
Fic menyadari ada sesuatu yang salah terhadap Amanda. Dia bertekad untuk menyelidiki hal tersebut. Karena dia tidak mau disiksa oleh sesuatu hal yang tidak pasti.
Agnes yang melihat perubahan terhadap suaminya hanya bisa menatap Fic dengan Sendu.
Bahkan sampai saat ini Agnes belum memberitahukan suaminya. Kalau dia memiliki seorang putri dari Vivian yang sekarang dirawat oleh Raymond Kingford.
Agnes tidak mau kalau sampai suaminya menjadi oleng gara-gara kenyataan itu.
Agnes ingin membawa rahasia tuh sampai kau yang Lahat dan tidak akan pernah membiarkan suaminya tahu bahwa hasil perselingkuhannya dengan Vivian menghasilkan seorang anak bernama Amanda Lorez.
Betapa marahnya Agnes ketika tahu Vivian memberikan nama belakang suaminya kepada gadis kecil itu.
" Biarkanlah Fic mau melakukan apa. Bagiku yang penting sampai saat ini dia masih bersama kami." monolog Agnes saat melihat Fic yang saat ini sedang meringkuk di atas ranjang mereka.
Keesokan harinya Fic langsung mencari seorang detektif swasta untuk menyelidiki tentang Amanda. Anak kecil yang dia temui di saat makan siang bersama Raymond dan juga Stanley.
Sampai saat ini Fic masih merasakan jantungnya berdebar sangat kencang ketika mengingat gadis kecil itu.
Darah memang lebih kental daripada air. Mungkin itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Fic. Walaupun dia tidak tahu kalau Vivian mengandung anaknya, tetapi saat melihat mata Amanda yang sangat mirip dengan Mark, auto membuat Fic menjadi curiga ada sesuatu yang salah dengan anak gadis itu.
Setelah memerintahkan detektif untuk menyelidiki Amanda. Fic kemudian menemui Stanley.
Stanley merasa heran melihat wajah Fic yang begitu kusut dan tampak tidak bersemangat sama sekali.
"Ada apa?" tanya Stanley ketika Fic duduk di hadapannya.
"Bos! Apa kau menyadari tentang gadis kecil yang kemarin makan malam bersama kita? Gadis kecil yang dibawa oleh Raymond!" Stanley menganggukan kepalanya.
"Ya!! Dia anak gadis yang sangat cantik dan manis. Sean sangat menyukainya. Kenapa memangnya?" tanya Stanley merasa heran.
__ADS_1
Fic kemudian menceritakan semua kebingungan dan juga kecurigannya terhadap Amanda yang memiliki mata yang begitu mirip dengan Mark.
"Apa bos tahu? Saat kemarin aku bersama dia, hatiku berdesir sangat kencang setiap kali melihat matanya. Aku seperti melihat anakku sendiri!" Stanley cukup terkejut mendengar pengakuan dari asistennya.
"Apa maksudmu kalau Vivian hamil anakmu? Dan kau curiga kalau Amanda adalah anak tersebut?" tanya Stanley kepada Fic.
Stanley cukup terkejut ketika melihat asistennya yang menganggukkan kepala.
"Bagaimana ini Bos?? Kalau benar anak gadis itu adalah putriku. Apa yang harus kulakukan, Bos?? Agnes pasti akan langsung memhukum aku dan juga meninggalkan aku! Aku tidak akan sanggup hidup tanpa Agnes dan juga Mark!" Fic merawat wajahnya dengan kedua tangannya.
Stanley bisa merasakan kesedihan yang saat ini dirasakan oleh Fic. Hatinya juga galau memikirkan hal tersebut.
"Aku akan meminta kepada Sakinah untuk menanyakan kepada Raymond tentang identitas Amanda yang sesungguhnya." Stanley kemudian tersenyum kepada Fic.
"Aku sudah meminta kepada seorang detektif swasta untuk menyelidiki tentang hal ini. Aku ingin sebuah kejelasan. Apakah anak itu anak aku atau bukan!" Fic tampak begitu yakin bahwa ada sesuatu yang aneh di dalam diri Amanda yang belum dia ketahui saat ini.
