
Agnes sangat marah setelah melihat kelakuan sopir dan juga pengasuh anaknya yang sangat mengecewakan dirinya.
" Bersiap-siaplah untuk keluar dari rumahnya karena Aku akan memecat kalian. Aku tidak mau ketiban dosa kalian berdua dengan menampung kalian tinggal dalam rumahku!" Oji dan Mely sangat terkejut mendengar perkataan Agnes yang di luar ekspektasi mereka.
Oji sudah bekerja di rumah itu lama sekali, sejak Fic belum menikahi Agnes jadi dia tidak terima kalau dipecat olehnya karena Fic yang telah mempekerjakan dia.
" Maafkan saya Nyonya. Tapi yang telah mempekerjakan saya adalah tuan Fic bukan anda," Oji tampak keberatan dengan keputusan Agnes yang dia nilai tidak adil kepada dirinya dan kekasih gelapnya.
Mely memang seorang gadis yang cuma cantik apalagi sikapnya yang genit mungkin menjadi daya tarik tersendiri untuk Oji.
Melly berkali-kali pernah mencoba untuk menggoda Fic akan tetapi selalu gagal karena Fic sudah bertobat dari perbuatan semacam itu. Berkaca dari pengalamannya berkhianat bersama Vivian, Fic sangat menderita karena perbuatannya itu.
" Kamu aku pecat Oji! Dan kamu juga, Mely. Jadi bersiap-siaplah untuk meninggalkan rumah ini!" tiba-tiba saja Fic sudah berada di antara mereka.
Fic menatap tajam penampilan mereka berdua dan hanya berdecak lidah karena tidak percaya bahwa ternyata mereka bisa melakukan hal seperti itu di rumahnya.
Oji benar-benar terkejut karena ternyata Fic sejak tadi tidak pergi tetapi mendengarkan semua yang terjadi di tempat itu.
" Kau dengar bukan? Apa yang sudah dikatakan oleh suamiku? Segera siapkan barang-barangmu dan besok pagi segera angkat kakimu dari sini! Kamu juga Mely! Bersiaplah pergi juga. Karena aku tidak mau kau merubah tempat ini menjadi tempat untuk mesum!" Agnes kesal setengah mati.
Oji dan Mely akhirnya tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fic tadi. Mereka tidak berani berbuat macam-macam kepada Fic yang merupakan orang kepercayaan dari Stanley.
Dengan langkah lemas. Mely kemudian kembali ke dalam kamarnya sendiri dan beres - beres semua barangnya.
__ADS_1
" Sial banget sih malam ini! Udah tanggung nggak dapet apa-apa, malah di pecat lagi. Menyebalkan! Padahal kerjaan tempat ini gajinya luar biasa." Mely menghela nafas dengan berat.
Tak berbeda dengan Oji yang merasa marah kepada Mely yang selalu saja menggodanya setiap malam. Mely selalu menyelinap masuk ke dalam kamarnya dan selalu saja tiba-tiba sudah ada di atas tubuhnya mengganggu waktu istirahatnya.
Oji kesal!! Karena gara-gara perbuatan Mely itu telah membuatnya harus kehilangan pekerjaan. Padahal dia sudah bekerja dengan Fic lama dan sudah betah di tempat itu.
" Mely!! Kau sudah merusak hidupku! Kenikmatan yang kau berikan tidaklah seberapa. Tetapi sudah menghancurkan segalanya!" Oji tampak begitu geram luar biasa sambil membereskan barangnya.
Sementara itu, Fic dan Agnes terlihat sedang berbicara serius di dalam kamar mereka.
" Maafkan aku! Ini adalah keteledoranku yang tidak mengawasi mereka pada malam hari. Sehingga membuat mereka jadi berbuat aneh-aneh di rumah kita." Agnes terlihat menyesali apa yang terjadi pada malam ini.
" Sudahlah sayang. Lupakan saja ya? Bagiku yang penting mereka sudah dipecat dari rumah kita. Ayo kita tidur!" ucap Fic yang sebenarnya hatinya merasa terganggu dengan kejadian malam ini.
Fic sangat takut kalau misalkan Agnes tahu kalau Mely sering sekali menggodanya. Apalagi saat Agnes baru saja melahirkan. Mely gak ada habisnya menggoda Fic. Akan tetapi Fic selalu menepis godaan wanita itu.
