Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
49. Atur Strategi


__ADS_3

Markus kemudian menghubungi Stanley dan minta bernegosiasi dengan laki-laki tampan itu mengenai putrinya dan juga keponakannya saat ini menjadi sandera seorang Stanley.


" Bagaimana kalau kita bertemu??" tanya Markus kepada Stanley yang saat ini sedang geram luar biasa dengan kelakuan Sabrina yang sudah di luar batas toleransinya.


" Dengarkan Aku! Aku tidak butuh bertemu denganmu. Kau kirimkan saja uang yang aku minta dan aku akan mengirimkan anakmu untuk kembali ke pelukanmu dan hubungan diantara kita selesai!" setelah mengatakan itu menutup panggilan telepon dari Markus.


Markus benar-benar kesal dan marah dengan tindakan Stanley yang benar-benar tidak menghargainya.


Bagaimanapun dirinya adalah senior di bidang bisnis bawah tanah. Di Meksiko dia adalah pimpinan yang sangat dihormati. Bagaimana mungkin seorang Stanley begitu berani mati tidak menghormati dirinya.


Markus kemudian memanggil semua anak buahnya yang ada di Jakarta untuk menyerang kediaman Stanley. Dia menyewa ratusan orang bodyguard dan juga kopassus untuk bisa membantu mereka membebaskan Sabrina dan Matteo.


Markus sudah memutuskan bahwa dia akan bertarung sampai mati untuk melawan Stanley daripada menyerahkan uang 400 miliar untuk laki-laki seperti Stanley yang tidak menghargainya sama sekali.


Rasa marah yang begitu besar di hati Markus telah mengalahkan akal dan logikanya.


Markus melupakan Stanley adalah seorang mafia kelas kakap yang memiliki banyak sekali informan dan juga mata-mata di setiap organisasi.


Apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Markus sudah diketahui oleh Stanley. Dan Dia langsung memberikan hadiah jadi jemari Sabrina dan juga Matteo yang dikirimkan langsung ke rumah Markus.


" Setiap jam ketika kau mengulur waktu untuk mengirimkan uang ke kediamanku, maka akan aku kirimkan satu buah jari! Di saat semua jari di tubuh anak berharga kalian sudah menghilang, berikutnya adalah kepala yang akan kukirimkan!" Markus membaca pesan itu dengan menggeram dan penuh amarah di hatinya.


" Dasar brengsek! Berani-beraninya Dia mengancam dan berani-beraninya dia membuat cacat putriku?" Markus kemudian menghubungi pengacaranya untuk segera menyiapkan uang tebusan sebesar 200 Miliar untuk Sabrina. Adiknya yang mendengarkan Nominal uang tersebut sontak langsung menjerit dan menangis.


" Kakak kenapa kau hanya menebus Sabrina? Bagaimana dengan Matteo anakku?" tanya adiknya Markus sambil bersimpuh di telapak kaki kakaknya yang langsung menendangnya.


" Untuk apa aku menebus anakmu huh? Dia hanya sampah yang tak berguna. Gara-gara Dia anakku sampai hampir mati di sandra oleh Stanley gila itu!" ucap Markus dengan mata memerah karena marah luar biasa.


" Putrimu yang meminta kepada anakku untuk memisahkan Stanley dan istrinya. Kalau bukan karena untuk memenuhi keinginan Sabrina. Tidak akan mungkin Matteo sampai berbuat nekat begitu masuk ke kandang harimau!" ucap adiknya Markus tanpa merasa takut kepada kakaknya.


" Diam kau! Sekali lagi kau bicarakan kutarik pelatok ini untuk menghancurkan kepalamu!" ucap Markus yang sedang marah luar biasa.


Sehingga akhirnya pasangan suami istri itu pun tidak berani bicara lagi. Mereka sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada anaknya karena mereka pun tidak memiliki uang sebanyak itu untuk bisa membebaskan Putra mereka dari tangan Stanley.


" Pergi Kalian dari hadapanku karena aku sudah muak melihat kalian!" usir Markus kesal.


