
Agnes tiba-tiba saja merasakan mual di pagi hari. Dia benar-benar bingung kenapa dirinya merasakan hal seperti itu?
" Kita ke dokter saja Agnes! Mama khawatir ada apa-apa dengan kamu!" ucap sang ibu yang bernama Mirah tampak sangat khawatir dengan keadaan Agnes yang Sejak pagi terus bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk mengeluarkan isi perutnya.
Agnes tampak terkesiap ketika mengingat tentang jadwal bulanannya yang agak terlambat tidak seperti biasanya.
" Tidak mungkin kan ya?" tanya Agnes sambil menapakkeningnya yang tiba-tiba merasa pening ketika memikirkan apa yang terjadi kepada dirinya.
' Ya ampun! Masa iya sekali tembak langsung jadi? Aduh gimana ini? Mana aku sama Fic sedang dalam tahap perceraian lagi!' bathin Agnes dalam hatinya.
Agnes benar-benar sudah tidak berdaya lagi dia sampai ngeduprak di lantai saking lemesnya dan tidak sanggup lagi untuk berjalan ke kamarnya.
Minah yang melihat putrinya terlihat begitu lemas pun akhirnya membantu Agnes untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Ya Allah, Agnes! Ayo kita ke dokter Mama tidak tega melihat kau seperti ini!" Minah sampai terus membujuk Agnes untuk berangkat ke rumah sakit akan tetapi Agnes terus menggelengkan kepalanya.
" Tidak usah Mah. Aku hanya pusing dan masuk angin saja. Setelah minum obat dan istirahat aku pasti akan sembuh!" ucap Agnes yang sudah merasakan lelah luar biasa.
Akan tetapi Minah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh putrinya bagaimanapun dia juga pernah mengalami hal seperti itu dan memang sudah curiga bahwa saat ini putrinya sedang hamil.
" Ya sudah! Kamu disini aja. Biar mama yang akan memanggilkan bidan untuk memeriksa kamu!" ucap Minah yang akhirnya pergi meninggalkan Agnes sendiri di dalam rumah nya yang hanya sebuah petak sederhana saja.
__ADS_1
" Aih mama ada-ada aja sih, orang aku cuma masuk angin saja kok malah dipanggilkan bidan segala. Tar tetangga kita mikirnya aku lagi hamil lagi!" protes Agnes kepada Mirah yang langsung menggelengkan kepalanya menatap putrinya.
" Memang mama curiga kalau kau sedang hamil. Makanya mama memanggilkan kamu seorang bidan bukannya seorang dokter!" ucap Mirah pada Agnes yang langsung melotot sempurna mendengarkan ucapan ibunya yang benar-benar tepat sasaran.
Akan tetapi Agnes pun tidak mau menyangka kebenaran bahwa dirinya ada kemungkinan sedang hamil.
Bagaimanapun Agnes masih mengingat tentang hubungannya bersama dengan Fic pada waktu itu pada saat mereka bertemu kembali dan akhirnya keesokan harinya Fic memutuskan untuk menceraikan dia.
Tidak lama kemudian bidan datang dan memeriksa Agnes dan hasilnya Agnes memang positif sedang hamil. Dunia seakan runtuh seketika. Saat Agnes mendapatkan kabar tersebut. Hal itu benar-benar tidak ada di dalam kamus impian seorang Agnes. Bahwa dia akan memiliki seorang anak pada saat dirinya aku menjalani proses perceraian bersama dengan sang suami.
" Selamat ya Bu Agnes atas kehamilan anda. Jagalah anaknya. Trimester pertama itu masih sangat risskan dan juga rawan sekali. Ibu ingat-ingatlah untuk perbanyak meminum vitamin dan jangan lupa juga dengan obat penambah darahnya harus diminum ya?" tanya Bu Bidan yang bisa melihat ke terkejutan di wajah Agnes saat ini.
' Ya ampun Bagaimana ini aku ternyata benar-benar hamil. Bagaimana mungkin bisa terjadi? Oh Tuhan! Apa yang harus kulakukan sekarang? Sementara aku saat ini sedang proses perceraian!' bathin Agnes benar-benar merasa bingung apa yang harus dia lakukan saat ini.
Setelah bidan pulang Mirah pun kemudian memberondong Agnes dengan 4 juta pertanian yang sejak tadi benar-benar sudah mengganggu pikirannya sebagai seorang ibu.
