
" Aku mohon lupakanlah semua Masa lalu itu dan mulailah untuk membuka lembaran baru. Aku yakin orang tua yang sudah mengadopsi Amanda pasti adalah orang baik. Aku mengenal Agnes selama bertahun-tahun kerja denganku. Dia adalah seorang wanita yang berbudi dan juga memiliki hati yang baik. Aku percaya dia tidak akan mungkin mencelakai Amanda." ucapan Sakinah cukup membuat hati Stanley merasa tenang.
" Biarkanlah waktu dan juga takdir yang akan berbicara tentang kehidupan Amanda. Aku yakin Fic pun pasti selalu melindungi putrinya di alam sana. Tolong untuk berhenti mencari keberadaan Amanda lagi. Kita juga harus menjaga perasaan Mark dan Agnes. Saat ini perasaan Mereka pun harus tetap kita jaga. Sayang, kau tahu kan? Bagaimana sakitnya perasaan Agnes setelah mengetahui perselingkuhan suaminya yang ternyata menghasilkan seorang anak?" tanya Sakinah kepada suaminya.
" Aku tahu perasaan seperti itu sangat sulit untuk di hadapi dan selama ini Agnes sudah berhasil melewatinya dengan baik. Tanpa mengamuk ataupun memusuhi Fic. Hanya saja aku tidak suka dengan caranya yang bermain belakang dan diam-diam menyuruh temannya untuk mengadopsi Amanda." Stanley terlihat masam wajahnya.
Sakinah bisa mengerti apa yang dirasakan oleh suaminya yang begitu menyayangi Fic layaknya saudara.
" Pikirkanlah apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Agnes. Agnes pasti merasa khawatir dengan kehidupan Amanda. Kalau diadopsi oleh orang yang tidak dia kenal. Percayalah sayang. Aku yakin pasti aku sudah memikirkan semua aspek ketika dia mengambil keputusan itu." Stanley menganggukkan kepala dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sakinah.
" Baiklah sayang. Tapi kamu tidak akan marah kan? Kalau aku masih mengerahkan detektif untuk mencari keberadaan Amanda saat ini? Bagaimanapun itu adalah amanah dari almarhum Fic sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir." Sakinah tersenyum kepada Stanley.
" Sayang kau harus mengetahui bahwa Amanda pun tidak terlalu diterima di keluarga Raymond. Raymond memang menyayangi dan juga mencintai Amanda tetapi kedua orang tuanya merasa terganggu dengan kehadirannya," Stanley cukup terkejut mendengarkan berita itu.
" Bagaimana bisa?"
Sakinah Kemudian menceritakan tentang Remon yang menolak untuk menikah karena ingin mengurus dan membesarkan Amanda dengan tangannya sendiri.
" Hal itulah yang membuat kedua orang tua Raymond membenci kehadiran Amanda di dalam kehidupan Raymond. Bagaimanapun Remon adalah keturunan dari Kingford. Nama keluarga mereka berada di pundaknya. aku bisa mengerti kemarahan kedua orang tuanya yang merasa ketakutan kalau sampai nama keluarga mereka berhenti hanya sampai pada Raymond karena Raymond yang tidak mau menikah dan memberikan keturunan untuk keluarga mereka." Stanley menganggukkan kepalanya dan paham dengan semua yang diceritakan oleh Sakinah.
Stanley cukup mengenal keluarga Kingford yang juga merupakan mafia seperti dirinya.
Akan tetapi sayang, Raymond hingga saat ini tidak pernah mau membantu ayahnya untuk mengendalikan organisasi mafia yang ada di bawah kuasa sang ayah.
Padahal organisasi mafia yang dikendalikan oleh Raja Kingford sangat besar dan memiliki banyak cabang di Meksiko.
__ADS_1
" Kalau aku punya anak seperti Raymond pun pasti akan mengamuk terhadap orang yang sudah menjadi penyebab dari keputusan Putraku melakukan hal tersebut. Aku bisa memahami perasaan kedua orang tua Raymond yang menolak kehadiran Amanda dalam hidup putranya." Stanley pun akhirnya memutuskan bahwa dia tidak akan ikut campur lagi dengan urusan Amanda.
Sakinah merasa bersyukur karena sekarang suaminya sudah bisa dia bujuk Untuk menghentikan semua usahanya untuk mencari Amanda lagi.
Bagaimanapun Sakinah merasa tidak enak kepada Agnes yang pasti merasa tidak bahagia melihat suaminya yang mati-matian mencari keberadaan Amanda.
