Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
11. Kejutan Seorang Stanley


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Sakinah langsung ambil air wudhu lalu sholat isya. Dia kemudian memutuskan untuk tidur.


Tubuhnya merasa sangat lelah. Setelah seharian melakukan aktivitas yang begitu banyak. Bi Warsih sudah lelap sejak tadi dan belum bangun hingga saat ini.


Di saat Sakinah sudah menarik selimutnya dan bersiap untuk pergi ke alam mimpi, tiba-tiba saja bel apartemennya berbunyi.


Sakinah tampak mengerutkan keningnya. Karena dia merasa bingung. Siapa gerangan orang yang begitu lancang bertamu ke rumah orang lain pada jam 10.00 malam seperti sekarang.


" Ya ampun! Siapakah orang Iseng itu? Yang gak ada kerjaan dan mengganggu orang lain ketika hendak istirahat. Lagi pula aku tidak memiliki kenalan di kota Jakarta. Apartemen ini pun baru saja aku beli tadi siang. Tidak mungkin ada orang yang kenal aku di sekitar sini!" monolog Sakinah merasa heran.


Sakinah sama sekali tidak memperdulikan bel yang terus berbunyi sejak tadi. Sehingga akhirnya dia merasa sangat kesal karena merasa benar-benar sangat terganggu dengan bel yang tidak mau berhenti itu.


" Ya ampun! Siapakah orang yang gak ada kerjaan itu?" Sakinah jadi merasa tidak enak karena telah membuat Bi Warsih pun ikut terbangun. Gara-gara gangguan orang yang terus membunyikan belnya tanpa henti.


Bi Warsih yang baru saja bangun dari tidur. Dia pun kemudian membuka pintu apartemen dan melihat seorang laki-laki tampan berdiri di hadapannya sambil tersenyum melihat ke arahnya dan nyelonong masuk begitu saja.


Bi Warsih yang terkejut dan berniat untuk menghalangi Stanley yang masuk ke dalam apartemen mereka begitu saja tanpa izin darinya.


" Eh kamu siapa? Kenapa kau begitu lancang masuk ke apartemen orang lain tanpa izin?" tanya Bi Warsih merasa tidak senang.


Sakinah yang baru saja keluar dari kamarnya dia terkejut melihat Stanley yang saat ini sedang menatapnya dengan begitu takjub.


Sakinah yang menyadari ada seorang laki-laki, masuk ke dalam apartemennya. Dia pun langsung kembali masuk ke dalam kamarnya.


" Ya ampun! Mau ngapain Tuan Stanley malam-malam begini datang ke sini? Dari mana dia tahu alamatku?" begitu banyak pertanyaan di dalam hati Sakinah ketika dia tiba-tiba saja melihat mantan bosnya sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Tok tok tok


Terdengar pintu kamarnya yang diketuk dari luar.


" Non Sakinah, cepat keluarlah! Ini temanmu ingin bicara denganmu. Bibi ingin tidur karena sangat mengantuk sekali!" ucap Bi Warsih sambil duduk-duduk di depan Stanley yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya.


Sakinah yang merasa tidak enak kepada Bi Warsih. Dia pun kemudian menyambar jilbab instan miliknya. Kemudian Sakinah pun keluar menemui Stanley yang tampak begitu bahagia bertemu kembali dengan wanita pujaan hatinya. Setelah satu bulan lebih dia mencari Sakinah seperti orang gila.


" Apa kabarmu Sakinah? Kau pergi ke mana saja? Aku selalu mencarimu!" ucap Stanley dengan mata berbinar-binar ketika dia akhirnya berhadapan dengan Sakinah kembali setelah perpisahan yang benar-benar menyiksa dirinya lahir dan batin.


Benar! Kerinduan terhadap orang yang kita cintai adalah siksaan yang sangat berat yang sangat sulit untuk dilalui.


Selama ini Stanley selalu uring-uringan ketika dia berusaha mencari Sakinah tetapi tidak juga ketemu.


Sakinah sekarang sudah berubah 180 derajat dia sekarang bukan lagi wanita lemah yang tidak memiliki apapun.


