Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
60. Sedih


__ADS_3

Sakinah kemudian masuk ke dalam kamarnya. terlihat Dia sedang merenungkan apa yang sudah dia lakukan hari ini.


" Ya Allah, ampunilah aku kalau apa yang aku lakukan ini adalah sebuah kesalahan. Aku hanya ingin menyelamatkan keturunan suamiku. Agar tidak meninggal lagi karena perbuatan musuh-musuhnya yang tidak akan membiarkan dia memiliki keturunan. Ampuni aku ya Allah jika perbuatan ini adalah kedurhakaan terhadap suamiku! Hiks hiks!" Sakinah terus menangis tersedu.


Hatinya benar-benar sangat sedih. Akan tetapi dia pun tidak bisa kalau harus menerima kenyataan kehilangan anaknya lagi. Hati Sakinah merasa pilu luar biasa.


Akhirnya sekitar pukul 03.00 pagi Sakinah baru bisa memejamkan matanya. Terlihat kantong mata yang begitu tebal di bawah matanya yang bengkak juga.


Beberapa hari ini Sakinah memang berusaha untuk menguatkan hatinya agar tidak terluka. Setelah mendapatkan info tentang kehamilan keduanya seketika membuat Sakinah menjadi bangkit dan semangat lagi.


***


Saat ini Stanley sedang melihat foto yang dikirimkan oleh anak buahnya. Sakinah yang sedang memeluk Bi Warsih sambil menangis.


Hati Stanley menjadi tercapik-cabik melihat syakinah yang begitu sedih di dalam pelukan Bi Warsih.


" Istirahatlah di situ sayang. Kapan-kapan aku akan menjengukmu. Aku tidak akan membahayakan kamu lagi sayang. Apalagi anak yang ada di dalam kandungan kamu! Aku juga tidak mau harus menerima kenyataan kehilangan anak lagi. Sayang, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kita berdua. Semoga saja jarak ini akan membuat hati kita semakin bertaut." ucap Stanley sambil mengelus foto Sakinah dengan penuh perasaan cinta di hatinya.


Stanley kemudian membaringkan tubuhnya dengan memeluk ponselnya yang masih memperlihatkan foto Sakinah.


Terlihat Stanley yang tidur meringkuk dan begitu kesepian. Fic yang saat ini sedang melihat Stanley dari balik pintu kamarnya terlihat meneteskan air mata.


Fic benar-benar sedih dengan apa yang terjadi kepada Stanley dan juga Sakinah.


Dua orang yang saling mencintai dan tidak bisa hidup berpisah. Akhirnya sekarang harus hidup di tempat yang berbeda entah sampai kapan. Fic sendiri tidak tahu.


" Aku sepertinya harus bicara dengan Nyonya Sakinah untuk menerangkan semuanya bahwa itu bukanlah kesalahan Tuan Stanley. Akan tetapi kesalahanku yang sudah ceroboh dalam memberikan pendapat kepada Tuan Stanley." ucap Fic bermonolog kepada dirinya sendiri.


Fic kemudian meninggalkan kamar Stanley yang terlihat begitu suram dan sunyi.


Padahal biasanya di kamar itu selalu ada canda tawa yang mewarnainya. Akan tetapi di sana sekarang hanya ada kesunyian dan kesepian. Hati Stanley yang sedang sedih bahkan sangat sulit untuk diajak makan bersama oleh Fic.


Stanley sekarang hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja. Selalu menanyakan laporan tentang Sakinah kepada orang-orang yang dia perintahkan untuk mengawasi istrinya. Terkadang Stanley meminta kepada mereka untuk melakukan video call secara diam-diam. Hanya untuk melihat kegiatan Sakinah pada hari itu.

__ADS_1


Walaupun hanya menatap Sakinah dari kejauhan. Akan tetapi Stanley merasa puas melihat istrinya yang sampai saat ini masih menjaga dirinya dengan baik. Bahkan anak yang ada di dalam kandungannya semakin membesar. Terlihat dari perut Sakinah yang sekarang sudah mulai membuncit.


" Aku tahu kalau kamu sekarang sudah bahagia hidup tanpa aku. Tapi kenapa di sini aku tidak bisa melupakanmu?" tanya Stanley saat melihat Sakinah yang sedang tertawa dengan para pekerjanya.


Stanley bahkan sampai menitikan air matanya ketika melihat Sakinah yang ada di dalam kamera menatap kepadanya.


Kamera CCTV yang dipasang oleh anak buah Stanley secara sembunyi yang langsung tersambung ke ponsel Stanley.


Jantung Stanley berdebar sangat kencang. Dia ketakutan kalau sampai kamera itu diketemukan oleh Sakinah. Karena hanya kamera itulah yang menjadi penghubungnya bersama sang istri yang sangat dia rindukan.


Stanley menarik nafasnya dengan lega. Setelah Sakinah kemudian kembali mengalihkan pandangannya kepada karyawan yang saat ini sedang melaporkan kegiatan mereka.


" Jagalah anak kita baik-baik sayang. Sebentar lagi aku akan menemuimu! Aku sangat merindukan kamu sayang!" ucap Stanley yang benar-benar tidak tahan lagi untuk berpisah dengan Sakinah.


Sudah hampir tiga bulan mereka berpisah dan tidak berkomunikasi sama sekali. Karena Sakinah sudah memblokir nomor Stanley. Ketika Stanley berusaha menghubungi Sakinah dengan nomor lain, ternyata nomor nya sudah diganti sehingga membuat Stanley kesulitan untuk bisa menghubunginya.


