
Sakinah kemudian mengikuti Fic untuk bertemu dengan Stanley yang sudah sadar. Hatinya merasa was-was dan ketakutan. Saat ini Sakinah sedang berpikir bahwa Stanley barangkali saja sedang bersama dengan Starla yang telah mengaku sebagai kekasih dari suaminya tercinta.
Visualisasi Sakinah
Visualisasi Stanley Craig
Sakinah mengerutkan keningnya. Ketika dia masuk ke dalam ruangan di mana saat ini suaminya sedang di rawat setelah di operasi, terlihat Starla sedang duduk di samping Stanley dan sedang membukakan jeruk untuk suaminya yang terlihat masih pucat.
" Sayang akhirnya kau datang juga. Aku dari tadi menunggumu. Kau dari mana saja?" tanya Stanley yang langsung rentangkan kedua tangannya berniat untuk memeluk Sakinah. Akan tetapi Starla dengan tidak tahu malunya malah masuk ke dalam pelukannya.
" Ih, kau apaan? Minggir! Sayang sini, aku mau peluk kamu!" ucap Stanley sambil mendorong tubuh Starla untuk menjauh darinya.
" Ih kok gitu sih Stanley? Kan aku yang sudah menolong kamu dan sudah menyelamatkan kamu dengan darahku!" protes Starla sambil misuh-misuh dan tidak terima karena Stanley tadi menyingkirkannya begitu saja.
" Dengar ya Starla! Aku sudah membayar mahal darah yang kau berikan ke dalam tubuhku. Semua hidupmu selama ini aku yang menanggung. Ketenaran dan kekayaan sudah aku berikan untuk kamu. Kalau Kau keberatan, katakan saja padaku. Aku siap kok untuk mencari penggantimu untuk menjadi pendonor darahku!" ucap Stanley dengan mata berapi-api.
Stanley benar-benar tidak suka kalau Starla sudah mulai mengungkit-ngungkit tentang darah yang mengalir di dalam tubuhnya yang berasal dari wanita itu setiap kali dia terluka dan msmbutuhkan darah.
" Ayolah sayang, kemarilah. Aku benar-benar merindukanmu dan ingin memelukmu. Bagaimana kabar anak kita hari ini? Apakah dia baik-baik saja di sana?" tanya Stanley dengan wajah sumringah dan meraih telapak tangan Sakinah yang sekarang berada di sampingnya.
__ADS_1
Stanley tidak memperdulikan Starla yang sejak tadi terus marah-marah karena Stanley yang cuek kepadanya. Saat ini fokus Stanley hanyalah Sakinah dan dia ingin merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
" Bagaimana kabarmu?" tanya Sakinah berusaha untuk tersenyum kepada Stanley.
Walaupun sebenarnya saat ini hatinya benar-benar terbakar api cemburu melihat Starla yang terus saja menempel kepada suaminya. Walaupun sejak tadi Stanley sudah mengusirnya dari ruangan itu.
Kondisi Starla sudah kembali fit setelah di rawat dan menghabiskan satu botol inpus.
" Ya sudah Stanley kalau kau sudah tidak membutuhkanku lagi. Aku pulang saja. Oh ya, besok-besok kalau kau mencariku lagi, maka aku pasti tidak akan mau datang!" ancam Starla merasa kesal setengah mati.
" Fic segera kau cari pengganti donor darahku yang akan menggantikan posisi Starla dan pastikan kau menonaktifkan semua fasilitas yang telah kita berikan kepada Starla. Tarik semua sponsor dari perusahaan kita di dalam film maupun sinetron yang dia bintangi!" perintah Stanley kepada Fic untuk segera membekukan semua fasilitas yang pernah diberikan oleh Stanley kepada gadis itu.
' Wah gawat! Bisa miskin mendadak aku! Baiklah! Tidak masalah aku tidak bisa mendapatkan Stanley sebagai suamiku. Bagiku yang penting aku mendapatkan semua fasilitas luxuries yang hanya diberikan oleh Stanley kepadaku!' batin Starla mulai merasa tidak nyaman dan tidak tenang ketika dia mulai memikirkan tentang kemungkinan semua fasilitas yang dibekukan Stanley untuknya.
" Minta Maaflah dulu kepada istriku. Lihatlah gara-gara kau, sejak tadi dia terus cemberut dan tidak mau menanggapi semua perkataanku. Dia pasti cemburu melihat kelakuanmu yang tidak sopan itu!" ucap Stanley memberikan perintah kepada starla untuk meminta maaf kepada Sakinah yang sejak tadi terus memperhatikan interaksi keduanya yang terlihat begitu dekat.
Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu aneh. Atmosfer yang tercipta benar-benar membuat orang tidak mampu untuk bernafas. Tatapan Stanley yang begitu menusuk hati, membuat Starla merasa kesulitan bernafas. Sementara itu Fic dan Sakinah hanya terus memandang kepada wanita cantik itu yang mulai mendekati Sakinah.
" Maafkan aku kalau kelakuanku sudah membuatmu tidak nyaman. Tapi sungguh! Suamimu itu benar-benar sangat keterlaluan. Bagaimana mungkin dia tidak pernah berterima kasih kepadaku? Padahal aku selalu mempertaruhkan nyawaku karena harus selalu memberikan darahku sebanyak apapun butuhkan! Ckckc! Pria dingin yang tidak berperasaan!" rutuk Starla sambil melirik ke arah Stanley yang langsung melotot.
" Kalau aku tidak berterima kasih kepadamu. Maka Kau pasti sampai saat ini masih berada di kolong jembatan dan tidak akan pernah menjadi artis besar seperti sekarang ini. Kau benar-benar tidak tahu berterima kasih. Kenapa kamu masih belum menyerah juga dan masih juga menuntut hal yang tidak pernah bisa aku berikan untukmu?" tanya Stanley sambil menatap tajam wajah starla yang begitu ketakutan kepadanya.
" Ingat! Jagalah selalu pergaulanmu dan jangan merusak darah yang masuk ke dalam tubuhku. Kalau sampai kami mendeteksi hal-hal negatif di dalam darahmu. Percayalah aku pasti akan langsung menghancurkan kehidupanmu hanya dalam satu detik!" ancam Stanley yang benar-benar sukses menggetarkan hati Starla sehingga dia tidak mampu untuk berkata-kata.
__ADS_1
" Dasar pria jahat!" ucap Starla ketika dia pergi dan keluar dari ruangan Stanley dengan air mata yang berderai di pipinya.
Sakinah hanya menatap kepergian Starla dengan ekor matanya. Jujur saja. Saat ini di dalam hatinya. Sakinah merasa senang karena suaminya bersikap tegas terhadap wanita yang telah berani memimpikan suaminya untuk menjadi kekasihnya.
Fic langsung keluar dan meninggalkan suami istri itu yang saat ini sedang bersama dan meluruskan kesalahpahaman yang di hembuskan oleh Starla. Fic sendiri kemudian mengantarkan Starla menuju apartemennya.
" Dengarkan aku sayang. Jangan pernah kau terpengaruh dengan apapun yang dikatakan oleh Starla. Bagiku dia hanyalah pendonor darah dan tidak berarti apa-apa!" ucap Stanley sambil memeluk tubuh Sakinah yang masih membeku di tempat dan seperti kesulitan untuk bersikap biasa terhadap suaminya.
" Dan aku bagimu hanya pencetak pewaris organisasi saja kan? Apakah setelah aku melahirkan, maka kau juga akan menyuruhku untuk pergi dari hidupmu?" tanya Sakinah dengan air mata yang mulai menetes di kelopak matanya.
Stanley benar-benar terkejut mendengar perkataan dari Sakinah yang benar-benar di luar dugaannya dan sama sekali tidak pernah terpikirkan di dalam otaknya selama ini.
" Apa maksudmu sayang kenapa kau mengatakan kata-kata kejam seperti itu?" tanya Stanley sambil menarik tangan Sakinah. Agar istrinya itu masuk ke dalam pelukannya. Walaupun Sakinah terus berusaha untuk memberontak darinya.
Akan tetapi Sakinah langsung merasa iba hatinya ketika melihat Stanley yang mengadu kesakitan karena luka jahitannya tergores waktu Sakinah berusaha melepaskan diri dari pelukan Stanley.
" Apa sakit?" tanya Sakinah pada akhirnya.
" Ini sakit sekali sayang. Jangan melakukan itu lagi. Hatiku dan tubuhku sangat sakit ketika kau tidak mau menerima aku. Tolong kau jangan membunuhku dengan perilakumu yang kejam seperti itu!" ucap Stanley yang langsung memeluk Sakinah dengan erat dan menaruh kepalanya di dada sang istri.
Stanley bisa merasakan debaran jantung Sakinah yang saat ini terasa begitu kencang dan dia merasa bahagia karena jantung Sakinah berdetak untuknya.
" Istirahatlah jangan terlalu banyak bergerak. Bagaimana kau bisa keluar dari rumah sakit kalau dari tadi kau tidak mau diam begitu?" tanya Sakinah mulai khawatir dan terlihat sangat gugup.
__ADS_1
Stanley benar-benar merasa gemes dengan wajah Sakinah yang terlihat begitu cantik dalam kegugupannya. Sehingga menggoda Stenley untuk mencium bibirnya.