Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
31. Ampunan?


__ADS_3

Robert yang menyadari bahwa saat ini keamanannya sedang tidak terjamin. Dia pun kemudian meminta ampun kepada Stanley dengan cara bersujud di kakinya dan meminta pengampunan kepada Stanley yang selama ini selalu baik kepadanya dan menuruti semua kemauannya.


" Enyah kau dari hadapanku! Kau memiliki niat untuk memisahkanku dengan istriku. Aku tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi! Berani-beraninya kau memiliki nafsu liar untuk menguasai organisasi yang susah payah dibangun oleh keluargaku!" ucap Stanley sambil menghajar wajah Robert sampai babak belur.


" Buang sampah ini dari hadapanku dan jangan biarkan dia muncul lagi di organisasi kita. Mulai hari ini dan untuk selamanya. Aku menghapus dia sebagai asistenku maupun anggota dari organisasi kita!" ucap Stanley dengan amarah yang memuncak di hatinya.


Tidak ada kemarahan yang lebih besar daripada perbuatan Robert yang berniat ingin memisahkan dirinya bersama dengan Sakinah. Sang istri yang saat ini sedang hamil anaknya yang pertama.


" Aku bisa mengampuni kejahatanmu yang lainnya. Kecuali niat busukmu untuk bisa memisahkanku dengan istriku yang kucintai. Kau benar-benar sangat lancang!" ucap Stanley sambil memberikan pukulan terakhir untuk Robert sampai akhirnya Robert jatuh pingsan karena sudah tidak tahan lagi dengan siksaan fisik yang terus diterimanya sejak tadi yang diberikan terus-menerus oleh Stanley dan beberapa anak buahnya yang lain.


Setelah menyelesaikan urusan dengan Robert dan juga anak buahnya yang bersikap khianat kepadanya. Stanley langsung pergi menuju penthouse di mana sekarang Sakinah sudah di amankan oleh pengawal bayangannya.


Stanley langsung melajukan kendaraannya menuju penthouse dan dia langsung berlari menuju unitnya. Si mana saat ini Sakinah sedang ketakutan karena tadi beberapa orang anak buah Robert hendak membawa pergi dari penthouse.


Sakinah langsung berlari ke dalam pelukan Stanley begitu melihat suaminya datang.


" Aku mohon jangan tinggalin aku lagi kau tidak tahu bahwa tadi beberapa penjahat hendak membunuhku!" ucap Sakinah dengan air mata yang berderai di pipinya membuat Stanley merasa geram betul-betul kepada Robert yang sangat lancang sekali ingin membunuh istrinya.


" Tenanglah Sayang. Sudah ada aku disini. Aku akan menjamin keselamatanmu dengan jiwa dan ragaku. Aku sudah menghukum otak dari penjahat yang hendak melukaimu!" ucap Stanley sambil memeluk sakinah dan mencium keningnya berusaha agar istrinya bisa tenang dan tidak gemetar lagi.

__ADS_1


Sakinah yang tadi mengalami hari terberat dalam hidupnya. Setelah dia berusaha sangat keras untuk membebaskan diri dari para penjahat yang begitu bernafsu untuk melukainya. Bahkan tadi ada salah satu orang anak buah Robert yang mau memperkosanya.


Sakinah terus menangis di dalam pelukan Stanley tubuhnya sampai sekarang masih gemetar dan terus terisak.


" Baiklah kau Istirahatlah dulu. Aku akan mengambilkan obat untukmu, agar kau bisa lebih tenang lagi. Apakah Aku perlu untuk memanggilkan dokter buatmu Sayang?" tanya Stanley kepada Sakinah yang menggelengkan kepalanya. Karena dia saat ini hanya ingin berada di dalam pelukan Stanley. Dia merasa aman berada di dalam pelukan laki-laki itu.


" Baiklah aku akan bersamamu di sini sayang. Maafkan aku sayang yang sudah memberikan hari terburuk seperti ini kepadamu!" Stanley benar-benar merasa bersalah karena sudah membuat Sakinah ketakutan.


Setelah Sakinah tertidur. Stanley langsung menuju ke ruangan di mana anak buah Robert saat ini sudah diikat dan dikurung di sana oleh para pengawal bayangannya dan juga kepala pengawal yang tadi telah menunjukkan kesetiaan kepadanya dengan bertarung mati-matian melawan para pengawal yang dikirimkan oleh Robert untuk menculik Sakinah.


Semua yang terjadi di dalam penthouse itu langsung tersambung ke dalam ponsel Stanley. Jadi Dia melihat semua yang dilakukan oleh Kepala pengawal dan juga anak buahnya yang telah menolong Sakinah dari para penjahat sebelum pada akhirnya anak buah Stanley datang untuk membantu.


Aksi heroik kepala pengawal dan juga anak buahnya sudah terekam dengan jelas dan sudah dilihat sendiri oleh Stanley. Oleh karena itu Stanley mengampuni dan memberikan kesempatan kedua kepadanya dengan cara memberikan hukuman kepada para anak buah Robert yang mempunyai niat memberontak kepadanya.


" Berikan pukulan sekedarnya saja hanya untuk peringatan supaya mereka tidak mengulangi perbuatan jahat mereka terhadap organisasi kita. lalu biarkan mereka kembali ke rumahnya masing-masing Jangan sampai ada yang bertindak berlebihan dan merusak nama baik organisasi kita di depan umum!" pesan Stanley kepada anak buahnya yang bersiap untuk memberikan eksekusi kepada mereka.


