Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
37. Kalut


__ADS_3

Mendengar pembicaraan antara Stanley dan Fic membuat Sakinah sedikit kebingungan dan juga limbung. Hatinya tiba-tiba saja merasa sangat sakit.


Selama hidup berumah tangga bersama dengan Renaldi. Dirinya tidak pernah merasa dihargai ataupun dicintai oleh Renaldi maupun oleh keluarganya.


Mendengarkan penuturan Stanley yang mengatakan bahwa sampai saat ini Renaldi masih mencari keberadaannya dan ingin rujuk dengannya. Hal itu benar-benar sesuatu yang sangat diluar dugaan Sakinah.


" Apa mungkin? Kenapa harus melakukan itu kepada suamiku? Bukankah ketika dulu aku menjadi istrinya, Dia tidak pernah mau memperdulikanku? Lalu kenapa sekarang dia harus melakukan semua ini kepadaku?" monolog Sakinah yang merasa kebingungan dengan apa yang sedang terjadi di dalam kehidupannya.


Rasanya aneh saja mendengarkan Renaldy yang dikabarkan saat ini sedang berusaha untuk rujuk dengannya. Padahal Sakinah sangat tahu kalau Renaldi selama ini tidak pernah mencintainya.


" Mustahil kalau Mas Renaldi melakukan itu kepadamu. Selama ini dia tidak pernah mencintaiku. Jadi kau bisa menghapus laki-laki itu di dalam daftar kecurigaanmu, orang yang telah mencelakaimu!" ucap Sakinah yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan Stanley dan membuat Stanley terkejut bukan kepalang.


" Sayang?" tanya Stanley sambil menatap kepada Sakinah.


" Tidak mungkin kalau Mas Renaldi akan berbuat buruk kepadamu. Justru dialah orang yang paling pertama akan merasa bahagia dengan kebersamaan kita!" ucap Sakinah.


" Kenapa?" tanya Stanley bingung.


" Karena selama ini dia tidak pernah mencintaiku. Lalu, untuk apa dia melakukan kebodohan seperti itu? Dengan dia bersedia membahayakan dirinya sendiri hanya untuk melukaimu? Dia bukan tipe laki-laki seperti itu karena Aku sangat mengenalnya!" ucap Sakinah sambil memberikan air hangat yang tadi diminta oleh Stanley.


" Lalu apakah Kau juga mencintai mantan suamimu?" tanya Stanley sambil menopang wajahnya dengan kedua tangannya. Terlihat mata birunya begitu luar biasa.


" Jangan menatapku begitu! Nanti akan sangat berbahaya kalau sampai aku nekat melakukan sesuatu kepadamu!" ucap Sakinah menatap tajam Stanley yang auto melotot karena tidak paham dengan maksud perkataan istrinya.


" Why?"


" Aku takut menyerang kamu kalau debay menginginkan di jenguk ayahnya! Hahaha!" ucap Sakinah sambil tertawa.


Stanley tampak masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. Wajah bodoh Stanley benar-benar membuat Sakinah tidak sanggup untuk tidak mencium bibirnya.


Awalnya Stanley gelagapan melihat kelakuan istrinya yang tidak biasanya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan?" tanya Stanley yang protes karena Sakinah langsung menarik dirinya setelah mencium dirinya hanya sekilas saja.


" Kenapa?"


" Ah kau tidak adil sayang. Bagaimana mungkin kau mencium bibirku begitu saja? Sementara aku belum membalas ciumanmu dan kau sudah pergi dariku begitu saja?" tanya Stanley yang tampak merasa tidak suka dengan kelakuan istrinya yang semena-mena terhadap dirinya.


Sakinah hanya tertawa melihat Stanley yang protes dan mulai misuh-misuh.


" Ayolah kita pulang dan kita bisa melakukan apapun di rumah kita seperti yang kamu mau!" ucap Sakinah kepada Stanley yang auto semangat dan segera memanggil dokter yang selama ini selalu merawatnya.


" Baiklah hari ini juga kita kembali ke mansion dan pastikan kau harus siap menerima hukuman dariku karena sudah berbuat nakal seperti ini menggoda orang yang sedang sakit!" ucap Stanley dengan wajah penuh ancaman kepada Sakinah yang hanya tertawa melihat tingkah absurd suaminya yang selalu berhasil membuat dia merasa bahagia.


