Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
70. Mencari


__ADS_3

Fic kemudian mencari Agnes untuk meminta Agnes agar mau menandatangani gugatan perceraian yang sudah dia layangkan ke pengadilan. Gugatan itu diurus oleh pengacara Fic di Jakarta dan dikirimkan lewat surel kepada Fic yang meminta agar prosesnya dipercepat.


Fic mengerutkan keningnya ketika melihat ruangan Agnes yang kosong dan tampak tidak berpenghuni.


" Ke mana perempuan itu? Bukankah dia memintaku untuk segera mengurus gugatan ini? Karena dia sudah tidak sabar untuk menikah kembali dengan kekasihnya? Lihatlah di mana dia sekarang malah menghilang seperti debu!" monolog Fic yang terlihat kesal ketika dia melihat tidak ada siapapun di ruangan itu.


Ketika Fic melihat Sakinah melintas dia pun kemudian mendekatinya dan bertanya tentang keberadaan Agnes.


" Kemana Agnes?" tanya Fic.


" Dia pergi, mengundurkan diri dari kantor aku!" ucap Sakinah sedikit berdusta karena dia tidak mau kalau sampai keberadaan Agnes akan diusik.


Sakinah tahu kalau saat ini Agnes sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan healing dari berbagai masalah yang tampak nya sudah membuat Agnes menjadi tertekan akhir-akhir ini.


" Mengundurkan diri? Kenapa?" tanya Fic yang mulai khawatir.


Sakinah hanya menganggukkan kepala. Dia kemudian meninggalkan Fic yang masih bengong di tempat. Karena bagaimanapun Sakinah tidak ingin menambah dosanya karena sudah berbohong dengan menambah kan kebohongan yang lain.


Fic terlihat sangat frustasi mengetahui Agnes yang kembali kabur lagi dari hidupnya.


" Kenapa dia selalu saja melakukan hal seperti itu? Sialan!! Apa tidak cukup dia pergi meninggalkanku lima tahun yang lalu?" monolog Fic yang kesal luar biasa mengetahui kenyataan kalau Sakinah sekarang sudah pergi lagi.


Fic kemudian langsung bergegas pulang ke kontrakannya. Dia berharap masih sempat untuk bertemu dengan Agnes yang mungkin saja masih ada di sana.


Dengan mengendarai mobilnya Fic langsung melajukan kendaraannya dengan cepat tanpa memperdulikan tingkat keamanan sama sekali. Fic saat ini hanya ingin meminta maaf kepada Agnes yang pasti merasa tersinggung dengan apa yang dia katakan di saat pertengkaran mereka berdua.


Tubuh Fic terlihat begitu lemas ketika sampai di kediamannya, ternyata rumah Agnes sudah kosong bahkan tidak ada mobilnya di sana.


" Kamu kebiasaan sekali!! Setiap ada masalah kau selalu kabur bukannya menyelesaikan permasalahan kita!" kesal luar biasa hati Fic dengan kelakuan Agnes yang menurutnya sangat kekanakan.

__ADS_1


" Dasar Fic bodoh! Baru bertemu kau sudah membuat masalah lagi. Apa tidak bisa kau mengendalikan egomu sedikit saja huh? Sehingga Agnes tidak kembali marah dengan kamu?? Sekarang Agnes sudah pergi lagi ke mana kau akan mencarinya huh? Bahkan nomor telepon saja tidak kau tahu! Bodoh!" tidak ada habisnya Fic terus menutupi kebodohannya sendiri.


Padahal tadi pagi mereka baik-baik saja. Bahkan sudah bisa dikatakan kalau mereka sudah berdamai dengan masa lalu.Mereka bahkan sampai bercinta 3 ronde! Masa hanya dalam hitungan jam, udah membicarakan tentang perceraian? Fic benar-benar merasa bahwa dirinya sangat bodoh.


Fic terlihat terus memperhatikan kediaman Agnes dia pun Kemudian berinisiatif untuk mencari pemilik kontrakan tersebut.


" Maafkan aku! Kemana penghuni kontrakan di samping itu?" tanya Fic pada pemilik kontrakan yang kebetulan saat ini sedang melakukan infeksi di kontrakan miliknya.


" Non Agnes maksudmu?" tanyanya heran.


" Ya! Kemana dia?" tanya Fic benar-benar merasa penasaran dengan keberadaan istrinya saat ini.


Pemilik kontrakan tampak diam sejenak dan mengingat-ngingat apa saja yang sudah dipesankan oleh Agnes sebelum dia meninggalkan rumah kontrakan miliknya.


" Dia bilang dia ingin pindah ke luar kota. Karena dia sudah merasa sesak dan tidak bisa hidup di tempat ini!" ucap ibu kos mengatakan kata-kata yang sama persis yang sudah dipesankan oleh Agnes kepadanya.


