Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
44. Menyerah


__ADS_3

" Maafkan saya tuan kalau saya sudah lancang kepada anda!" ucap Fic dengan mode serius yang membuat Stanley menjadi tidak enak karena sudah mengembalikan Fic ke mode pabrikannya.


" Sudahlah Fic lupakan saja. Oh iya, kita antarkan dulu Sakinah ke Mansion dan pastikan bahwa pengawal kita akan menjaga istri dan anakku dengan baik. Baru setelah itu kita akan ke kantor untuk bertemu dengan klien!" ucap Stanley memberikan perintah kepada Fic.


" Siap Tuan!" ucapnya mantap.


Setelah Sakinah tidur. Mereka berdua tampak sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Tidak ada percakapan apapun di antara keduanya. Stanley takut kalau perdebatan mereka akan mengganggu jam tidur Sakinah yang memang sangat berharga.


Setiap hari Stanley melihat penderitaan istrinya yang selalu kesulitan untuk tidur. Karena anak yang ada di dalam kandungan nya selalu saja mengajak demo kepada Sakinah setiap malam. Sehingga membuat istrinya kesulitan untuk tidur.


Kadang Stanley semalaman harus mengelus perutnya untuk menenangkan anaknya baru sang istri bisa tidur dengan nyenyak.


Setelah mereka sampai di Mansion. Stanley kemudian memanggil kepala pelayan untuk membawakan kursi roda agar istrinya tidak usah dibangunkan dari tidurnya.


Dengan begitu telaten dan penuh kesabaran Stanley mengurus sang istri yang tercinta.


Fic benar-benar senang melihat atasannya yang memperhatikan istrinya dengan begitu baik dan memperlakukan Sakinah layaknya seorang Ratu yang sangat dicintai.


Setelah menidurkan Sakinah di atas ranjang dan berpesan kepada kepala pelayan untuk menjaga istrinya. Stanley pun kemudian pergi ke kantor bersama dengan Fic yang sejak tadi sudah menunggunya.


" Bagaimana? Apakah kau sudah menyelidiki klien yang akan bertemu dengan kita sekarang?" tanya Stanley yang sudah mulai masuk ke mode serius.


" Tuan Anda pasti kenal dengan dia. Karena beberapa tahun yang lalu kalian pernah melakukan kerjasama pembangunan resort di Kalimantan!" ucap teks melaporkan hasil penyelidikannya terhadap klien yang saat ini sedang menunggu mereka di kantor.


Stanley terlihat memicingkan matanya berusaha mengingat siapa yang dimaksud oleh Fic.


" Oh tidak Fic! Jangan kau katakan padaku bahwa wanita itu adalah dia?" tanya Stanley terlihat ngeri-ngeri sedap ketika dia mengingat kembali wanita yang sedang dibicarakan oleh Fic.


Stanley terlihat lemas ketika melihat Fic yang menganggukkan kepalanya.


" Oh God!! Kesialan apalagi yang akan hadir ke dalam hidupku?" tanya Stanley tampak begitu frustasi ketika dia memikirkan tentang wanita yang dikatakan oleh Fic.


" Kau harus selalu melindungiku Fic! Jangan biarkan dia berbuat sewenang-wenang terhadapku!" ucap Stanley tampak bergidik ngeri membayangkan apa yang pernah dilakukan oleh wanita yang saat ini sedang menunggunya.

__ADS_1


" Fic! Kenapa kau tidak menolak dia sih? Saat dia mengajukan keinginannya untuk bertemu dengan kita?" tanya Stanley frustasi sekali.


Fic tampak tersenyum puas melihat ekspresi dan reaksi yang ditunjukkan oleh Stanley. Ketika dia memberitahukan tentang tamu ataupun klien yang saat ini sedang menunggu mereka di ruangan meeting.


" Dia pintar dan dia tahu kalau kau sangat menginginkan proyek yang ada di Swiss itu. Dia membawakan penawaran yang sangat menarik untuk kita. Aku yakin kau tidak akan bisa menolak penawaran itu ketika sudah menerimanya di tanganmu!" ucap Fic sambil tersenyum kepada Stanley yang masih uring-uringan.


