
Setelah mengantarkan Stanley dan Fic ke ruangan untuk beristirahat. Agnes tampak mendekati Sakinah.
" Nyonya aku rasa ada sesuatu yang aneh di antara mereka berdua!" ucap Agnes sambil duduk di hadapan Sakinah yang menatapnya dengan heran.
" Aneh bagaimana menurutmu?" tanya Sakinah merasa penasaran dengan Agnes.
Agnes terlihat berpikir kemudian dia menerawang kembali apa yang dia rasakan ketika dia bersalaman dengan Fic yang sedang menyamar.
" Entahlah Nyonya. Saya merasa seperti sedang berhadapan dengan Fic saat bersalaman dengan Albert. Anda kenal dia kan? Dia adalah saingan saya di perusahaan untuk menjadi asisten Tuan Stanley. Saya tidak tahu kenapa saya selalu kalah untuk melawan dia setiap kali ada kompetisi pemilihan asisten baru di perusahaan!" ucap Agnes tampak begitu kesal ketika membicarakan tentang Fic.
Sakinah tampak memikirkan apa yang dikatakan oleh Agnes tentang tamu mereka siang ini.
" Entahlah Agnes. Aku tidak tahu. Tapi yang jelas, aku pun merasakan sesuatu yang aneh terhadap Tuan James! Tatapan matanya benar-benar terasa begitu familiar bagiku!" ucap Sakinah seperti menerawang kembali apa yang tadi dilihat dari Stanley.
Tiba-tiba saja jantung Sakinah seakan berdebar sangat kencang. apalagi saat tadi memeluknya ketika dia hampir saja jatuh.
' Apakah benar laki-laki itu adalah Stanley? Tapi bagaimana bisa?' bathin Sakinah merasa ragu dan bimbang dengan pemikirannya sendiri.
Sakinah melihat ke arah Agnes yang saat ini sedang memperhatikan ruangan yang ditempati oleh James dan Albert.
" Apa kau yakin kau merasa bahwa Tuan Albert adalah Fic?" tanya Sakinah ingin mengkonfirmasi kepada Agnes tentang perasaannya terhadap tamu mereka.
Agnes kemudian memperlihatkan CCTV yang ada di ruangan rapat kepada Sakinah.
" Lihatlah Nyonya aku sangat menghafal gerakan itu. Gerakan itu selalu dilakukan oleh Fic ketika dia sedang gugup!" ucap Agnes ketika melihat Albert yang saat itu sedang menyentuh hidungnya.
Walaupun penampilan mereka berdua telah dirubah. Akan tetapi sifat dasar maupun kebiasaan hidup mereka sudah membuat Sakinah maupun Agnes yang sudah mengenal mereka dengan baik tidak bisa dikelabui begitu saja.
" Baiklah Agnes mari kita melakukan tes random untuk mengetes. Apakah benar mereka adalah orang yang kita kenal!" pecah Sakinah sambil tersenyum kepada asistennya yang dia kenal sebagai gadis yang sangat pintar dan cerdas.
__ADS_1
Terlihat Agnes yang sedang berpikir.
" Nyonya. Bukankah anda tahu kalau Tuan Stanley adalah seorang tipe yang sangat posesif? Sepertinya kita bisa memancing reaksinya ketika melihat anda dekat dengan laki-laki lain!" ucap Agnes sambil tersenyum ke arah Sakinah.
Tetapi Sakinah langsung menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ide Agnes.
" Maafkan aku Agnes Aku tidak mau bermain-main seperti itu! Aku tidak ingin mempermainkan hati suamiku yang nantinya malah menjadi jengkel dan marah denganku! Apalagi ketika aku meninggalkan Mansionnya aku dalam keadaan hamil. Tetapi dia tidak mengetahuinya. Jangan-jangan nanti setelah berpikir bahwa aku hamil anak orang lain! Aku tidak mau merusak pernikahanku dengan permainan seperti itu!" ucap Sakinah menerangkan semuanya kepada Agnes.
Agnes terlihat kembali berfikir berusaha untuk mendapatkan sebuah ide yang akan bisa memancing kedua laki-laki yang saat ini sedang mengerjai mereka.
" Baiklah Nyonya Sakinah. Aku yang akan menggunakan laki-laki lain untuk memancing Fic mau menunjukkan batang hidungnya di hadapan kita!" terlihat Agnes yang tersenyum begitu bahagia ketika dia membayangkan Fic yang pasti akan terkejut dengan aksinya nanti.
Sakinah seperti merasa bingung akan tetapi dia tidak bisa memberikan ide yang lain kepada asistennya untuk bisa membuat kedua tamunya menunjukkan identitas yang sesungguhnya kepada mereka.
