
Fic merasa benar-benar sangat kecewa mendapatkan kabar tersebut.
" Tampaknya Agnes memang tidak ingin bertemu denganku. Apakah aku harus mengikhlaskan semua itu bos? Bagaimana kalau dia sedang hamil Bos? Apakah aku juga harus mengalami nasib seperti Bos, yang berpisah dengan istri saat sedang hamil?" tanya Fic kepada Stanley yang auto terdiam.
Stanley sangat tahu bagaimana menderitanya hidup berjauhan dengan istri. Apalagi ketika istri kita sedang hamil. Stanley berusaha keras untuk memutar otaknya mendapatkan solusi untuk Fic yang saat ini tampaknya sedang patah hati.
" Tenanglah Fic aku akan membantumu untuk menemukan keberadaan istrimu. Kau baik-baiklah dulu beristirahat di situ. Nanti kalau sudah ada kabar aku akan segera menghubungi kamu!" janji Stanley kepada Fic yang merasa sangat bahagia dengan kepedulian Stanley terhadap masalah pribadinya.
" Aku akan ke situ bos untuk membantumu menemukan Agnes. Aku yakin aku pasti bisa memberikan kontribusi untuk menemukan istriku sendiri!" ucap Fic kepada Stanley.
" Tidak usah Fic! Kau jangan ke sini nanti aku akan sampaikan kepadamu kalau aku sudah dapat info dari anak buahku. Nanti aku akan menyuruh anak buahku yang selama ini selalu menjaga dan mengawasi Sakinah di sini!" ucap Stanley menjanjikan bantuan kepada Fic untuk bisa menemukan Agnes.
Fic merasa heran kepada Stanley yang benar-benar melarangnya untuk datang ke kampung halaman Sakinah di mana saat ini dirinya sedang berada di sana.
" Ayolah Fic kalau semua ada di sini juga. Lalu bagaimana dengan perusahaan dan organisasi kita di Jakarta? Jangan khawatir! ercayakanlah tentang Agnes padaku. Di sini aku anak buahku yang lainnya akan membantu untuk menemukannya! Sekarang kau di situ. Baik-baiklah beristirahat dan urus perusahaan serta organisasi dengan baik. Ok? Tunggulah aku memberikan kabar ke padamu!" setelah mengatakan itu Stanley pun kemudian menutup panggilan telepon kepada Fic. Bagaimanapun Stanley tidak mau kalau sampai Fic melihat ataupun mengetahui kalau dirinya dan sakinah saat ini sudah saling mengetahui satu sama lain.
Bisa-bisa Fic akan terus mengejeknya sebagai bos yang bodoh. Karena tidak bisa menyembunyikan rahasia tentang penyamarannya di hadapan Sakinah.
" Aiya! Lebih baik kau tenggelamkan aku ke laut saja, daripada kau harus mengejekku sebagai bos yang bodoh. Sudahlah sekarang aku sebaiknya mengatur anak buahku agar segera bisa menemukan Agnes. Kalau tidak, Fic akan tidak sabar dan dia pasti akan datang kemari untuk menemukan istrinya. Itu sungguh akan sangat berbahaya!" monolog Stanley basah terancam apabila sampai Fic datang ke tempat itu dan melihatnya sekarang sudah kembali bersama Sakinah walaupun hanya di dalam kamar mereka saja.
Yah karena Sakinah tidak mau identitas Stanley terbuka di hadapan publik karena itu akan berbahaya untuk mereka apabila sampai musuh-musuh Stanley bisa mengendus keberadaannya.
***
__ADS_1
Agnes sekarang benar-benar harus berhati-hati dengan aktivitasnya. Karena dia sudah positif hamil. Setelah dia menjalani pemeriksaan ke rumah sakit besar yang ada di pusat kota.
" Ya Tuhan aku tidak tahu ini Anugerah ataukah bencana tapi yang jelas aku dan fix sekarang memiliki calon anak di dalam kandunganku. Tuhanku aku harus bagaimana sekarang?" monolog Agnes yang saat ini sedang begitu lemas duduk di kursi sambil menunggu namanya dipanggil untuk menembus obatnya.
Mirah yang mewakilkan Agnes untuk mengambil obat tampak tergopoh-gopoh. Menuju putrinya yang sejak tadi terus saja melamun memikirkan nasib anak yang ada di dalam kandungannya.
" Agnes ayo pulang. Ini obatnya sudah mama dapatkan!" dengan perasaan bimbang dan juga resah Agnes kemudian mengikuti Mirah untuk kembali ke rumah mereka.
Di sepanjang perjalanan Agnes hanya melamun dan tetap fokus untuk menyetir bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai mereka mengalami kecelakaan karena kecerobohan sesaat.