" Ayolah Fic! Kau bukannya tidak ingat kan? Apa yang selalu dilakukan oleh Sabrina ketika dia bertemu denganku? Dia dan kelakuannya yang selalu membuatku hampir gila dibuatnya!" ucap Stanley yang hampir saja meminta untuk kembali ke Mansion kalau Fic tidak berusaha membujuk Stanley.


" Ayolah tuan! Jangan begitu. Sekarang anda sudah mempunyai istri dan juga calon anak. Saya yakin Nyonya Sabrina pasti akan berpikir dua kali sebelum menggoda anda!" ucap Fic mencoba untuk menenangkan Stanley. Walaupun di dalam hatinya sendiri dia merasa ragu dengan apa yang dikatakannya.


Fic sangat tahu siapa itu Sabrina yang selama ini selalu menggilai Stanley. Akan tetapi tidak pernah digubris oleh Bos besarnya yang memang selalu tegas kepada para wanita yang menggilai dia.


Bukan sembarangan wanita yang bisa mendekati Stanley dan dia adalah tipe laki-laki yang akan langsung mengusir seseorang yang tidak dia sukai.


Terlihat Fic yang sedang senyum-senyum sendiri ketika dia mengingat kelakuan Sabrina yang selalu sukses membuat Stanley kalang kabut dengan kelakuan dia.


Sabrina adalah anak dari seorang ketua Mafia yang ada di Meksiko. Akan tetapi dia lebih berfokus dengan usaha ayahnya yang legal dan dia tidak pernah menyentuh bisnis haram milik ayahnya yang berada di bawah tanah.


" Apa kau senyum-senyum hah? Aku tahu kalau kau pasti sedang mengejekku kan?" tanya Stanley sambil memukul bahu fix yang berada di sampingnya.


" Sialan! Lama-lama aku akan memecatmu Fic atau kalau tidak, aku akan kirimkan kau ke Afrika saja ya? Biar kau hidup bersama dengan singa-singa dan juga gajah-gajah di sana. Biar kau berada di sabana rumput yang luas. Atau aku kirim kau ke Australia saja? Biar kau dikejar oleh kaum Aborigin yang pasti akan sangat tertarik melihat wajah tampanmu itu yang dingin seperti kutub utara huh?" ancam Stanley yang mulai gemes gara-gara perbuatan Fic yang sejak tadi seperti bersenang-senang dengan penderitaannya saat ini yang akan bertemu dengan Sabrina.


" Ampun Tuan! Baiklah saya tidak akan menggoda anda lagi Tuan! Ok? Baiklah Tuan! Sekarang mari kita membicarakan tentang bisnis yang akan ditawarkan oleh Nona Sabrina kepada kita!" ucap Fic mulai masuk ke mode serius.


Mendengarkan perkataan Fic Stanley pun kemudian mendekatkan dirinya kepada Fic yang mulai membuka Macbook yang ada di tangannya. yang sedang memperlihatkan bahan presentasi yang telah dikirimkan oleh sekretaris Sabrina kepada mereka beberapa saat yang lalu.


" Tampaknya Sabrina memang sudah mempersiapkannya dengan matang. Sehingga kita akan kesulitan untuk menolak proyek itu!" ucap Stanley sambil meraup wajahnya dengan kasar.


Stanley adalah tipe orang yang bekerja secara 100% serius dan profesional. Dia tidak pernah mencampurkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.


Walaupun dia tidak menyukai tingkah pola Sabrina yang selalu mengganggu kedamaian hidupnya. Akan tetapi ketika dia melihat proyek yang saat ini ditawarkan oleh Sabrina dan perusahaan yang ada di bawah pimpinannya. Stanley auto melotot dan tidak mampu untuk berpaling darinya.


" Bagaimana menurutmu Fic? Apakah kita akan melanjutkan proyek itu?" tanya Stanley merasa sangat dilematis dengan situasi yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Stanley adalah tipe orang yang tidak akan membiarkan proyek bagus lewat di depannya begitu saja dan tampaknya Sabrina memang sangat mengenal karakteristik Stanley Oleh karena itu dia benar-benar mempersiapkan presentasi itu dengan matang dengan dibantu oleh tim terbaik yang ada di dalam perusahaannya.


