
Sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Renaldi, bahwa kamar hotel harus dalam keadaan remang-remang. Stanley pun dengan patuh mengikuti arahan tersebut.
Karena sejujurnya Stanley lun merasa belum siap untuk berhadapan secara langsung dengan Sakinah yang selama ini lebih mengenalnya sebagai Bos di kantornya bekerja bukan sebagai bandar judi kasino yang memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia dan juga luar negeri.
Akan tetapi Stanley merasa terkejut sekali, ketika dia membawa wanita yang dia kira Sakinah ke atas ranjang ternyata berbeda.
Wwalnya Stanley merasa heran. Kenapa wanita yang ada di dalam pelukannya tidak menggunakan jilbab. Padahal yang dia tahu, Sakinah adalah type wanita yang selalu menggunakan jilbab besar dan juga pakaian yang selalu tertutup rapat. Akan tetapi wanita yang masuk ke dalam kamarnya sekarang adalah wanita dengan menggunakan pakaian seksi dan tanpa hijab.
Karena merasa penasaran, Stanley pun kemudian langsung menghidupkan lampu kamar hotel sehingga sekarang lampunya tampak terang benderang.
Baik Stanley maupun Mikhail sama-sama terkejut. Karena orang yang berada di hadapan mereka berbeda sama sekali.
" Siapa kamu? Kenapa kamu berada di dalam kamar ini?" tanya Stanley merasa sangat marah karena ternyata wanita yang dahulu bukanlah Sakinah, wanita yang dia impikan siang dan malam.
Walaupun Mikael merasa terkejut. Tetapi dia merasa senang karena ternyata laki-laki yang berdiri di hadapannya sangatlah tampan dan rupawan ketampanannya lebih dekat Renaldi.
" Aku disuruh datang ke kamar ini oleh Renaldi. Sebentar ya? Dia saat ini sedang di kamar mandi. Mungkin ada kesalahpahaman di sini!" ucap Mikael berusaha untuk menenangkan Stanley yang tampak begitu marah kepadanya.
Berulang kali Stanley menarik nafasnya dalam-dalam. Berusaha untuk menenangkan pikirannya yang saat ini sedang marah besar terhadap Renaldi yang sudah menipunya.
" Get out from my room!" hardik Stanley kepada Mikael, saat ini Stanley merasa marah sekali karena kelancangan Renaldi yang sudah menipunya.
__ADS_1
Mikael yang merasa ketakutan ketika dia melihat mata merah Stanley yang sudah siap membakar dirinya. Dia langsung keluar dari kamar hotel itu sambil ngedumel dan terus marah-marah kepada Stanley sebagai orang yang tidak punya Attitude kepada seorang wanita.
" Wajahnya sangat tampan! Akan tetapi kelakuannya benar-benar sangat minus! Cih, dasar menyebalkan! Bagaimana mungkin dia mengusir orang begitu saja dari sana? Ya ampun! Apakah itu artinya Aku gagal tidur di hotel mewah ini malam ini? Ya ampun! Ke mana lagi ini Renaldi. Katanya cuma pergi ke toilet sebentar. Kenapa lama sekali?" tanya Mikael merasa kesal setengah mati.
Karena merasa tidak sabar untuk menunggu Renaldi. Michael pun kemudian langsung meninggalkan hotel dengan kemarahan di hatinya kepada Renaldi yang sudah menipu dirinya malam ini.
" Awas saja kalau ketemu denganku lagi. Aku pasti akan menghabisinya! Dasar kau kurang ajar kau Renaldi! Berani-beraninya kau menipuku huh?" umpat Mikael kesel setengah mati. Karena khayalannya untuk tidur di hotel bintang 5 yang sangat mewah itu ambyar seketika gara-gara dia yang ternyata ditipu oleh Renaldi.
Bahkan nomor telepon Renaldi sekarang tidak bisa dihubungi olehnya. Mobilnya pun sudah tidak ada di basement hotel. Mau tidak mau Michael kemudian menggunakan taksi untuk kembali ke klub malam dan melanjutkan pekerjaannya di sana.