" Ya sudah! Ayo kita tidur!" Agnes bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya akan tetapi Agnes masih membiarkannya karena dia sendiri yang akan mencari tahu apa yang disembunyikan oleh Fic di belakang dirinya.
Keesokan harinya Oji dan Melly meninggalkan rumah itu dengan penuh kemarahan. Akan tetapi Mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa karena memang itu adalah kesalahan mereka sendiri yang tidak berhati-hati.
" Semua gara-gara kamu. Aku kehilangan pekerjaan terbaikku gara-gara kamu!" Oji terlihat sangat frustasi.
" Sekarang kau harus bagaimana? Uang pesangon ini tidak akan mungkin cukup untuk membeli rumah di Jakarta. Aku harus mencari kontrakan saja dan setelah itu mencari pekerjaan yang baru!" Oji bermonolog dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kita tinggal di satu kontrakan saja? Jadi kita berdua bisa saling membantu satu sama lain." Mely menatap Oji dengan tatapan nakalnya yang selalu berhasil meruntuhkan Iman Oji.
Oji kesulitan menelan salivanya sendiri melihat Mely yang belum apa-apa sudah menggoda dirinya lagi.
' Beuh!! Yang namanya jalan masuk neraka itu memang ada di mana-mana dan sangat mudah untuk mencarinya. Aku sebaiknya pulang kampung saja dan berkumpul dengan anak dan istriku. Biarlah uang pasangon ini akan aku jadikan modal untuk memulai hidupku yang baru di kampung,' monolog Oji dalam hatinya.
Mely mengerutkan keningnya melihat ekspresi Oji yang begitu datar.
" Kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Karena aku akan kembali ke kampung halamanku dan berkumpul dengan istri dan anakku!" Oji kemudian meninggalkan Melly dalam bengong dan juga amarahnya.
" Jadi itu artinya kalau kau tidak mau bertanggung jawab denganku?" tanya Mely merasa marah dengan kelakuan Oji.
Oji menghentikan langkahnya dan kemudian menatap kepada Mely.
Hati Mely saat ini sedang deg-degan dan was-was. Ketika dia melihat tatapan Oji yang tidak biasanya. Oji yang sangat marah pun akhirnya menurunkan koper di tangannya dan mendekati Mely dengan amarah di hatinya.
" Kalau bukan karena kamu yang setiap malam selalu menyelinap ke dalam kamarku. Hidupku tidak akan luntang-lantung di Jakarta seperti ini. Kamu seharusnya merasa beruntung. Karena aku tidak melakukan hal yang buruk kepadamu untuk kamu harus mempertanggungjawabkan yang sudah kau lakukan padaku. Kamu seharusnya merasa beruntung dan berterima kasih padaku. Karena aku hanya pergi meninggalkanmu ke kampung halamanku. Bukannya pergi ke kantor polisi karena setiap malam kamu selalu membuat aku tergoda untuk mencicipi tubuh kamu yang murahan itu!" Oji sudah habis kata-kata. Kemudian meninggalkan Melly yang sudah gemetar ketakutan melihat amarah di matanya.
Setelah kepergian Oji, Mely akhirnya memilih untuk kembali ke kampung halamannya juga dan meminta untuk menikah dengan tunangannya yang ada di kampung.
Mely tidak mau kalau sampai nanti dia hamil dan tidak ada yang bertanggung jawab dengan kehamilan dia.
Mumpung semuanya belum terlambat Mely langsung mengambil keputusan itu tanpa pikir panjang lagi.
__ADS_1
Selama ini tunangan Mely memang sudah sering sekali meminta kepada Melly untuk menikahinya. Karena takut Mely hamil mengingat mereka sudah sering chack in hotel. Tetapi Mely yang selalu ngeyel dan ingin menikmati dan mencoba bekerja di Jakarta yang katanya enak kerja di sana.
Tetapi baru 2 bulan bekerja dia sudah tidak tahan dengan godaan bos nya yang wajahnya layaknya artis. Awalnya Mely ingin menggoda Fic tapi tidak pernah berhasil. Lumayankan jadi selingkuhan pria tampan seperti Fic yang memiliki body goal dan ketampanan yang luar biasa sebagai seorang laki-laki tetapi ternyata dia sangat sulit untuk ditaklukan. Sehingga Mely akhirnya memutuskan menggoda Oji yang merupakan sopir kepercayaan Fic yang tidak kalah tampan hanya beda nasib saja.