Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
107. Kesal selalu


__ADS_3

Raymond yang saat ini sedang meminta kepada Vivian untuk segera pulang dari liburannya. Raymond harus menelan pil kekecewaan karena Vivian menolak mentah-mentah untuk melakukannya.


" Segera pulang Vivian!!! Atau aku akan mengejar kamu ke sana dan menyeretmu untuk datang kemari!" ancam Raymond kepada Vivian yang sepertinya benar-benar tidak menghargainya sebagai suaminya.


" Berisik tahu gak sih??" Vivian kemudian langsung menonaktifkan nomor teleponnya dan tidak memperdulikan lagi tentang Raymond yang sejak tadi terus berusaha untuk menghubungi istrinya.


Sementara itu di luar rumahnya terlihat kedua orang tuanya yang mulai datang untuk berkunjung ke rumahnya.


" Raymond!! Sayang!!! Kamu di mana?" tanya Tiara mencari Putra kesayangannya.


" Mama?? Kok tumben sih Mah? Mau datang tidak mengabari Raymond dulu?" tanya Raymond yang merasa bingung melihat kedatangan kedua orang tuanya.


Tiara langsung menghadiahkan pukulan lembut di lengan putranya.


" Kenapa memangnya?? Apakah mama tidak boleh mendatangi rumahmu??" tanya Tiara merasa kesal kepada putranya.


" Di mana istrimu Raymond? Kenapa tidak ada siapapun di rumah ini?" tanya Tiara sambil wajahnya melihat ke sana kemari mencari keberadaan menantunya.


" Kenapa rumahmu sangat sepi sekali?" Raja juga merasa heran melihat kediaman anaknya yang terasa begitu senyap seperti kuburan.


Raymond kesulitan beneran khalifahnya sendiri mendapatkan begitu banyak pertanyaan dari kedua orang tuanya.


" Hallo Mama dan Papa! Ya ampun kalian kok datang kemari tidak memberikan kabar dulu sih? Kalau tidak kan kami bisa menjemput kalian di bandara!" Raymond benar-benar terkejut sekali ketika melihat Vivian yang keluar dari ruang keluarga.


' Sejak kapan Vivian berada di rumah ini?' bathin Raymond yang masih sangat terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang.


Vivian menyambut Tiara dan juga Raja yang baru saja datang dari Indonesia.


" Mama Rindu denganmu dan juga Raymond. Mama perkirakan kemungkinan besar dalam Minggu ini kau akan melahirkan bukan?" tanya Tiara kepada Vivian.


Vivian merasa hatinya menghangat mendengarkan pertanyaan dari Tiara yang selalu perhatian dan juga sangat menyayangi dirinya dan calon anaknya.

__ADS_1


" Iya Mah dalam Minggu ini Insya Allah cucu Mama akan segera lahir!" hati Vivian merasa terhiris untuk mengatakan hal tersebut tetapi dia pun ingin menyelamatkan wajah Raymond dihadapan kedua orang tuanya.


Bagaimanapun kedua orang tua Raymond menganggap bahwa anaknya yang ada di dalam kandungannya adalah milik Raymond. Oleh karena itu mereka sangat menyayangi calon bayinya bahkan setiap minggu mereka selalu datang ke Swiss untuk menengok mereka dan menemani Vivian periksa kw dokter kandungan.


Raymond tersenyum kepada Vivian. Karena dia benar-benar merasa bersyukur istrinya yang dia kira sedang berada di luar negeri ternyata sudah berada di dalam rumahnya.


" Mari Mah! Vivian bawa dulu ke atas semua barang-barang mama dan papa!" akan tetapi Apa yang dilakukan oleh Vivian langsung dihentikan Raymond.


" Sayang kau harus ingat! Kalau kau saat ini sedang hamil besar!! Kau jangan mengangkat yang berat-berat karena itu sangat berbahaya untuk anak kita!" Raymond langsung mencium bibir Vivian sekilas.


Vivian auto melotot sempurna dengan kelakuan Raymond yang benar-benar sedang memanfaatkan situasi karena kedua orang tuanya yang ada di sana.


Raymond tersenyum penuh kemenangan. " Ih, dasar nyebelin banget!!" kesal hati Vivian kepada Raymond yang sangat suka curi-curi kesempatan ketika kedua orang tuanya berada di rumah mereka.



visualisasi Raymond Kingford


" Tidak apa-apa Mah!" Vivian langsung tersenyum kepada Tiara.




visualisasi Tiara dan Raja Kingford


" Mama dan papa sebaiknya istirahat saja dulu. Saya akan segera menyiapkan untuk makan malam kita!" Vivian kemudian meninta kepada Raymond Untuk mengantarkan kedua orang tuanya ke kamar yang biasanya mereka tempati ketika mengunjungi kediaman mereka berdua.