**


Sementara itu Stanley yang saat ini sedang memperhatikan semua kejadian yang ada di rumah Markus melalui CCTV yang tersambung langsung ke laptopnya tampak tersenyum puas dengan hasil kerjanya.


" Jangan coba-coba kau untuk bermain-main dengan seorang Stanley!" monolog Stanley kemudian dia pun menutup laptopnya karena dia melihat Sakinah masuk ruang kerjanya.


" Kau sedang apa Sayang? Kenapa aku melihat semua anak buahmu tampak bersiaga di luar kediaman kita?" tanya Sakinah merasa heran dengan kegiatan yang tidak biasanya dilakukan oleh anak buah Stanley di mansion mereka.


" Tidak apa-apa sayang. Aku hanya ingin mereka menjaga kediaman kita lebih ketat. Karena aku tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita. Oh ya nanti sore aku akan mengungsikanmu dulu ke tempat rahasia. Jangan khawatir sayang. Ini hanya untuk keamananmu dan juga anak kita!" ucap Stanley sambil mencium kening Sakinah.


Suasana di dalam Mansion benar-benar sangat mencekam dirasakan oleh Sakinah. Entah kenapa instingnya mengatakan bahwa akan terjadi perang di kediaman suaminya.

__ADS_1


" Siap-siaplah sayang sebentar lagi Fic akan membawamu ke tempat aman." Stanley kemudian merangkul bahu Sakinah untuk membawanya masuk ke dalam kamar dan menyiapkan semua pakaian dan juga kebutuhan Sakinah yang diperlukan di tempat yang sudah disediakan oleh Stanley untuk mengungsi sementara. Pada saat nanti di kediamannya terjadi baku hantam.


Stanley sangat kenal sifat Markus yang licik dan juga biadab. Jadi dia harus menyiapkan strategi ataupun planning B untuk menanggulangi hal-hal yang tidak diduga.


Setelah semua persiapan dirasa cukup, Stanley kemudian menghubungi Fic untuk segera membawa istrinya keluar dari mansion dan membawa Sakinah ke pulau pribadi yang sudah disiapkan oleh Stanley untuk perang besar antara dirinya bersama dengan Markus.


" Hati-hati di jalan Fic! Kau harus menjaga keselamatan istriku apapun yang terjadi!" pesan Stanley kepada Fic ketika dia mengantarkan sakinah dan Fic ke landasan Helikopter yang sudah menunggu sakinah dan Fic untuk meninggalkan Mansion.


" Kenapa kau tidak ikut dengan kami?" tanya Sakinah tidak sanggup untuk perpisahan dengan Stanley.


Hati Stanley sebenarnya tidak mampu untuk melakukan itu. Tetapi dia tidak bisa untuk meninggalkan anak buahnya dalam pertarungan hidup dan mati. Mental mereka akan terjatuh kalau tidak didampingi olehnya sebagai seorang pimpinan organisasi.


" Percayalah Sayang Fic juga adalah seorang pengawal yang sangat handal. Dia akan menjagamu untuk tetap aman! Aku harus di sini bersama dengan anak buahku untuk mengatur strategi agar menang melawan musuh yang akan menyerang kediaman kita!" akhirnya Stanley jujur kepada syakirnya tentang situasi bahaya yang akan di hadapi oleh mereka. Sakinah langsung menangis.


Hati Stanley teriris melihat air mata istrinya yang mengalir begitu deras. Sungguh sekali tidak mampu melihat itu semua. Hal itu akan melemahkan jiwa perangnya.


" Fic cepatlah berangkat sebelum terlambat mereka sebentar lagi datang kemari!" ucap Stanley yang langsung mendorong the way syakinah untuk masuk ke dalam helikopter kemudian teks pun memeluk Stanley mengucapkan salam perpisahan di antara mereka berdua.


" Tenanglah Tuan setelah saya mengantarkan Nyonya Sakinah. Saya pasti akan kembali ke mari untuk membantu anda!" janji Fic kepada Stanley akan tetapi Stanley langsung menggelengkan kepalanya.


Hati Sakinah benar-benar teriris karena harus berpisah dengan suami yang tercinta untuk alasan yang tidak dia ketahui.


