
Fic langsung mendorong tubuh Vivian yang hampir saja melakukan sesuatu yang berlebihan atas tubuhnya di kamar mandi restoran yang saat ini dijadikan tempat olehnya untuk makan malam.
' Sadarlah!' bathin Fic ketika dia mengingat bahwa di luar sana ada Agnes yang sedang menunggunya beserta calon anak yang ada di dalam kandungannya.
" Lepaskan aku Vivian! Apa yang kau lakukan ini? Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa hubungan kita tidak lebih dari one night stand?? Kau sendiri yang mengatakan padaku untuk kita melupakan semua yang sudah terjadi pada malam itu. Lalu apa yang kau lakukan ini hah?" tanya Fic sambil mencengkram wajah Vivian yang tadi menciumnya dengan begitu bernafsu.
Fic merasa bersyukur karena kesadaran kembali masuk ke dalam kepalanya ketika dia mengingat tentang istri dan juga calon anaknya.
' Ya Allah ampunilah dosaku dan maafkanlah aku yang hampir saja terjerumus dan tidak lolos dari ujian pernikahan ini! Agnes semoga kau bisa memaafkan suamimu ini yang sedang bermain api dengan wanita gila seperti Vivian!' bathin Fic yang kemudian langsung melepaskan Vivian dari tubuhnya dan meninggalkan wanita itu dalam kekecewaan dan juga kesedihan.
Setelah meninggalkan Vivian, Fic pun kemudian membereskan tubuhnya yang tadi sempat di gerayangi oleh Vivian yang tampak sedang kegatelan karena sudah lama tidak mendapatkan sentuhan lelaki gagah seperti Fic yang sudah dia nikmati senjata rahasia miliknya yang mampu membuat dia terbang melayang berkali-kali pada malam itu.
Vivian benar-benar tidak sanggup untuk melupakan kejadian itu sehingga akhirnya dia terus berusaha untuk mendapatkan Fic ke dalam genggamannya.
Fic langsung mengajak Agnes untuk kembali ke Indonesia pada hari itu juga demi menghindari Vivian yang tampaknya sudah mulai menggila dan mulai menteror hidupnya.
" Sayang ayo kita pulang tadi Stanley menelponku bahwa ada hal yang sangat mendesak yang sangat membutuhkan bantuanku!" dusta Fic kepada Agnes yang tadi sempat heran kenapa suaminya begitu lama di kamar mandi bahkan Vivian pun sampai sekarang belum kembali lagi ke meja mereka bersama.
" Lalu bagaimana dengan Vivian dia belum kembali dari kamar mandi sejak tadi?" tanya Agnes tanpa merasa curiga sama sekali dengan gelagat suaminya.
" Sudahlah sayang kita lupakan saja. Toh Kita juga tidak kenal dengan dia kan?" tanya Fic yang merasa tidak nyaman melihat istrinya membicarakan tentang Vivian.
' Aku harus memprotek Agnes lebih kuat lagi. Agar Vivian tidak berhasil mendekati istriku. aku tidak rela kalau sampai pernikahanku hancur gara-gara pelacur itu!' bathin Fic yang langsung pergi ke kasir dan membayar semua tagihan atas semua pesanan miliknya.
__ADS_1
Fic Langsung ke hotel dan segera memberes kan semua barang-barangnya dan kembali ke Indonesia pada hari itu juga.
Agnes yang merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh kepada suaminya. Tetapi dia tidak mau untuk bertanya kepada Fic. Agnes takut kalau pertanyaannya akan membuat suaminya marah dan merasa bahwa dia tidak mempercayainya.
' Aku tahu bahwa kau saat ini sedang menyembunyikan sesuatu dariku.' bathin Agnes yang sejak tadi terus memperhatikan raut wajah suaminya yang terlihat tidak tenang dan tampak begitu gugup.
Fic yang dikenal oleh Agnes adalah seorang laki-laki yang memiliki ketenangan dan juga kepribadian yang sangat bijaksana. Bisa dikatakan semua masalah di dalam kehidupan Stanley maupun di perusahaannya adalah Fic yang selalu membereskan semuanya dengan sempurna.
Akan tetapi Fic ternyata hanyalah manusia biasa yang tidak bisa terlepas dari godaan wanita cantik yang ada di hadapannya.
' Maafkan aku sayang Aku berjanji akan segera menyelesaikan masalahku dengan Vivian sehingga kita tidak akan pernah terpengaruh dengan perempuan ular itu!' janji Fic di dalam hatinya saat dia melihat Agnes sepanjang perjalanan menuju Indonesia hanya terlihat diam dan tidak mengatakan banyak kata.
Sepasang suami istri yang saat ini sedang dalam keadaan canggung, mereka terlihat menyembunyikan pikiran mereka masing-masing dan sama-sama tidak mau berterus terang dengan masalah yang ada di dalam hati mereka.
Agnes lebih memilih untuk tidur daripada berdebat dengan Fic yang saat ini sedang memikirkan cara untuk bisa melepaskan diri dari Vivian yang sekarang telah memindahkan obsesinya terhadap Stanley kepada dirinya.
