Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
20. Menikah dan Kesedihan


__ADS_3

Setelah Sakinah melewati masa iddahnya. Sakinah dan Stanley kemudian mengesahkan pernikahan mereka berdua dengan disaksikan oleh Bi Warsih sebagai orang terdekat Sakinah.


Setelah resmi menikah, Sakinah kemudian pindah ke mansion milik Stanley dan di sanalah mereka memulai kehidupan rumah tangga mereka yang indah pada awal pernikahan mereka.


Tetapi beberapa bulan kemudian Sakinah menemukan kenyataan bahwa ternyata Stanley tidak benar-benar menutup kasiona dan juga rumah bordilnya, maupun bisnis narkobanya yang pernah di janjikan oleh Stanley saat dia melamar Sakinah dulu.


Selama ini semua bisnis yang dikatakan oleh Stanley telah ditutup. Ternyata masih dikelola oleh Robert dan Sakinah mengetahui hal itu ketika tanpa sengaja dia membaca laporan yang diberikan oleh asisten suaminya itu di ruang kerjanya. Ketika Sakinah sedang membereskan berkas-berkas milik Stanley di ruang kerjanya yang tercecer.


Tampaknya Stanley kelupaan untuk membereskan laporan itu. Sehingga memberi kesempatan kepada Sakinah untuk dapat membacanya dan akhirnya mengetahui keculasan yang dilakukan oleh suaminya di belakangnya. Stanley yang bekerja sama dengan Robert sebagai pelaksana ataupun pengelola bisnis yang dikatakan oleh Stanley sudah ditutup demi menikah dengan Sakinah.


Tampak bulir air mata Sakinah menetes di pipinya. Sakinah merasa bahwa dirinya telah ditipu oleh Stanley mentah-mentah.


Saat Sakinah hendak menghapus air matanya yang mengalir tanpa dia pinta. Tiba-tiba saja Stanley masuk ke dalam ruang kerjanya.


Stanley mengerutkan keningnya ketika dia melihat Sakinah yang sedang membuka laporan keuangan yang tadi pagi dikirimkan oleh Robert untuknya.


Hanya sekilas melihat Sakinah memegang laporan itu. Stanley bisa mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.


" Apa yang sedang kau lakukan di ruang kerja aku? Bukankah aku sudah bilang? Barkan pembantu saja yang melakukan pekerjaan rumah. Kau cukup urus dirimu saja agar selalu sedia saat aku membutuhkan kamu di atas ranjang." mendengar perkataan Stanley membuat Sakinah merasa sangat terhina.


Ternyata dirinya hanyalah bernilai sebagai pemuas nafsu di atas ranjang bagi suaminya.


Sakinah berusaha untuk menyabarkan dirinya dan berusaha untuk tetap tegar untuk menerima semua kenyataan yang saat ini berada di hadapannya.

__ADS_1


" Kenapa kau harus membohongiku?" tanya Sakinah dengan kesulitan menelan salivanya.


Stanley kemudian merebut laporan yang ada di tangan Sakinah dan melemparnya di atas meja. Stanley paling tidak senang, kalau ada orang yang membuka ruang privasinya. Walaupun itu sang istri sekalipun.


" Kau kan dulu mengatakan untuk aku menutup Kasino yang berada di bawah kekuasaanku. Aku sama sekali tidak pernah memegang itu semua sekarang. Robert yang mengelolanya. Ah sudahlah lupakan saja!" Stanley mulai merasa jengah dan malas untuk menjelaskan semua kepada Sakinah.


Dengan tubuh gemetar. Sakinah keluar dari ruang kerja suaminya. Dia tahu bahwa dirinya memang bodoh karena terlalu percaya dengan semua yang dikatakan oleh Stanley tanpa mengkonfirmasi dulu semuanya.


" Aku hanya merasa kecewa. Karena ternyata kau tidak benar-benar serius untuk memenuhi syarat yang dulu aku berikan padamu saat aku menerima lamaran kamu!" ucap Sakinah dengan suara gemetar.


" Karena kamu tidak memenuhi syarat yang aku ajukan untuk pernikahan kita dulu. Maka hukum pernikahan kita bisa dikatakan termasuk makruh. Karena kau sudah melakukan penipuan di dalamnya. Aku bisa mengajukan gugatan perceraian ataupun pembatalan pernikahan kita berdua!" ucap Sakinah berusaha untuk tegar dan sabar.


