
" Dan kau yang akan berada di dalam posisi Fic sekarang?" tanya Sakinah yang tiba-tiba merasakan kecemburuan terhadap suaminya.
" Ayolah sayang kau jangan menghukumku semacam itu! Bukan begitu maksudku, kau tahu kalau aku tidak akan pernah melakukan hal begitu. Bagiku Vivian adalah masa lalu yang sudah selesai dan aku tidak pernah menengok dia sedikitpun." Stanley berusaha untuk meraih tangan Sakinah Tetapi istrinya yang saat ini sedang ngambek langsung menepisnya begitu saja.
Selama beberapa hari ini Sakinah memang sudah merasa kesal terhadap Stanley yang terlalu disibukkan dengan masalah Vivian dan Agnes. Sebenarnya Sakinah sangat merindukan suaminya.
Melihat suaminya yang lebih sibuk mengurus perempuan lain benar-benar membuat hatinya sangat sakit dan pedih sehingga membuat dia menjadi begitu sensitif.
" Ayolah sayang aku mohon! Kau Jangan melakukan hal seperti ini. Aku tidak sanggup melihatmu marah!" Stanley terus berusaha mengejar istrinya yang sejak tadi terus menghindar dan menepis semua usahanya untuk mendekati sang istri.
" Kau itu memiliki sekretaris dan asisten yang handal. Kau juga memiliki anak buah ratusan bahkan ribuan. Apakah harus kau sendiri yang mengurus masalah mereka? Apakah itu pantas?" sengit Sakinah sambil menatap suaminya yang sejak tadi terus saja tidak juga mengerti kemarahannya.
Stanley berusaha untuk mencerna isi dari semua unek-unek sang istri dan akhirnya dia menarik kesimpulan.
" Baiklah sayang mulai besok aku akan mendelegasikan kepada anak buahku untuk mengurus semua masalah Fic dan Vivian. Tapi tolong untuk kau bisa merahasia akan masalah mereka dari Agnes karena aku tidak mau kalau rumah tangga mereka jadi terganggu gara-gara masalah ini!" Sakinah semakin geram dengan ucapan Stanley.
" Lihatlah kau bahkan tidak mempercayai istrimu sendiri. Apakah Kau pikir aku termasuk orang yang seperti itu yang suka ikut campur urusan orang lain?" Sakinah menjadi semakin marah kepada Stanley yang sudah berani menuduhnya semacam itu.
__ADS_1
Stanley semakin pusing dibuatnya karena sang istri yang sangat sensitif dan sangat sulit untuk diberi pengertian.
Dalam hidup Stanley. Sakinah adalah prioritas utamanya. Saat ini dia sedang membantu Fic karena dia takut kalau asistennya itu akan down ketika kehilangan Agnes dan juga calon anaknya yang sebentar lagi akan melahirkan.
Bisa dikatakan bisnis, organisasi dan juga masalah kehidupan Stanley hampir 80% bergantung kepada Fic sehingga Stanley tidak bisa membiarkan begitu saja masalah pribadi Fic yang pasti akan berimbas besar kepada perkembangan organisasi maupun perusahaannya.
" Sudahlah kau urus saja mereka. Biar aku dan Putraku pergi kembali ke kampung halaman ibuku. Sehingga kau bisa bebas melakukan apapun yang kau mau. Lagi pula, untuk apa juga kami berada di sini kalau hanya harus melihatmu sibuk mengurus masalah orang lain?" tanya Sakinah yang kesal luar biasa.
" Fic bukan orang lain sayang dia adalah saudaraku asistenku orang kepercayaanku dia adalah segalanya untukku!" Stanley begitu frustasi karena Sakinah mulai menjadikan Fic sebagai objek kecemburuannya.
Sakinah kemudian masuk ke dalam kamarnya dan membereskan barang-barang Sean yang akan dia bawa ke kampung halamannya yang sudah hampir 4 bulan lebih ditinggalkan olehnya sejak dia mengikuti Stanley.