" Memang tidak diragukan lagi kalau Nona Sabrina lah orang yang paling mengenal anda Tuan!" ucap Fic sambil tersenyum kepada Stanley yang langsung melotot kepadanya.


" Kau berani menggodaku lagi?" tanya Stanley dengan menatap Fic. Stanley menebarkan Aura pembunuhan di sekitar mobil itu yang membuat fix merinding seketika dan tidak berani lagi untuk melanjutkan niatnya menggoda Stanley.


Begitu mereka sampai di kantor. Mereka pun kemudian langsung menuju ke ruangan meeting. Di mana saat ini Sabrina dan juga timnya sudah menunggu mereka dengan sabar sekali.


Sabrina sangat tahu bahwa sangat sulit untuk bertemu dengan Stanley yang memiliki kesibukan segudang.


Oleh karena itu walaupun mereka sudah menunggu hampir satu jam. Akan tetapi Sabrina terlihat masih tersenyum dengan manis dan tidak menunjukkan kekesalan sama sekali di wajahnya.


Sabrina langsung bangkit dari duduknya. Ketika dia melihat Stanley yang membuka pintu ruangan meeting dan menuju ke kursi kebesarannya yang sejak tadi kosong karena pemiliknya baru saja datang.


" Halo Stanley lama kita tak bertemu! Wah kau semakin tampan saja!" ucap Sabrina dengan wajah berbinar. Dan hampir saja dia meloncat ke pelukan Stanley yang auto langsung mundur dan berlindung di belakang tubuh Fic.


" Jaga aku dari perilaku barbar dia Fic!" ucap Stanley yang kemudian membereskan jasnya agar kenbali rapih. Lalu dengan begitu anggun dan gagah Stanley pun duduk di kursi kebesarannya tanpa merasa terancam dengan Sabrina.


Fic yang langsung memasang badan di hadapan Sabrina untuk membuat perempuan itu tidak mengganggu atasannya. Sesuai dengan perintah dari Stanley yang sudah mewanti-wanti dirinya agar jangan membuat Sabrina mendekati dirinya dalam radius lima meter.


Stanley bahkan sudah mengancam Fic kalau sampai dia gagal menjalankan misi itu, maka dia akan kehilangan bonus akhir tahunnya dan juga liburannya.


" Nona Sabrina. Mohon Anda duduk di kursi Anda dan mari kita mulai pertemuan ini agar tidak menyita waktu anda terlalu banyak!" ucap Fic dengan wajah seriusnya yang membuat Sabrina merasa kesal dan jengkel.


mendengar perkataan Fic Sabrina hanya mendengus kesal karena dia kesulitan untuk mendekati Stanley yang sudah selama berapa bulan ini sangat dia rindukan.


" Stanley aku mau tanya sama kamu. Apakah benar kabar yang beredar di luar sana? Kalau kau sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak?" tanya Sabrina dengan wajah cemberut yang membuat Stanley menjadi tidak nyaman dibuatnya.


" Kau ke sini jauh-jauh untuk menanyakan hal pribadi ataukah ingin melanjutkan proyek kerjasama perusahaan kita?" tanya Stanley dengan wajah datar dan nyaris tanpa ekspresi yang membuat Sabrina menjadi kesal dibuatnya.


" Dasar menyebalkan! Aku akan meminta kepada Ayahku untuk membunuh istrimu Kalau benar kau sudah menikah!" ucap Sabrina sambil menatap tajam kepada Stanley yang auto melotot mendengarnya.


" Berani?" tanya Stanley menantang wajah Sabrina yang semakin marah kepada Stanley.

__ADS_1


Dari respon dan reaksi yang diberikan oleh Stanley. Sabrina bisa menarik kesimpulan bahwa kabar yang ada di luar adalah suatu kebenaran dan bukan sebuah hoax.


__ADS_2