Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
52. Usaha Stanley


__ADS_3

Setelah mereka bisa menemukan dan membuat sebuah strategi yang akan melumpuhkan kekuatan Robert yang hanya sekitar 40 orang. Dan sekarang mereka telah mengepung Pulau pribadi milik Stanley.


Bagian terpenting dari itu semua adalah Robert sudah menyandera Fic dan juga Sakinah. Hal itulah yang membuat Stanley menjadi tumpul otaknya dan tidak bisa berpikir secara objektif.


Pasukan inti dan juga pengawal bayangan terbaik telah dikerahkan oleh Stanley untuk menyelamatkan Sakinah dan Fic yang saat ini berada dalam genggaman Robert.


Hati Stanley menangis ketika dia mendapatkan rekaman dari anak buahnya yang saat ini sedang mengawasi segala sesuatu yang terjadi di dalam ruangan itu. Stanley merasa sedih melihat istrinya yang sekarang wajahnya bengkak karena terus ditampar oleh Starla.


Starla melampiaskan kecemburuan dan juga kemarahannya terhadap Sakinah dengan menampar dan juga menjambaknya. Bahkan Starla mempermalukan Sakinah dengan merenggut jilbab yang digunakan olehnya.


" Aku bersumpah aku akan menghabisi mereka semua yang ada di pulau itu yang sudah menyakiti hati istriku!" ucap Stanley menggeram sangat marah melihat keadaan istrinya saat ini.


" Tenanglah Tuan kami pasti akan berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan penerus organisasi kita!" ucap Mark dengan penuh keyakinan berusaha untuk membuat Stanley tenang dan tidak gusar lagi


" Ayo kita sekarang berkumpul semua dan bersiap-siaplah untuk menghadapi Perang besar untuk menyelamatkan penerus organisasi kita!" ucap Mark dengan penuh semangat yang dijadikan pemicu untuk semua anak buah yang sekarang mengikuti Stanley menuju Pulau pribadi dengan menggunakan beberapa buah helikopter yang sudah disiapkan.


" Mark. Kalau kau berhasil menyelamatkan istriku dan anakku. Aku berjanji akan memberikan sebuah klub malam untukmu yang ada di pusat kota yang bisa kau kelola bersama dengan anak buah yang ada di bawah komandomu. Aku akan membebaskan kamu dan semua anak buah kamu untuk menentukan hidup kalian sendiri!" janji di Stanley kepada Mark.


" Tuan kami melakukan misi penyelamatan ini adalah memang tanggung jawab Kami sebagai anak buah Anda. Bukan semata-mata karena menginginkan hadiah apapun dari Anda. Kami percaya bahwa Anda pasti akan memperjuangkan masa depan kami semua. Anda adalah pemimpin kami dan kami tidak akan pernah menghianati anda! Percayalah Tuan bahwa kami akan berjuang bersama dengan anda dan semua rekan yang lain, sampai titik darah penghabisan!" ucap Mark dengan penuh keyakinan sehingga membuat Stanley sampai terharu dan memeluknya dengan begitu erat.


Kemudian mereka pun langsung berangkat ke pulau pribadi dengan penuh persiapan dan kemantapan hati akan menenangkan pertempuran.


Hati Stanley yang berdebar sangat kencang benar-benar tidak mampu menanggung rasa Kehilangan istri tercinta. Dia tidak akan sanggup menerima itu.


Mark sangat tahu kalau Stanley sangat mencintai istrinya. Sejak kemarin Mark bahkan kesulitan untuk meminta Stanley walau hanya untuk sekedar makan maupun minum untuk kesehatannya.


Mungkin kalau tidak ditahan oleh Mark dan juga beberapa petinggi organisasi. Stanley pasti sudah melarikan diri dari kemarin untuk mendatangi Robert dan juga Starla untuk membebaskan istrinya dan Fic.

__ADS_1


Mark menjelaskan semuanya kepada Stanley bahwa mereka tidak bisa menghadapi Robert tanpa sebuah rencana matang. Kalau tidak itu semua hanyalah bunuh diri yang tak berguna. Oleh karena itu Stanley mendengarkan perkataan Mark.