" Aku Serahkan semuanya padamu!" ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Agnes.
" Tenanglah Nyonya Saya pasti akan membuat mereka membuka kedoknya di hadapan kita! Ih apaan sih? masa ketemu sama istri sendiri pakai acara menyamar seperti itu? Memangnya mereka pikir kita ini bodoh?" tanya Agnes merasa kesal.
Agnes tampak begitu gugup mendengarkan pertanyaan tersebut dari Sakinah.
" Bukan Nyonya. Maksudnya Anda. Bukankah Anda adalah istri dari Tuan Stanley?" tanya Agnes dengan terlihat begitu gugup.
Sakinah yang memang tidak pernah berpikir buruk terhadap orang lain dia hanya menganggukkan kepala dan kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
" Lakukanlah apapun yang akan kau lakukan untuk memancing mereka berdua agar mau menunjukkan identitas yang sesungguhnya. Aku akan melanjutkan pekerjaan karena Setelah dzuhur kita akan kembali bertemu dengan mereka dan membahas kerjasama Kita!" ucap Sakinah kepada Agnes yang kemudian berpamitan kepadanya.
Setelah Agnes keluar dari ruangannya terlihat Sakinah yang kembali melihat CCTV yang tadi direkam di ruangan meeting.
Entah kenapa Sakinah pun merasa bahwa dia kenal dengan laki-laki yang bernama James walaupun dengan penampilan baru tetapi A
__ADS_1
Aura dan juga aroma tubuh Stanley tidak bisa berbohong.
" Apakah benar itu adalah kau yang datang kemari untuk menemuiku dan anak kita?" monolog Sakinah sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
Tampak mata Sakinah yang berkabut karena memikirkan tentang Stanley yang kemungkinan besar saat ini sedang berada di ruangan istirahat yang sudah disediakan oleh mereka untuk tamunya.
" Ya Allah Apa yang kau lakukan? Kenapa kau harus datang lagi kemari? Aku kira kau sudah melupakanku. Karena aku tidak pernah melihatmu mencariku ataupun mencoba menghubungiku," monolog Sakinah sambil menatap foto Stanley dan dirinya di ponsel.
Saat ini Sakinah sedang membuka aplikasi whatsapp-nya dan dia melihat Stanley pun sedang online di sana.
Akan tetapi dua pasangan itu yang sebenarnya saling mencintai dan saling merindukan tidak ada satupun yang mengirimkan pesan untuk masing-masing.
Baik Stanley maupun syakinah sama-sama menunggu salah satu diantara mereka mengirimkan pesan duluan.
Karena lelah menunggu. Sakinah akhirnya memilih untuk meletakkan kembali ponselnya dan memberikan tubuhnya di sofa yang ada di ruangannya.
Setelah kehamilannya sekarang Sakinah selalu merasakan lelah dan mengantuk.
" Ah kenapa aku jadi ngantuk gini ya?" monolog Sakinah sambil menguap.
Tanpa disadari Sakinah ternyata sudah mulai terlelap dalam tidurnya dan dia tidak mengetahui ketika Stanley masuk ke dalam ruangannya untuk merayakan. Apakah pertemuan mereka sudah bisa dimulai atau tidak. Karena dirinya merasa sudah cukup untuk beristirahat bersama dengan Fic.
Stanley terkesiap melihat Sakinah yang saat ini sedang membaringkan tubuhnya dengan miring sambil mengelus perutnya yang buncit. Mata Stanley mulai berkabut melihat istrinya yang begitu dekat, tetapi tidak bisa dia sentuh ataupun dia cium seperti biasanya ketika dulu mereka selalu bersama. Entahlah! Stanley merasa ada jurang pemisah yang begitu lebar di antara keduanya.
" Sayang kenapa aku harus melakukan ini terhadap kita berdua? Apa kau tahu kalau aku benar-benar sangat merindukanmu?" tanya Stanley yang terlihat sedang mengelus wajah Sakinah yang sedang terlelap dalam tidurnya.
Stanley sangat ingin sekali mengecup bibir Sakinah. Tetapi dia tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu. Dia takut kalau sampai Sakinah melarikan diri lagi dari dirinya.
Tanpa sadar Stanley mulai meneteskan air matanya. Air mata yang secara tidak sopan telah meruntuhkan kekuatan batin seorang Stanley yang sangat perih hatinya karena tidak bisa merungkuh sang istri tercinta yang saat ini berada di hadapannya.
__ADS_1
Mereka berdua telah berpisah hampir 5 bulan lamanya tanpa kabar berita satu sama lain.