
" Dia orang yang sudah punya istri dan tidak mungkin untuk bertanggung jawab denganku. Dia juga tidak tahu kalau aku sedang hamil anaknya," Vivian menundukkan kepalanya karena benar-benar merasa malu berhadapan dengan Tiara yang selama ini sudah berbaik hati dan juga menyayanginya.
" Lalu kenapa kau malah meminta Putraku untuk menikahimu?" tanya Tiara lagi.
" Raymond yang meminta untuk menikahinya. Aku sudah berusaha berkali-kali untuk menolaknya. Tetapi dia yang mengatakan ingin membantuku untuk menjadi ayah dari anakku." Tiara tahu bahwa hati bukannya benar-benar baik dan pasti merasa tidak tega dengan Vivian yang harus mengurus anaknya sendiri tanpa suami.
Ketika melihat Raymond yang datang. Tiara pun kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan membiarkan Vivian dibimbing oleh Raymond seperti biasanya.
" Hati-hati Sayang aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita!" ucapan Raymond seperti palu bogem yang menghantam hati Tiara yang benar-benar tidak mengerti dengan pola pikir anaknya sendiri yang mau bertanggung jawab atas benih orang lain dan menganggapnya seperti anaknya sendiri.
' Apakah Raymond mencintai Vivian sehingga dia rela melakukan semua ini?' batin Tiara benar-benar merasa pusing memikirkan nasib anaknya sendiri.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam masing-masing sibuk dengan pikiran mereka sendiri.
Begitu sampai di rumah Tiara langsung masuk ke dalam kamar dan menutup diri di sana. Raymond mengetuk pintu kamar ibunya karena dia ingin menagih janji ibunya yang mengatakan akan memasak untuk Vivian.
" Mama bilang akan memasak untuk makan malam kita? Apakah tidak jadi?" tanya Raymond sambil terus berusaha untuk memanggil ibunya tetapi tidak ada respon sama sekali di dalam sana.
Raymond jadi merasa khawatir dengan ibunya yang tiba-tiba saja menjadi pendiam sejak mereka pulang dari mall.
Vivian yang melihat Raymond sejak tadi terus mengetuk pintu kamar ibunya tapi tak di Respon Tiara, dia pun kemudian berinisiatif untuk memasak sendiri. Bagaimanapun tidak mungkin satu keluarga tidak makan gara-gara Tiara yang sebenarnya saat ini sedang menangis di dalam kamarnya karena memikirkan nasib putranya yang harus bertanggung jawab benih orang lain.
Sebagai seorang ibu Tiara benar-benar tidak rela kalau putranya harus membesarkan benih yang bukan milik putranya sendiri yang bukan keturunan Kingford sejati.
__ADS_1
" Apa yang harus kulakukan sekarang apakah aku akan membiarkannya saja? Lalu apakah aku tidak perlu berbicara dengan suamiku? Dia pasti akan sangat kecewa kalau mengetahuinya dari orang lain. Raymond kenapa kau tega sekali menipu orang tua kamu sendiri? Apa tujuan kamu Raymond?" Tiara terus bermonolog dengan dirinya sendiri merasa kecewa dan juga sakit hati atas perbuatan Raymond yang sudah tega membohonginya.
Vivian yang saat ini sedang sibuk memasak di dapur terlihat wajahnya sedih dan Raymond tahu bahwa ada sesuatu yang salah di rumahnya.
" Katakan padaku Vivian. Sebenarnya ada apa ini?? Kenapa mamaku sejak tadi aku panggil tidak mau juga menyahut??" Raymond terlihat begitu penasaran dengan apa yang terjadi saat ini di dalam keluarganya.
Vivian yang sedang memasak tampak acuh dengan semua yang dikatakan oleh Raymond.
" Tolong Vivian! Tolong bicara denganku! Karena aku benar-benar sangat penasaran. Ada apa dengan Mamaku dan kamu? Sejak pulang darimu mall, kalian benar-benar bersikap sangat aneh!" Raymond bahkan sampai menarik tangan Vivian untuk berhadapan dengannya.