" Bersiaplah kita akan lihat siapa yang akan Kalah dalam pertarungan kali ini!" ucap Sakinah yang memberikan tantangan kepada Stanley sehingga membuat pria tampan itu merasa benar-benar diuji adrenalinnya.


Stanley kemudian menghubungi dokter yang merawat dirinya selama ini dan meminta untuk segera dipulangkan ke Mansion miliknya.


Walaupun Fic sebelum selesai dengan penyelidikannya. Akan tetapi Stanley merasa aman di sana. Setidaknya di mansion ada banyak anak buahnya yang setia dan juga pengawal bayangan yang akan selalu melindunginya dalam situasi apapun juga.


Dokter itu pun adalah bagian dari organisasi. Karena dia mendapatkan gelar dokter dengan beasiswa yang diberikan oleh perusahaan Stanley. Dipastikan dia akan setia terhadap organisasinya. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang orang-orang yang berada di rumah sakit rahasia milik organisasi Stanley yang ada di bawah tanah itu.


Tidak ada yang mengetahui letak pasti dari rumah sakit itu. Hanya Stanley dan Fic dan beberapa anak buah yang sangat dipercaya oleh Stanley saja yang tahu lokasinya.


" Bagaimana? Apakah saya sudah bisa meninggalkan rumah sakit hari ini juga?" tanya Stanley sambil melirik sekilas ke arah Sakinah yang saat ini sedang tersenyum.


" Anda bisa pulang sekarang Tuan. Akan tetapi harus benar-benar berhati-hati dengan kondisi anda sekarang. Jangan sampai melakukan sesuatu yang akan membuat luka jahitannya terbuka kembali!" ucap dokter kepada Stanley yang auto lemes seketika.


Sakinah hanya bisa tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang tidak bisa berkata-kata mendapatkan pesan dari dokter.


" Ah baiklah! Sayang, kita berdua harus hati-hati dan kau jangan coba-coba untuk membuat luka jahitanku terbuka kembali gara-gara perbuatanmu!" ucap Stanley dengan wajah horor yang sengaja dia pasang untuk mengintimidasi Sakinah yang sejak tadi terus saja menggodanya dengan senyuman yang membuat Stanley tidak bisa bertahan.


" Ah, Saya paham sekarang! Kenapa Tuan minta untuk segera keluar dari rumah sakit. Rupanya ada tugas negara yang sedang menunggu Taun? Apa benar begitu Tuan?" tanya dokter paruh baya itu tersenyum penuh pengertian kepada Stanley yang hanya bisa menatap Sakinah dengan pasrah.

__ADS_1


Tidak membutuhkan prosedur yang terlalu rumit. Akhirnya Sakinah dan Stanley keluar dari rumah sakit rahasia milik organisasinya dengan diantarkan oleh Fic.


Fic hari itu kebetulan datang ke rumah sakit untuk melaporkan hasil penyelidikannya, tentang wanita paruh baya yang kemarin menusuk tubuh Stanley hingga harus membuatnya sekarang berada di rumah sakit lebih dari satu minggu lamanya untuk memulihkan kondisi kesehatannya yang sempat drop gara-gara kejadian waktu itu.


Untuk keamanan Sakinah, Stanley menutup mata istrinya ketika mereka keluar dari rumah sakit rahasia milik organisasinya.


" Maafkan aku ya sayang. Aku menutup matamu bukan karena aku tidak percaya padamu. Tetapi ini demi keamananmu. Kalau suatu saat ada penjahat atau musuhku yang menangkapmu. Mka kau akan tetap aman dalam ketidaktahuan ini!" ucap Stanley ketika mereka bertiga sudah berada di atas helikopter yang akan membawa mereka ke mansion milik Stanley di pusat kota.


" Iya tidak apa-apa kok. Aku juga tidak tertarik untuk datang lagi ke sana. Cukup satu kali saja kau berada di dalam kesulitan seperti itu. Kau bener-benar membuat aku hampir saja mati jantungan. Karena aku benar-benar sangat khawatir dengan keadaanmu! Dan satu lagi! Aku juga tidak mau kalau sampai melihat Starla menemuimu lagi, hanya karena kau dalam keadaan bahaya dan sedang membutuhkan darahnya!" ucap Sakinah sambil cemberut kepada suaminya yang tersenyum melihat kecemburuan Sakinah.