" Sayang, tolong antarkan Papa sama Mama. aku akan memasak dulu!" Vivian sudah bersiap untuk pergi ke dapur tetapi Tiara melarangnya.


" Tidak usah sayang. Sudahlah sayang! Tidak apa-apa. Nanti kita makan di luar saja. Kau ini sedang hamil besar. Tolong jangan terlalu banyak bergerak begitu. Mama sangat takut terjadi apa-apa dengan cucu mama dan juga kamu!" Tiara berusaha untuk menasehati Vivian untuk tidak usah terlalu repot dalam memperlakukan mereka berdua.

__ADS_1


" Aku akan memesan makanan dari restoran makanan kita jadi kau tidak usah terlalu lah begitu untuk memasak makan malam!" Raymond tersenyum kepada Vivian.


Raymond paling menyukai saat kedua orang tuanya ataupun kedua orang tua Vivian berada di rumah mereka. Maka Vivian akan berubah menjadi seorang istri yang sangat baik dan menurut kepadanya.


" Baiklah sayang!! Lakukanlah apa yang menurutmu benar!!" Vivian tersenyum pada Raymond yang merasa bahagia sekali mendapatkan hal yang begitu menyenangkan baginya.


Tiara dan Raja sangat senang melihat keharmonisan rumah tangga putranya bersama sang menantu yang sebentar lagi dia akan memberikan cucu untuk mereka.


" Mama istirahat dulu di kamar. Nanti kalau makanannya sudah datang. Bangunkanlah kami!" Raymond menanggukan kepalanya dan mempersilahkan kepada kedua orang tuanya untuk beristirahat.


" Jaga istrimu baik-baik Remon jangan sampai dia melakukan hal-hal yang berat!" pesan Raja kepada Raymond yang langsung memeluk Vivian dengan mesra di hadapan ayahnya.


" Iya Pah jangan khawatir! Raymond pasti akan selalu melindungi Vivian!" Raymond bahkan kasih bonus ciuman bibir kepada Vivian yang sejak tadi Tangannya sudah gatal ingin memukul Raymond yang benar-benar sedang cari penyakit dengannya.


Setelah melihat kedua orang tua Raymond yang sudah masuk ke dalam kamar mereka. Vivian langsung menarik tangan Raymond untuk masuk dalam kamar.


" Eh apa yang kau lakukan? Kau itu sedang hamil besar Vivian! Tolong kau perhatikanlah gerakanmu. Kenapa begitu agresif?" Raymond benar-benar terlihat sangat mengkhawatirkan Vivian.


" Ih, kamu itu kenapa sih?? Setiap kali kedua orang tuamu datang kemari kau selalu saaj bertingkah seperti itu. Menyebalkan!! Kau selalu saja mencuri kesempatan dalam kesempitan!" kesal rasa hati Vivian kepada Raymond yang hanya meringis saja sejak tadi.


" Ayolah Vivian semua itu juga kan Bukan Aku sengaja melakukannya tapi karena aku hanya ingin menjaga perasaanku orang tuaku. Tolong kau mengerti ya?? Bukankah aku juga selalu bekerja sama denganmu ketika kedua orang tuamu datang kemari?" Raymond meringis di hadapan Vivian yang langsung Kehilangan kata-kata.


" Ih, nyebelin!!" Vivian akhirnya memilih untuk memberikan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamar Raymond. Sofa yang sangat nyaman sekali untuk duduk bersandar dan menikmati langit malam melalui jendela kamar Raymond.


Raymond sangat senang melihat Vivian yang tersenyum melihat rembulan yang saat ini sedang bersinar di luar sana.


" Pindahlah ke kamar ini, segera! Karena orang tuaku akan tinggal di sini setidaknya sampai kau melahirkan." Vivian cukup terkejut mendengarkan kabar tersebut tetapi dia juga tidak bisa untuk protes apa-apa karena kedua mertuanya melakukan itu adalah karena peduli dengannya dan juga calon anaknya.


Vivian hanya menganggukkan kepalanya dan itu membuat Raymond sangat bahagia sekali.


" Baiklah mumpung kedua orang tuaku sedang tidur Aku akan segera memindahkan barang-barangmu kemari!" Raymond tampak begitu bersemangat untuk memudahkan barang-barang Vivian ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Vivian hanya melihat kelakuan Raymond sambil menggelengkan kepalanya dan memilih untuk memejamkan mata karena dia sangat kelelahan. Raymond sangat seneng sekali karena mulia malam ini dia akan tidur sambil memeluk Vivian.


__ADS_2