Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
117. Mimpi


__ADS_3

Fic terlihat sedang tidur namun wajahnya berkeringat sangat banyak sekali. Agnes yang kebetulan terbangun di tengah malam, karena hendak mengambil air minum. Agnes merasa keheranan melihat suaminya yang tidak biasanya mengalami hal seperti itu.


" Apa yang terjadi pada Fic? Kenapa dia berkeringat seperti itu dan sepertinya dia sedang mengalami sesuatu yang buruk di dalam tidurnya. Ada apa ini?" Agnes yang merasa tidak tega melihat Fic seperti itu, dia pun kemudian membangunkan Fic dengan mengguncangkan tubuhnya.


" Sayang, ada apa denganmu? Apa kau sakit?" tanya Agnes terus berusaha untuk membangunkan **** yang masih juga belum bergeming.


" Maafkan aku, Vivian. Maafkan aku! Hiks hiks," Agnes mengerutkan keningnya.


Fic memanggil nama Vivian di dalam tidurnya sambil menangis dan terus meminta maaf kepada Vivian dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya dengan deras.


Hati Agnes mencelos seketika. Tadi siang Agnes sudah mendapatkan kabar dari detektif yang dia perintahkan untuk mengawasi semua aktivitas Vivian di Swiss.


' Apakah saat ini Fic sedang bermimpi dan bertemu Vivian yang sudah meninggal?' batin Agnes yang mulai merasakan hatinya berkecamuk dan juga merasa cemburu.


" Fic, bangunlah! Apakah aku mimpi buruk?" Agnes masih terus berusaha untuk membangunkan suaminya.


Fic terperanjat dan menatap Agnes yang sedang menatapnya lekat dan terlihat begitu mengkhawatirkan dirinya.


" Oh Tuhan!! Aku tidak mengerti. Kenapa selama beberapa hari ini aku terus saja bermimpi tentang Vivian dan seorang anak bayi perempuan ya??" tanya Fic sambil melihat ke arah Agnes yang sedang menatapnya dengan prihatin.


Agnes bisa merasakan bahwa Fic sedang merasa bersalah dengan Vivian yang telah dia campakkan begitu saja tanpa perasaan.


" Apakah kau merindukan Vivian?" tanya Agnes dengan suara yang bergetar.


Fic menggelengkan kepalanya dengan tegas.


" Tidak sayang! Bukan begitu kejadiannya. Aku juga gak tahu. Kenapa selama beberapa hari ini, aku terus bermimpi tentang Vivian yang menggunakan gaun putih dan terus saja melambaikan tangan padaku. Seakan Vivian sedang mengatakan selamat tinggal padaku. Aku selama ini tidak pernah memikirkannya. Sungguh sayang!! Aku tidak pernah memikirkan tentang Vivian. Mimpi itu datang begitu saja!" Fic terlihat mulai terisak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


' Aku tidak akan mengatakan kepadamu kalau Vivian sudah meninggal. Biarlah Fic!! Hal itu akan menjadi hukuman terberat untukmu. Karena tidak mengetahui bahwa pelacur yang selalu kau pikirkan itu sekarang sudah tidak ada di dunia ini lagi!' bathin Agnes dengan perasaan berkecamuk di hatinya.


Hati wanita-wanata yang tidak akan merasakan kesakitan melihat suaminya yang tidur di sampingnya akan tetapi memikirkan wanita lain?? Agnes sudah mengetahui kalau anak hasil hubungan terlarang antara suaminya dan Vivian sudah terlahir dan sekarang dirawat oleh keluarga Kingford di Swiss.

__ADS_1


Raymond bersikeras akan merawat anak itu tak perduli dengan resiko apapun yang akan dia terima di masa yang akan datang.


" Aku akan mengambilkan air minum untuk kamu, sayang!" Agnes pun kemudian bangkit dan keluar dari kamar tersebut.


Di koridor kamar yang gelap. Terlihat Agnes yang sedang menangis tersedu mengetahui kalau suaminya masih memikirkan tentang Vivian yang sekarang sudah meninggal dunia.


" Ya Allah apakah apa yang saat ini sedang aku lakukan adalah sebuah kesalahan? Aku menutupi fakta meninggalkannya Vivian dari suamiku. Aku gak mau, kalau nanti suamiku mendoakan wanita itu di akhirat sana. Aku tidak rela kalau dia masih menyimpan setitik rasa untuk perempuan itu!" Agnes terus menangis dan berkata dengan lirih.


Suara tangis putranya yang berada di kamar bayi yang tidak jauh dari ruang keluarga yang telah mengembalikan kesadaran Agnes dari kesedihan yang seakan tiada berujung.


" Sayang kau bilang mau mengambilkan air minum untukku? Kenapa kau malah terduduk lesu di lantai begitu?" tanya Fic yang saat ini sedang berdiri di hadapan Agnes yang sedang menangis.


Agnes langsung menghapus air matanya dan berhadapan dengan Fic dengan senyum yang manis sehingga membuat Fic tidak menyadari kalau istrinya habis menangis.


