
Agnes langsung menepis pikiran jahat yang ada di dalam kepalanya.
' Mereka sudah benar-benar baik kepadaku dan juga keluargaku. Bahkan Tuan Stanley selalu mengusahakan yang terbaik untuk melindungi keluargaku bersama suamiku yang hampir karam karena suamiku yang tidak sanggup menahan godaan di luar sana.' bathin Agnes yang langsung menepis pikiran cemburu dan iri atas kebahagiaan Stanley dan Sakinah saat ini.
Mereka bertiga pun kemudian langsung bangkit dan mendekati Fic yang sejak tadi berusaha keras untuk membakar barbeque yang akan mereka santap.
" Fic!! Sudah, kau tinggalkanlah dulu. Ayo kita makan saja. Aku sudah sangat lapar!" Teriak Stanley kepada Fic yang auto mendekat ke arah mereka.
Ketika Fic hendak mencium pipi Agnes dia malah menghindarinya. " Makanlah Sayang aku yakin kau lapar kan?" ucap Agnes yang kemudian menyibukkan dirinya dengan mengambil makanan untuk Fic dan untuk dirinya sendiri.
Agar mereka bisa makan dengan tenang, Agnes dan Sakinah kemudian memanggil baby sister anak mereka.
Sekarang kedua bocah tampan itu sedang bermain dengan Baby Sister mereka di bagian dalam rumah yang ada mansion milik Fic.
Sementara mereka berempat tampak begitu gembira menikmati barbeque.
Sesekali terlihat Agnes yang melirik ke arah Stanley. Entah kenapa beberapa waktu ini Agnes selalu merasa bahwa Stanley begitu sempurna dan dia selalu mencuri pandang kepada atasan suaminya.
Mungkin perasaan dikhianati dan disakiti oleh suaminya secara tidak sadar telah mengendap di dalam hati Agnes sehingga akhirnya berakumulasi dan menjadi sebuah dendam di hatinya kepada Fic tanpa dia sadari.
Sakinah merasakan ada perubahan di dalam sikap Agnes terhadap suaminya. Akan tetapi Sakinah selalu berusaha untuk berpikir positif dan tidak pernah berpikir macam-macam terhadap orang lain.
Bagi Sakinah yang penting adalah suaminya tidak melayani para wanita yang tergila-gila kepadanya. Sakinah benar-benar menyadari resiko memiliki seorang suami tampan seperti Stanley yang memiliki fans bejibun di mana-mana.
Selama ini Sakinah telah menjadi korban para wanita yang menggilai suaminya. Bahkan dia pernah kehilangan Putra pertama mereka masih ada di dalam kandungannya karena kegilaan mereka yang mencintai Stanley tapi tak terbalas oleh sang suami tercinta.
Setelah selesai acara Barbeque dan juga pesta kecil-kecilan hanya di antara mereka. Stanley dan Sakinah berpamitan untuk kembali ke rumah mereka sendiri.
" Terima kasih atas undangan kalian berdua. Semoga kehidupan rumah tangga kalian akan semakin sempurna dan selalu dikaruniai kebahagiaan," doa Sakinah ketika mereka berdua berpamitan kepada Fic dan Agnes.
Stanley langsung menghindar ketika dia melihat Agnes yang hendak mencium pipinya sebagai tanda perpisahan untuk mereka pada malam ini.
" Sayang sini aku gendong Sean!" Stanley langsung berlari kepada Sakinah yang tadi menggendong putranya yang saat ini sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Baby sister Sean saat ini Sedang membereskan mainan milik Sean yang tadi maksa di bawa oleh Sean karena mainan kesayangannya.
Sean sangat manja dan sangat disayangi oleh kedua orang tuanya.
Sean dengan segala fasilitas lux yang diberikan oleh ayahnya benar-benar telah membuat dia sebagai bayi amazing.
" Ayo kita pulang Tuan semuanya sudah beres," ucap Baby Sister yang sekarang sudah berada di dalam mobil.
Baby Sister duduk di bagian depan bersama dengan sopir. Sementara Sakinah dan Stanley duduk di bagian belakang bersama dengan Sean yang sedang tertidur pulas.
Mereka pun kemudian kembali ke mansion milik Keluarga Craig yang super mewah dan selalu dijaga super ketat oleh para Bodyguard profesional yang dipekerjakan oleh Stanley.
Empat mobil limosin yang mengiringi mereka sekarang berjalan beriringan mengawal mobil yang digunakan oleh Stanley dan sakinah untuk kembali ke mansion mereka.
Agnes hanya menatap sendu kepergian mereka dari rumahnya.
" Kau baik-baik saja?" tanya Fic melihat perubahan wajah istrinya yang seperti tidak bahagia.
" Sepertinya kita berdua perlu berbicara dengan sangat serius." Agnes menepis lengan Fic kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kamar putranya.
Fic meraup wajahnya dengan kasar. Saat ini dia tahu dan sadar bahwa saat ini rumah tangganya tidak baik-baik saja.
