Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
85. Kapok gak?


__ADS_3

Setelah mendapatkan uang yang banyak dari ayahnya. Aldo pun kemudian menemui anak buahnya yang sudah dia perintahkan untuk memberikan pelajaran kepada Fic yang sudah berani mengganggu Agnes wanita yang saat ini sedang dia incar untuk dijadikan sebagai istrinya.


Fic yang baru saja pulang dari pasar bersama dengan Mirah. Dia terkejut saat dirinya tiba- tiba saja didatangi oleh beberapa orang pemuda kampung dengan tatapan penuh kesombongan dan juga jumawa.


" Siapa kalian dan kenapa menatapku seperti itu?" tanya Fic sambil mengerutkan keningnya tidak merasa takut sama sekali kepada mereka yang berjumlah 10 orang.


Mereka adalah anak buah yang diutus oleh Allah untuk memberikan pelajaran kepada Fic. Para preman kampung yang memiliki hoby mengganggu warga desa.


" Heh Kau jangan berani-berani untuk mengganggu calon istri bos besar kami! Cepat kau tinggalkan Desa ini sebelum kami hancurkan mobilmu dan juga wajahmu yang tampan itu!" ucap jabrik yang berstatus sebagai pimpinan dari para preman kampung utusan Aldo tersebut.


Fic hanya tertawa terbahak-bahak ketika dia mendengarkan ucapan jabrix.


" Eh kalian semua! Sebelum kalian berani datang ke tempat ini dan mengancam aku, sebaiknya berkaca lah dulu! Sebelum kalian menyesali apa yang sedang kalian lakukan saat ini di hadapanku!" ucap Fic dengan tetap tenang tanpa merasa terganggu sama sekali dengan aksi yang dilakukan oleh mereka.


Saat salah satu dari preman itu hendak mendekati mobilnya dengan langkah cepat Fic langsung menendang dan mengirimkan orang tersebut ke rumah sakit.


" Jangan coba-coba mencari perkara denganku! Kalau kalian masih sayang dengan nyawa kalian!" ucap Fic dengan wajah damai Sentosa yang membuat para anak buah Aldo sangat geram dibuatnya.


Sementara itu Aldo yang saat ini sedang mengawasi anak buahnya dari kejauhan. Aldo tampak begitu geram dan juga marah dengan anak buahnya yang ternyata tidak becus untuk menghadapi Fic.


" Tidak kusangka b******* itu ternyata pintar juga bela diri. Hanya dalam waktu 5 menit dia sudah menumbangkan semua anak buah yang aku kirim untuk mengusir dia dari Desa ini! Sialan! Dasar orang-orang tidak berguna!" rutuk Aldo sangat marah sekali.


Karena Aldo tidak mau kehadirannya di situ diketahui oleh Fic dia pun langsung melarikan diri dan tidak lagi melihat para anak buahnya yang saat ini sedang lari pontang-panting karena merasa takut mendapatkan hajaran dari Fic yang ternyata Sang Master dari ilmu taekwondo.


" Ayo cepat kita lari sebelum kita habis dihajar ataupun dibunuh oleh b******* itu!" ucap jabrik memberikan komando kepada anak buahnya agar segera meninggalkan tempat itu.


Agnes dan Mirah yang mengetahui ada keributan di depan rumah mereka. Langsung bergegas menuju ke depan rumah dan melihat apa yang saat ini sedang terjadi.


" Fic kamu baik-baik saja?" tanya Agnes kepada suaminya yang tadi habis menghajar 10 orang preman kampung yang mencoba mencari perkara dengan dia.


Agnes malah tertawa melihat para preman itu yang sekarang sudah lari pontang-panting ketakutan.


" Ya ampun! Apa mereka tidak tahu siapa itu Fic? Orang nomor 2 dari Craig Group dan orang kepercayaan dari Stanley Craig yang merupakan pimpinan mafia yang terkenal di Jakarta dan Meksiko." ucap Agnes sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah suaminya.


Mirah sampai tidak bisa bernafas dengan baik. Saat dia mendengarkan semua yang dikatakan oleh putrinya tentang menantu kebanggaannya yang ternyata adalah seorang mafia terkenal di Jakarta.


" Agnes Apakah benar yang kau katakan bahwa menantuku adalah seorang mafia?" terlihat Agnes bahkan sampai gemetar Ketika menanyakan hal tersebut.


Fic hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat ekspresi dari Mirah yang tampak sangat ketakutan terhadapnya.

__ADS_1


" Jangan khawatir Mah. Walaupun Fic seorang mafia. Tapi selama ini aku tidak pernah melihat dia membunuh siapapun. Dia hanya berurusan dengan para penjahat yang mencari perkara dengan organisasi yang di pimpin oleh Tuan Stanley!" ucap Agnes kepada Mirah.


Mirah terlihat bernafas lega mendengarkan apa yang dikatakan oleh putrinya.


" Syukurlah kalau menantu Mamah bukan seorang penjahat!" ucap Mirah merasa lega mengetahui kenyataan itu.


Mereka bertiga pun kemudian masuk ke dalam rumah dan bersiap untuk membuat pesta kedatangan Fic ke dalam rumah Mirah.


Mirah benar-benar sangat bahagia dengan kedatangan sang menantu yang sangat dia banggakan yang ternyata selain tampan, kaya dan raya dan juga pintar dalam Taekwondo.


Para tetangga yang tadi melihat aksi yang dilakukan oleh Fic ketika menghajar para preman kampung yang berusaha untuk mengganggu Fic. Mereka tampak begitu terpesona melihat keahlian bela diri Fic yang sangat menakjubkan.


Bahkan banyak para garis cantik dan emak-emak yang berdatangan ke rumah mereka untuk bertemu dengan Fic.