Stanley begitu terkejut melihat apa yang dilakukan istrinya saat ini dia tidak mengangkat kalau ternyata ucapannya yang hanya keluar begitu saja telah melukai hati istrinya begitu dalam.
" Sayang tolong kau jangan melakukan hal seperti ini. Tolong sayang. Bukan begitu maksudku!" Stanley benar-benar frustasi dia sampai bersujud di bawah kaki Sakinah untuk membuat sang istri mengurungkan niatnya untuk pergi darinya.
Bukankah tidak lucu? Ketika dia berusaha untuk menyelamatkan rumah tangga Fic dan Agnes, dia malah menenggelamkan kapalnya sendiri. Stanley sadar bahwa selama ini dia telah bersikap sangat bodoh karena tidak mempedulikan istrinya dan lebih sibuk dan fokus untuk menolong Fic yang telah melakukan kesalahan kepada Agnes.
__ADS_1
" Percayalah padaku sayang! Mulai sekarang aku tidak akan ikut campur lagi dengan urusan Fic ataupun semua anak buahku. Aku hanya akan memikirkan keluarga kita dan memikirkan kamu seorang sayang! Ayolah sayang! Please!! Apa kau benar-benar tega membiarkan aku sendirian di sini?" Stanley berusaha untuk memeluk Sakinah dan memasukan semua baju-baju yang tadi dimasukkan ke dalam koper.
Sakinah berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengamuk jujur hampir selama satu bulan dia sudah menahan diri untuk tidak marah saat ini dia melakukan itu karena sudah tidak tahan luar biasa melihat suaminya yang lebih fokus dan sibuk mengurusi rumah tangga orang lain. Walaupun dia sadar Fic bukanlah orang lain dalam kategori yang sebenarnya.
Sakinah sangat tahu bahwa Fic adalah saudara Adik dan juga orang kepercayaan suaminya.
Yang membuat Sakinah benar-benar tidak tahan adalah karena apa yang dilakukan Stanley sudah benar-benar kelewatan dan sudah tidak bisa ditolerir lagi.
" Ayolah sayang aku mohon jangan lakukan ini! Berikan kesempatan pada poor men ini! Please!! aku janji padamu akan berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakanmu dan tidak membuatmu kecewa lagi!" Stanley berusaha sekuat tenaga untuk bisa menggenggam telapak tangan Sakinah yang sejak tadi terus ditepis oleh Sakinah.
Sakinah bisa melihat kesungguhan hati suaminya yang benar-benar meminta maaf dan berjanji akan berubah.
" Apa benar kalau kau berjanji tidak akan mengulangi kejadian semacam ini lagi? Apalagi kalau sampai bertemu dengan mantan tunanganmu itu secara pibadi hanya untuk mengurus masalah Fic. Sayang, hal itu benar-benar sangat menyakitkan untukku! Apa kau tidak bisa untuk menjaga perasaanku sebagai istrimu? Apa kau bisa menempatkan aku sebagai prioritas utamamu?" tanya Sakinah yang benar-benar merasa pusing melihat sang suami yang begitu baik hati sehingga melupakan untuk mencintainya.
" Aku janji sayangku! Aku tidak akan pernah mengulangi semua itu lagi. Mulai sekarang semua masalah anak buahku yang butuh bantuan aku, akan aku delegasikan kepada anak buahku yang kompetent dengan masalah itu kalaupun aku memang harus mengurusnya!" Sakinah merasa lega karena suaminya mau melakukan itu demi menjaga rumah tangga mereka agar tetap aman dan tidak berada dalam bahaya.
" Maafkan aku sayang. Maafkan aku. Kalau kau menganggap aku bersikap berlebihan seperti ini. Aku hanya merasa tidak nyaman melihatmu setiap hari selalu stress kelelahan dan bahkan tidak mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat. aku Sedih melihatmu setiap hari selalu kelelahan dan tampak mengantuk karena sibuk mengurusi masalah Fic dan juga mantan tunanganmu itu!" Sakinah jadi marah lagi karena masalah yang tadi sudah selesai.
__ADS_1