Mendengarkan perintah Stanley untuk tidak perlu membunuh mereka. Para pengawal dan anak buah Robertpun merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Stanley yang sudah mau berbaik hati melepaskan Mereka pada keluarga mereka.


" Kalian harus berterima kasih kepada Istriku. Kalau bukan karena istriku yang memohon ampunan untuk kalian kalian pasti sekarang sudah masuk ke dalam kuburan semuanya!" dusta Stanley hanya untuk membuat anak buahnya mengetahui betapa Dia sangat mencintai sakinah dan sang istri adalah wanita yang berhati mulia.

__ADS_1


" Tolong ampuni kami Bos. Kami hanya dipengaruhi oleh Tuan Robert untuk berkhianat kepada anda. Dia mengatakan asalkan kami bisa menyingkirkan Nyonya Sakinah maka anda akan kembali fokus kepada organisasi dan memperdulikan Kami anak buah anda! Kami tidak ada niat lain selain ingin mengembalikan Anda kepada kami, karena kami benar-benar merindukan Anda Bos, merindukan sepak terjang anda di organisasi seperti dulu!" ucap salah satu anak buahnya yang sudah jadi anak buahnya lebih dari 10 tahun.


" Apa kalian menginginkan organisasi kita tidak memiliki penerus?" tanya Stanley geram.


" Bukan begitu maksud kami Bos. Hanya saja Anda sejak punya istri. Jadi tidak peduli lagi pada organisasi kita. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Tuan Robert kepada kami!" ucap pria lainnya sambil menundukkan kepala karena ketakutan.


" Kalian benar-benar orang dungu yang bisa dimanfaatkan oleh robot yang sedang merencanakan penghianatan dan merebut organisasi dari tanganku!" semua anak buah yang saat ini sedang berlutut di hadapan Stanley tampak terkejut mendengarkan perkataannya.


" Robert sudah lama sekali merencanakan ingin merebut organisasi ini dari tanganku. Tetapi dia masih belum berani untuk unjuk gigi. Dia mengambil kesempatan ketika aku sibuk bersama dengan istriku untuk memulai menancapkan giginya di dalam organisasi dan meracuni otak bodoh kalian untuk menolongnya mewujudkan Impian dia menjadi pemimpin kalian!" ucap Stanley sambil duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu masih damai sentosa wajahnya.


" Aku masih mendiamkan semua sepak terjangnya yang liar dan tidak memperdulikan semua kejahatan dia di organisasi kita. Itu hanya pancingan untuk membuat dia membuka kedoknya sendiri di hadapanku dan semua anggota organisasi kita. Sehingga aku bisa menyingkirkannya tanpa harus banyak susah payah!" ucap Stanley lagi sambil menatap anak buahnya yang sepertinya memang hanya terpengaruh saja oleh bujukan Robert yang jahat.


" Kami benar-benar tidak tahu kalau dia memiliki niat jahat seperti itu. Bos tolong maafkan kami. Kami berjanji akan setia kepadamu dan tidak akan lagi mendengarkan bisikan orang-orang jahat yang berniat merebut kekuasaan anda!" ucap anak buah Stanley sambil menundukan kepalanya.


" Kalian pikirkanlah! Apakah kalian menginginkan agar organisasi ini tidak memiliki penerus? Aku sengaja menikah dan memiliki anak, agar suatu saat kalau sampai terjadi apa-apa denganku, maka organisasi kita tidak akan limbung karena kehilangan seorang pemimpin. Apa kalian mengerti yang aku maksudkan? Seharusnya kalian melindungi istriku dan juga calon anakku. Karena mereka adalah orang-orang yang berharga di organisasi ini. Mereka yang akan memberikan masa depan untuk organisasi kita suatu saat nanti!" ucap Stanley meyakinkan anak buahnya semua untuk mengerti sikap apa yang saat ini sedang dia lakukan. Bukan semata-mata tidak perduli dengan organisasi mereka.


" Yang aku lakukan saat ini. Justru karena aku sangat peduli dengan organisasi karena aku sangat mencintai organisasi ini!" ucapnya lagi.


" Sebuah organisasi ketika tidak punya penerus maka pasti akan kesulitan untuk regenerasi. Maka akan sangat mudah bagi musuh. Untuk memanfaatkan situasi seperti itu ketika tiba-tiba aku menghilang ataupun meninggalkan dunia ini! Sekarang kalian paham kan?" tanya Stanley dengan wajah serius dan menatap satu persatu wajah-wajah penuh penyesalan anak buahnya yang kemarin sempat memberontak dan berniat untuk menculik Sakinah sesuai instruksi dari Robert.

__ADS_1


" Kami sekarang mengerti apa yang anda lakukan. Bos tolong ampunilah kami. Kami berjanji akan mengabdikan hidup kami untuk penerus Bos dan menjaga istri anda dari semua penjahat yang ingin mencelakainya!" ucap mereka gaduh sehingga membuat Stanley malah jadi kesal dan pusing.


" Baiklah karena ini baru pertama kali kalian berkhianat dan juga bukan karena murni keinginan kalian aku memaafkan perbuatan kalian kali ini. tetapi gantinya kalian harus selalu melindungi istri dan anakku dari setiap orang jahat yang ingin mencelakai mereka. Apa kalian mampu?" tanya Stanley sambil menatap satu persatu wajah mereka yang begitu penuh dengan penyesalan atas perbuatan salah mereka mengikuti perkataan Robert yang ternyata hanya memanfaatkan mereka saja.


__ADS_2