
Setelah membereskan semua anak buah yang dibawa oleh Robert dari luar pulau Stanley kemudian menyerahkan mereka ke kantor polisi.
Starla dan Robert pun digelandang ke kantor polisi atas kejahatan mereka menyandera dan juga menyiksa semua orang yang ada di pulau pribadi milik Stanley.
Semua anak buah Stanley yang ada di pulau saat ini sudah dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari team paramedis.
" Sayang bertahanlah. Sebentar lagi kita akan ke rumah sakit!" ucap Stanley dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Fic juga sudah dikirimkan ke rumah sakit dengan diawasi oleh Mark secara ketat.
Stanley hatinya benar-benar terhiris melihat kondisi Sakinah yang sangat memprihatinkan.
" Tuan Stanley, kami harus melakukan kuret pada istri anda karena saat ini janin yang dia kandung sudah meninggal di dalam perut, " ucap Dokter tampak sedih, " kalau kita tidak melakukan kuret maka akan terjadi infeksi dan juga hal yang buruk kepada istri anda!" ucapnya serius sekali.
Stanley benar-benar terkejut mendengarkan penerangan dari dokter.
" Ya dokter lakukanlah yang terbaik untuk keselamatan istri saya," ucap Stanley memberikan izin kepada dokter untuk mengambil tindakan kuret pada Sakinah yang telah mengalami keguguran.
" Pukulan yang diberikan kepada istri anda telah mengakibatkan goncangan ke dalam rahim istri anda. Sehingga membuat janin yang ada dalam kandungannya meninggal!" ucapnya menjelaskan sebab dari keguguran tersebut.
Bahkan sampai sekarang syakimah masih pingsan dan tidak sadarkan diri di ruangan IGD.
Dokter yang menangani Sakinah sengaja keluar dari ruangan untuk mencari Stanley sebagai suami dari Sakinah agar dia bisa melakukan tindakan tanpa menimbulkan masalah ke depannya.
setelah mendapatkan persetujuan dari Stanley dokter langsung bergegas untuk melakukan tindakan tersebut karena saat ini waktu benar-benar sangat berharga untuk keselamatan Sakinah.
Fic juga sudah berada di rumah sakit dan sama-sama dirawat di sana.
__ADS_1
Tampak Stanley menggeram penuh dengan amarah setelah dia mengetahui bahwa anak yang ada di dalam kandungan Sakinah sudah meninggal dunia.
Akan tetapi Stanley berusaha untuk tetap menenangkan dirinya. Bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai Sakinah merasa sedih melihat keadaannya.
Begitu melihat Sakinah keluar dari IGD. Stanley langsung mengikuti dokter yang membawa bunker milik Sakinah menuju ke ruangan perawatan yang sudah disiapkan oleh Stanley untuk istrinya.
Stanley sengaja menyatukan ruangan Fic dan Sakinah agar dia bisa merawat keduanya secara lebih intensif tanpa harus lelah untuk pergi ke sana kemari untuk menjaga keduanya.
" Sayang, Cepatlah sadar karena aku sangat merindukanmu," futsal stainless sambil menggenggam telapak tangan Sakinah.
Sejak kejadian penyanderaan di Pulau pribadi milik Stanley, hingga saat ini, Stanley belum berbicara dengan sempurna karena istrinya masih pingsan karena terlalu lelah dan juga menahan rasa sakit yang terlalu lama.
Tampak bulil air mata yang mengalir di kelopak mata Stanley.
" Maafkan saya tuan karena saya tidak bisa menjaga istri anda dan juga anak yang ada di dalam kandungannya. Semua ini karena keteledoran dan juga kecerobohan saya terperdaya oleh Robert dan Starla," ucap Fic yang sejak tadi terus memperhatikan Stanley yang begitu sedih melihat keadaan istrinya.
" Kalau saja waktu itu saya tidak menyarankan kepada anda untuk membawa Nyonya Sakinah ke pulau pribadi. Pasti semuanya tidak akan terjadi hal buruk seperti ini!" ucap Fic dengan air mata yang terus mengalir di pipinya karena kesedihan yang luar biasa.
