Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
84. Bahagia


__ADS_3

Mirah benar-benar sangat bahagia sekali melihat kedatangan Fic ke rumahnya yang sederhana.


" Ya ampun akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya mama bisa juga bertemu denganmu! Apa kabar kamu Fic?" tanya Mirah yang benar-benar merasa excited dengan kehadiran Fic di rumahnya.


" Terima kasih mah atas sambutannya. Kabarku baik, Alhamdulillah. Bagaimana dengan Mama?" tanya Fic sambil tersenyum kepada Mirah.


Mirah sampai begitu bahagia melihat kedatangan Fic ke rumahnya setelah lama sekali tidak pernah datang. Bisa dikatakan Fic bahkan tidak pernah datang ke tempat itu.


Mirah sampai memasak makanan yang istimewa hanya untuk menyambut menantunya.


" Sebentar ya! Mama mau ke pasar dulu untuk berbelanja supaya kita bisa makan malam yang enak!" ucap merah sambil tersenyum kepada Fic yang kemudian menawarkan diri Untuk mengantarkan Ibu mertuanya ke pasar.


" Apakah tidak masalah kalau kau mengantar kan mama ke pasar?" tanya Mirah merasa ragu untuk menerima tawaran dari Fic.


" Tidak apa-apa Mah, kalau hanya sekedar mengantarkan saja! Aku tidak masalah!" ucap Fic sambil mengulas senyum kepada Mirah yang benar-benar merasa bahagia karena akhirnya dia punya seorang menantu yang bisa dia banggakan di hadapan para tetangganya.


Bagaimana merah tidak bangga kepada fix wajahnya yang begitu tampan dan mobilnya yang begitu mewah benar-benar sangat mentereng dan membuat Mirah sangat bangga sekali tentang Fic.


Agnes hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibunya yang seperti baru melihat presiden saja.


" Ya ampun mah biasa saja dia itu hanya seorang asisten dari Stanley tidak usah terlalu berlebihan!" ucap Agnes sambil melirik sekilas ke arah Fic yang sepertinya merasa terganggu dengan ucapan Agnes.


Mirah langsung mengkeplak tangan Agnes kemudian menyuruh buktinya untuk masuk ke dalam kamar.


" Masuk sana! Kau istirahat di kamar saja! Kau jangan coba-cona mengganggu Mama dengan menantu Mama!" ancam Mirah sambil menatap tajam kepada Agnes yang akhirnya memilih untuk pergi ke dalam kamarnya saja daripada harus ribut dengan sang ibu yang dia tahu tidak akan pernah bisa menang melawan ibunya.


Mirah kemudian mengajak Fic untuk pergi ke pasar dengan menggunakan mobil menantunya yang mentereng.


Mirah benar-benar sangat takjub dengan mobil yang dimiliki oleh Fic seumur hidup dia baru menggunakan mobil itu.

__ADS_1


" Fic! Kau hanya bekerja sebagai asisten dari tuan Stanley. Bagaimana mungkin kau bisa membeli mobil semewah ini? Memangnya berapa banyak gaji yang kau terima dari Tuan Stanley?" tanya Mirah benar-benar penasaran dengan standar hidup seorang Fic.


" Tuan Stanley memberikan gaji pokok sebesar 30 juta setiap bulan dan juga banyak tunjangan-tunjangan lainnya di organisasi kami. Mungkin kalau dihitung bisa sampai 50 atau 60 juta dalam sebulan. Memang kenapa Mah?" tanya Fic sambil menatap Mirah yang begitu terkejut mendengarkan gaji yang dimiliki oleh Fic.


" Apakah itu benar gajimu sebanyak itu?" tanya Mirah seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Fic.


" Tentu saja apa yang saya katakan adalah benar. Saya juga menanamkan saham saya di perusahaan Tuan Stanley dan setiap bulan saya selalu mendapatkan dividennya ke dalam rekening pribadi saya!" kecap Fic menjelaskan semua keuangannya kepada Mirah yang auto melotot mendengarkan semuanya dari Fic.


Mereka pun kemudian sampai di pasar dengan begitu senang hati teks melayani Mirah layaknya seorang Ratu.


Dalam urusan melayani Fic memang ahlinya. Karena dia sudah terbiasa secara profesional melayani segala kebutuhan Stanley dan seluruh keluarganya.


Fic membawakan semua belanjaan Mirah dan juga membayarkan semuanya. Mirah benar-benar sangat bahagia hari ini. Karena bisa menggandeng Fic di hadapan teman-temannya maupun para tetangganya.


Mirah sangat ingat betapa teman-temannya maupun tetangganya banyak yang mengejek Agnes karena hamil tanpa suami.