" Ikutlah bersama kami. Biarkan Fic yang mengatur anak buah kalian. Aku tidak sanggup kalau harus berjauhan dengan kamu Sayang. Aku mohon padamu!" ucap sakinah dengan berderai air mata.


Walaupun hati Stanley saat ini sedang kacau. Tetapi dia tetap menguatkan dirinya karena dia adalah seorang pimpinan dari organisasi dia harus kuat menanggung derita semacam itu yang pasti akan selalu hadir saat perang telah di mulai olehnya.


Setelah memastikan bahwa istrinya sudah meninggalkan mansion dengan aman. Stanley kemudian mulai mengatur pasukannya untuk bersiaga dan siap menerima kedatangan Markus Alberto.


Suasana di dalam Mansion benar-benar sangat tegang. Mereka semua yang sudah menunggu saat-saat itu sejak kemarin tampak bersemangat sekali.


Bagi para mafia seperti mereka. Berperang adalah suatu kesenangan tersendiri suatu prestasi untuk mereka.


Mereka bisa memastikan bahwa pasti akan terjadi permasalahan di saat pertukaran antara Stanley dan Markus dan semuanya sudah berada dalam perhitungan Stanley.


" Bersiagalah kalian semua dan pastikan tidak akan ada yang lolos kalau sampai mereka berbuat khianat terhadap kita!" ucap Stanley memberikan perintah yang begitu tegas dan jelas kepada semua anak buahnya.


Sabrina dan Matteo yang sejak tadi hanya memperhatikan semua persiapan Stanley yang sedang mengatur anak buahnya dalam kegelapan agar tidak dilihat oleh ayahnya dan kedua orang tua Matteo.


Mereka berdua benar-benar menyesal karena sudah berbuat lancang dengan menerobos masuk ke kediaman Stanley dan berbuat macam-macam terhadap sakinah.


" Stanley Aku mohon! Tolong maafkanlah aku. Aku janji aku tidak akan pernah mengulangi kebodohan seperti ini lagi. Aku janji aku akan bersikap baik kepadamu mulai sekarang. Tolong lepaskan Kami Stanley. Aku mohon!" ucap Sabrina dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Sabrina sudah merenungkan semua kelakuannya selama ini. Cintanya terhadap Stanley ternyata telah membawa malapetaka untuk semuanya.


Kalau tidak dihentikan maka malam ini akan terjadi pertumpahan darah di mansion milik Stanley. Puluhan bahkan mungkin ratusan orang akan mati di tempat itu.


Sabrina benar-benar menyesali perbuatannya yang ceroboh dan tidak pakai aturan.

__ADS_1


" Benar Stanley tolong ampunilah kami. Jangan lakukan ini pada kami. Ampuni nyawa kami. Tolong Lepaskanlah kami!" ucap Matteo yang sedang menahan rasa sakit karena tangannya kemarin dihajar habis-habisan oleh anak buah Stanley.


Kedua tangan Matteo di perban setelah dilakukan perawatan oleh dokter Stanley.


Kalau tidak dia pasti akan kehilangan dua tangannya itu mengingat luka yang begitu serius yang diderita oleh Matteo.


" Diam kalian semua! Semua sudah menjadi seperti ini dan tidak bisa ditarik ulang. Perbuatan anak manja seperti kalian yang sudah menyusahkan orang lain!" ucap Stanley yang kesal bukan kepalang dengan kelakuan Sabrina yang sejak dulu selalu menyusahkan dirinya dengan kelakuan gadis itu yang menyebalkan dan selalu buat pening kepala.


Untuk pertama kalinya Sabrina melihat kemarahan begitu besar di mata Stanley. Pesona yang selama ini dilihat oleh Sabrina yang membuat dia jatuh cinta kepada pria itu, seketika luntur tertutupi oleh rasa takut dengan amarahnya yang begitu besar.


Amarah Stanley yang sanggup untuk menghancurkan segalanya. Untuk melampiaskan kemarahan yang ada di hatinya saat melihat istrinya disentuh oleh Matteo dengan matanya sendiri melalui CCTV.


