Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
111. Harus bagaimana??


__ADS_3

Vivian seketika menghangat hatinya saat dia mendengar apa yang dikatakan oleh Raymond. Vivian tahu bahwa sahabatnya itu sejak dulu sudah menyimpan perasaan yang tidak biasa untuk dirinya.


" Aku tahu pengorbananmu untukku begitu besar, Raymond. Kau bahkan sampai harus membohongi kedua orang tuamu hanya agar mereka membiarkanmu menikahiku!" Vivian bermonolog dengan dirinya sendiri.


Perasaan Vivian saat ini benar-benar sedih dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.


" Aku harus meluruskan semuanya Kasihan Raymond kalau harus ditekan terus oleh kedua orang tuanya untuk kesalahan yang tidak dia lakukan," Vivian kemudian memberanikan dirinya untuk keluar kamar dan menemui mereka bertiga yang terlihat sedang ada mulut dan adu argumen.


" Aku akan bercerai dengan Raymond setelah aku melahirkan nanti. Jadi kalian tidak usah khawatir kalau Raymond akan mengurus anak yang bukan darah dagingnya. Aku juga tidak akan membiarkan Raymond untuk mengurus anakku yang bukan darah dagingnya. Maafkan aku karena sudah membuat ketidaknyamanan ini!" Vivian kemudian masuk kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan yang berkecamuk.


Raymond merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Vivian.


" Tidak Vivian sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu! Mama dan papa sebaiknya tidak usah ikut campur kehidupan pribadiku. Aku sudah dewasa dan aku tahu mana yang terbaik untukku!" Raymond kemudian mengejar Vivian masuk ke dalam kamar mereka.


Raymond merasa terhiris hatinya melihat Vivian yang mulai menangis tersedu.


" Maafkan kedua orang tuaku Vivian mereka tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu mereka hanya terkejut saja mendengar apa yang sedang terjadi saat ini," Raymond duduk di samping Vivian kemudian dia menggenggam telapak tangan Vivian yang sampai saat ini masih menangis karena sedih.


" Percayalah Vivian setelah anakmu lahir, kedua orang tuaku pasti akan semakin mencintaimu!" Raymond terus membesarkan hati Vivian agar tidak patah arang dan semangat.


Vivian hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia tahu semua itu adalah harapan kosong yang tidak akan pernah terbukti.

__ADS_1


Hati orang tua mana yang akan rela melihat putranya menghabiskan waktu untuk mengurus anak orang lain?


Sekarang kedua orang tua Raymond pasti berpikir bahwa dirinya adalah wanita yang tidak baik. Bahkan sampai menggoda suami orang lain sehingga hamil seperti sekarang.


" Turutilah nasihat kedua orang tuamu Raymond. Aku yakin sekali. Di luar sana masih banyak gadis yang lebih baik dariku. Gadis yang lebih segalanya dariku. Aku yakin kau bisa mencintai salah satu diantara mereka. Kau tidak usah menghabiskan waktu dan hidupmu untuk wanita jahat seperti aku! Huhuhuhu!" Vivian menangis semakin kencang karena memikirkan kehidupannya ke depan pasti tidak akan mudah lagi.


Raja dan Tiara adalah orang-orang penting di dunia bisnis. Vivian sadar mencari masalah dengan mereka hanyalah bunuh diri dan tidak akan memberikan dampak positif apapun kepada dirinya.


" Dengarkan aku Vivian! Aku tidak pernah merasa mengorbankan diri untuk bisa bersamamu untuk bisa menikahimu. Semua itu kulakukan atas nama cintaku kepadamu." Raymond berusaha untuk meyakinkan Vivian bahwa dirinya benar-benar tulus dan tidak mau kehilangan Vivian sebagai istrinya.


Mendengar semua yang dikatakan oleh Raymond malah membuat Vivian semakin sedih saja rasanya.


Untuk beberapa saat lamanya mereka berdoa terhanyut oleh suasana yang mengharu biru.


