
Stanley yang saat ini sedang mengamuk di kamar hotel karena dia gagal bersama dengan Sakinah malam itu. Dia marah sekali karena telah ditipu Renaldi mentah-mentah.
" Brengsek sekali suami Sakinah yang kurang ajar itu! Berani-beraninya dia bermain-main dengan seorang Stanley! Awas saja! Akan kupastikan hidupnya tidak akan aman lagi sejak saat ini!" ucap Stanley.
Stanley kesal kepada Renaldi dan tidak ada habisnya dia mencaci maki, sambil tetap mengepalkan kedua tangannya yang saat ini sedang marah luar biasa terhadap Renaldi yang sudah lancang membuyarkan semua rencananya malam ini yang sudah dia susun dari kemarin siang.
Ya! Stanley sudah menyusun begitu banyak rencana untuk dirinya bersama Sakinah. Setelah dia mendapatkan kabar dari Robert bahwa wanita itu akan berada di dalam pelukannya hari ini.
" Sialan!" umpat Stanley yang kemudian memilih untuk meninggalkan kamar hotel itu menuju Mansion pribadinya menggunakan mobil pribadinya.
Akan tetapi Stanley yang merasa saat ini pikirannya sedang kacau balau. Stanley tidak segera pulang ke rumah ke dua orang tuanya. Karena bagaimana pun dia tidak mau kalau sampai kedua orang tuanya bertanya-tanya tentang dirinya yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Hati Stanley saat ini sedang di amuk rindu karena sejak kemarin dia belum bertemu dengan Sakinah.
" Di mana kamu Sakinah? Sejak kemarin pun kau tidak berangkat bekerja. Apakah b******* itu telah menyembunyikanmu dariku? Karena Dia tidak rela kau bersamaku malam ini? Tapi tidak mungkin b******* itu melakukan hal seperti itu padamu. Bukankah dia yang menyodorkanmu sendiri kepadaku untuk menyelamatkan hidupnya sendiri?" monolog Stanley ketika dia sudah duduk di atas mobilnya sambil menatap langit malam yang begitu terang malam itu.
Ya saat ini Stanley sedang berada di sebuah taman kota yang sepi dan sunyi tanpa siapapun ada di sekitarnya selain dirinya.
Jangan berpikir kalau Stanley tidak ada siapapun yang menjaganya karena dalam radius 50 meter dari keberadaan Stanley para anak buahnya yang berjumlah 50 orang selalu bersiaga penuh menjaga bos besarnya.
__ADS_1
Bagaimanapun Stanley adalah seorang pengusaha besar dan juga ketua mafia yang terkenal di lingkungan kerjanya. Banyak musuh yang selalu menginginkan nyawanya. Oleh karena itu dia tidak bisa sembrono pergi ke manapun sendirian saja. Stanley harus selalu bersama Bodyguard menemaninya. Walaupun tidak nampak, tetapi mereka adalah para Bodyguard bayangan yang selalu siap sedia menjadi tameng seorang Stanley menjaga nyawanya yang amat berharga.
Stanley yang saat ini menikmati kesendirian nya malam itu, mata beningnya terus saja menatap bintang-bintang di langit yang terang benderang sambil terus membayangkan wajah Sakinah, wanita yang sangat dia cintai.
" Kamu di mana Sakinah? Kenapa kau pergi meninggalkan aku sendiri?" ucap Stanley yang tiba-tiba hatinya merasa sedih karena takut kehilangan Sakinah.
Anak buahnya sudah mencari keberadaan Sakinah di manapun tetapi tidak ketemu.
Stanley merasa frustasi sendiri dan merasa sangat marah sekali dengan kecerobohan Renaldi yang telah gagal membawa wanita pujaannya untuk bermalam dengannya.
" Aku harus membinasakan laki-laki itu!" ucap Stanley lagi. Stanley sangat geram dengan kelakuan Renaldi yang sudah hampir saja menipunya. Kalau tadi dia tidak cermat dan tidak mengenali wajah Sakinah sebelum nya. Mungkin dia telah jatuh ke dalam perangkap seorang Renaldi, laki-laki paling brengsek baginya saat ini.