Fic lemas seketika. Fic pun kemudian masuk ke dalam rumahnya dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Dia sudah tidak peduli lagi dengan segala urusan perusahaan di tempat Sakinah.


Fic benar-benar sudah tidak mempedulikan apapun lagi. Fic merasa sudah aman karena penandatanganan kesepakatan investasi dengan perusahaan Sakinah pun sudah beres dan semuanya sudah berada dalam handle-nya. Dia bisa kembali ke Jakarta dengan tenang.


Setelah membereskan semuanya Fic pun kemudian mengembalikan kunci kontrakan tersebut kepada Ibu kosnya.


ibu kost tampak terperanjat melihat Fic yang sudah berganti penampilan dari laki-laki culun sekarang sudah berubah menjadi laki-laki tampan.


" Kau siapa? Perasaan tadi penampilanmu tidak seperti ini! Siapa kau sebenarnya?" tanya Ibu kost tampak mencurigai Fic.


" Aduh terima saja kuncinya tidak usah banyak bacot!" Fic langsung masuk ke dalam mobilnya dan tidak memperdulikan apapun lagi yang ada di belakang sana.


Sementara itu ibu kost hanya bisa mengelus dadanya mendengarkan Fic yang terkesan begitu kasar padanya.

__ADS_1


" Laki-laki itu benar-benar sangat mencuriga kan sekali! Kenapa dia harus melakukan penyamaran berada di kota ini? Apa jangan-jangan dia adalah seorang buronan polisi yang sedang kabur dari penjara?" ibu kos tampak bergidik ngeri dengan pemikirannya sendiri.


Dia pun kemudian memeriksa kamar kontrakan yang sebelumnya ditempati oleh Fic selama beberapa hari.


Ibu kost takut kalau sampai Fic meninggalkan sesuatu yang berbahaya di kontrakan miliknya.


" Zaman sekarang banyak sekali penjahat yang beredar di masyarakat aku harus berhati-hati jangan sampai dia memberikan dampak negatif ke lingkungan kami!" monolog ibu kos sambil memeriksa semua ruangan yang ada di dalam kontrakan tersebut yang sebelumnya ditempati oleh Fic dan Stanley.


Hanya saja Stanley belum sempat menengok tempat itu karena dia keburu disuruh pulang oleh ibunya ke Jakarta.


" Syukurlah! Semuanya aman dan tidak ada hal yang mencurigakan! Sepertinya aku harus memberitahukan kepada Agnes kalau laki-laki ini sudah meninggalkan kontrakannya!" ibu kostpun kemudian langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Agnes yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke luar kota.


" Halo Agnes, sekarang kan kau ada di mana?" tanya Ibu kost saat Agnes mengangkat panggilan teleponnya.


" Ya bu! Saya sedang ada dalam perjalanan menuju ke luar kota untuk menemui kedua orang tua saya!" ucap Agnes dengan sejujur nya pada ibu kostnya.


" Itu Ibu cuma mau mengabarkan sama kamu kalau penghuni kost yang ada di samping rumah kamu itu, dia sudah pindah hari ini dan sudah kembali ke Jakarta! Jadi kamu tidak usah berencana untuk keluar dari kontrakan lagi!" ucap ibu kost pada Agnes.


Agnes tampak terkejut mendengarkan berita tersebut. Akan tetapi dia merasa bersyukur karena sekarang hidupnya akan kembali normal lagi setelah kepergian Fic dari hidupnya.


" Terima kasih Bu atas informasinya. Nanti setelah cuti saya selesai saya akan segera kembali dan mengontrak rumah ibu lagi!" janji Agnes pada ibu kost yang baik hati dan selalu pengertian dengan dirinya.


Agnes sudah hampir 4 tahun menempati kontrakan itu selama dia bekerja di perusahaan milik Sakinah. Jadi Agnes dan ibu kau sudah termasuk dekat karena mereka selalu berinteraksi dengan baik.


Setelah mengakhiri panggilan telepon terlihat Agnes yang kembali fokus untuk menyetir mobilnya.


Entah kenapa tiba-tiba saja hati Agnes merasa pilu. Ketika memikirkan tentang Fic yang sekarang sudah pergi dari kota itu.


" Mungkin ini adalah bagian yang terbaik dari hubungan kami!" monolog Agnes sambil menghapus air matanya yang tanpa permisi terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


Semua impian Agnes untuk kembali membangun rumah tangganya bersama Fic harus kembali kandas hanya karena masalah kesalahpahaman yang kembali terjadi di antara mereka berdua.


" Aku pasti bisa kuat hidup tanpanya. Selama ini pun aku sudah terbiasa hidup tanpanya. Sekarang pun tidak akan masalah. Anggap saja kalau aku sedang bermimpi buruk dan sekarang sudah kembali terbangun! Biarlah segala tentang Fic hanya menjadi sebuah kenangan!" monolog Agnes yang sedang merasa sedih atas kepergian Fic.


__ADS_2