Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
64. Usaha Stanley


__ADS_3

Sakinah yang saat ini sebenarnya tidak tidur. Dia bisa merasakan bahwa ada seseorang yang ada di dekatnya saat ini.


' Aku ingin tahu apakah benar laki-laki ini adalah Stanley?' bathin Sakinah masih mempertahankan posisi tidurnya dengan nyaman.


Sementara itu Stanley yang saat ini sedang menyamar menjadi James. Terlihat duduk di samping Sakinah sambil mengelus perutnya.


" Sayang kau jelas tahu bukan? Kalau aku sangat mencintaimu. Aku membiarkanmu berada di tempat ini. Bukan karena aku tidak mencintaimu. Tapi aku menghormati keputusanmu untuk menjaga anak kita di sini. Aku tidak membiarkanmu begitu saja berada di sini. Setiap hari 10 orang bodyguardku yang selalu mengawasimu dari jauh. Aku hanya ingin selalu memastikan keamananmu dan semua kebutuhanmu terjamin!" ucap Stanley dengan mata berkaca-kaca.


" Kau tahu sayang? Hampir setiap hari aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Tapi aku tidak berani untuk mendekatimu. Aku takut kalau kau lari dariku. Baru kali ini aku berani melakukan ini. Itu pun harus dengan perjuangan yang sangat keras. Untunglah si bodoh Fic telah menemukan seorang make up artis yang sangat hebat yang bisa mendandani kami menjadi seperti orang lain. Sehingga kau tidak bisa mengenali kami!" ucap Stanley sambil terkekeh geli.


Yah Stanley sebenarnya merasa tidak senang dengan dandanan seperti itu. akan tetapi sudah mimisannya untuk bisa menemui Sakinah, Stanley menahan semua perasaan itu dan terus maju pantang mundur.


" Baiklah sayang. Kau Istirahatlah dulu. Kau pasti lelah karena harus mengurus segala hal sendiri. Nanti aku akan kembali lagi untuk menemui kamu. Sayangnya Papah, jangan nakal ya? Baik-baiklah bersama ibumu. Papa harus segera kembali lagi ke Jakarta. Karena ada urusan yang sangat mendesak di sana!" ucap Stanley sambil mencium perut buncit Sakinah lalu mencium bibirnya. Air mata Stanley bahkan menetes di hidung Sakinah.


Perasaan Sakinah benar-benar berkecamuk saat ini. Rindu dendam berkecamuk di dalam hatinya. Dia sebenarnya ingin sekali untuk membuka matanya dan memeluk yang suami. Akan tetapi gengsi lebih besar dari segalanya. Sehingga Sakinah tetap terdiam dan pura-pura tidur.


" Aku pergi dulu, Jagalah dirimu baik-baik!" ucap Stanley yang kemudian meninggalkan Sakinah di dalam ruangannya.


Setelah meninggalkan Sakinah dan langsung menemui Fic yang sudah menunggu dirinya di mobil.


" Ayo Fic kita harus segera ke Jakarta!" ucap Stanley tampak begitu buru-buru.


Sekitar 10 menit yang lalu sekretaris Stanley menelpon kalau ada klien yang saat ini sedang mencari masalah di kantornya. Meminta untuk bertemu dengan Stanley. padahal sekretaris Saya sudah mengatakan kalau saat ini sedang tidak ada di tempat. Akan tetapi orang tersebut tidak percaya. Dia memaksa untuk bertemu dengan Stanley sampai Stanley muncul di hadapannya.


" Siapa sebenarnya orang kurang ajar itu? Dia benar-benar sangat mengganggu kita!" umpat Fic yang merasa tidak senang karena harus buru-buru pergi ke Jakarta.

__ADS_1


Padahal Fic sangat senang bisa bertemu lagi dengan Agnes. Setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu dengan wanita cantik itu yang sangat membuatnya tertantang untuk mendapatkan dia.


" Katakan padaku apa yang membuatmu sangat bersemangat berada di sana?" tanya Stanley yang merasa jengkel juga.


