Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
71. Usaha Fic


__ADS_3

Biasanya Fic adalah seorang laki-laki yang cerdas dan pintar bisa menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi oleh Stanley.


Entah kenapa ketika menghadapi masalahnya sendiri, Fic tiba-tiba otaknya menjadi tumpul dan sulit berpikir.


" Kamu masa gak bisa menemukan istri kamu sendiri? Kau bahkan bisa menemukan Sakinah hanya dalam hitungan jam. Tapi giliran mencari istrimu sendiri kau tidak bisa?" tanya Stanley sambil menggelengkan kepalanya.


Stanley benar-benar tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang dipikirkan oleh Fic saat ini sehingga dia mengalami kesulitan untuk menemukan Agnes.


" Entahlah bos! Aku tidak bisa memikirkan apapun. Saat ini otakku hanya ingin rehat dan melupakan segalanya," ucap Fic terlihat begitu lesu sehingga membuat Stanley menjadi tidak tega untuk mengoloknya lagi.


" Ya sudah, kau istirhat saja. Aku mau mengantarkan Ibuku ke bandara dulu karena dia mau kembali ke luar negeri untuk kembali berkumpul dengan ayahku!" ucap Stanley.


Fic hanya menganggukkan kepala kemudian langsung meninggalkan Stanley begitu saja dan masuk ke dalam kamarnya.


Stanley sampai dibuat bengong karenanya.


" Ya ampun! Apakah dia begitu mencintai istrinya? Dia terlihat kacau!" ucap Stanley pada dirinya sendiri.


Sementara itu Fic yang berada di dalam kamar terlihat memandangi ponselnya di mana di sana ada foto pernikahan dirinya dengan Agnes sekitar 6 tahun yang lalu.


Pernikahan yang terpaksa mereka jalani. Hanya karena gara-gara Fic yang waktu itu sedang dikejar-kejar oleh penjahat atau musuh dari Stanley dan kemudian tanpa sengaka Fic bersembunyi di kamar milik Agnes dan ketahuan oleh ayahnya Agnes.


Pada hari itu juga Fic dan Agnes dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya. Akan tetapi siapa yang menduga kalau ternyata mereka bekerja di tempat yang sama.


Mereka selalu menjadi saingan di tempat kerja. Masing-masing memiliki ego dan juga pendiriannya sendiri.


Sampai akhirnya pada suatu hari Agnes melihat dan mengetahui bahwa Fic ternyata mencintai Starla dan selalu melindungi gadis itu. Yang waktu itu merupakan artis pendatang baru yang sedang bersinar.


Agnes yang merasa minder. Apalagi dia juga merasa tidak pernah dicintai oleh suaminya.

__ADS_1


Akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Fic tanpa kabar berita.


" Sudah hampir 5 tahun berlalu dan kau masih belum juga mau berubah! Kau masih saja menggunakan otak udangmu untuk berpikir dan tidak pernah mau peduli dengan perasaanku. Padahal aku berharap pertemuan kita kemarin akan menjadi suatu jembatan untuk kita bisa bersama lagi! Tapi aku salah!! Ternyata kau sudah memiliki kekasih dan berniat untuk menikahinya! Aku yang bodoh karena menyerahkan keperjakaanku padamu! Aku pikir dengan kita melakukan itu kau akan jadi terikat denganku. Akan tetapi ternyata itu hanya pikiranku saja. Aku hanya hidup dalam mimpi dan anganku saja!" ucap Fic yang terlihat begitu sedih.


Terlihat Stanley yang saat ini berdiri di depan pintu kamar, dia terlihat sedang asyik mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fic.


" Stanley Apa yang kau lakukan di depan kamar Fic?" tanya Andien ketika dia melihat anaknya yang sedang menempelkan kupingnya di depan pintu Fic.


Stanley tersenyum kikuk karena diketahui oleh ibunya sedang menguping di depan kamar Fic yang tampak begitu tenggelam dengan dunianya sendiri sehingga tidak mengetahui kalau ada seseorang di depan pintu kamarnya saat ini.


Stanley langsung menarik tangan ibunya untuk menjauh dari kamar Fic.


" Mamaku sayang. Jam berapa pesawat mama?" tanya Fic sambil tersenyum kepada Andien yang terus menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya.


" Kenapa Stanley? Apa kau begitu tidak sabarnya ingin melihat mamamu pergi dari rumahmu?" tanya Andien terdengar begitu sedih mendengar pertanyaan dari Stanley.


Stanley kemudian mengajak Andien untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruang tamunya kemudian dia menggenggam telapak tangan ibunya.


Sejak kedua orang tuanya memutuskan untuk pindah ke luar negeri sampai saat ini, Stanley belum pernah berkunjung ke tempat mereka.


Stanley sebenarnya ingin sekali mengunjungi mereka di sana. Akan tetapi masalahnya adalah Sakinah saat ini benar-benar sangat mendesak dan dia ingin menyelesaikannya.