" Agnes sayang. Putri kesayangan Mama! Akuilah sama Mama. Ada apa dengan pernikahanmu bersama dengan Fic? Apakah kalian saat ini sedang ada masalah? Apakah karena itu kamu sekarang berada di sini?" tanya Mirah kepada Agnes yang tampak kesulitan menelan salivanya sendiri demi mendengarkan pertanyaan dari sang ibu yang pasti sudah bisa menangkap gelagat aneh dari putrinya sendiri.
Agnes menundukkan kepalanya. Agnes tidak mampu untuk menatap wajah ibunya yang pasti akan sangat kecewa. Setelah ibunya mengetahui bahwa putrinya saat ini sedang dalam proses perceraian bersama sang suami hanya karena kesalahpahaman yang tidak sengaja dibuatnya. Hanya untuk membuat sang suami merasa cemburu kepada dirinya saja.
Akan tetapi Agnes tidak tahu kalau ternyata leluconnya malah berakibat buruk dengan keinginan Fic untuk bercerai darinya.
__ADS_1
" Jawablah Agnes! Mama benar-benar sangat penasaran. Ada apa sebenarnya hubunganmu bersama suamimu?" kembali merah bertanya kepada Agnes yang hanya bisa sesegukan dan menangis dalam diam.
Mirah menatap putrinya dengan lekat dan dia berusaha untuk bisa mengerti perasaan sang putri tercinta.
' Tampaknya apa yang ku pikirkan benar. Kalau ada masalah di dalam pernikahan Agnes bersama dengan Fic. Duh!! Kenapa aku tidak memiliki nomor telepon menantuku sendiri. Kalau tidak, aku bisa mengkonfirmasi. Apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini terhadap mereka berdua?' monolog merah ketika dia melihat Agnes yang hanya bisa menangis di dalam diamnya dan tidak mau menjawab apa yang dia tanyakan.
Mirah menghela nafas dalam-dalam. Ya bener saat ini hatinya benar-benar pilu saat Mirah memikirkan nasib putrinya sendiri yang harus berjuang untuk merawat kehamilannya pada saat rumah tangganya saat ini sedang dalam masalah. Bersama sang suami yang sekarang entah ada di mana.
Mirah kemudian meninggalkan Agnes agar bisa beristirahat. Karena Mirah benar-benar tidak tega melihat wajah Agnes yang begitu pucat dan tampak begitu lemas. Setelah tadi Agnes muntah selama beberapa jam dan terus bolak-balik ke kamar mandi.
" Sekarang apa yang harus kulakukan? Ya Tuhan! Tidak mungkin aku akan membiarkan putriku menderita seperti ini!" ucap Mirah dengan air mata yang terus menetes di pipi nya. Bagaimanapun Mirah sangat menyayangi Agnes Putri satu-satunya.
" Aku harus berusaha untuk mencari di mana keberadaan Fic hanya untuk memberitahukan tentang kehamilan Agnes saat ini!" monolog Mirah yang saat ini sedang pusing kepala memikirkan putrinya yang hamil tanpa suami di sampingnya.
Akan tetapi semakin diingat-ingat oleh Mirah, bahwa dia sama sekali tidak tahu tentang menantunya sendiri. Karena selama ini memang dirinya jarang berkomunikasi baik bersama dengan Agnes maupun dengan Fic.
Tampak Agnes yang masih ada di dalam kamarnya terlihat sedang mengacak rambutnya begitu frustasi dengan nasibnya saat ini yang tiba-tiba saja harus menerima kabar kehamilan dirinya.
" Kasihan putriku saat ini ya Allah. Pasti dia sedang bingung memikirkan nasib anak di dalam kandungan dia. Kenapa sebenernya dengan pernikahan putriku dan Kenapa dia tidak mau berterus terang kepadaku?" Mirah terus bermonolog dengan dirinya sendiri.
Akan tetapi Mirah pun tidak sanggup untuk mendesak Agnes yang pasti sedang memiliki kesulitan sendiri kenapa putrinya tidak mau membicarakan tentang pernikahannya bersama dengan Fic yang Mirah benar-benar tidak mengetahui apa-apa.
__ADS_1
Selama ini yang Mirah tahu bahwa Agnes dan Fic sedang menjalin pernikahan yang penuh kebahagian dan cinta kasih.
' Ya Tuhan! Apapun yang terjadi kepada putri kesayanganku. Aku mohon kepadamu. Tolong berikanlah kekuatan agar dia bisa melewati semua cobaan ini!" doa suci Mirah untuk Agnes.