Vivian menghepaskan tangan Raymond yang tadi menggenggam tangannya.
" Aku sedang sibuk masak Raymond. Apa kau tidak melihat bahwa aku sedang bekerja?" tanya Vivian pada Raymond.
Raymond sadar kalau ada sesuatu yang salah di dalam diri Vivian saat ini.
" Langgillah Mama dan Papahmu kita sudah siap untuk makan bersama yang terakhir kali nya!" Raymond terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Vivian.
" Makan bersama yang terakhir kali? Apa maksud kamu Vivian? Tolong kau jangan main teka-teki begitu!" Raymond terlihat tidak sabar dengan apa yang dilakukan oleh Vivian yang sejak tadi berputar-putar tidak jelas.
Vivian tahu kalau saat ini Raymond sedang penasaran dengan sikap mereka. Akan tetapi dia pun tidak mau untuk menjelaskan secara rinci karena Vivian berharap semoga ibunya Raymond yang orang menjelaskannya sendiri kepada Raymond.
" Baiklah aku akan panggil papa dan mama dulu kita bicara nanti setelah makan malam!" Raymond akhirnya mengalah dan membiarkan Viviana kembali mempersiapkan makan malam untuk mereka.
__ADS_1
Raja yang kebetulan baru saja pulang dari kantor begitu sumringah melihat makanan sedap yang terhidang di meja makan.
Tiara yang menyambut kedatangan suaminya kemudian menyuruh Raja untuk masuk ke dalam kamarnya.
Vivian sudah gemetar rasanya seluruh tubuhnya melihat mereka berdua yang berbicara di dalam kamar lama sekali. Bahkan membuat Raymond menjadi tidak nyaman dan harus menunggu kedua orang tuanya keluar kamar begitu lama.
" Kenapa sih semua orang kok sangat menjengkelkan sekali? Kok kalian pada main rahasia denganku?" terlihat Raymond yang merasa marah dan mulai kesal terhadap semuanya yang tidak mau memberitahukan dirinya tentang masalah yang sedang terjadi saat ini kepada mereka semua.
Tidak lama kemudian Raja dan Tiara keluar dari kamar mereka.
Raymond benar-benar merasakan perasaan mencekam di meja makan di mana sekarang mereka berkumpul untuk makan bersama.
Vivian bisa merasakan tatapan kecewa yang diarahkan kepadanya dari Raja maupun Tiara.
" Aku sudah selesai makannya. Aku mau beristirahat dulu di dalam kamar. Selamat malam semuanya!" Vivian memilih untuk menyingkir dan memberikan kesempatan kepada mereka bertiga untuk berdiskusi tentang masalah yang baru saja diketahui oleh Tiara.
Vivian menyadari bahwa mereka butuh untuk berbicara serius tentang status dan juga hubungannya bersama dengan Raymond.
Vivian terlihat begitu lemas tubuhnya dia membaringkan dirinya di atas ranjang dan berharap bahwa semua yang terjadi malam ini besok akan berubah dan menjadi lebih baik lagi. Vivian benar-benar merasa sedih sekali kalau harus kehilangan kasih sayang Raja dan Tiara.
" Semua ini gara-gara aku mengikuti keinginan Raymond yang konyol kalau dari awal aku jujur pada mereka pasti mereka tidak sesakit ini!" Vivian bermonolog dengan dirinya sendiri.
Secara samar Vivian mendengarkan perbincangan antara mereka bertiga dan Vivian merasa saat ini jantungnya sedang berdebar sangat kencang sekali mendengar semua perbincangan yang terasa mulai menegang.
__ADS_1
" Aku mencintai Vivian mah! Aku tidak peduli Dia sedang hamil anak siapapun. Tapi yang jelas aku tidak akan membiarkan Vivian hidup menderita karena menanggung aib, punya anak tanpa seorang suami!" Vivian benar-benar merasa terharu dengan semua yang telah dilakukan oleh Raymond untuknya.