Kalau tidak mengingat hubungan bisnis di antara mereka, Stanley pasti langsung menembak keduanya tanpa harus banyak basa-basi seperti saat ini.


" Tuan Stanley rombongan Tuan Markus sudah datang ke markas kita!" ucap anak buah Stanley menghubungi Stanley yang saat ini sedang berhadapan dengan Sabrina dan Matteo yang tubuhnya sudah gemetar.


" Ingatlah kejadian malam ini! Semuanya adalah gara-gara kebodohan kalian!" ucap Stanley yang kemudian menggunakan pakaian anti peluru dan mengambil Basoka yang sejak tadi sudah dipersiapkan olehnya.


Semua senjata dan anak buahnya sudah disembunyikan pada tempatnya yang hanya digunakan untuk saat-saat genting kalau Markus menghianati kesepakatan di antara mereka berdua.


" Stanley ini uang yang Kau minta sudah aku bawa segera serahkan anakku!" ucap Markus sambil menyerahkan beberapa koper ke arah Stanley yang kemudian dibuka olehnya.


" Periksa semua uang-uang itu menggunakan detektor uang. Jangan sampai mereka mengelabui kita menggunakan uang palsu!" perintah Stanley kepada anak buahnya.


Mata Markus merah padam mendengarkan perintah dari Stanley yang seperti sedang menghinanya.


" Apa maksud perkataanmu huh? Apa kau kira aku ini adalah orang miskin yang tidak bisa menembus anakku sendiri?" tanya Markus dengan menatap tajam ke arah Stanley yang sedang tersenyum ke arahnya.


" Kau mungkin kaya raya! Akan tetapi aku yakin hatimu belum tentu semurni itu. aku juga tidak percaya bahwa anak buahmu semuanya 100% jujur!" semua uang-uang yang diserahkan oleh Marcos diperiksa 1 demi 1 menggunakan detektor uang yang dimiliki oleh Stanley.


Tampak Markus yang semakin gelisah saat anak buah Stanley mulai memeriksa koper kedua dan ketiga. Stanley bisa menangkap semua perubahan raut wajah Markus yang sangat kentara sekali.


Keringat sebesar biji jagung sudah menetes di wajahnya dan sejak tadi Markus terus sibuk untuk mengelap keringatnya.


" Periksa semuanya dan pastikan tidak ada yang terlewat!" ucap Stanley sambil terus memperhatikan semua gerak-gerik Markus yang mulai terasa janggal di matanya.


Stanley sudah mengirimkan aba-aba kepada anak buahnya untuk waspada dan harus bersiap-siap untuk melakukan perang besar kalau sampai Markus bertindak lebih dulu.


Pada saat detektor sudah mulai memeriksa koper kedua dan ketiga mulai banyak ditemukan uang-uang palsu yang membuat Stanley geram luar biasa.


' Sialan! Siapa yang tahu kalau Stanley akan memeriksa uang itu satu demi satu. Dasar bodoh!' rutuk Markus yang menyesali kebodohannya sendiri.


Stanley langsung menodongkan basokanya ke arah Markus yang sudah gemetar ketakutan. Bagaimanapun dia hanya memiliki satu nyawa dan tidak mungkin dia akan berani bermain-main dengan nyawa yang melekat di tubuhnya yang hanya satu.


" Berani-beraninya kau bermain-main dengan Stanley! Rupanya sudah bosan hidup!" ucap Stanley dengan menodongkan Basoka ke wajah Markus yang sudah gemetar ketakutan sampai terkencing-kencing di celananya.


" Kita bisa merundingkan semuanya Stanley. Tolong turunkan dulu Basoka kamu. Kita bicarakan semuanya baik-baik!" ucap Markus dengan suara gemetar ketakutan.

__ADS_1


" Kau meminta uang 400 miliar dalam waktu 1 hari. Apa kau pikir aku gila huh? Aku pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengumpulkannya! Dengan Terpaksa aku melakukan penipuan itu Aku tidak berniat untuk membohongimu! Tolong maafkan aku dan berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya!" pinta Markus dengan gemetar ketakutan luar biasa.


__ADS_2