" Aku tahu Mark. Apa yang diinginkan oleh Robert. Dia pasti menginginkan organisasi kita dan juga seluruh perusahaan milik keluargaku!" Stanley sambil menatap tajam ke arah Mark.


" Manusia serakah dan tidak tahu berterima kasih seperti Robert. Kami tidak akan sudi untuk mengikuti dia di dalam organisasi sebagai pemimpin. Dia pasti hanya ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa pernah berpikir tentang kehidupan kami. Tenanglah Tuan kami semua tidak akan pernah diam dan membiarkan cita-cita Robert terwujud. Kami akan berjuang bersama anda! Untuk organisasi dan juga pewaris kita!" ucap Steward yang merupakan ketua dari pengawal bayangan yang sangat dipercaya oleh Stanley karena kemampuan bertarungnya yang sangat luar biasa.


Begitu mereka memasuki pulau pribadi milik Stanley, mereka sudah waspada dengan semua yang akan terjadi. Mereka semua datang melalui tempat yang tidak dipantau oleh Robert dan sudah ditunggu oleh orang kepercayaan mereka yang sudah sampai duluan di sana dan menjadi informan untuk Stanley dan teman-teman yang lain.


Secara perlahan dan hati-hati mereka masuk ke dalam Mansion melalui pintu rahasia yang hanya diketahui oleh Stanley dan Fic.


Struktur bangunan pada Mansion di pulau itu sengaja di bangun oleh Stanley untuk perlindungan dan juga keselamatan seluruh keluarga dan organisasinya. Oleh karena itu Stanley sangat hafal dengan semua seluk beluknya. Hanya dalam waktu 1 jam, mereka berhasil masuk ke dalam mansion tanpa diketahui oleh anak buah Robert yang hanya para pasukan bayaran yang asing dengan mansion itu dan juga tidak terlatih untuk dapat menaklukan mansion.


" Tuan, mereka menyandra Nyonya Sakinah dan tuan Fic di ruang tamu. Mereka di sana sudah memasang bom di tubuh keduanya yang siap di ledakan kapan saja. Jadi kita tidak bisa gegabah untuk menyelamatkan mereka berdua!" ucap anak buah Stanley yang selalu melaporkan semua yang terjadi di Pulau itu kepada mereka.


" Kenapa kau tidak melaporkan dari kemarin tentang hal itu? Kalau tidak, kami pasti akan membawa ahli penjinak bom kemari!" ucap Mark kesal sekali kepada anak buahnya.


" Maafkan saya Tuan. Tapi bom itu baru dipasang sekitar 1 jam yang lalu oleh Robert. Karena dia sudah mulai mencium pergerakan pasukan kita." ucapnya sambil menundukkan kepala karena merasa takut melihat emosi Mark saat ini.


" Baiklah Maafkan saya Kejadian ini memang benar-benar membuat kita semua stress dan tertekan. Baiklah Ayo kita bergerak lagi untuk segera bisa menyelamatkannya sakinah dan Tuan teks kasihan Tuan Fic. Sekarang dia bahkan sudah sampai pingsan karena terus dihajar oleh Robert. Robert memerintahkan kepada Tuan Fic untuk menghubungi Tuan Stanley agar mau segera datang ke pulau ini dan membawa semua sertifikat perusahaan dan organsiasi. Tetapi Tuan Fic selalu menolak untuk melakukannya karena tidak mau terjadi apa-apa dengan Tuan Stanley."


Hati Stanley merasa miris dan juga terharu mendengarkan cerita itu. Stanley benar-benar merasa sangat berterima kasih dan salut dengan kekuatan dan kesetiaan seorang Fic terhadapnya dan juga organisasi mereka.


" Ayo Semangatlah semuanya kita harus menyelamatkan semua rekan-rekan kita!" mendengarkan teks yang bahkan sampai pingsan untuk setia kepadanya membuat Stanley kembali bersemangat dan dia sekarang mulai memimpin anak buahnya untuk melakukan penyergapan.


