Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
112. Bahagia


__ADS_3

Agnes saat ini sudah kembali lagi ke Jakarta bersama dengan Fic. Vivian yang sudah tidak pernah mengganggu Mereka lagi dan sudah diberikan jaminan oleh Stanley bahwa Vivian selamanya tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga keduanya lagi.


Fic merasa lega karena akhirnya kehidupan rumah tangganya bisa kembali normal seperti dulu lagi. " Alhamdulillah akhirnya semuanya bisa seperti dulu lagi. Terima kasih Tuan karena anda sudah mau mengusahaka semua ini. Saya berjanji bahwa saya tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi dan akan fokus dengan istri dan anak saya!" Fic terlihat begitu serius ketika dia berbicara dengan Stanley yang saat ini sedang melakukan pesta barbeque di taman mansion milik Fic untuk merayakan kembalinya mereka ke Jakarta.


Sakinah dan Stanley terlihat bahagia karena anak mereka ternyata sangat menyukai kehadiran putra dari Fic.


" Sepertinya mereka akan menjadi generasi kedua yang akan saling melindungi satu sama lain!" ucap Fic ketika melihat Sean dan Mark yang asik bermain ala bayi di dalam box mereka.


" Semoga saja persaudaraan dan juga kebersamaan keluarga kita tidak akan berakhir hanya sampai di sini. Akan ada banyak hari bulan dan tahun yang akan dilewati oleh keluarga kita dalam kebahagiaan!" ucap Stanley dengan penuh kebahagiaan.


" Nanti kalau Bos punya anak perempuan. Akan ku suruh untuk menikah dengan Mark!" Ucap Fic yang tersenyum kepada Stanley.


" Kalau anakmu perempuan, boleh juga untuk menikah dengan Sean." Stanley tertawa tetapi Sakinah terlihat cemberut kepadanya.


" Kalian begitu asik membicarakan tentang anak. Apa kalian tahu bagaimana penderitaan seorang wanita saat hamil dan melahirkan?" tanya Sakinah sambil melotot ke arah Stanley yang auto kehabisan kata-kata.


" Benar!! Aku bahkan sampai saat ini masih merasakan sakitnya dan begitu melelahkanya mengandung selama 9 bulan. Dan kalian di sini sedang berbicara asyik untuk mempunyai anak lagi? Hadeuh! Coba saja hamil itu bisa dititipkan sama kalian dari kalian bisa tahu seperti apa itu mengandung anak." ucap Agnes yang juga merasakan hal yang sama seperti Sakinah rasakan saat ini.


Apalagi Agnes yang ketika hamil harus menanggung derita dengan mengetahui suaminya berselingkuh di luar sana. Sungguh sebuah penderitaan double yang sangat dia rasakan selama mengandung Mark.


Akan tetapi demi anaknya Agnes berusaha untuk bertahan dan bersabar untuk menerima ujian pernikahan mereka berdua. Agnes tidak mau berperilaku bodoh dengan bersedia mengorbankan pernikahannya hanya untuk memberikan kehidupan untuk anak wanita lain yang telah berusaha untuk merebut suaminya dengan tipuan murahan.


Agnes sudah bertekad bahwa dia akan berusaha memperjuangkan pernikahannya selama Fic masih memiliki setitik Cinta untuknya dan masih mau berjuang untuk mempertahankan rumah tangga mereka.


Apalagi selama ini Agnes sudah melihat bagaimana perjuangan Fic untuk bisa terlepas dari Vivian. Fic bahkan sampai meminta bantuan kepada Stanley selaku Bos besarnya hanya untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

__ADS_1


Agnes merasa terharu dengan usaha yang dilakukan oleh Fic yang bahkan sampai rela meninggalkan pekerjaannya dan semua bisnisnya di Jakarta dan mengikutinya ke kampung halaman ibunya demi bersembunyi dari Vivian yang selalu menteror dan mengganggunya.


" Kami kan hanya berbicara seandainya. Tidak menyuruh kalian untuk segera hamil. Ya kan Fic?" Stanley berusaha mencari pembelaan dari asistennya.


" Benar kami hanya sedang berkhayal saja. Bagaimana kalau kami suatu saat nanti akan mempunyai anak perempuan." ujar Fic menimpali apa yang dikatakan oleh Stanley.


Agnez dan Sakinah hanya tersenyum kecut melihat kekompakan suami mereka yang tidak pernah bisa dikalahkan oleh siapapun.