" Setelah kau melahirkan. Nanti kita akan ulang Ijab kabulnya dan kau akan menjadi istriku secara utuh. Aku mohon Vivian. Terimalah tawaranku ini. Aku yakin orang tuaku tidak akan menentangnya asal kau juga mencintaiku!" Raymond terlihat menahan sesuatu yang selalu bergejolak di dalam dirinya setiap kali berdekatan dengan Vivian.


Akan tetapi karena Vivian saat ini sedang mengandung anak orang lain. Raymond tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sebagai seorang suami. Setidaknya sampai Vivian melahirkan dan mereka akan mengucapkan ijab kabul kembali untuk membuat status pernikahan mereka menjadi jelas.


Vivian merasa ragu. Apakah benar kedua orang tua Remon maka menerimanya sebagai menantu mereka. Setelah dia melahirkan anak milik Fic yang Bahkan tidak pernah bertanya tentang keadaannya ataupun keberadaannya sekarang.


Fic bahkan menghindarinya seperti virus yang mematikan.

__ADS_1


Vivian tahu bahwa selama ini dia telah menjalani kehidupan yang salah dan dia benar-benar menyesali hal itu.


Vivian ingin sekali bertaubat dan tidak mau mengulanginya lagi. Vivian ingin menjalani kehidupan yang baik dan merawat anaknya dengan tenang tanpa harus mengganggu rumah tangga Fic dan Agnes.


" Baiklah! Aku akan setuju kalau misalkan kedua orang tuamu juga menginginkan hal tersebut. Kalau tidak lebih baik kita bercerai saja Raymond. Aku tidak mau mengundang kehidupan yang penuh dengan drama dan derai air mata karena pernikahan yang tidak direstui oleh kedua orang tua suamiku!" Vivian benar-benar serius dengan apa yang dia katakan dan Raymond tahu bahwa wanitanya tidak pernah main-main dengan apa yang dia katakan.


Tiba-tiba saja pintu kamar mereka terbuka dari luar dan terlihat Raja dan Tiara masuk ke dalamnya.


" Setelah kamu melahirkan lakukanlah Ijab qabul kembali. Anakmu nanti akan kami yang urus dan kalian berdua bisa menjalani kehidupan sebagai suami istri tanpa harus merasa terganggu dengan anakmu dari laki-laki lain. Kau jangan khawatir Vivian kami pasti akan mengurusnya dengan baik dan menganggapnya sebagai cucu kami sendiri!" Tiara langsung menegaskan semua hal yang akan dia lakukan ketika melihat Vivian yang hendak menyela ucapannya.


" Benar Vivian. Nanti setelah anakmu sudah bisa berpisah denganmu karena sudah tidak perlu ASI lagi. Kami akan mengambilnya dan mengurusnya di mansion kami. Kalian berdua lanjutkanlah kehidupan kalian tanpa memusingkan tentang kehidupan dia." Raja ikut nimbrung dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.


Vivian sebenarnya hendak protes dengan apa yang dikatakan oleh kedua mertuanya tetapi Raymond langsung menyentuh telapak tangannya dan menggelengkan kepalanya pada Vivian.


" Baik Pah kami berdua setuju dengan pengaturan yang akan kita lakukan," Raymond kemudian menyuruh Vivian untuk beristirahat karena dia melihat wajah Vivian yang begitu pucat karena menangis terus sejak tadi.


Tiara terlihat mendekati Raja. " Pah sebaiknya Biarkan saja dulu mereka memikirkan apa yang akan diambil untuk langkah selanjutnya. Kita sebagai orang tua hanya bisa memberikan semangat dan juga dorongan serta dukungan untuk mereka agar tidak salah melangkah di dalam kehidupan mereka!" Tiara kemudian mendekati Vivian dan memeluknya dengan erat.


" Kami sangat menyayangimu Vivian dan juga sudah menganggap anak yang kamu kandung sebagai cucu kami. Tidak ada tendensi yang buruk ataupun kebencian di dalam hati kami. Semua yang kami lakukan adalah untuk kebaikan kalian berdua kedepannya!" Tiara berusaha untuk meyakinkan Vivian bahwa semuanya akan baik-baik saja selama mereka percaya satu sama lain.


Vivian kemudian menganggukan kepala dan menyetujui apapun yang akan dilakukan oleh kedua orang tua Raymond demi kebaikan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2