
Adam terus berusaha untuk menghubungi Stanley. Saat Adam sudah mulai putus asa Stanley pun kemudian mengangkat panggilannya.
" Ada apa kau dari tadi terus menelponku? Apa kau tahu kalau aku saat ini sedang sibuk?!" tanya Stanley ngegas.
Adam jadi serba salah sendiri menanggapi Stanley yang sangat sulit sekali untuk dilayani oleh anak buahnya.
" Maafkan saya Tuan. Tadi saya mendapat kabar dari Adi kalau saat ini nyonya Sakinah berada di Rumah Sakit dan sedang siap untuk melahirkan!" ucap Adam memberikan Kabar penting itu kepada Stanley hanya dengan satu tarikan nafas.
Adam melakukan itu karena dia takut kalau sampai Stanley menutup panggilan telepon darinya dan dia tidak bisa berbicara dengan Stanley lagi.
" Apa?" tanya Stanley benar-benar terkejut mendengarkan berita itu.
" Ya Tuan! Nyonya Sakinah sekarang berada di rumah sakit. Tadi dalam perjalanan menuju ke kantor tiba-tiba Nyonya Sakinah merasakan kontraksi. Sehingga akhirnya dia membelokkan mobilnya menuju ke rumah sakit dan sekarang Nyonya sudah berada di ruangan dan bersiap untuk melahirkan!" ucap Adam kepada Stanley yang seakan tidak percaya dengan apa yang dia katakan.
Setelah Adam memberitahukan Rumah Sakit tempat Sakinah saat ini berada, Stanley pun langsung membelokkan mobilnya menuju Rumah Sakit tersebut.
" Untung saja Adi mengikuti Sakinah. Kalau tidak, aku pasti tidak akan mengetahui kelahiran anakku sendiri! Gara-gara fokus mencari Agnes, aku malah melupakan istriku sendiri yang sedang hamil besar dan sekarang pasti sakinah merasa marah dan juga sedih dengan kelakuanku ini! Dasar Stanley bodoh! Kau selalu saja membuat istrimu harus merasa tidak dicintai!" Stanley terus bermonolog dengan dirinya sendiri.
Sampai akhirnya dia tiba di rumah sakit dan langsung mencari Adi yang saat ini sedang menunggu Sakinah di depan pintu ruangan persalinan.
" Adi!!! Bagaimana dengan istri dan anakku?" tanya Stanley sambil mengusap peluh yang bercucuran di keningnya.
Adi sampai terkesiap melihat Stanley yang begitu kelelahan. Karena berlari sejak dari parkiran mobil menuju ke lantai 3 di mana saat ini Sakinah berada di sana.
" Tariklah nafas Anda dulu Tuan. Jangan sampai nanti kenapa-napa denganmu!" ucap Adi sambil tersenyum kepada Stanley.
" Sudahlah! Cepat, kau katakan padaku! Bagaimana kondisi istri dan anakku?" tanya Stanley yang terlihat ngos-ngosan dan begitu kelelahan.
Jantung Stanley saat ini sedang berdegup sangat kencang. Karena memikirkan tentang Sakinah yang saat ini di dalam sedang berjuang untuk melahirkan anak mereka berdua.
__ADS_1
Saat Adi hendak menjelaskan tentang kondisi Sakinah tiba-tiba pintu ruangan bersalin terbuka. " Siapa yang berstatus sebagai suami dari Nyonya Sakinah?" tanya dokter yang keluar dengan wajah khawatir.
Stanley sampai menarik nafasnya dengan dalam-dalam. Saat dia melihat sang dokter yang keluar dengan peluh yang bercucuran di keningnya. Stanley benar-benar merasa gugup dengan keadaan Sakinah saat ini.
" Saya adalah suaminya! Bagaimana kondisi istri dan anak saya dokter?" tanya Stanley dengan sangat gugup dan tangan yang terasa begitu dingin.
Dokter memperhatikan Stanley dari atas rambut hingga ujung kaki sehingga membuat Stanley merasa heran sendiri.
" Ayo masuk ke dalam! Karena istrimu dari tadi terus mencari kamu. Dia tidak mau bekerjasama dengan kami. Sehingga kami kesulitan untuk mengeluarkan bayi Anda. Istri Anda memintaku untuk membawa Anda masuk ke dalam! Dan mendampinginya untuk mengeluarkan bayi kalian!" ucap sang dokter menjelaskan kondisi yang ada di dalam ruangan bersalin kepada Stanley.
Stanley menjadi gugup mendengarkan ucapan dari dokter. Sengan langkah ragu dan gelisah, Stanley pun kemudian masuk ke dalam ruangan bersalin dan melihat Sakinah yang saat ini sedang berderai air mata karena sedang menahan rasa sakit.
" Sayang! Maafkan aku! Aku di sini sekarang! Aku akan mendampingimu terus sayang! Ayo semangat ya, bukankah kau ingin segera melihat anak kita? Semangat lah Sayangku! Kau tidak boleh putus asa!" ucap Stanley terus memberikan semangat kepada sakinah dengan menggenggam telapak tangannya.
Stanley bahkan sampai mencium kening Sakinah dan terus memberikan kekuatan moral untuk istrinya agar berjuang mengeluarkan bayi mereka berdua.