" Kalian begitu kompak dalam segala hal. Aku hanya berharap semoga kalian tidak akan saling melindungi satu sama lain ketika melakukan kesalahan di luar sana." ucap Sakinah yang auto membuat Stanley dan Fic tersedak saliva mereka sendiri.


Sakinah tahu bahwa dirinya telah menyentuh Sisi sensitif dari mereka berdua.


" Sudahlah! Ayo kita berpesta dan bergembira untuk kembalinya kami ke Jakarta!" Agnes akhirnya menghentikan semua perdebatan yang sudah mulai membuat suasana menjadi panas di taman milik Fic.


Mereka pun akhirnya melupakan segala perdebatan yang sejak tadi membuat mereka menjadi tidak bisa menikmati acara yang sudah disiapkan oleh Agnes.


Karena saat ini Stanley sedang melakukan itu yaitu melindungi kesalahan Fic yang telah berselingkuh dari Agnes.


" Sayang aku akan bermain dengan sendiri," Stanley berpamitan kepada Sakinah yang saat ini sedang memasak daging panggang bersama dengan Agnes.


" Aku juga, akan bermain dengan Mark!" Fic tidak mau kalah dengan bos besarnya yang segera lari untuk mengejar Stanley.


Fic segera mengangkat tubuh putranya yang baru berusia sekitar 2 bulan untuk bermain bersama dengan Stanley dan Sean yang saat ini berada di kolam renang.


" Ayo Fic, turunlah kemari! Kau ajaklah Mark untuk belajar berenang!" Stanley berusaha untuk membujuk Fic yang saat ini sedang menggendong Mark bersamanya.

__ADS_1


" Noo!! Putraku masih kecil Bos!! Dia belum layak untuk masuk ke dalam kolam renang dan aku pun tidak percaya diri untuk bisa memegangnya dan mengajari Dia berenang!" Fic menolak ajakan Stanley untuk mengajarkan putranya berenang pada usia dini.


" Ah, ok lah!! Gak masalah!" Stanley kemudahan mulai fokus pada Sean untuk kembali belajar lagi bersamanya.


Sean sudah berusia hampir 1 tahun, jadi dia sudah bisa untuk di ajarkan berenang ala bayi. Dengan sangat hati-hati dan telaten Stanley mengajarkan putranya untuk berenang.


" Kau adalah penerusku dan juga pewarisku. Sean Craig!! Kau harus unggul dalam segala hal!" ucap Stanley di telinga anaknya.


Fic hanya tersenyum melihat kelakuan Bos besarnya yang selalu saja ingin menjadi yang terbaik di atas yang terbaik. Jadi Fic tidak heran kalau Stanley akan mendidik anaknya untuk menjadi pribadi super power di masa yang akan datang.


Fic merasa bahagia karena saat ini dirinya sedang memeluk putranya dan menciumnya dengan begitu gemas. Putranya sangat tampan seperti dirinya ketika dulu masih kecil.


Sementara itu Agnes dan Sakinah yang saat ini sedang memperhatikan suami mereka berdua yang sedang bermain dengan Putra Mereka terlihat pembicaraan yang serius.


" Apakah Nyonya tahu kalau Fic pernah bersama dengan wanita lain?" tanya Agnes pada Sakinah. Sakinah terkejut mendengar pertanyaan Agnes kepadanya.


" Ya ampun Agnes. Kita sudah tidak menjadi atasan dan bawahan lagi. Panggilah namaku saja. Rasanya jauh lebih nyaman!" Sakinah tersenyum kepada Agnes yang langsung menggelengkan kepalanya.


" Tidak apa-apa. Karena aku sudah terbiasa memanggilmu Nyonya. Lagi pula suamiku adalah pegawai ataupun asisten dari tuan Stanley!" Agnes tersenyum kepada Sakinah.


" Jawablah Nyonya apakah anda tahu kalau suamiku pernah berselingkuh?" Agnes masih menuntut jawaban dari Sakinah.


Sakinah kesulitan menelan salivanya sendiri mendapatkan temanan yang benar-benar tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.


" Dari mana kau mengetahui tentang hal itu?" tanya Sakinah sambil menatap tajam kepada Agnes yang begitu sendu tatapan matanya.

__ADS_1


" Pada saat suamiku pulang dari perjalanan kapal pesiar itu. Aku menemukan lipstik di kemeja suamiku." Sakinah benar-benar terkejut mendengarnya.


__ADS_2