Terlihat Stanley menggeram marah dan mendekati Sakinah yang terlihat ketakutan.


Sakinah kemudian keluar dari ruang kerja Stanley setelah mendapatkan ancaman yang begitu menakutkan dari sang suami.


" Sebaiknya kau segera persiapkan surat perceraian kita berdua!" ucap sakinah dengan suara gemetar tanpa menatap kepada Stanley yang langsung marah dan membanting semua barang yang ada di dekatnya.


Hati Sakinah yang sudah mantap ingin bercerai. Karena dia merasa telah tertipu dan bohongi oleh Stanley. Akhirnya hanya bisa menatap suaminya yang sedang mengamuk tanpa bisa di kendalikan lagi.


Selama pernikahan mereka berdua, ini adalah hari pertama Stanley melihat Sakinah yang kecewa terhadapnya. Setelah mengetahui dirinya membohongi sang istri untuk bisa menyuntingnya dan menjadikan Sakinah sebagai istrinya.


Sakinah terus masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri di dalam kamar. Sementara itu Stanley masih berada di ruang kerjanya tampak begitu besar dan marah.

__ADS_1


" Dasar kau Stanley bodoh! Kenapa kau bisa cerobos sekali huh? Kenapa kamu masih saja ceroboh seperti dulu? Kenapa kamu masih membiarkan laporan rahasia ini begitu saja di atas mejamu? Sehingga Sakinah bisa membacanya dan mengerti dengan apa yang tertulis di dalam laporan itu!" ucap Stanley yang mulai merasa frustasi dengan masalah yang sedang dihadapinya.


Stanley tidak benar-benar menipu Sakinah. Karena bisnis haram yang berada di bawah kuasanya memang telah dia bubarkan dan tidak pernah dia sentuh sedikit pun. Akan tetapi sekarang yang tersisa adalah bisnis yang berada di bawah kendali Robert sebagai asistennya yang multitalented dan multi tugas benar-benar sangat membuat iri bagi yang lainnya.


Setelah kepergian Sakinah tampak Stanley mengepalkan kedua tangannya kemudian dia menghubungi Robert.


" Semuanya gara-gara Robert! Aku sudah menyuruhnya untuk membumi hanguskan semuanya. Siapa yang menyangka kalau dia merasa sayang untuk membubarkan semua bisnis yang diperintahkan olehku untuk ditutup. Sehingga sekarang membuatku jatuh pada masalah sebesar ini. Dasar sial!


umpat Stanley menyesesali segalanya.


Stanley tahu bahwa Sakinah saat ini sedang merasa dikhianati olehnya. Karena tidak memberikan apa yang di minta oleh Sakinah saat dirinya dulu melamar Sakinah.


Ketika Stanley masuk ke dalam kamar mereka. Dia melihat Sakinah yang sudah membawa 2 buah koper sedang dan bersiap untuk meninggalkan Mansion.


Kerut di kening Staley semakin dalam ketika dia melihat Sakinah yang melewatinya begitu saja.


" Kau mau ke mana Sakinah? Kau tahu kan kalau kau tidak bisa meninggalkan mansion ini tanpa seijinku?" ucap Stanley dengan nada tidak senang.


" Bukankah aku sudah mengatakan padamu? Pernikahan Kita sekarang adalah mahruh hukum nya karena kau telah melanggar dari apa-apa yang menjadi syarat yang aku ajukan untuk menerima pernikahan kita!" ucap Sakinah datar dan terus berusaha tegar dan sabar menerima kenyataan yang tak seindah ekspektasi dirinya selama ini.


" Aku tidak peduli dengan semua yang kau katakan. Tapi yang jelas kita sekarang adalah suami istri dan aku tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkan mansion ini!" ucap Stanley mulai geram dan kehilangan kesabaran terhadap Sakinah yang dengan begitu berani menatapnya tanpa berkedip sama sekali.


" Aku akan kembali ke kampung halamanku! Aku tunggu gugatan penceraian kita kau kirim ke alamat surelku saja!" setelah mengatakan itu Sakinah pun meninggalkan suaminya yang masih bengong di tempat.

__ADS_1


__ADS_2