Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
115. Haruskah??


__ADS_3

" Haruskah kita bercerai saja?" tanya Agnes dengan Isak tangisnya yang membuat Fic tersadar bahwa mereka berdua saat ini benar-benar sedang terluka satu sama lain.


" Aku tidak akan pernah bercerai denganmu. Ada Mark di antara kita berdua! Aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi kepada kita di masa depan. Tapi yang jelas, saat ini aku ingin kita bersama merawat putra kita bersama agar kelak menjadi orang yang lebih berbahagia daripada kita berdua!" ucap Fic yang saat ini sedang berusaha untuk kembali menciptakan hubungan yang baik dengan Agnes.


" Aku akan memaafkan perasaanmu terhadap Tuan Stanley. Jadi mari kita lupakan masa lalu itu dan aku mohon maaf karena aku yang sudah khilaf dan bersama Vivian. Sungguh! Aku hanya satu kali melakukannya dengan dia. Dan itupun dalam keadaan tidak sadar." Fic agak ragu untuk mengatakan hal itu karena dia merasa tidak senang untuk berbohong kepada istrinya.


Agnes yang sudah mengenal siapa itu Fic, dia bisa memahami semua yang telah terjadi di masa lalu antara suaminya dengan Vivian.


" Aku akan berusaha untuk membunuh perasaanku kepada Tuan Stanley dan sebaliknya, kau pun harus berusaha untuk melupakan kejadian itu dan tidak pernah menemui wanita itu lagi yang saat ini sedang hamil anakmu." Fic benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Agnes.


" Hamil anakku? Dari mana kau tahu itu?" tanya Fic yang auto kebingungan.


" Detektif yang kau perintahkan untuk menyelidiki wanita yang bersamamu yang melaporkannya kepadaku." Fic benar-benar terkejut sekali mendengarkan pengakuan istrinya yang ternyata sudah bermain detektif untuk menyelidiki masa lalunya yang pernah melakukan kesalahan bersama Vivian.


Fic tersedak oleh salivanya sendiri rasa pening di kepalanya yang diakibatkan oleh alkohol seakan menghilang tiba-tiba. Terganti oleh rasa terkejut dan juga merasa bersalah.


" Jadi selama ini kau menyelidiki aku?" tanya Fic yang benar-benar tidak mengerti. Kenapa istrinya harus melakukan itu?


" Aku hanya ingin memastikan. Apakah kau masih berhubungan dengan dia atau tidak. Aku juga ingin memastikan Apakah wanita itu masih menggodamu sampai saat ini atau tidak." Agnes kemudian turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.


Fic hampir gila saat melihat istrinya yang melenggang begitu saja ke kamar mandi tanpa busana.

__ADS_1


" Kau kenapa melakukan itu?" tanya Fic yang benar-benar sangat frustasi melihat kelakuan istrinya.


" Apa?" tanya Agnes menoleh kepada Fic yang menyusulnya ke kamar mandi.


" Sebaiknya kita berdua tidak pernah bercerai. Karena kita akan saling merindukan kalau tidak bersama lagi!" Fic kemudian langsung menggendong Agnes ke kamar mandi dan kembali bercinta di sana.


Sungguh suami istri memang hubungan yang sangat luar biasa dan penuh dengan misteri. Semarah apapun dan sebenci apapun terhadap pasangan. Suami istri akan selalu menemukan moment untuk saling memiliki dan tidak akan pernah bisa melepaskan satu sama lain untuk urusan hal yang seperti itu.


Terlihat cinta yang berkobar di mata Fic untuk sang istri yang telah membuat dirinya melayang hingga ke langit ke tujuh dan Agnes bisa merasakan hal itu dan entah mengapa hal itu benar-benar sukses menghangatkan hatinya yang seakan hampa setelah mengetahui Vivian yang ternyata hamil anak suaminya.