Koridor itu memang gelap dan hanya ada satu lampu yang membuat tempat itu menjadi temaram. Membuat Fic tidak terlalu jelas melihat wajah Agnes saat ini.


" Tunggulah di kamarmu sayang. Aku akan mengambilkan air minum untukmu." Agnes kemudian bangkit dan bergegas hendak pergi ke dapur akan tetapi Fic langsung menghentikan langkahnya.


Agnes melihat bahwa pengasuh Mark tidak ada di kamarnya.


" Kemana dia? Benar-benar teledor sekali! Kenapa dia meninggalkan Putraku begitu saja sih? Bukankah aku menggaji dia untuk mengurus putraku 24 jam? Apa ini? Dia meninggalkan buat aku begitu saja?" Agnes terlihat begitu kram setelah mengetahui bahwa pengasuh putranya ternyata tidak ada di kamarnya.


" Kemana wanita dungu itu?" tanya Agnes yang menggendong Mark dan berusaha untuk menghentikan tangisnya.


Agnes kemudian memberikan ASI untuk Mark. Setelah putranya sudah tenang dan tidak menangis lagi. Agnes pun kemudian keluar dari kamar putranya dan berniat untuk mencari pengasuh Mark.


" Sayang, mana Mark? Apakah dia sudah tidak menangis lagi?" Tanya Fic yang keluar dari dapur dan membawa segelas air minum.


" Ya sayang. Mark sudah tidur lagi. Sebentar aku akan mencari pengasuh Mark dulu. Bisa-bisanya dia meninggalkanmu aku sendirian di dalam kamar!" Agnes terlihat begitu geram ketika dia meninggalkan ruangan putranya.


Agnes pergi ke bagian belakang rumah utama. Di mana kamar para pembantu dan sopir serta security ada di sana.

__ADS_1


" Kemana dia?? Awas aja kalau dia sedang asyik ngerumpi dengan yang lain. Aku pasti akan langsung marahin dia!" Agnes terus melangkah dengan lebar dan kesal di hatinya.


Kekesalannya terhadap Fic yang memikirkan Vivian dalam tidurnya telah hilang menguap entah ke mana sekarang tergantikan oleh emosinya terhadap baby sister putranya yang begitu tega meninggalkan Mark tengah malam sendirian di kamarnya.


" Oh, sayang!! Kamu ko hebat bangat sih?"


Deg


Agnes benar-benar terkejut mendengarkan suara baby sisternya yang saat ini sedang merancau keenakan di kamar sopirnya.


" Kurang ajar!! Mereka menggunakan rumahku untuk tempat berzinah!" Agnes kemudian langsung menggedor pintu kamar sopirnya dengan sangat tidak sabar.


Kedua pasangan zinah itu pun kaget bukan kepalang mendengar suara gebrakan pintu yang begitu keras dan tidak sabaran.


" Aduh Oji!! Siapa itu yang menggebrak pintu kamarmu begitu barbar?" tanya Meli yang sedang berada di atas tubuh Oji dan sedang main kuda lumping bersama Oji.


" Siapa ya? Perasaan aku tidak pernah mempunyai tamu di malam hari!" sopir yang bernama Oji itu pun menyuruh Meli turun. Dia kemudian bangkit dan berniat mau membuka pintu kamarnya.


" Siapa sih nih tengah malam begini? Ya ampun!! Mengganggu orang yang sedang enak-enak saja? Meli cepat pakai bajumu dulu dan kau sana bersembunyilah di tempat aman. Jangan sampai ada orang yang melihatmu ada di sini!" Meli terlihat misuh-misuh karena apa yang dia lakukan bersama dengan Oji terganggu padahal lagi enak-enaknya tadi.


" Nggak ada kerjaan banget sih itu orang mengganggu orang lain saja!" rutuk Meli kesal sekali yang kemudian pergi dari kamar Oji melalui jendela kamarnya.


Akan tetapi Melly sangat terkejut sekali ketika dia keluar dari jendela, ternyata Agnes sudah melihatnya sambil melotot kepadanya.


" Apa yang kau lakukan di sini Melly? Kurang ajar!! Kalian aku suruh tinggal di sini untuk bekerja dengan baik. Bukan untuk berzina begitu! Kamu Oji!! Apa kamu tidak pernah memikirkan istrimu di kampung huh? Dan kamu Melly!! Apa kamu tidak memikirkan calon suamimu yang pasti akan kecewa dengan kelakuanmu yang begini!" Agnes benar-benar sangat murkah melihat kelakuan mereka semua yang sangat minus.


Fic yang merasa penasaran dengan keributan yang ada di Rumah Belakang dia pun kemudian menyusul Agnes ke sana.


" Ada sayang? Malam-malam kamu marah begitu?" tanya Fic sambil mengerutkan keningnya.


Agnes menghela nafas berat. " Tidak apa-apa sayang. Aku hanya sedang mengurus sedikit masalah di sini! Kau tidur saja dulu!" ucap Agnes sambil tersenyum kepada Fic yang merasa heran melihat Mely dan Oji yang amat berantakan penampilan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2