" Aku yakin kalau tadi melihat Agnes yang terus memperhatikan Tuan Stanley. Aku jelas-jelas melihat tadi Agnes yang hendak menciumnya. Tetapi Tuan Stanley yang menolaknya. Mungkin karena itu Agnes sekarang menjadi tidak senang?" tanya Fic kepada dirinya sendiri.
Fic tahu kesalahan yang pernah dia lakukan telah memberikan luka yang begitu dalam kepada istrinya yang tercinta.
" Apa yang terjadi di dalam rumah tangga kami ya Allah?? Aku kira keindahan yang terlihat adalah sebuah kenyataan. Ternyata hanya sebuah Fatamorgana yang dibangun dalam Kepalsuan semata," Fic kemudian memilih untuk pergi ke mini bar yang ada di dapurnya.
Terlihat Fic yang saat ini sedang menghabiskan beberapa botol wine yang ada di dalam sana.
Agnes yang melihat suaminya saat ini sedang sibuk dengan minuman beralkohol kemudian bergabung juga.
" Mark sudah tidur?" tanya Fic sambil mendekati Agnes.
__ADS_1
Akan tetapi Agnes langsung bangkit dengan membawa sebotol wine dan meninggalkan Fic sendirian di sana.
Fic yang sudah tidak tahan lagi dengan semua sandiwara yang ada di depan matanya yang di lakukan oleh Agnes, sontak memecahkan botol kosong yang ada di dekatnya.
" Cukup semua ini!! Mau berapa lama kau akan menghukumku? Apakah bisa kita tetap mempertahankan rumah tangga kita dan kebahagiaan kita tanpa harus melihat ke belakang lagi?" tanya Fic dengan air mata yang meleleh di kelopak matanya.
Tampaknya Fic sudah mulai mabuk dan mulai kehilangan kesadarannya sendiri.
Para pembantu yang bekerja di Mansion itu langsung menghindar dan menjauhi majikan mereka. Karena mereka tidak mau menjadi bagian dari pertengkaran yang sebentar lagi akan pecah di antara keduanya.
" Kenapa kau harus memperlakukanku seperti ini?? Bukankah Kalau kau marah akan lebih baik Kalau kau memukul ataupun mencaci maki ku? Kenapa kau memilih untuk berpura-pura bahagia di hadapan semua orang dan bersikap dingin ketika bersamaku?" tanya Fic yang saat ini sedang mengungkapkan perasaannya terhadap sang istri.
Terlihat Agnes yang juga menangis terhisak. Agnes ingin sekali mempertahankan kebahagiaan mereka sebagai suami istri. Akan tetapi terkadang rasa sakit itu terlalu besar untuk bisa dia tahan sendiri ketika dia menyadari bahwa suaminya telah berselingkuh di belakang sana.
Apalagi tadi siang Agnes mendapatkan kabar dari orang suruhannya Bahwa saat ini Vivian sedang mengandung anak suaminya. Agnes hampir gila saat mendengar hal itu.
" Aku ingin kita bercerai!" Bagai terkena petir di siang hari, Fic benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya.
Fic mendekati Agnes. Dia tahu saat ini hati istrinya sedang terluka atas perbuatannya di masa lalu.
" Aku mohon maafkanlah apa yang sudah kulakukan di masa lalu. Selama ini kita berdua sudah berhasil melewatinya. Kenapa sekarang kau malah memilih untuk menghempaskan segalanya?" tanya Fic saya akan tidak percaya dengan yang dia dengar dari mulut istrinya sendiri.
Agnes sendiri saat ini sedang mabuk jadi dia pun tidak menyadari apa yang dia katakan.
Apa itu hanyalah emosi sesaat yang sedang dirasakan oleh Agnes karena merasa telah dikhianati oleh sang suami apalagi sekarang wanita itu sedang hamil anak suaminya.
Hati wanita manakah yang tidak akan merasa sakit dan terluka? Sekuat apapun Agnes mencoba untuk bertahan tetapi rasanya dia semakin goyah dan semakin tercabik-cabik. Kebahagiaan dan senyum yang susah payah dia bangun akhirnya harus runtuh juga saat mendengar kabar tentang kehamilan Vivian dari detektif yang diperintahkan untuk menyelidiki wanita yang berselingkuh dengan suaminya di kapal pesiar waktu itu.
Akhirnya mereka berdua pun menangis satu sama lain. Karena mereka yang mabuk, akhirnya mereka malah berakhir di atas ranjang dan bercinta dengan begitu seru untuk malas mempiaskan kemarahan dan juga emosi di hati keduanya karena rasa cemburu yang sama-sama menguasai hati mereka atas pasangan mereka masing-masing.
Fic juga merasakan kecemburuan terhadap Agnes yang ternyata menyimpan rasa untuk Stanley. Setelah selesai bercinta terlihat keduanya tampak menangis dalam pelukan masing-masing. " Kenapa kita tidak bisa berbahagia bersama? Saling mengobati luka masing-masing?" tanya Fic dalam Isak tangisnya yang begitu manghiris hati.
" Aku tidak mau menjadi ban serep kamu!" ucap Fic yang menyadari bahwa istrinya memang jatuh cinta kepada bos besarnya yang memiliki segalanya.
__ADS_1