Stanley tidak mau kalau sampai anaknya nanti lahir tanpa kehadiran dirinya di sisi Sakinah. Walaupun Stanley akan hadir dengan identitas lain, akan tetapi bagi Stanley hal itu lebih dari cukup. Daripada dia tidak hadir sama sekali di sisi Sakinah.


" Mama tahu kan? Kalau tugas yang diberikan oleh Papa itu sangat banyak sekali. Akan lebih baik Mama hidup berbahagia dengan suami baru Mama dan bersenang-senang di sana. Saya tidak akan pernah mengganggu kehidupan mama. Karena bagaimanapun Mama juga berhak untuk berbahagia." ucap Stanley sambil tersenyum kepada ibunya.


Entah kenapa hati Andien tiba-tiba merasa sedih. Ketika dia mengingat tentang ayahnya Stanley. " Ah, sudahlah! Cepat kau suruh supirmu untuk mengeluarkan koper mama, kita ke bandara sekarang!" terlihat Andien yang menyusut air matanya yang jatuh tanpa dia sadari.


Andien merasakan rasa harum dan juga kesedihan yang begitu besar ketika dia melihat Stanley yang harus tumbuh tanpa kasih sayang orang tuanya.

__ADS_1


Kehidupan keras yang dijalani oleh ayahnya Stanley yang membuat Andien menyerah dan akhirnya meminta bercerai kepadanya.


Bisa dikatakan Stanley hidup dengan dibesarkan oleh pembantu yang berada di mansion itu. Tanpa sentuhan maupun kasih sayang dari kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing.


" Baiklah mah, sebentar dulu. Aku akan menyiapkan dulu beberapa berkas yang sekalian mau aku bawa ke kantor. Supaya nanti tidak usah bolak-balik lagi ke rumah. Fic saat ini sedang patah hati jadi mau tidak mau semua kebutuhanku harus aku sendiri yang mengurusnya!" ucap Stanley yang kemudian langsung bergegas pergi ke kamarnya dan mengambil apa saja yang hendak dia bawa.


Andien pergi ke depan rumah dan memanggil sopir agar membawa koper dan juga barang-barangnya yang akan dia bawa ke rumahnya bersama suami barunya di luar negeri di mana mereka sudah hampir 8 tahun mereka menetap di sana sebagai suami istri.


Setelah semuanya siap Stanley pun kemudian mengantarkan Andien ke bandara.


" Setelah sampai teleponlah aku. Karena Aku ingin tahu Apakah mama sudah sampai dengan selamat di kediaman mama!" pesan Stanley sambil memeluk ending yang sudah bersiap untuk check in.


Andien hanya mengangguk dan memeluk putranya dengan erat. Tampak kesedihan dan juga air matanya mengalir saat hendak berpisah kembali dengan putranya tercinta.


Andien sadar bahwa selama ini dirinya telah bersikap egois kepada Stanley. Karena lebih mementingkan kehidupannya dan juga kebahagiaannya sendiri.


Suami baru Andien tidak mau kalau sampai Stanley ikut dengan mereka ataupun mengunjungi rumah mereka. Entahlah!! Andien sendiri tidak mengerti kenapa suaminya itu tidak menyukai Stanley. Begitu juga sebaliknya.


Jika diingat-ingat kembali Stanley tidak pernah menemui Ayah tirinya sejak pernikahan pria muda itu bersama sang Ibu hingga saat ini.


Stanley tidak merestui pernikahan ibunya dengan Ronald yang memiliki perbedaan usia yang sangat jauh. Mungkin bisa dikatakan hampir setara dengan Stanley usianya hanya beda beberapa tahun.


Stanley beranggapan bahwa Ronald menikahi ibunya hanya karena harta yang dimiliki oleh sang ibu yang melimpah ruah.


" Iya sayang kau juga berhati-hatilah. Tolong titip salam untuk istrimu dari Mama!" ucap Andien ketika dia berpamitan kepada Stanley.


Stanley hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian memeluk ibunya sekali lagi dengan erat sambil mencium kening ibunya yang tercinta sebelum mereka benar-benar akan berpisah dan entah kapan lagi mereka akan bertemu seperti sekarang.


Dengan hati hancur sehancur-hancurnya. Andien pun akhirnya meninggalkan Indonesia dan kembali ke rumahnya bersama suami barunya." Maafkan aku sayang! Semoga kita berdua akan selalu diberikan panjang umur dan kesehatan sehingga suatu saat kita akan bertemu lagi!" doa suci dari Andien ketika dia melihat Stanley yang mulai meninggalkan bandara dan masuk ke mobil mililnya.

__ADS_1


Sementara itu Stanley pun tampak menangis sedih sekali. Setelah melepaskan kepergian ibunya dengan perasaan haru yang luar biasa.


__ADS_2