" Apakah kau bisa berjanji padaku kalau kau tidak akan pernah berlari kepadanya?" tanya Agnes dalam pelukan Fic yang saat ini mereka sedang berendam bersama di bathtub setelah selesai dengan permainan seru diantara keduanya yang telah membangkitkan kembali api cinta yang berkobar di hati mereka.


" Vivian sejak dulu sangat menggilai Tuan Stanley. Awalnya dia mendekatiku hanyalah karena merasa penasaran kepada Tuan Stanley yang tiba-tiba saja turun dari kapal pesiar tepat pada saat kapal pesiar hendak berangkat. Dia mendekatiku hanya ingin mengorek informasi tentangnya. Dia menangis pada malam itu karena sedih dan mabuk. Ah sudahlah sayang. Aku mohon lupakanlah itu!! Kejadian itu benar-benar sebuah aib dalam hidupku!" Fic memilih untuk mereka segera menyelesaikan acara mandi karena waktu yang semakin malam.


Sementara itu Stanley dan Sakinah yang sudah sampai di dalam mansion mereka langsung meminta kepada Baby Sister putranya untuk menidurkan Sean di dalam kamarnya yang ada di samping kamar mereka.


Stanley mengajak istrinya untuk mandi bersama. Akan tetapi Sakinah saat ini sedang halangan sehingga menolak ajakan tersebut.


Stanley terlihat kecewa karena ternyata istrinya sedang mendapatkan tamu bulanan.


" Aih, kenapa aku harus menerima ini sekarang?" Stanley terlihat begitu frustasi.

__ADS_1


Sakinah tersenyum pada suaminya dan akhirnya hanya bisa memberikan kebahagiaan kepada suaminya seperti dulu ketika sang suami yang tidak mampu menahan inginnya akan sentuhan sang istri tercinta.


" Terimakasih sayang!" ucap Stanley sambil mencium kening istrinya dan kemudian tidur dengan lelap.


Sakinah menatap wajah suaminya yang terlihat begitu bahagia setelah dirinya memberikan apa yang dia mau. Ya, tidak apa-apa melakukan itu. Daripada harus melihat suami berselingkuh di luar sana demi keinginannya bercinta pada saat sang istri dapat tamu bulanan.


Sakinah kemudian pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Seharian berada di luar benar-benar membuat dia merasa pening kepala.


" Aku tahu kalau Agnes memiliki suatu perasaan terhadap suamiku. Aku dengar dulu dia selalu berusaha untuk menjadi asisten suamiku tetapi selalu gagal ketika bersaing dengan Fic. Entah bagaimana ceritanya keduanya malah bisa menikah secara rahasia." monolog Sakinah ketika dia mengingat kembali saat Agnes yang hendak mencium suaminya.


Sakinah tersenyum ketika mengingat suaminya menghindar dan langsung meninggalkan Agnes begitu saja dalam kekecewaan.


Sakinah benar-benar bangga dengan suaminya yang selalu bisa menjaga Marwah dirinya sebagai seorang suami yang setia.


" Ya Allah semoga kau selalu melimpahkan kebahagiaan dan juga melindungi rumah tangga kami dari jin danshim yang selalu menghembuskan permusuhan dan juga keraguan di dalam hati hambamu yang sedang berrumah tangga dan menggoda mereka menuju perceraian. Aku mohon padamu ya Allah!!" doa Sakinah ketika dirinya sudah menggunakan pakaian di walk in closed miliknya.


Setelah menyelesaikan semuanya, merapihkan pakaian dan juga riasan wajahnya. Sakinah kemudian menyusul suaminya untuk tidur.


Stanley yang merasakan ada pergerakan di sebelahnya langsung menarik tubuh Sakinah ke dalam pelukannya dan akhirnya Mereka pun tertidur lelap sampai keesokan harinya dalam kehangatan cinta keduanya yang selalu membara dan penuh sekali dengan cinta dan kerinduan.

__ADS_1


__ADS_2