Selama ini Fic jarang sekali menangis. Dia adalah seorang pria yang selalu menjaga harga dirinya di atas segalanya.
" Sudahlah Fic, semuanya sudah terjadi. Kita menyesalinya pun tidak akan mungkin bisa mengembalikan anakku yang sudah meninggal!" ucap Stanley yang tampak begitu tertekan dengan kenyataan itu.
Bagaimanapun Stanley benar-benar mengharapkan kehadiran buah hati di dalam keluarga mereka yang akan menjadi pewaris organisasi dan juga perusahaannya.
" Maafkan saya sekali lagi tuan!" ucap Fic dengan menundukkan wajahnya semakin dalam, tidak berani melihat kepada Stanley yang saat ini sudah berdiri di sampingnya.
" Sudahlah Fic. Ayo kita lupakan semuanya. Jadikanlah itu sebagai pelajaran yang akan semakin mengkayakan pengalaman hidup kita menjadi lebih bijak dan mawas diri!" ucap Stanley yang sebenarnya sedang berpesan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Yah saat ini Stanley memang benar-benar membutuhkan sugesti positif yang bisa membuat dirinya tidak terlalu terpuruk mengenai kematian ataupun keguguran yang saat ini Sakinah alami.
Saat Stanley dan Fic sedang bercerita tentang kejadian di Pulau pribadinya, terlihat Sakinah yang mulai membuka matanya secara perlahan-lahan.
" Tuan Nyonya tampaknya sudah sadar!" ucap Fic yang melihat Sakinah sudah membukakan matanya dari tempat dia berbaring.
Stanley langsung berlari menuju ranjang milik istrinya. " Sayang kau baik-baik saja kan?" tanya Stanley antara bahagia dan juga excited melihat istrinya yang sudah siuman.
" Bagaimana dengan kondisi anak kita aku tidak lagi merasakan kehadirannya di dalam kandunganku," ucap Sakinah dengan suara bergetar dan air mata terlihat menetes di kelopak matanya.
Stanley langsung memeluk istrinya dan berusaha untuk memberikan kekuatan kepada Sakinah yang saat ini pasti sangat sedih karena mereka telah kehilangan anak mereka yang masih usia beberapa bulan saja.
" Apakah anakku baik-baik saja?" tanya Sakinah dengan mata berkaca-kaca.
Hati Stanley benar-benar sedih seakan terisi oleh ribuan sembilu ketika melihat Sakinah yang mulai menangis terisak.
" Katakan padaku bagaimana kabar anak kita?" desak Sakinah Stanley memeluknya dengan begitu erat.
" Sabarlah sayang mungkin anak kita memang belum rezeki untuk kita berdua Dan Allah sudah mengambilnya dari kita. Pukulan hebat yang dilakukan oleh anak buah Robert di perut kamu telah membunuh anak kita dan dokter sudah mengambilnya dari rahim kamu," ucap Stanley dengan suara yang bergetar dan tersekat di tenggorokannya.
Tangis Sakinah seketika pecah. Fic dan Stanley benar-benar tidak sanggup melihat kesedihan di matanya.
" Tenanglah Sayang. Aku yakin kita pasti akan kembali dipercaya oleh Tuhan untuk memiliki seorang anak. Sekarang bagiku yang penting adalah kesembuhanmu. Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu!" ucap Stanley sambil memeluk dan mencium Sakinah untuk menguatkan istrinya dari cobaan yang begitu berat yang datang secara bertubi-tubi ke dalam rumah tangga mereka.
Stanley benar-benar sangat menyesal karena telah mengampuni nyawa Robert dan juga telah membiarkan Starla hidup terlalu bahagia selama berada di dalam pengawasannya.
Kalau seandainya dulu dirinya tidak terlalu memanjakan Starla dengan harta kekayaan. Pasti sekarang Starla tidak mungkin memiliki begitu banyak kekuasaan dan uang yang memungkinkannya untuk menyewa para pengawal yang akhirnya digunakan oleh starla untuk menyakiti istrinya dan juga fix serta beberapa pengawal yang bertugas untuk menjaga pulau pribadi miliknya.
__ADS_1