
Robert kemudian menghubungi Stanley. Mengajak untuk bertemu untuk membahas tentang masalah yang ada di dalam organisasi Mereka.
" Maafkan aku Robert. Aku saat ini sedang sibuk sekali. Saat ini istriku sedang tidak bisa aku tinggalkan. Aku percayakan semua urusan organisasi pada kamu!" ucap Stanley menolak keinginan Robert untuk bertemu dengan dirinya.
" Bagaimana bisa seperti itu? Tuan, kau adalah bos besar di organisasi kita. Tidak mungkin aku melangkahhimu untuk menyelesaikan urusan dalam organisasi. Aku sungguh tidak berani untuk mengambil keputusan besar di dalam organisasi tanpa harus berdiskusi dulu denganmu!" ucap Robert terus berusaha untuk membujuk Stanley agar mau bertemu dengannya.
Stanley melirik sekilas kepada Sakinah yang saat ini sedang tidur di atas ranjang. Istrinya tampak begitu lelah setelah tadi terus muntah gara-gara kumat lagi penyakit ga bisa mencium aroma Stanley.
" Baiklah sebentar lagi aku akan menemuimu kau tunggulah!" ucap Stanley akhirnya menyerah juga dengan bujukan Robert.
Stanley kemudian menghubungi kepala Bodyguard yang selama ini selalu dia tugaskan untuk menjaga Sakinah ketika tidak bersama dengannya.
" Tolong kalian jaga istriku baik-baik. Jangan biarkan ada hal yang buruk kepadanya!" pesan Stanley ketika dia hendak berangkat untuk memenuhi undangan Robert.
Kepala pengawal yang kemarin ikut dalam rapat yang sudah dipersiapkan oleh Robert untuk menjebak Stanley. Dia tampak ingin memberitahukan kepada bos besarnya tentang bencana yang sedang menunggu bos besarnya yang selama ini baik kepadanya.
" Bos! Bisakah beri waktu saya sebentar?Saya ingin berbicara dengan anda. Ada hal yang sangat penting yang ingin saya bicarakan pada Anda!" ucapnya terlihat tampak ragu-ragu.
" Aku temui Robert dulu. Kau jagalah istriku baik-baik. Kau harus ingat! Kalau ada sesuatu yang mencurigakan langsung hubungi aku!" ucap Stanley sambil menepuk bahu anak buahnya sambil melangkahkan kaki menuju basement apartemen.
Kepala bodyguard hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam sambil menatap kepergian Stanley yang tidak bisa dia cegah.
" Aku harus memanggil teman-teman yang setia kepada Tuan Stanley untuk berjaga di penthouse ini. Agar bisa menyelamatkan Nyonya Sakinah. Tuan Stanley nantu bisa menggila kalau sampai dia kehilangan istrinya yang sedang hamil!" kepala Bodyguard kemudian memanggil Semua teman-teman yang dia bisa jangkau untuk ikut bersamanya menjaga nyonya besar mereka yang saat ini sedang ditargetkan oleh Robert dalam rangka memancing Stanley untuk mau menyerahkan kepemimpinan organisasi kepada Robert.
__ADS_1
Kepala pengawal tidak mengetahui kalau selama ini Stanley sudah mengawasi semua gerak-gerik Robert. Tadi dia sengaja memanggil kepala pengawal itu ke penthouse untuk menjaga istrinya, hanya untuk mengetes tingkat kesetiaan pengawalnya itu. Sementara Stanley sudah menyiagakan pasukan bayangan untuk menjaga istrinya dan dirinya sendiri.
Pasukan bayangan itu adalah pasukan yang dimiliki oleh Stanley tanpa sepengetahuan organisasi. Mereka adalah pasukan-pasukan inti yang sudah dilatih sendiri oleh Stanley untuk menjadi pasukan kelas elit yang akan selalu menyelamatkan organisasi di saat keadaan genting.
Pasukan bayangan itu berjumlah sampai 100 orang. Sekarang masing-masing dari mereka telah dibagi menjadi dua bagian. 30 orang mengikuti Stanley dan 70 orang lagi telah dia siagakan untuk menjaga istrinya yang sedang ditargetkan oleh Robert untuk diculik.
" Ingatlah kalian semua harus selalu bersiaga. Anak-anak buah yang berada di dalam kepemimpinan kepala pengawalku, terus perhatikan! Di antara mereka siapakah yang setia terhadap kita. Bagi mereka yang terduga memiliki sifat khianat, bantai saja sampai habis! Kita tidak butuh anak buah yang bercabang hatinya dan ingin mencelakai ku sebagai pemimpin mereka!" perintah Stanley kepada kepala pengawal bayangan yang sudah bersiaga sejak tadi di sekitar penthouse milik Stanley yang di tempati oleh Sakinah yang masih sakit karena hamil muda.
Sementara itu Stanley melanjutkan perjalanannya untuk bertemu dengan Robert. Di cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari markas besar organisasi mereka.
Sekarang Stanley sedang berhadapan dengan Robert yang sejak tadi terus tersenyum kepadanya. Stanley terus menatap asisten pribadinya yang sebenarnya selama ini selalu dia percaya untuk mewakilinya ketika dia berhalangan untuk hadir di rapat kantor maupun organisasi mereka.