" Ya sudah ayo kita beristirahat."
" Bagaimana dengan liburan kita?" tanya Stanley kepada istrinya.
" aku akan ikuti semua pengaturan yang sudah kau buat. Aku akan pergi kemanapun kau membawaku!" Sakinah malam ini benar-benar sangat bahagia dengan janji sang suami.
Stanley mengelus perut Sakinah yang masih rata. " Tapi sayang, saat ini kau sedang hamil muda. Aku merasa masih was-was kalau membawamu perjalanan jauh." Stanley terlihat begitu khawatir dengan kandungan istrinya yang tercinta.
Sakinah meletakkan kepalanya di dalam pelukan sang suami. Merasakan cinta yang begitu besar yang diberikan oleh Stanley untuk dirinya.
" Kita akan menemui dokter dan bertanya kepada mereka. Apakah kita bisa melakukan perjalanan dengan menggunakan jet pribadi dengan kondisiku saat ini!" Stanley mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan istrinya.
Mereka berdua pun kemudian beristirahat dengan damai sentosa. Merasakan indahnya cinta mereka yang selalu di berkati.
***
Sean yang sekarang telah menjadi seorang remaja tanggung saat ini sedang tidur bersama dengan Mark yang menjadi sahabat terbaiknya.
" Ada apa?" tanya Mark ketika melihat Sean yang kesulitan tidur dan tidak bisa nyenyak.
__ADS_1
" Aku merasa khawatir dengan kedua orang tuaku," ucap Sean sambil melirik kepada Mark yang ada di sampingnya.
" Kenapa?? Aku lihat kedua orang tuamu baik-baik saja. Tidak ada masalah di antara mereka." Sean menggelengkan kepala dan tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mark.
Sean bisa merasakan kalau kedua orang tuanya sedang menghadapi masalah besar.
" Kau tahu kan? Sewaktu ayahmu mau meninggal, dia telah berkhasiat kepada ayahku untuk mencari adik tirimu dari wanita lain. Aku tahu kalau ibuku tidak menyukai hal itu. Karena ibuku tidak mau menyakitimu maupun ibumu." Sean merasa tidak enak kepada Mark.
Mark yang sudah mengetahui masalah Kedua orang tuanya hanya bisa memandang Sean yang saat ini terlihat kesulitan sekali.
" Aku yakin kedua orang tuamu bisa melewati itu semua karena mereka saling mencintai. Ayahku sekarang sudah meninggal dan kami pun tidak mengetahui keberadaan adikku saat ini. Tapi aku percaya bahwa dia pasti hidup dengan baik di sana." Mark terlihat bimbang, sekali untuk bicara pada Sean" Sean, Aku mau minta tolong kepadamu!"
Sean mengerutkan keningnya melihat sahabatnya yang begitu canggung terhadap dirinya. Benar-benar berbeda dan tidak seperti biasanya.
" Ada apa Mark? Biasanya juga kau langsung mengatakan semua yang kau inginkan." Sean tersenyum kepada Mark.
" Apapun yang akan terjadi kepada kedua orang tua kita di masa yang akan datang. Aku mohon jangan pernah mempengaruhi persahabatan dan persaudaraan kita. Sean! Di dunia ini, aku hanya memilikimu sebagai sahabat dan juga saudaraku." Mark matanya sampai berkaca-kaca Karena rasa harus yang tiba-tiba hadir di hatinya.
Sean bisa merasakan ketulusan di dalam suara Mark yang saat ini sedang sentimental karena memikirkan tentang ayahnya yang sudah meninggal.
" Percayalah Mart aku akan selalu menjadi sahabat dan juga saudaramu yang terbaik sama seperti kedua ayah kita!" Sean kemudian memeluk Mark dengan erat.
" Kita akan selamanya menjadi sahabat dan juga saudara yang terbaik di atas dunia ini!" pada malam itu menjadi malam bersejarah di antara dua pemuda tampan yang kelak akan menggemparkan dunia bisnis.
Sean dan Mark. CEO dan asisten yang akan mematahkan banyak hati wanita yang menggandrungi mereka berdua di masa yang akan datang.
__ADS_1
Stanley dan sakinah begitu senang melihat keakraban mereka berdua yang sangat dekat dan memiliki rasa persaudaraan yang sangat tinggi. Sama seperti dirinya dan Fic di masa lalu. Oleh karena itu Stanley mengizinkan Mark untuk tinggal di rumah mereka ketika Agnes akhirnya memutuskan untuk menikah lagi pada tahun kedua Fic meninggal.