" Bukankah Tuan tahu kalau di sana ada Agnes?" tanya Fic sambil tersipu.


Stanley hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan jawaban dari Fic.


" Bukankah wanita itu sejak dulu selalu membuatmu menjadi saingannya?" tanya Stanley sambil terus memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing.


Stanley tidak mengerti klien macam apakah yang sangat berani mati memaksa dia harus segera ke Jakarta hanya untuk menemuinya.


" Sekretaris bodoh! Bagaimana mungkin dia tidak bisa menahan klien?" Stanley benar-benar tidak mengerti.


" Kau sudah bosan hidup rupanya Fic!" ucap Stanley benar-benar merasa kesal kepada Fic yang dalam kondisi seperti itu masih sempat-sempatnya menggoda dia.


" Ayolah Bos aku kan cuma bercanda supaya kita tidak terlalu sepaneng seperti ini!" Ucap Fic sambil meringis.


" Kita naik pesawat saja. Kita tinggalkan mobil ini di bandara. Supaya kita nanti mudah ketika kembali lagi kemari!" ucap Stanley memberikan perintah kepada sopirnya.


" Kau bawalah mobil ini dan pastikan untuk menjaganya. Nanti ketika Aku memanggilmu kau harus bersiap sedia menjemput kami!" ucap Stanley.


" Tuan kalau saya ditinggalkan di sini. Lalu bagaimana dengan anda?" tanya sang sopir yang tidak mau ditinggalkan oleh Stanley di kampung halaman Sakinah.


" Ya sudah kita tinggalkan saja mobilnya di sini. Tapi kita menggunakan pesawat supaya cepat aku hanya khawatir klien bodoh itu akan berbuat macam-macam di kantor kita!" ucap Stanley.

__ADS_1


Begitu mereka sampai di Bandara mereka langsung naik pesawat milik Stanley. mereka harus segera sampai ke Jakarta.


Begitu sampai di Jakarta, Stanley langsung menemui klien yang di maksud oleh Sekretaris nya.


Stanley benar-benar merasa kesal karena ternyata klien yang dimaksud oleh sekretarisnya adalah ibunya sendiri.


" Mama apaan sih datang-datang kemari? apa Mama tahu kalau mama sedang mengganggu aku?" tanya Stanley yang tampak begitu kesal karena sudah dikerjai oleh ibunya sendiri.


" Dasar anak durhaka! Apa kau tahu Mama itu sangat merindukanmu? Kau ingat-ingat dong! Sudah berapa lama kau tidak pulang ke Swiss? Masa kamu tidak ada keinginan untuk bertemu dengan ibumu?" tanya Andien sambil menggelengkan kepalanya.


" Mama kan tahu aku benar-benar sangat sibuk! Perusahaan yang diwariskan oleh kakek dan ayah benar-benar sangat besar. Belum lagi organisasi yang sangat menguras tenaga dan pikiranku!" ucap Stanley yang sudah lemas duluan.


Stanley sangat tahu tabiat ibunya yang selalu saja memaksakan kehendaknya.


" Apa Mama tahu kalau mama sedang menggangguku? Gara-gara kekonyolan Mama ini, saya harus segera kembali terbang ke Jakarta saat saya sedang menemui klien yang sangat penting di luar kota!" ucap Stanley tampak begitu kesal kepada ibunya sendiri.


Andien menatap putranya dengan lekat.


" Ayolah Stanley mamamu tidak datang setiap hari kemari! Apa kau tidak bisa menemani mama sebentar? Mama jauh-jauh datang dari Swiss hanya untuk menemuimu. Karena Mama sangat merindukanmu!" ucap Andien yang tampak begitu kecewa kepada Stanley.


Melihat ibunya yang begitu sedih Stanley pun kemudian memeluk Andien dengan erat.


" Maafkan aku mah. Yang sudah tidak berbakti sama mama!" Stanley pun kemudian mencium pipi ibunya dengan lembut.


Stanley tahu kalau ibunya sangat menyayanginya dan memang selama beberapa tahun dia tidak kembali ke Swiss karena terlalu disibukkan dengan pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2