Agnes.
Terlihat Agnes yang sudah mulai bisa santai setelah berbicara dengan Sakinah. Agnes tahu kalau Sakinah adalah tipe wanita yang tidak terlalu suka mencampuri urusan suaminya selama itu soal pekerjaan.
" Ayo kita shopping saja Nyonya hanya untuk menghilangkan stress!" Agnes kemudian bangkit dari duduknya dan menarik tangan Sakinah untuk ikut bersama dengannya.
" Apaan sih? Aku nggak mau shopping! Aku lebih baik di rumah bersama dengan Sean. saat ini buat aku sedang tidur kalau dia bangun dan tidak melihat ibunya pas jadi akan mengamuk dan marah-marah!" Agnes rumah sakitnya untuk mengikutinya. Karena bagaimana pun juga Agnes tidak mau kalau sampai Sakinah nanti marah terhadapnya.
Sakinah kemudian mengantarkan agnes untuk keluar dari rumahnya dan mulai mengasuh Sen yang saat ini terlihat bangun.
Sementara itu Agnes yang saat ini kembali lagi ke rumahnya tampak begitu kesal karena tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.
"Nyebelin banget ketika dibutuhkan malah tidak ada siapapun yang ada di sampingku. Aku selama ini hanya bertemu dengannya Sakinah. Tidak terlalu akrab dengan ibu-ibu yang bekerja di perusahaan Tuan Stanley." Agnes terlihat menyesali apa yang selama ini dia kerjakan.
Dirinya tahu kalau dia selama ini terlalu fokus hanya untuk mengurus keluarganya dan tidak pernah bergaul dengan yang lain selain Sakinah.
Bahkan pabrik yang ada di kampung halamannya. Sekarang sudah diserahkan kepada ibunya untuk dikelola di sana bersama dengan orang.
" Aungguh sangat bodoh sekali kau Agnes Bagaimana mungkin kau tidak mengetahui apa yang terjadi kepada suamimu sendiri sampai dia harus mengundurkan diri dari pekerjaannya!" sepanjang perjalanan menuju kediamannya terlihat Agnes yang terus saja menggerutu dan menyerahkan dirinya sendiri karena tidak memperhatikan psikologi suaminya yang saat ini benar-benar sedang dalam keadaan lemah.
__ADS_1
Agnes tahu kalau masalah Vivian benar-benar telah membuat sang suami menjadi kehilangan kontrol dan juga fokusnya di dalam segala hal. Mungkin karena merasa terlalu besar kesalahan yang dia berikan kepada Agens.