" Cepatlah katakan apa yang kau butuhkan. Karena aku tidak bisa untuk berlama-lama meninggalkan Istriku yang sedang sakit!" ucap Stanley seakan-akan tidak tahu tentang niat busuk Robert terhadap dirinya maupun terhadap istrinya.
" Tenanglah Bos. Kau jangan terlalu terburu-buru. Toh selama ini kita juga sudah lama tidak minum-minum seperti ini bukan? Sejak anda mempunyai seorang istri anda lebih suka menghabiskan waktu anda bersamanya." ucap Robert sambil meringis di hadapan Stanley.
Brak!!!
dengan emosi Stanley pun kemudian menggebrak meja sehingga semua orang yang ada di dalam kafe itu pun menetap Stanley dengan keheranan.
" Cepat katakan apa yang kau butuhkan dari aku, brengsek! Jangan membuang-buang waktuku!" ucap Stanley benar-benar sudah kehabisan kesabaran melihat robot yang sejak tadi hanya tersenyum kepadanya seperti yang melecehkannya.
Kalau orang yang tidak tahu pasti mengira bahwa orang-orang yang berada di cafe itu adalah pengunjung-pengunjung biasa.
__ADS_1
Akan tetapi kalau mereka melihat pistol yang menyembul di balik jas yang mereka kenakan, pasti akan mengetahui bahwa mereka adalah mafia-mafia kelas kakap yang berada di bawah komando Stanley dan Robert. Mereka semua saat ini sudah bersiap untuk segera melakukan perang tanding dalam perebutan kekuasaan di dalam organisasi.
" Sabarlah bos besarku tersayang. Baiklah! Silahkan diminum dulu minuman yang sudah saya sediakan untuk anda!" ucap Robert dengan senyum menyebalkannya yang benar-benar membuat Stanley sangat jengah dan kesal setengah mati.
Stanley yang sudah kehabisan kata-kata. Setelah tadi dia mendapat sinyal dari pengawal bayangan yang saat ini menjaga istrinya bahwa puisi mereka sudah selesai dan sakinah sudah berada dalam keadaan aman. Stanley yang tidak mampu lagi untuk bersandiwara di hadapan Robert. Dia pun langsung mengambil minuman yang tadi disuguhkan oleh Robert kepadanya. Kemudian Stanley langsung menyiramkannya ke wajah Robert yang masih saja tersenyum mengejeknya.
" Sungguh lancang! Kau berani tersenyum seperti itu padaku huh? Aku adalah bos besar di organisasi ini dan kau jangan pernah bermimpi untuk bisa merebutnya dariku!" ucap Stanley dengan mata berapi-api yang membuat robot hanya bisa tertawa saja.
Robert sepertinya belum menerima kabar kekalahan dari anak buahnya yang telah dia kerahkan untuk menculik Sakinah sehingga sampai sekarang dia masih begitu percaya diri untuk menentang Stanley.
" Kau masih saja sombong dan arogan! Aku ingin tahu kalau kau kehilangan istrimu. Apakah kau masih bisa memperlihatkan kesombonganmu itu?" tanya Robert masih dengan senyum tengilnya yang membuat Stanley benar-benar kehabisan kesabaran.
Stanley kemudian memerintahkan kepada pengawal bayangan yang tadi dia bawa untuk segera meringkus Robert dan juga anak buahnya yang telah berkhianat kepada organisasinya.
Robert yang awalnya begitu percaya diri dia hanya tertawa meremehkan Stanley.
Akan tetapi Robert terkejut ketika melihat ke sekeliling. Anak buahnya sudah dikepung oleh pengawal bayangan yang dibawa oleh Stanley dan mereka yang sekarang sudah berhasil mengamankan Sakinah juga sudah bergabung dengan mereka di cafe itu membantu bos besar mereka.
Pengawal bayangan yang dimiliki oleh Stanley adalah orang-orang pilihan dan merupakan pasukan elit pilih tanding.
Satu orang pengawal bayangan setara dengan 20 orang pengawal biasa. Oleh karena itu Stanley benar-benar di atas angin. Walaupun pengawal yang dibawa oleh Robert lebih dari yang dimilikinya. Karena ternyata di dalam organisasi sudah benar-benar rapuh dan banyak yang membelot hanya gara-gara Stanley yang lebih memperhatikan istrinya daripada anak buahnya.
" Sungguh lancang kalian semua! Kalian berani menghianatiku dan juga organisasi kita yang sudah berumur ratusan tahun lamanya, hanya demi membela manusia tak berguna serta dia? Kasian sekali kalian!" ucap Stanley sambil mengibaskan kedua telapak tangannya saat tadi habis menampar Robert yang benar-benar telah membuat dia emosi.
__ADS_1
Robert yang saat ini masih merasa shock dengan apa yang terjadi. Dia pun akhirnya menyerah dan mengaku kalah terhadap Stanley dan juga anak buahnya.
Akan tetapi Stanley yang sudah mengetahui akal busuk seorang Robert. Dia tidak terpengaruh sama sekali dengan akting buruk seorang Robert. Stanley yang buru-buru harus sampai ke penthouse untuk melihat keadaan istrinya dia langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk langsung meringkus semua pengawal yang dibawa oleh Robert untuk menyerangnya tadi.