
Mengingat hal itu, Sakinah pun kemudian berniat untuk berbicara dengan Stanley dan menanyakan tentang dua orang pengawal yang saat itu bersimbah darah, hanya untuk menolongnya dari para penjahat yang melihat berniat untuk mencelakainya dan anaknya.
Setelah selesai menelpon, Stanley kemudian mengajak Sakinah untuk bersiap-siap pergi dari penthouse. Karena sebentar lagi anak buahnya akan datang ke sana untuk menjemput mereka berdua.
" Ayo sayang. Ambillah barang-barangmu dan kita bersiap untuk segera kembali ke Mansion kita!" ucap Stanley sambil masuk ke dalam kamar mereka.
" Lalu bagaimana dengan pakaian-pakaian yang kemarin kau beli? Apakah akan dibawa juga?" tanya Sakinah sambil menatap tarjam kepada Stanley.
" Tidak sayang. Biarkan saja di sini. Nanti kalau suatu saat kita menginap di sini lagi, kita tidak usah kerepotan untuk mencari pakaian ganti untukmu!" ucap Stanley sambil sibuk mengambil barang-barang yang kemarin dia bawa ke penthouse.
Akan tetapi Stanley mengerutkan keningnya ketika melihat Sakinah yang tetap terdiam di tempat dengan mata yang berkaca-kaca.
" Bukan untuk selingkuhanmu kan? Kalau suatu saat kau membawanya kemari?" Stanley terkejut mendengarkan perkataan Sakinah yang benar-benar di luar dugaannya.
" Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Stanley merasa heran dan merasa tidak nyaman melihat air mata Sakinah yang sekarang mulai berderai.
" Di novel-novel online dan juga di film-film kan kayak gitu, kalau istrinya sedang hamil pasti suaminya akan jajan di luar dan juga akan memelihara beberapa gundik di rumahnya yang lain!" ucap Sakinah sambil terisak dalam tangis.
Sakinah benar-benar sukses membuat Stanley merasa lucu dibuatnya dengan sang istri yang sekarang bersikap begitu posesif kepadanya dan benar-benar di luar sifat dasar seorang Sakinah yang selama ini dikenal oleh Stanley sebagai wanita yang kalem dan juga tidak banyak bertingkah.
" Ya ampun jadi kau menangis hanya karena takut aku memelihara gundik di Penthouse ini?" tanya Stanley sambil tersenyum dan mendekati Sakinah yang saat ini masih berdiri di tempat dengan air mata yang mengalir di pipinya.
" Baiklah sayang. Kita akan membawa semua pakaianmu di sini dan aku akan langsung menyewakan penthouse ini atau bisa juga aku akan menjualnya kepada orang lain. Agar membuatmu merasa tenang. Aku juga akan menjual semua properti yang biasa aku tempati selain mansion kita yang ada kamu di sana. Supaya kau bisa tenang dan tidak curiga lagi kalau aku menyimpan perempuan lain di sana. Kamu puas sekarang?" tanya Stanley sambil mengelus pucuk kepala sakinah dengan kasih sayang.
" Baiklah sayang. Sekarang cepat kau gunakan pakaianmu yang layak dan juga hijabmu. Aku akan memanggil orang gedung untuk membantu kita membereskan semua barang-barangmu dan kita bawa ke Mansion!" ucap Stanley sambil kembali mengambil ponselnya di jasnya. Kemudian terlihat Stanley mulai sibuk kembali menelepon layanan hotel untuk membantunya membereskan barang-barang sang istri yang kemarin dia beli untuk Sakinah.
Tidak lama kemudian, terdengar suara bel dan Stanley pun langsung mengizinkan orang tersebut untuk masuk ke unitnya.
__ADS_1
Akan tetapi tiba-tiba saja perempuan paruh baya itu malah mengeluarkan sebuah pisau dan langsung menusuk Stanley tepatnya di jantungnya. Kejadian itu membuat sakinah kemudian menjerit ketakutan.
Karena jeritan Sakinah itu. Kemudian beberapa pengawal bayangan yang sedang istirahat di unit mereka langsung masuk ke Unit Stanley dan langsung membekuk wanita paruh baya itu yang sekarang menatap Stanley dengan penuh kebencian.
" Introgasi wanita itu dan dapatkan informasi. Siapa yang sudah mengirim dia kemari!" ucap Stanley yang saat ini sudah terbaring di lantai dengan darah yang mengalir di dadanya karena tusukan pisau yang dilakukan oleh wanita itu untung saja tidak terlalu dalam jadi tidak terlalu membahayakan untuk Stanley.
Sakinah yang panik dia langsung mendekati suaminya dan berusaha untuk membuat Stanley tetap sadar.
" Cepat kita bawah tuanmu ke helikopter yang sekarang sudah menunggu di landasan helipad. Kita bawa dia ke rumah sakit!" ucap syakinah memberikan komando kepada anak buah Stanley yang mulai berdatangan dan sekarang sudah mengamankan penthouse.
Wanita yang tadi menusuk Stanley sekarang sudah dibekuk oleh ketua dari pengawal bayangan yang tadi terlambat datang karena mereka semua sangat kelelahan. Setelah menyelamatkan Sakinah dan juga Stanley dari kejahatan Robert.
" Maafkan kami Tuan karena sudah teledor menjaga Anda. Kami tadi terlalu kelelahan dan tidak sengaja tertidur. Maafkan kami sekali lagi Tuan!" ucapnya sambil menggendong Stanley di punggungnya sementara itu darah Stanley terus mengalir dan mengotori pakaian sang pengawal.
