
Keesokan harinya Stanley dan Sakinah. Kemudian bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Tampak Bi Warsih dan juga para pelayan lain merasa sedih karena Sakinah akhirnya meninggalkan tempat itu bersama dengan suaminya dan juga Sean.
" Baik-baiklah kau di sana bersama dengan suami dan juga anakmu dan ingatlah untuk selalu menghubungi bibi. Ingatlah Sakinah dalam kondisi apapun kau harus tetap mengutamakan kebahagiaanmu. Jangan pernah menyerah dengan apapun!" ucap Bi Warsih yang terus memberikan nasehat dan juga semangat untuk Sakinah.
" Ya Bi!! Aku pasti akan ingat dengan nasehat bibi. Bibi juga harus jaga kesehatan ya?? Bibi tidak boleh terlalu banyak memikirkan hal-hal masa lalu yang menyakitkan Bibi harus hidup bahagia juga!" Sakinah memeluk Bi Warsih dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Stanley menyentuh pundak sakinah dan meminta kepada istrinya agar segera menyelesaikan acara berpamitan tersebut karena helikopter yang menjemput mereka sudah menunggu sejak tadi.
" Sayang percepatlah!" bisik Stanley di telinga Sakinah.
Sakinah kemudian memeluk dewasa dan kemudian langsung mengikuti Stanley untuk masuk ke dalam helikopter yang sudah menjemput mereka.
Stanley tidak mau kalau sampai keluarganya berada dalam bahaya kalau sampai mereka di hadang musuh atau di bajak oleh mereka.
Stanley hanya ingin keamanan untuk keluarganya dan dia selalu menginginkan yang terbaik untuk mereka.
Bi Warsih dan juga para pelayan lainnya tampak menangis ketika melihat Sakinah yang sekarang melangkahkan kakinya menuju helikopter dan akhirnya meninggalkan kampung halaman kedua orang tuanya untuk waktu yang tidak ditentukan.
" Bibi tahu kalau kamu pasti akan lebih bahagia bersama dengan suami dan juga anakmu! Berbahagialah sakinah dan jangan pernah membiarkan hidupmu menderita karena siapapun! Bibi akan selalu mendoakan untuk semua kebaikan bagi keluarga kalian!" Bi Warsih tampak meneteskan air matanya.
Setelah melihat Sakinah yang sekarang sudah semakin jauh terbang bersama Stanley. Bi Warsih pun kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat bahwa sekarang rumah begitu sepi setelah Sakinah dan Sean kembali lagi meninggalkan mereka di rumah ini.
" Saat Sakinah dan Sean ada di sini. Rumah ini terasa begitu ramai dan begitu hidup. Mereka baru meninggalkan kita sebentar tetapi kesepian sudah mulai menggerogoti hidupku!" Bibi Warsih terlihat memeluk bantal yang selama ini selalu digunakan oleh Sean ketika dia bermain di sana.
__ADS_1
" Kita bahagia apabila Nona Sakinah juga bahagia. Karena kita tahu bahwa kebahagiaan Nona Sakinah pasti berada di dekat suami dan anaknya. Kita harus melanjutkan hidup kita agar Nun Sakinah di sana merasa tenang dan juga bahagia!" ucap Wulan yang sekarang dipercaya oleh Sakinah untuk menjaga Bi Warsih yang hanya hidup sendiri di rumah megah itu.
Wulan adalah keponakan Bi Warsih yang sengaja didatangkan oleh Sakinah dari kampung halamannya. Dia sudah memiliki suami tetapi suaminya malah kabur bersama dengan wanita lain. Sehingga akhirnya Wulan lebih memilih untuk hidup sendiri dalam kebahagiaannya sendiri.
Sama seperti Bi Warsih yang lebih memilih hidup sendiri daripada menjalin hubungan dengan laki-laki yang tidak pernah tulus mencintainya.
Status Bi Warsih yang mengurus harta kekayaan milik neneknya Sakinah di kampung halaman itu. Dulu selalu menjadi incaran para laki-laki materialistis yang hanya ingin hidup senang tanpa bekerja keras.
Akan tetapi Bi Warsih adalah tipe wanita yang sangat keras dan juga tegas sepanjang hidupnya. Sehingga akhirnya memutuskan untuk hidup mengabdikan diri kepada keluarga Sakinah yang selama ini hanya menjadi keluarganya satu-satunya.