Stanley memeluk Sakinah dan mencium keningnya dengan lembut. Fic hanya melihat semua Interaksi yang terjadi di antara pasangan yang sedang jatuh cinta di hadapannya. Fic baru pertama kali melihat Stanley yang begitu berbahagia ketika berhubungan dengan seorang wanita.


Fic juga baru melihat betapa Stanley sangat posesif dan sangat menjaga perasaan Sakinah. Bahkan dia sampai sudah menerima memerintahkan rahasia dari Stanley untuk mencari donor darah yang berjenis kelamin laki-laki untuk menggantikan Starla. Hal itu dilakukan oleh Stanley untuk menjaga perasaan Sakinah dari rasa cemburu. Ketika mengetahu atau harus melihat suaminya yang berbagi darah dengan perempuan lain.


Stanley sangat tahu bagaimana rasanya cemburu dan sakit hati ketika kita melihat orang yang kita cintai harus tergantung kepada orang lain apalagi kalau orang itu adalah seorang perempuan dan mengetahui perempuan itu memiliki impian untuk bersama dengan suaminya.


Hati Sakinah tidaklah seluas itu sehingga akan memberikan suaminya untuk bersama dengan wanita lain. Walaupun dengan alasan keselamatan dan nyawa. Akan tetapi Sakinah tetap menginginkan Stanley hanya hidup untuk dirinya dan calon anak mereka yang saat ini dalam kandungan Sakinah.


Stanley tahu kalau hormon seorang wanita hamil biasanya memang tidak stabil dan perasaan dari ibu hamil selalu sensitif. Oleh karena itu selain benar-benar menjaga perasaan istrinya dengan baik.


Setelah mendapatkan donor darah seorang laki-laki, Stanley kemudian memberikan kompensasi kepada Starla untuk melepaskan haknya sebagai pendonor utama dari Stanley.


Mulai hati itu Starla dijadikan sebagai pendonor darah cadangan apabila pendonor utama berhalangan untuk menolong Stanley dalam keadaan mendesak.


Awalnya Starla merasa kesal dan jengkel karena telah dibuang begitu saja oleh Stanley. Setelah selama bertahun-tahun dia menjadi pendonor darah bagi laki-laki yang telah menguasai hatinya sejak lama akan tetapi dia tidak berani mengungkapkan perasaan cinta nya kepada Stanley yang dia kira memiliki kepribadian introvert dan menutup diri.


Starla benar-benar merasa begitu shock melihat seorang Stanley yang begitu menurut kepada Sakinah bahkan sampai rela kehilangan banyak hal hanya untuk membuat istrinya bahagia dan merasa nyaman.


" Lihatlah Stanley! Aku pasti tidak akan pernah membiarkanmu melakukan hal seperti ini kepadaku. Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku suatu saat nanti!" ucap Starla benar-benar merasa marah ketika Fic datang kepadanya dan mengatakan keinginan Stanley untuk mengganti dirinya sebagai pendonor darah untuk Stanley.


" Hentikanlah semua obsesi gilamu Starla! Kau tahu bukan? Bahwa hal itu tidak akan membuahkan hasil apapun. Karena Tuan Stanley benar-benar sangat mencintai istrinya dan dia tidak akan pernah mau melepaskan Nyonya Sakinah untuk hal apapun. Apalagi saat ini mereka sedang menyambut kelahiran anak pertama mereka!" ucap Fic memberikan nasihat kepada starla sebelum dia meninggalkan artis cantik yang saat ini sedang patah hati dan juga merasa sakit hati karena pemutusan kontrak sebagai pendonor darah untuk Stanley secara sepihak.

__ADS_1


" Kenapa dia harus melakukan ini padaku di saat aku sudah mulai mencintai dia Fic?" tanya Starla yang saat ini sedang meminum alkohol dengan kalap karena merasa sangat pusing dan stress dengan urusan hatinya yang sedang merana karena cintanya kepada Stanley yang bertepuk sebelah tangan.


__ADS_2