Stanley hanya bisa menghela nafas dalam. Bagaimanapun saat ini dirinya sudah berjanji kepada Sakinah untuk tidak terlalu dalam ikut campur dengan urusan pribadi anak buahnya.
Fic bahkan sampai menggenggam telapak tangan Stanley untuk mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan sang Bos atas masalahnya.
"Terima kasih banyak bos atas pertolongan ini. Aku tidak akan melupakannya seumur hidupku!" Fic merasa begitu bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Stanley demi menolong dirinya untuk mendapatkan identitas Amanda yang sesungguhnya.
Setelah mendapatkan janji dari Stanley Fic pun kemudian masuk ke dalam ruangannya sendiri dan memulai tugasnya sebagai seorang asisten dan orang kepercayaan dari Stanley, sang CEO dari Craig group.
Setelah Fic meninggalkan kantornya, Stanley pun langsung menghubungi Sakinah yang berada di rumahnya sekarang.
"Sayang hubungilah Raymond untuk makan malam di rumah kita." ucap Stanley kepada Sakinah.
Sakinah merasa senang dengan apa yang dikatakan suaminya.
__ADS_1
"Baiklah!! Aku akan menghubungi Raymond segera." panggilan telepon pun langsung diakhiri setelah berpamitan kepada Sakinah.
Sakinah langsung menghubungi Raymond untuk menyampaikan undangan yang diberikan oleh suaminya kepada sahabatnya di masa kecil.
"Raymond apa bisa nanti malam kau datang ke rumah kami untuk makan malam bersama?" tanya Sakinah to the point.
Terdengar suara helaan nafas berat dari Raymond yang membuat Sakinah menjadi bertanya-tanya.
"Ada apa?" tanya Stanley keheranan.
"Maafkan aku Sakinah. Aku tidak bisa datang ke rumahmu karena sekarang Aku sudah kembali ke Swiss bersama dengan putriku." Sakinah cukup terkejut mendengarkan kabar itu dari Raymond.
"Kenapa tiba-tiba sekali kau kembali ke Swiss bukankah kau baru beberapa waktu kembali ke Indonesia?" tanya Sakinah merasa terheran kepada sahabatnya.
Raymond hanya menghela nafas. Tetapi dia tidak mau untuk berterus terang kepada Sakinah tentang alasan yang sesungguhnya kenapa dirinya lebih memilih untuk kembali ke Swiss daripada menetap di Indonesia.
"Putriku sudah terbiasa tinggal di Swiss. Kau tahu? Putriku tidak senang berada di sini. Dia mengalami kesulitan untuk beradaptasi di sini!" dusta Raymond kepada Sakinah.
Bagaimanapun Raymond ingin menjaga nama baik ibunya yang selalu melampiaskan emosi kepada Amanda karena dirinya yang menolak untuk menikah.
Sakinah benar-benar merasa kecewa karena sahabatnya pergi begitu saja tanpa berpamitan kepadanya.
"Kau benar-benar seperti Jelangkung yang datang dan pergi sesuka hatimu." kesal Sakinah setelah mengetahui hal tersebut dari Raymond.
Raymond hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
"Baiklah putriku sudah bangun. Aku tutup ya? Salam untuk putramu dan juga suamimu. Mohon maaf kalau kebersamaan kita hanya sesaat. Oh ya, untuk masalah kerjasama perusahaan dengan perusahaan suamimu. Jangan khawatir! Aku sudah mendelegasikan anak buahku yang terbaik untuk menghandle semua kerjasama itu!" Raymond menjelaskan semuanya kepada Sakinah.
"Baiklah akan kusampaikan semua pesanmu. Jaga dirimu Raymond. Senang bertemu denganmu kembali walaupun hanya sesaat. Berbahagialah Raymond. Aku yakin istrimu dalam sana kan ingin melihatmu bahagia!" pesan Sakinah Untuk sahabatnya yang dia lihat selalu murung dan juga bersedih.
__ADS_1
"Terima kasih atas kepedulianmu. Kau juga harus berbahagia dengan suamimu. Aku pergi ya, putriku menangis. Dia pasti kebingungan mencari aku yang tidak ada di sampingnya!" Raymond kemudian menutup telpon tersebut setelah berpamitan kepada Sakinah.