Agnes sekarang semakin berhati-hati dalam melakukan segala hal karena dia selalu ingat bahwa di dalam kandungannya sekarang ada nyawa lain yang bergantung kepadanya.
Setiap kali dirinya merasa lemah dan letih dengan kehidupan. Seketika Agnes mengingat dan mengelus perutnya dan membuat dia kembali bersemangat dalam melanjutkan kehidupannya.
" Mama ini ada-ada aja! Aku ini wanita bersuami mah dan juga anak-anak di dalam kandunganku!" ucap Agnes sambil menunggu kesal melihat ke arah mamahnya yang seperti tidak memikirkan perasaannya saat ini.
" Mama bilang saja sama saya kalau ingin saya pergi dari rumah ini. Mama tidak usah menjodoh-jodohkan saya dengan laki-laki lain! Karena saya tidak akan pernah menikahi laki-laki lain. Cinta saya hanya untuk Fic saja!" ucap Agnes sambil masuk ke dalam kamarnya dan kemudian mengunci dari dalam.
Mirah hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapan Agnes yang benar-benar menusuk ke jantungnya.
" Mama tidak ingin mengusirmu dari rumah ini nak. Mama hanya ingin melihat kamu bahagia bersama laki-laki yang mencintaimu. Fic itu sepertinya tidak mencintaimu makanya dia membiarkan kamu berada di sini dan tidak pernah datang menjemputmu!" ucap Mirah kepada Agnes yang benar-benar bebal dan sangat sulit untuk diajak bicara olehnya.
Agnes hanya bisa menutup kupingnya dengan bantal karena tidak mau hatinya terluka dengan ucapan ibunya tentang Fic.
__ADS_1
" Bagaimana mungkin Fic bisa datang kemari? Sementara dia tidak tahu alamat orang tuaku yang ada di sini," ucap Agnes pada dirinya sendiri.
Akhirnya Agnes pun tidur karena merasakan lelah dan pusing kepalanya mendengarkan semua keluhan dari ibunya yang sejak tadi terus saja mengeluh padanya.
Sementara itu Mirah tampak sedang mengingat-ingat sesuatu tentang menantunya yang hanya satu kali dia temui, itu pun hanya saat pernikahan Agnes dan Fic.
Mirah tampak menarik nafas dalam-dalam. Mirah merasa jengkel dengan dirinya sendiri. Karena selama ini dirinya tidak pernah mau mempedulikan tentang kehidupan Agnes di Jakarta sana.
" Mertua macam apa aku ini? Sehingga tidak tahu apa-apa tentang menantuku sendiri! Ya ampun! Benar-benar menjengkelkan sekali!" sejak dulu Fic dan Agnes memang selalu merahasiakan tentang identitas Fic kepada kedua orang tuanya. Karena Fic maupun Stanley tidak mau membahayakan nyawa kedua orang tua Agnes apabila sampai terjadi apa-apa terhadap Fic ataupun Stanley.
Dalam organisasi mafia yang mereka tangani. Keluarga adalah sebuah kelemahan yang paling besar yang biasanya akan digunakan oleh musuh untuk menekan dan juga mengancam.
Oleh karena itu selama ini Stanley selalu berusaha untuk menjaga keluarganya bahkan kedua orang tua stand nelepon sampai saat ini masih disembunyikan di luar negeri.
Stanley benar-benar menjaga keluarganya. Sama seperti saat ini Stanley pun sampai rela menyamar hanya untuk menyembunyikan keberadaan sakinah dari musuh-musuhnya.
Stanley sadar konsekuensi dari pekerjaannya tidaklah mudah dan tidaklah sederhana. Oleh karena itu dia selalu mewanti-wanti kepada dirinya sendiri untuk selalu waspada.
" Baiklah aku akan mencoba untuk mencari tahu tentang menantuku maupun pekerjaan nya. Aku yakin pasti ada sesuatu yang telah disembunyikan oleh Agnes di dalam kamar nya. Nanti kalau Agnes pergi bekerja. Aku akan mencoba untuk mencari tahu segala sesuatu tentang Fic!" monolog Mirah sambil akhirnya memutuskan untuk menghubungi Aldo dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Agnes kepada pemuda itu.
" Maafkan Tante Aldo. Agnes saat ini masih terikat pernikahan dengan suaminya yang pertama apalagi saat ini Agnes sedang mengandung jadi dia tidak bisa untuk melakukan pernikahan dengan laki-laki lain!" setelah mengatakan itu Mirah pun meminta kepada Aldo untuk melupakan Agnes.
" Padahal aku sangat mencintai Agnes. Aku rela untuk menjadi ayah dari anak yang sedang dia kandung. Asalkan Agnes mau untuk menerima lamaranku!" terdengar suara Aldo yang begitu kecewa dengan keputusan Agnes yang menolak dirinya mentah-mentah.
__ADS_1