Begitulah seorang Stanley, kalau dia sedang galau dan pikirannya tidak tenang. Maka dia lebih memilih menyendiri dan menjauh dari keramaian dunia.
Setelah merasa pikirannya tenang. Stanley kemudian menuju ke apartemen pribadinya. Dia tidak menghiraukan ratusan telepon dari ibunya yang selalu merasa khawatir dengan keadaan putranya yang sampai larut malam juga kembali ke rumahnya.
Maklum saja kalau ibunya Stanley selalu merasa khawatir dengan keadaan putranya. Mengingat profesi dan jabatan Stanley di organisasi sebagai ketua mafia dan juga gangster yang terkenal.
Walaupun di hadapan publik Stanley lebih terkenal sebagai seorang CEO muda yang memiliki perusahaan konstruksi dan real estate, yang membangun banyak apartemen dan rumah mewah bagi kalangan menengah atas. Akan tetapi bisnis dunia bawah yang lebih mengangkat nama Stanley di dunia hitam menjadi sebuah legenda bersejarah.
__ADS_1
Setelah sampai di apartemen miliknya Stanley langsung membersihkan tubuhnya dan pergi menuju ke balkon kamarnya, kembali memandang langit malam yang begitu jernih malam ini.
Kejernihan langit malam, berbanding terbalik dengan pikiran Stanley yang saat ini sedang ruwet memikirkan keberadaan Sakinah.
" Di manapun kamu berada, aku harap kamu baik-baik saja dan selalu ingat tentang aku!" bisik Stanley sambil menyesap wine yang dia harapkan bisa membantu pikirannya menjadi lebih tenang lagi.
Sementara itu, sekarang Sakinah yang berada di desa neneknya. Sakinah sedang menikmati kehidupan barunya sebagai Nona besar dengan harta kekayaan yang melimpah ruah dari sang nenek yang baru dia tahu ternyata seorang wanita yang sangat kaya raya dengan puluhan hektar perkebunan teh dan juga pabrik teh yang terkenal di negeri ini.
Mulai hari ini Sakinah sudah resmi sebagai pemilik dari perusahaan sang nenek yang sudah diserahkan oleh Bu warsih kepada dirinya secara resmi.
" Bi, besok aku akan kembali ke Jakarta untuk mengurus proses perceraianku dengan mas Renaldi. Aku juga akan membayar semua hutang-hutang Ayahku kepada kedua mertuaku. Agar aku bisa segera terbebas dari pernikahan neraka itu!" ucap Sakinah kepada Bi Warsih yang sedang merajut pakaian hangat untuk dirinya.
Yah begitulah cara Bi Warsih menghabiskan masa tuanya. Selain mengurus semua harta kekayaan milik neneknya Sakinah. Hobby nya adalah merajut pakaian dengan mengguna kan kain wol yang hangat dan indah.
" Kalau Non Sakinah sudah mantap. Bibi akan mendukung apapun keputusan yang Non Sakinah lakukan. Non harus pastikan bahwa semuanya adalah demi kebahagiaanmu!" ucap Bi Warsih sambil tersenyum kepada Sakinah yang langsung lari ke dalam pelukannya.
Bi warsih sudah dianggap oleh Sakinah sebagai neneknya sendiri. Karena saat ini di dunia ini Sakinah hanya memiliki Bi Warsih seorang sebagai sanak familinya. Karena kedua orang tuanya sudah meninggal semua.
Keluarga Nenek dan kakek dari pihak Ibunya sudah tidak menganggap dirinya sebagai bagian dari keluarga mereka. Karena mereka menganggap bahwa ayah Sakinah hanyalah seorang miskin yang tak berguna bagi mereka yang telah membiarkan ibu Sakinah meninggal karena penyakit kanker.
__ADS_1
Mereka tidak mengetahui, seberapa besar perjuangan ayahnya Sakinah untuk mengobati sang ibu yang sekarat karena penyakit kanker. Hingga akhir hayatnya sang ibu. Bahkan sampai meninggalkan hutang sampai ratusan juta yang akhirnya memaksa Sakinah untuk menikah dengan Renaldi untuk melunasi semua hutang itu.