" Ya sayang! Maafkan aku karena sudah membuat kamu mengalami ini! Maafkan aku sayang!" dokter dan suster yang berada di dalam ruangan itu bahkan sampai tersenyum sendiri melihat Stanley yang begitu gugup bahkan melebihi mereka yang sedang membantu persalinan anaknya.
Setelah perjuangan yang sangat luar biasa akhirnya baby Sean terlahir dengan selamat.
Stanley begitu excited sekali dengan kelahiran putranya yang terlihat begitu tampan dan sehat.
Sakinah bahkan sampai meneteskan air matanya melihat kelahiran bayinya.
" Terimakasih sayang!" ucap Stanley sambil menggenggam telapak tangan Sakinah dan juga mencium keningnya memberikan cinta yang semakin besar untuk sang istri yang telah memberikan anak yang begitu tampan padanya.
Sakinah yang saat ini sedang kelelahan dan juga menahan rasa sakit. Dia hanya bisa tersenyum melihat suaminya yang begitu bahagia dengan kelahiran Putra mereka.
Setelah bayi dibawa oleh suster untuk dibersihkan dan kemudian diberikan kembali kepada Sakinah untuk melakukan simulasi ASI. Stanley sejak tadi tidak beranjak sedikitpun dari samping Sakinah dan terus mendampingi istrinya dengan setia. Hingga akhirnya dipindahkan ke ruangan perawatan.
__ADS_1
" Lihatlah Adi! Jagoan kita baby Sean sudah terlahir. Dia akan menjadi pewaris organisasi dan perusahaan kami!" ucap Stanley tampak begitu bangga ketika memperlihatkan anaknya kepada Adi yang telah membantu istrinya untuk sampai ke rumah sakit.
" Wah Tuan! Baby Sean sangat tampan sekali!" ucap Adi yang begitu excited melihat pewaris organisasi Mereka telah terlahir dengan selamat.
" Terima kasih adi! Karena sudah mengikuti istriku. Tanpamu aku pasti tidak akan ada di sini! Dan mungkin anakku terjadi masalah karena sejak tadi Sakinah katanya tidak mau bekerja sama dengan dokter yang membantunya melakukan persalinan sebelum kedatanganku ke sini!" ucap Stanley sambil memeluk Adi yang merasa sangat bersyukur dan excited mendapatkan pelukan dari bos besarnya yang selama ini terkenal sebagai bos yang tegas dan galak terhadap semua anak buahnya.
" Iya Bos sama-sama saya merasa senang kalau saya bisa membantu! Lagi pula ini kan memang tugas saya untuk selalu melindungi Nyonya dan juga keluarga anda!" ucapnya begitu terharu.
Sepanjang hidupnya mengabdi kepada Stanley. Baru kali ini dia mendapatkan aspirasi sedemikian besar dari Stanley. Di peluk oleh Stanley karena pekerjaannya yang diterima dengan baik itu benar-benar sebuah kehormatan untuk seorang pengawal seperti dirinya.
Adi Kemudian berpamitan untuk membeli makanan untuk mereka selama berjaga di rumah sakit. Karena Adi bisa melihat bahwa Stanley tidak membawa apapun ketika datang ke rumah sakit.
Hal itu terjadi karena Stanley benar-benar sangat terburu-buru dan tidak bisa memikirkan hal lainnya kecuali ingin segera bertemu dengan Sakinah.
Perasaan Stanley saat ini benar-benar sedang berbahagia atas kelahiran anaknya sungguh itu benar-benar sebuah prestasi yang sangat besar untuk dirinya sebagai seorang ketua organisasi mafia.
" Tuan Saya akan keluar dulu untuk membeli makanan untuk kita selama berada di sini. Apakah Tuan memiliki request khusus yang bisa saya bawa kemari?" tanya Adi kepada Stanley.
" Sepertinya kita butuh peralatan bayi. Aku tidak tahu apakah istriku sudah membelinya atau tidak. Tapi belilah beberapa Adi, untuk kebutuhan selama di rumah sakit. Terserah kau saja mau membeli yang seperti apa!" ucap Stanley tersenyum kepada anak buahnya.
" Baiklah Tuan. Saya akan membeli beberapa keperluan bayi! Tuan apa butuh sesuatu yang lain lagi?" tanya Adi yang saat ini hatinya sedang gembira setelah mendapatkan pelukan dari Stanley.
" Tidak ada Adi. rasanya semua yang ku butuhkan di atas dunia ini sudah aku dapatkan dengan kelahiran buat putraku!" ucap Stanley yang dengan begitu bangga selalu tersenyum bahagia.
Adi pun kemudian berpamitan menuju ke luar rumah sakit untuk membeli makanan dan juga beberapa keperluan bayi yang sama sekali tidak dibawa oleh Sakinah maupun Stanley. Karena acara melahirkan hari ini benar-benar di luar dugaan dan tidak ada di dalam rencana mereka.
Setelah anak mereka dibawa kembali ke ruangan bayi. Stanley sekarang lebih fokus kepada sakinah yang terlihat masih begitu lemah.
" Sayang, kamu butuh apakah? Katakan padaku!" ucap Stanley yang saat ini sedang duduk di samping Sakinah sambil menggenggam telapak tangannya dengan begitu erat seakan tidak ingin berpisah.
__ADS_1