" Sudahlah tidak apa-apa yang penting sekarang kita sudah selamat. Cepatlah Fic, aku sudah tidak tahan lagi. Kepalaku sudah pusing dan rasanya ingin sekali tidur!" ucap Stanley dengan nafas yang mulai tersengal dan suara yang mulai pelan.
Sakinah terus menggenggam telapak tangan Stanley dan berusaha untuk menyamakan langkahnya dengan Fic sang pengawal yang melangkah dengan begitu lebar sehingga membuat Sakinah kesulitan untuk mengikutinya.
" Jalan perlahan bodoh! Apa kau ingin membunuh istriku karena terjatuh? Ingatlah! Kalau dia saat ini sedang mengandung pewarisku. Kalau ada apa-apa dengan dia, maka kepalamu akan ku tembak seketika!" dalam keadaan tidak sadar seperti itu pun Stanley Masih memikirkan keselamatan Sakinah benar-benar membuat hati Sakinah terharu dan semakin mencintai sang suami.
" Maafkan saya Tuan. Saya hanya berpikir untuk segera membawa anda ke landasan helikopter dan membawa Anda segera ke rumah sakit!" ucap Fic merasa bersalah kepada Stanley yang sekarang menepuk bahunya dengan pelan.
" Fic segeralah bawa Tuanmu ke rumah sakit. Aku akan menyusul kalian dengan menggunakan taxi!" ucap Sakinah merasa bersalah kepada fix karena gara-gara keleletan dia dalam berjalan membuat pengawal itu mendapat teguran dari Stanley.
" Tidak apa-apa Nyonya. Ayolah saya akan menjaga anda dan juga tuan Stanley." ucap Fic sambil tersenyum kepada Sakinah.
" Berani-beraninya kau tersenyum kepada istriku. Rupanya kau memang benar-benar minta ditembak Fic!" ucap Stanley dengan lemas sambil mengkeplak kepala Fic dengan tangannya yang mulai terlulai lemah.
__ADS_1
Fic mengeluh dalam hati tentang kelakuan absurd Stanley yang luar biasa. Sungguh sukses bikin dia geleng-geleng kepala.
' Hadeh kalau punya bos besar sudah bucin tingkat akut sama istrinya tuh kayak gini. Semua serba salah saja!' bathin Fic merasa sangat frustasi dengan kelakuan Stanley yang sejak tadi terus saja protes dengan apapun yang dia lakukan.
Gara-gara Stanley protes terus dari tadi, membuat Fic menjadi kehilangan fokus dan akhirnya sedikit tersandung dan membuat Stanley hampir saja jatuh dari atas punggung Fic yang lebar dan kekar.
Untung saja anak buah Fic yang lain berdiri tepat di belakang Fic dan menahan tombol Stanley yang hampir saja jatuh.
Akan tetapi tidak ada suara dari Stanley. Sepi. Karena sekarang Stanley sudah jatuh pingsan membuat Sakinah dan juga anak buah Stanley menjadi khawatir dengan keadaan bos besar mereka.
" Ayo cepatlah kita harus membawa Tuan Stanley ke rumah sakit. Takutnya dia akan semakin kehilangan banyak darah. Bukankah darah Tuan Stanley benar-benar langka dan aku lupa kalau aku dari tadi belum juga menghubungi donor darah yang biasa memberikan darahnya kepada Tuan Stanley!" ucap Abelio sambil menepuk keningnya karena menyesali kebodohannya.
Setelah mereka dekat dengan helikopter, mereka langsung naik dan membawa Stanley dan juga Sakinah masuk ke dalamnya. Setelah itu mereka langsung terbang menuju rumah sakit organisasi mereka yang ada di ruangan bawah tanah di markas besar mereka yang sangat rahasia dari pihak luar.
Rumah sakit itu dibangun oleh kakek Stanley untuk seluruh anggota organisasi mereka. Karena mereka tidak mau kalau sampai terjadi masalah kepada anak buah mereka maupun anggota mereka yang telah berjuang demi organisasi mereka.
Begitu sampai di rumah sakit itu, Stanley langsung digendong oleh Fic dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang steril. Mungkin kalau di Rumah Sakit biasa ruangan disebut dengan UGD. Di mana dokter specialis sudah menunggu mereka di sana setelah tadi ketika di dalam helikopter sudah dihubungi oleh Fic untuk bersiap menyambut kedatangan Stanley.
" Di mana donor darah Tuan Stanley? Kenapa kalian tidak menghubunginya?" tanya Fic mulai panik karena dia tidak melihat Starla yang selama ini selalu menjadi pendonor darah Stanley, apabila terjadi sesuatu kepada bos besar mereka.
" Aku di sini. Maafkan karena aku terlambat untuk datang karena tadi aku ada pemotretan di luar kota!" ucap seorang wanita yang sangat cantik mendekati Stanley yang saat ini masih terbaring di ruangan UGD.
Sakinah yang sejak tadi menggenggam telapak tangan Stanley tampak terkesiap melihat wanita yang saat ini berdiri di samping sang suami.
" Sayang, apa kau baik-baik saja? Ya ampun! Siapa yang sudah berbuat sangat jahat seperti ini kepadamu? Dokter! Ayo cepat kita harus segera mengoperasi kekasihku dan ambillah darahku sebanyak yang kau mau!" ucap Starla dengan wajah yang sangat khawatir sekali sambil tangannya terus menggenggam telapak tangan Stanley yang sampai sekarang masih pingsan dan tidak sadarkan diri.
Sakinah tampak terkejut mendengarkan Starla yang memanggil Stanlwy sebagai kekasihnya. Sakinah benar-benar kehabisan kata-kata. Seketika nafasnya terasa sesak saat Sakinah memikirkan bahwa suaminya bermain gila di belakangnya selama ini.
__ADS_1