Akhirnya Stanley harus merasa puas hanya dengan rekaman CCTV yang langsung tersambung ponselnya.


Atau kadang ketika tidak ada di tempat yang diletakkan CCTV maka Stanley akan meminta video call kepada anak buahnya untuk melihat kegiatan istrinya.


" Tuan Stanley sekarang jadi tidak fokus dengan pekerjaannya. Kesibukan Dia setiap hari hanya melihat laporan dari anak buahnya yang berada di samping Nyonya Sakinah. Aku yang jadi ketimpaan semua pekerjaan dia di kantor maupun di organisasi!" ucapin sambil menggelengkan kepalanya.


Akan tetapi untuk menegur Stanley pun dia tidak berani. Karena bagaimanapun Stanley adalah Bos besarnya dan dia juga merasa bersalah atas kejadian masa lalu yang sudah membuat Sakinah dan Stanley jadi berpisah karena telah kehilangan anak mereka yang belum terlahir ke dunia.


Fic menarik nafasnya dalam-dalam kemudian Kembali menuju ke ruangan pribadinya untuk melanjutkan pekerjaan hari ini yang dilimpahkan oleh Stanley kepadanya.


Stanley meminta kepada Fic untuk dibuatkan perusahaan kecil atas nama orang asing yang tidak dikenal oleh Fic. Entah dari mana Stanley mendapatkan file dan data-data orang tersebut sehingga bisa membuat perusahaan atas nama orang itu yang tidak pernah ditemui oleh Fic seumur hidupnya.


Fic sendiri tidak mengerti apa yang sedang direncanakan oleh Stanley. Tetapi dia pun tidak berani untuk bertanya kepada Stanley dengan perintah tersebut.


" Apa jangan-jangan Tuan Stanley akan menggunakan perusahaan ini untuk bertemu dengan Nyonya Sakinah?" mendapatkan jawaban itu seketika membuat Fic menjadi bersemangat untuk segera merealisasikan perusahaan itu. Sehingga Sakinah dan Stanley bisa bertemu kembali setelah dipisahkan begitu lama.


Stanley mengetuk pintu Fic hanya untuk menanyakan tentang tugas yang dia berikan kepada asistennya.

__ADS_1


Tok


tok


tok


" Masuk saja tidak dikunci kok!" ucap Fic sambil membereskan berkas-berkas yang ada di atas mejanya.


" Bagaimana tugas yang tadi siang Aku perintahkan padamu? Apakah sudah selesai?" tanya Stanley sambil duduk di hadapan Fic yang langsung menyerahkan berkas yang tadi dia selesaikan.


" Sudah beres Bos. Besok sudah bisa digunakan. Apa bos juga menginginkan saya untuk mencari pabrik serta kantor yang bisa digunakan oleh perusahaan ini?" tanya Fic kepada Stanley.


" Yah carikan semuanya sekalian kau juga carikan karyawan sekitar 10 orang untuk bekerja di sana." ucap Stanley sambil tersenyum kepada Fic.


Fic terlihat ingin sekali bertanya kepada Stanley. Tetapi dia benar-benar sangat canggung terhadap Bos besarnya. Stanley tahu kalau saat ini Fic sedang penasaran dengan sesuatu.


" Bertanyalah kalau kau ingin mengetahui sesuatu jangan menebak-nebak dengan otak udang kamu itu!" ucap Stanley sambil duduk di hadapan Fic yang kemudian meringis mendengarkan perkataan Stanley.


" Apa Bos mau menggunakan perusahaan ini untuk mendekati Nyonya Sakinah?" tanya Fic agak hati-hati. Fic takut kalau sampai Stanley merasa terganggu ataupun tersinggung dengan pertanyaannya.


" Semuanya masih dalam tahap rencana belum aku realisasikan. Aku juga masih memikirkan tentang penampilan yang akan aku gunakan saat bertemu dengan Sakinah. Agar dia tidak curiga denganku!" ucap Stanley yang terlihat sedang berpikir keras.


" Bos, apa bos mau saya mencarikan make up artist yang bisa merubah penampilan Bos menjadi berbeda dari saat ini?" tanya Fic kepada bosnya yang langsung sumringah dan bahagia sekali dengan ide Fic.


" Baiklah besok kau bawa orang itu untuk mempermak penampilanku. Aku ingin menjadi orang yang culun yang tidak bi sa dikenali oleh istriku!" ucap Stanley dengan begitu bersemangat ketika mengungkapkan keinginannya kepada Fic.


Fic langsung menganggukan kepalanya setuju dengan Stanley.


" Baiklah Bos besok saya akan membuat reservasi dan janji temu dengan make up artist itu!" ucap Fic yang kemudian berpamitan kepada Stanley untuk ke kamarnya karena dia harus mengambil ponselnya di sana.


" Bos saya akan mengambil ponselku dulu di kamar. Tadi lupa tidak saya bawa kemari!" ucap Fic pada Stanley.


" Hmmm," ucap Stanley sambil terus memperhatikan berkas-berkas yang tadi diserahkan oleh Fic kepadanya.

__ADS_1


Stanley puas sekali dengan pekerjaan Fic yang rapi dan juga cepat. " Dia memang selalu bisa aku andalkan!" puji Stanley kepada Fic yang sekarang sedang berada di dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya.


__ADS_2