Wulan pun sudah berjanji kepada dirinya sendiri. Bahwa dia akan berusaha untuk menemani bibinya yang hanya tinggal seorang sebagai keluarganya di atas dunia ini karena kedua orang tuanya sudah meninggal.
***
Sakinah yang sekarang sudah berada di kamarnya yang ada di mansion Craig tampak terlihat sedang membereskan barang-barang yang di bawah dari kampung halamannya. Barang mereka tidak terlalu banyak. Karena mereka hanya membawa barang-barang Sean saja. Sementara barang-barang Sakinah maupun Stanley mereka putuskan untuk ditinggalkan di sana agar tidak repot Ketika suatu saat mereka mengunjungi kampung halaman sakinah.
" Pakailah pakaianmu dulu. Kalau nanti ada pelayan yang masuk aku pasti akan marah kalau mereka melihatmu seperti ini!" rajuk Sakinah kepada suaminya yang suka sekali bermanja kepadanya.
Siapa yang menyangka Stanley malah mengambil remote dan langsung mengunci otomatis pintu kamarnya membuat Sakinah tidak bisa berkata-kata dengan kelakuan suaminya itu.
" Ya ampun!!" ucap Sakinah yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Sekarang sudah boleh kan aku untuk memelukmu?" tanya Stanley dengan senyum yang selalu membuat Sakinah tidak bisa lolos untuk tidak memikirkannya.
__ADS_1
Sakinah pun kemudian menghentikan kegiatannya dan memilih untuk berusaha menyenangkan hati suaminya.
Sakinah tahu bahwa suaminya sudah banyak sekali berkorban untuk rumah tangga mereka tetap baik-baik saja seperti saat ini.
" Terima kasih karena kau sudah bersabar untuk menemaniku hingga sampai ke titik ini!" ucap Stanley ketika Sakinah berada di dalam pelukannya.
" Terima kasih juga karena kau sudah bersabar juga dengan diriku yang kadang lebih mementingkan perasaan daripada logika! Maafkan aku karena aku sudah membuatmu jauh dari Putra kita saat dia di dalam kandunganku!" terlihat Sakinah yang menundukkan kepalanya Stanley bisa melihat kesedihan di wajah sang istri.
Stanley mencium kening sakinah dengan lembut.
" Tidak usah memikirkan hal seperti itu lagi. Karena aku tahu bahwa semuanya adalah karena kau mencintaiku dengan sangat dalam. Kau tidak ingin aku sedih lagi karena kehilangan anak kita. Bagaimanapun keluargaku memang sangat membutuhkan pewaris untuk meneruskan bisnis keluarga Craig. Apa yang kau lakukan sudah benar karena kau telah menyelamatkan anak kita!" Stanley kemudian mengajak Sakinah untuk tidur karena bagaimanapun perasaannya saat ini sedang bahagia karena akhirnya mereka satu keluarga kembali di mansion Craig.
Andien dan Ronald sudah kembali ke luar negeri lagi. Kemarin setelah acara akikahan selesai mereka langsung terbang ke sana.
Bagaimanapun Andien tidak bisa lama-lama meninggalkan bisnisnya di sana.
Ronald yang selama ini selalu mengikuti kemanapun Andien pergi tidak bisa menolak keinginan Andien. Walaupun sebenarnya dia masih merindukan tanah airnya. Tetapi dia sudah bertekad untuk selalu menemani sang istri di manapun dia berada.
" Aku harap mama sudah sampai di rumahnya dengan selamat. Apakah kau tidak mau untuk menghubunginya?" Tanya Sakinah pada Stanley.
" Mama itu paling tidak senang kalau aku sering menghubungi dia. Dikiranya Aku anak manja yang tidak bisa lepas dari orang tuanya. Nanti kalau sudah sampai. Mama pasti akan menghubungi kita di sini!" ucap Stanley yang memilih untuk memejamkan matanya daripada membahas tentang ibunya dan juga Ronald.
Sampai saat ini Stanley masih belum menerima pernikahan ibunya dengan Ronald. Walaupun tidak menampakkan secara nyata ketidaksukaannya itu di hadapan sang ibu.
__ADS_1
" Ayolah kita tidur saja supaya nanti bisa bangun pada acara makan malam!" pinta Stanley pada Sakinah yang akhirnya menurut juga pada suaminya.
Sean sudah dicarikan dua orang pengasuh baru yang bertugas untuk menjaganya. Penagsuh yang bisa di percaya oleh mereka. Sehingga mereka berdua bisa fokus untuk menghabiskan waktu bersama dengan lebih bahagia.