Sakinah sekarang telah berubah menjadi wanita mandiri dan juga memiliki banyak harta kekayaan yang melimpah. Warisan dari sang nenek yang sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu yang ternyata adalah seorang Sultan di desanya. Nenek Sakinah memiliki perkebunan teh puluhan hektar dan juga pabrik teh yang sangat besar di desanya.


" Apa kabarmu Sakinah? Aku benar-benar sangat merindukanmu!" ucap Stanley to the point tanpa tedeng aling-aling.


Sakinah yang merasa kebingungan dengan pernyataan rindu dari Stanley hanya bisa menundukkan kepalanya.


Yah Stanley kembali dibuat gemas oleh wanita yang ada di hadapannya yang masih belum mau untuk menatap wajahnya secara langsung.


" Tolonglah Sakinah! Tataplah mataku walau hanya sebentar saja. Aku benar-benar sangat merindukanmu!" ucap Stanley sambil terus menatap Sakinah.

__ADS_1


Terlihat Sakinah yang menarik nafasnya dalam-dalam. Dia berusaha untuk menenangkan gejolak yang ada di dadanya saat ini. Ketika dirinya bertemu kembali dengan Stanley yang selama beberapa minggu belakang, sebelum dia kabur dari Reynladi. Stanley selalu saja mengganggu hidupnya dengan tingkah absurdnya yang sangat menjengkelkan.


Entah apa yang akan dilakukan oleh Sakinah kalau dia mengetahui bahwa Renaldi telah berencana untuk menjual dirinya kepada Stanley untuk membayar hutang judinya di kasino milik Stanley.


" Apa kau tahu suamimu sudah menipuku?" tanya Stanley dengan raut wajah seriusnya.


Mendengar pertanyaan Stanley, Sakinah menjadi bingung kemudian dia pun bertanya apa maksud Stanley mengatakan hal seperti itu.


" Cepat kau katakan maksud kedatanganmu anak muda! Karena kami ingin beristirahat. Lagi pula tidak pantas seorang laki-laki datang ke apartemen seorang perempuan single!" ucap di warsih sambil menatap tajam kepada Stanley yang terkejut mendengar perkataannya.


" Perempuan single? Apa maksudnya?" tanya Stanley bingung sekali.


Bi warsih kemudian menjelaskan kepada Stanley mengenai Sakinah yang saat ini sedang mengurus proses perceraiannya dengan sang suami. Hal itu benar-benar membuat Stanley sangat bahagia sekali. Karena akhirnya ada titik terang untuk dirinya bisa memperjuangkan cintanya untuk Sakinah.


" Apakah benar itu Sakinah kalau kau sudah mengurus perceraianmu dengan suami sampahmu itu?" tanya Stanley dengan wajah yang berbinar-binar.


Bi Warsih hanya bisa mengerutkan keningnya dan juga menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia merasa heran dengan sosok Stanley yang begitu tampan dan juga memiliki kharisma yang sangat besar. Di tengah malam begini, pria itu mendatangi kediaman mereka hanya untuk pertanyaan konyol seperti itu.


" Sudahlah anak muda sana kau pulang kalau kau tidak memiliki kepentingan apa-apa di sini!" usir Bi Warsih kepada Stanley yang langsung mengerutkan keningnya dan merasa tidak senang dengan kehadiran nenek tua yang sudah membuat mood-nya menjadi hancur seketika.


Apalagi tadi Stanley mendengar wanita tua itu memanggil Sakinah dengan panggilan Non. Bukankah itu artinya bahwa wanita tua itu adalah pembantu Sakinah? Lalu kenapa dia begitu lancang mengusir dirinya?


Akan tetapi Sakinah pun merasa bingung ketika dia melihat Stanley yang seperti hendak marah terhadap Bi Warsih tetapi kemudian di urungkan lagi.


" Aku sangat heran kenapa Sakinah seperti yang begitu menurut dengan wanita tua itu? Tampaknya status dia tidaklah sesederhana itu!' bathin Stanley sambil menatap tajam ke arah Bi Warsih yang saat ini sedang melotot ke arah dirinya.

__ADS_1


__ADS_2