' Kesenangan sesaat karena hawa nafsu yang akhirnya harus kusesali seumur hidupku. Semoga saja kejadian malam itu tidak membuahkan benih di dalam kandungan Vivian. Sehingga tidak akan berbuntut panjang di masa depanku suatu saat nanti!' bathin Fic berusaha untuk berdoa untuk kebaikan rumah tangga nya bersama Agnes.
Agnes adalah cinta pertama Fic dan sampai saat ini hanya Agnes yang berhasil membuat Fic adalah untuk mengikat diri dengan sebuah pernikahan.
Begitu sampai di Indonesia Fic langsung mencari beberapa orang Bodyguard yang masih merupakan anak buah Stanley di dalam organisasi Mereka.
Stanley tampak mengerutkan keningnya melihat kelakuan Fic yang terasa begitu aneh sejak kepulangannya dari Jepang.
__ADS_1
" Kamu kenapa sih? Perasaan sejak pulang dari Jepang bukannya Happy malah aku lihat kamu begitu gugup dan sangat aneh!" Fic hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Stanley atas sikapnya selama ini.
Fic kemudian menjelaskan semua tentang Vivian kepada Stanley karena dia tidak mau menyembunyikan apapun dari bos besarnya.
" Wah kesialan hidupmu akan segera dimulai karena kau sudah mencari gara-gara dengan Vivian. Apa kau tahu berapa lama aku harus menghindari wanita gila itu yang selalu saja terobsesi denganku? Dan dengan bodohnya Kaulah malah menyerahkan dirimu kepada wanita gila itu!" Stanley berdecak lidah karena tidak habis pikir bahwa asisten pintarnya yang perfect dalam segala hal, ternyata bisa bertindak bodoh juga di dalam hidupnya.
" Tolonglah aku bos! Bagaimana caranya aku bisa menghentikan, apa yang dilakukan oleh Vivian kepada keluargaku? Aku tidak mau kehilangan Agnes karena dialah satu-satunya yang kucintai di dunia ini! apalagi sebentar lagi anak kami akan lahir aku tidak rela kalau Rumah tanggaku hancur hanya gara-gara pelacur itu yang akan mengacau di dalam rumah tanggaku!" Stanley bisa melihat betapa frustasinya Fic saat ini.
" Baiklah aku akan memberikan banyak Bodyguard untuk melindungi Agnes supaya Vivian tidak pernah bisa mendekatinya. Ingatlah Fic kau harus menprotct dirimu sendiri agar ular itu tidak mendekati lagi! Percayalah kesenangan itu hanya sesaat tetapi kau akan menderita setelah kehilangan wanita yang kau cintai untuk selamanya!" Stanley berusaha untuk menasehati sahabat yang sekaligus asisten pribadinya yang selama ini selalu dia andalkan untuk segala hal dalam setiap masalah dalam hidupnya.
" Aku akan sangat berusaha dengan keras agar tidak lagi terpengaruh oleh Vivian Sekuat apapun dia menggodaku! Bos! Kau benar-benar harus menolongku agar sampai Vivian tidak membocorkan apa yang sudah terjadi pada kami berdua di kapal pesiar itu!" pinta Fic kepada bosnya yang selama ini selalu menjadi orang yang menolongnya ketika dia menemui kesulitan di dalam hidupnya.
Fic dan Stanley memang terkenal sebagai bos dan bawahan yang terlihat begitu akur dan tidak pernah terlihat banyak cekcok di antara keduanya.
" Tenanglah Fic! Tenang ok?? Aku pasti akan membantumu menyelesaikan masalah kalian berdua. Percayalah! Bahwa aku pasti tidak akan membiarkan Vivian menghancurkan rumah tanggamu bersama Agnes!" setelah perbincangan mereka selesai Stanley pun kemudian mengatur pertemuan dengan Vivian untuk membahas masalah Fic dengan wanita itu.
Fic percaya bahwa Bos besarnya pasti akan memikirkan yang terbaik untuk kebaikan rumah tangganya Bersama sang istri tercinta.
" Terima kasih banyak bos karena kau sudah berjasa sekali kepadaku Rumah tanggaku! Aku berjanji akan selalu setia kepadamu bos dan menyerahkan seluruh jiwa ragaku untuk melindungi seluruh keluargamu!" Stanley hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh Fic kepadanya.
" Percayalah aku tidak akan mungkin mengijinkan Vivian menghancurkan rumah tangga kalian karena wanita itu harus segera kembali ke negaranya agar tidak lagi mengganggu kita!" Fic kemudian langsung masuk ke dalam restoran di mana dirinya dan Vivian telah berjanji untuk bertemu dan makan siang bersama.
Vivian tampak begitu bahagia sekali melihat Stanley yang saat ini duduk di hadapannya dengan senyum yang begitu manis.
__ADS_1
Untuk sejenak Vivian melupakan tentang obsesinya kepada Fic yang ternyata sama-sama susah untuk dia dapatkan seperti Stanley, bos besarnya.
" Apa kabarmu Stanley Lama sekali kita tidak bertemu ya?" tanya Vivian dengan senyumnya yang membuat Stanley benar-benar muak terhadapnya.