Satu persatu anak buah yang dipimpin oleh Robert telah mereka lumpuhkan dan mereka kurung di ruang bawah tanah yang ada di dalam Mansion yang tentu saja hanya Stanley yang mengetahui ruangan itu. Karena memang Stanley yang telah mendesain semua struktur bangunan yang ada di dalam Pulau pribadi miliknya.


Sekarang mereka tinggal membereskan Robert dan Starla yang saat ini sedang tidur di kamar mereka.

__ADS_1


Sekarang waktu memang sudah masuk tengah malam. Jadi suasana di Mansion itu benar-benar sudah sepi dan sunyi. Apalagi anak buah sudah ditaklukkan hampir 50% oleh pasukan Stanley.


Pasukan mereka dibagi menjadi empat bagian yang memiliki masing-masing tugas.


Pasukan pertama ditugaskan untuk dapat menaklukkan para anak buah dan mengurung mereka di ruang bawah tanah.


Pasukan kedua bertugas untuk membekuk Robert dan Starla dan mengurung mereka di ruang bawah tanah, pasukan ini dipimpin khusus oleh Mark.


Pasukan ketiga bertugas untuk mensterilkan ruang tamu dari semua pasukan yang akan membahayakan Sakinah dan Fic yang akan mereka selamatkan. Pasukan ini di pimpin langsung oleh Stanley.


Pasukan keempat bertugas untuk melindungi pasukan ketiga ketika mereka bergerak untuk menyelamatkan sakinah dan fix dari ruang tamu yang pastinya sudah dipasangi banyak jebakan oleh Robert. Pasukan ini dipimpin oleh Steward yang memang ahli bertarung dalam semua situasi dan kondisi.


Sekarang mereka sudah berhasil untuk melumpuhkan pasukan yang ada di ruang tamu dan Stanley pun bahkan sudah bisa membebaskan Sakinah dan Fic.


Saat Stanley hendak menyentuh Sakinah Sakinah langsung meminta kepada Stanley untuk mundur.


" Tolong menjauhlah! Jangan mendekat denganku. Karena di sekitar sini sudah ditanam bom oleh Robert yang apabila diinjak pasti akan langsung meledak!" ucap Sakinah dengan mata berkaca-kaca ketika dia melihat suaminya yang siap untuk menyelamatkan dirinya yang saat ini sudah kacau balau.


Mental Sakinah benar-benar sudah jatuh gara-gara Starla yang tadi hampir saja melemparkan Sakinah ke anak buah Robert untuk diperkosa beramai-ramai.


Bahkan Starla juga sudah merenggut paksa jilbab dari kepala Sakinah. Hal itu membuat Sakinah benar-benar shock hatinya. Karena semua orang yang ada di dalam ruangan itu sudah melihat dirinya tanpa menggunakan hijab. Bahkan pakaiannya pun beberapa sudah tercabik oleh Robert di beberapa bagian pribadi. Sakinah benar-benar sudah merasa terhina hidupnya sebagai seorang wanita dan sebagai seorang istri.


Hati Stanley benar-benar terhiris melihat keadaan istrinya saat ini dia bahkan sampai menangis tersedu-sedu. apalagi saat Stanley melihat teks yang saat ini sudah terkapar di dekat kaki Sakinah dengan luka lebam yang begitu banyak di sekujur tubuhnya.


" Di mana b******* itu menanam bomnya? Biar kami bisa menjinakkannya." ucap Stanley dengan suara tersekat di tenggorokan.


" Tepat di bawah kakiku di antara tubuhku dan Fic!" ucap Sakinah dengan suara serak.

__ADS_1


Sejak kemarin Sakinah tidak menangis. Karena pantang baginya untuk membuat Starla bahagia karena melihat kelemahan dan juga kesedihannya. Hal itulah yang membuat Starla menjadi menggila dan menghalalkan segala cara untuk membuat Sakinah merasa tersakiti hatinya.


" Tenang sayang. Kami akan segera menjinakkan bom itu. Kau duduklah dengan tenang di situ sayang!" ucap Stanley yang secara perlahan dan hati-hati kemudian mendekati tempat yang tadi dikatakan oleh Sakinah sebagai tempat bom yang telah ditanam oleh Robert.


__ADS_2