Sementara itu Stanley yang saat ini sedang marah besar. Dia kemudian langsung menghubungi Robert untuk memberikan pelajaran kepada Renaldi yang sudah sangat berani menipunya mentah-mentah.
Sebenarnya Robert hendak bertanya secara langsung kepada Stanley tetapi teleponnya sudah ditutup. Sehingga membuat Robert menjadi bingung. Apa sebenarnya yang sedang terjadi di kamar itu? Kenapa bos besarnya marah besar seperti itu kepada Renaldi.
" Apakah Sakinah tidak bisa memuaskan Tuan Stanley? Sehingga dia mengamuk seperti itu?" berbagai pikiran liar sekarang berada di dalam kepala Robert tentang Sakinah dan Stanley yang berada di dalam kamar hotel bersama.
Akan tetapi Robert yang mendapatkan perintah dari Stanley untuk segera menghabisi Renaldi. Dia segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk membantu dia mencari keberadaan Renaldi yang sejak tadi sangat sulit sekali dihubungi.
" Ke mana sebenarnya laki-laki Brengsek itu? Kenapa sangat sulit sekali untuk mencarinya?" tanya Robert yang berkali-kali mencoba menghubungi Renaldi tetapi tidak juga diangkat.
Robert kemudian meminta ke bagian personalia untuk mengecek alamat Sakinah yang ada di data perusahaan untuk mencari Renaldi di rumahnya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan alamat Sakinah, Robert langsung meluncur menuju alamat tersebut dengan niat untuk mencari Reynaldi dan juga Sakinah yang menurut kabar dari Bodyguard Stanley mengatakan bahwa Sakinah tidak datang ke hotel tersebut.
" Pantas saja bos besar sangat marah. Jadi ternyata Renaldi berani menipunya? Sungguh besar sekali nyalinya karena dia berani sekali telah menipu kita semua. Ayo kita lakukan perintah Tuan Stanley untuk menghabisi b******* itu malam ini juga!" ucap Robert memberikan perintah kepada semua anak buah yang dia bawa malam ini untuk mencari keberadaan Renaldi di rumahnya.
Robert membawa 20 orang Bodyguard dengan menggunakan tiga buah mobil dan bersiap untuk menghabisi Renaldi yang sudah sangat lancang menipu mereka.
Begitu sampai di alamat rumah Sakinah, Robert langsung menyebar anak buahnya untuk bisa menyergap Renaldi yang mungkin saja sedang bersembunyi di dalam rumahnya.
Selama hampir 1 jam lebih Robert berusaha untuk mencari keberadaan Renaldi tetapi tidak ketemu.
" Tampaknya b******* itu sudah pergi dari rumah ini Bos. Apa kita cari di kediaman kedua orang tuanya saja?" tanya salah satu anak buah Robert yang sudah mulai kesal karena sejak tadi tidak juga ketemu Renaldi yang mereka cari.
Robert menatap anak buahnya dengan tajam.
" Apa kau tahu di mana alamat kedua orang tua Renaldi?" tanya Robert yang langsung dijawab dengan gelengan kepala.
Jawaban itu sontak membuat Robert menjadi murka sekali dan dia pun melampiaskan kemarahannya kepada Renaldi kepada anak buahnya itu yang dia nilai bodoh.
" Kalau kau tidak tahu apa yang akan kau katakan, lebih baik kau diam! Daripada kau akan membahayakan nyawamu sendiri dengan kebodohanmu itu! Dasar bangsat!" umpat Robert sangat marah sekali karena dia pasti juga akan mendapatkan kemarahan yang sama dari Stanley karena gagal menemukan Renaldi malam ini.
Anak buah yang habis dihajar oleh Robert itu pun akhirnya hanya bisa tertunduk diam dan menyesali kebodohannya. Teman-temannya yang lain, langsung menolongnya dan membawa dia ke rumah sakit. Sebelum terjadi apa-apa yang buruk terhadap teman mereka yang habis di hajar oleh Robert.
__ADS_1