Agnes memperlihatkan sifat posesifnya dengan tetap memeluk lengan Fic sambil mengelus perutnya yang buncit. Sehingga membuat para gadis cantik itu dan juga emak-emak mundur teratur untuk menggoda suaminya.Tatapan tajam Agnes membuat semuanya ciut nyalinya.


Fic hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Apa yang dilakukan oleh sang istri tercinta.


" Aku tidak tahu kalau ternyata kau memiliki sisi seperti ini! Aku suka itu sayang!" basis Fic di telinga Agnes ketika melihat para Gadis dan juga emak-emak itu sekarang mulai meninggalkan kediaman Mirah dengan penuh kekecewaan.


Agnes wajahnya sampai memerah karena malu suaminya melihat Sisi dirinya yang lain. Sisi yang selama ini dia tutupi dari Fic.


" Kamu mau ke mana sayang?" tanya Fic ketika melihat Agnes yang pergi meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar.


" Kejarlah istri kamu Fic! Dia pasti juga sangat merindukanmu setelah berpisah begitu lama. Mama akan memasak dulu di dapur untuk makan siang kita!" merah kemudian mempersilahkan kepada Fic untuk mengejar Agnes yang saat ini sedang berada di dalam kamarnya.


Fic tersenyum kepada merah dan memberikan jempol dua kepada mertuanya yang sangat pengertian kepada mereka berdua.


" Sayang! Ko di kunci sih pintunya?" tanya Fic yang sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Agnes.


" Kamu mau apa?" tanya Agnes dari dalam kamarnya.


" Tentu saja aku ingin bertemu denganmu dan menengok anak kita! Apa kau lupa bahwa kita sudah lama sekali berpisah?" tanya Fic berusaha untuk membujuk Agnes agar mau membuka pintu kamarnya untuk dirinya.


" Ayolah sayang! Kau bukakan pintu kamarnya sebentar saja! Apa kau tega melihat aku kelelahan seperti ini? Setelah melakukan perjalanan jauh dan juga setelah menghajar para preman kampung itu? Aku sangat lelah dan aku ingin beristirahat sebentar saja!" ucap Fic dengan suara yang begitu melas membuat Agnes akhirnya terketuk pintu hatinya dan mau membuka pintu kamar.


Fic benar-benar sangat bahagia ketika melihat Agnes yang memperlihatkan wajahnya yang tersipu di balik pintu.


" Ya ampun sayang! Betapa menggemaskan nya istriku kalau sedang malu-malu begini!" ucap Fic sambil mencubit pipi Agnes dengan gemas lalu mencium bibir Agnes dengan lembut.

__ADS_1


Agnes benar-benar terkesiap dengan apa yang dilakukan oleh Fic kepadanya.


" Ayolah! Jangan kayak gini! Malu dengan mamah yang sedang di dapur!" ucap Agnes tersipu malu saat Fic hendak membuka gaun yang dia gunakan saat ini.


" Ya ampun sayang kita ini suami istri dan mamamu sangat tahu kalau aku merindukan kamu!" ucap Fic sambil tersenyum kepada Agnes.


Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Fic dan Agnes. Akhirnya Fic bisa mendapatkan apa yang dia rindukan selama beberapa bulan ini dari sang istri tercinta.


***


Stanley dan sakinah saat ini sudah kembali ke rumah setelah keadaan anak mereka dinyatakan sehat dan sudah bisa dibawa pulang ke rumah.


Bi Warsih benar-benar merasa sangat bahagia melihat anak Sakinah yang terlihat begitu tampan wajahnya seperti Stanley.


Sakinah tampak cemberut melihat putranya yang wajahnya benar-benar mirip dengan sang suami.


" Aku yang mengandung dan aku yang melahirkan dia tetapi kenapa wajahnya harus mirip denganmu? Kenapa tidak ada satu pun dari wajah aku yang nyangkut sama dia?" tanya Sakinah pada Stanley.


Stanley hanya tersenyum menanggapi protes dari sang istri tentang wajah Putra mereka yang benar-benar 100% ala Stanley ketika dia masih bayi dulu.


" Nanti ketika anak kita yang kedua seorang perempuan, aku yakin akan mirip denganmu sayang!" ucap Stanley pada Sakinah yang tampaknya masih kesal.


" Kau pikir melahirkan itu menyenangkan huh? Itu sangat sakit sekali sayang! Kenapa bukan kau saja yang melahirkan sih? Padahal anaknya sudah pasti mirip denganmu kalau sudah lahir!" ucap Sakinah masih terlihat misuh-misuh.


Stanley menghadiahkan kecupan mesra di bibir sang istri untuk membuat Sakinah tidak marah lagi.


Stanley paling tahu apa yang bisa membuat Sakinah senang dan tidak marah lagi.


" Ayo Sayang sekarang kau berikan anak kita susu karena dia kayaknya lapar! Aku akan mengalah mulai hari ini dan tidak akan meminta jatahku untuk itu. Aku akan memberikannya 100% untuk anak kita!" ucap Stanley tanpa disaring sama sekali.


Hal itu membuat Sakinah sampai malu dibuatnya. Apalagi ketika melihat Bi Warsih dan beberapa pelayan yang bekerja di rumahnya sampai tertawa mendengarkan ucapan suaminya yang luar biasa.


Sakinah sampai membekap mulut suaminya agar tidak berkata yang lebih vulgar lagi.


" Kau bicara apa sayang?" tanya Sakinah sambil meringis ke arah Bi Warsih dan beberapa pelayan lainnya.


Saat melihat mereka tertawa, Stanley pun akhirnya bisa mengerti jug apa yang saat ini sedang terjadi di dalam ruangan itu.


" Maafkan aku!" ucap Stanley sambil meringis lebar kepada semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2