" Kenalkan semuanya nama dia adalah Fic. Dia adalah suami dari Agnes. Menantuku ini baru saja pulang dari kota dan dia datang ke desa ini karena ingin menjemput putriku untuk kembali ke rumah mereka! Benarkan menantuku?" tanya Mirah dengan senyum penuh kebanggaan.


Fic hanya menganggukkan kepala. Fic pun tidak tahu apa yang saat ini sedang dilakukan oleh merah tetapi yang jelas Fic tidak mau mempermalukan mertuanya di hadapan para tetangga maupun teman-temannya.


" Baiklah ibu-ibu semuanya. Saya pulang dulu ya? Karena saya harus segera masak dan membuat pesta untuk kedatangan menantu saya yang tercinta!" ucap merah yang dengan begitu baiknya berpamitan kepada semuanya.


Bagaimanapun Mirah pernah merasa sakit hati ketika anaknya dikatakan sebagai wanita murahan karena hamil tanpa seorang suami di sisinya.


Aldo yang kebetulan sedang lewat di Pasar dan melihat semua keributan yang dibuat oleh Mirah dia tampak begitu marah.


" Jadi laki-laki itu yang sudah membuat Agnes menolakku untuk menjadi suaminya? Lihat saja aku tidak akan pernah melepaskan laki-laki itu! Aku akan membuatnya mengerti siapa itu putra dari juragan Karta!" Aldo pun kemudian langsung mencari teman-temannya dan bersiap untuk mengkeroyok Fic.


Aldo langsung meminta teman-temannya untuk berkumpul di markas yang biasa mereka gunakan untuk nongkrong dan melaksanakan niat jahat mereka kepada orang yang tidak mereka sukai.

__ADS_1


" Ada apa Bos tiba-tiba saja mengumpulkan kami semua?" tanya Jabrix yang terlihat sedang mabuk.


" Masih siang begini kau sudah mabuk benar-benar bikin jengkel saja kau ini!" protes Aldo benar-benar merasa kesal kepada anak buahnya yang benar-benar tidak bisa dia andalkan.


" Maaf Bos ini semua karena kita sedang bahagia!" ucap jabrik sambil meringis di hadapan Aldo yang saat ini sedang kesal luar biasa.


" Bersiap-siaplah! Nanti malam kita akan menyerang suami dari Agnes! Apa kalian paham?" tanya Aldo pada anak buahnya.


" Bos! Apakah Nyonya Agnes punya suami? Bukannya selama ini dia selalu sendiri di desa ini?" tanya jabrix lagi.


" Baru saja suaminya datang ke desa ini untuk menjemput Agnes agar kembali ke kota! Kita akan menghajar laki-laki itu dan menyuruhnya untuk pergi dari Desa kita! Jangan biarkan Agnes ku dibawa pergi dari Desa ini! Apa kalian semua faham?" tanya Aldo kembali kepada anak buahnya yang langsung serentak menjawab pertanyaannya dengan begitu kompak.


" Tenang saja bos kami pasti akan menghalangi suaminya untuk membawa pergi Nyonya Agnes dari Desa kita!" ucap anak buah Aldo yang selama ini selalu menjadi andalannya.


" Baiklah aku akan pulang dulu. Ingat kalian harus bersiap-siap untuk menghajar laki-laki itu! Kamu jangan mabuk terus! Atau nanti malam Kamu tidak akan aku ajak dalam misi ini!" ancam Aldo pada Jabrix.


Jabrix terkesiap mendengarkan ancaman dari Aldo. " Jangan gitu dong Bos bagaimanapun kan saya juga butuh uang untuk membeli minuman dan juga narkoba! Kalau bos tidak memberikan pekerjaan kepada saya terus saya membeli itu semua dengan apa?" tanya jabrix sambil meringis ke arah Aldo.


" Makanya hentikan mabukmu segera untuk hari ini! Bersiaplah! Nanti malam kita harus siap untuk menghajar laki-laki itu dan kita haris mengusirnya dari Desa kita!" ucap Aldo dengan penuh semangat.


Semua anak buah Aldo menyambut rencana itu. Karena artinya mereka akan berpesta setelah nya untuk merayakan kesuksesan mereka seperti yang sudah-sudah.


Aldo adalah tipe pemuda yang sangat Royal kepada teman-teman dan juga anak buahnya itulah yang membuat mereka selalu menyanjung dan juga memuliakan Aldo.


Kedua orang tua Aldo sangat memanjakan putranya yang hanya seorang saja. Hal itulah yang membuat Aldo selalu bersikap sewenang-wenang di desa itu.


" Sudah aku pulang dulu!" ucap aldo yang kemudian langsung menggeber motornya dan meninggalkan teman-temannya di markas besar milik mereka.


Aldo langsung mencari ayahnya begitu dia sampai di rumah. Seperti biasa Aldo akan meminta uang yang banyak kepada ayahnya untuk membayar anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2