Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
83. Bertemu Mirah


__ADS_3

Di dalam hatinya Agnes sebenarnya merasa bahagia karena Fic akhirnya bisa menemukan dia. Walaupun sebenarnya masih menjadi sebuah misteri besar untuk diungkapkan oleh Agnes. Bagaimana suaminya bisa mengetahui keberadaannya saat ini?


" Sayang kamu dan anak kita baik-baik saja kan?" tanya Fic merasa benar-benar excited dengan kehamilan Agnes yang sejujurnya tidak pernah dia sangka-sangka ataupun dia rencanakan sebelumnya.


Selama ini Fic bahkan tidak pernah berpikir kalau dirinya akan mempunyai seorang anak dari istrinya yang lama tidak bertemu dirinya.


Tapi Agnes bisa melihat kebahagiaan di wajah Fic dan itu sangat terlihat jelas di mata Fic yang berbinar bagaikan bintang kejora.


" Sudahlah kau tidak usah sayang-sayangan sama aku! Rasanya geli aku mendengarnya. Aku terlalu biasa dengan kau yang selalu kasar padaku!" ucap Agnes ketus.


Hati Fic mencolos mendengarkan ucapan istrinya, " Apakah benar kalau aku selama ini terlalu kasar padamu? Sehingga kau jadi terbiasa dengan kekasaranku?" tanya Fic merasa sedih dengan ucapan Agnes.


Agnes di dalam hatinya sebenarnya sedang tersenyum bahagia melihat ekspresi Fic. Akan tetapi gengsi di hatinya jauh lebih besar daripada harus menunjukkan kebahagiaannya di hadapan Fic. Agnes tidak mau membuat Fic menjadi besar kepala kalau tahu dia senang dengan kedatangan nya.


" Sayang! Oh maafkan aku. Maksudku Agnes. Bagaimana kalau kita ke rumah sakit? Aku benar-benar sangat penasaran ingin tahu keadaan anak kita!" ucap Fic ketika melihat Agnes yang bangkit dari kursi dan bersiap untuk meninggalkan kantornya.


" Baru kemarin aku dari rumah sakit. Masa mau ke rumah sakit lagi?" tanya Agnes menolak ajakan Fic.


Fic menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sungguh dia benar-benar gugup berhadapan kembali dengan Agnes. Setelah perpisahan mereka yang terakhir kali dalam amarah.


Amarah yang akhirnya menghasilkan keputusan Fic akan mengurus perceraian mereka berdua. Sehingga membuat Agnes akhirnya melarikan diri lagi dari Fic setelah bertahun lamanya mereka baru bertemu lagi. Beberapa bulan yang lalu.


" Baiklah! Kalau begitu, sekarang kau mau pergi ke mana?" tanya Fic yang sampai saat ini masih belum bisa menguasai kegugupan dan rasa canggung di hatinya terhadap Agnes.


Maklumlah mereka berdua selama ini seperti Tom and Jerry yang selalu berantem di manapun mereka berada.


" Aku mau pulang ke rumahku! Apa kau tidak melihat sekarang jam berapa? Atau kau mengharapkan aku untuk tidur di kantor ini?" tanya Agnes yang masih ketus dan jutek pada Fic yang sebenernya masih dia cintai dan sangat dia rindukan.

__ADS_1


Fic kemudian mengikuti kemanapun Agnes melangkah. Agnes berhenti dan menatap Fic dengan lekat.


" Kau mau ke mana?" tanya Agnes pada Fic.


" Tentu saja aku akan ikut dengan ke rumah kamu dan bertemu ibu mertuaku. Kita akan mengambil barang-barang dan kembali ke Jakarta. Kita akan tinggal di mansion atau apartemen milikku. Terserah padamu, kau tinggal pilih mau tinggal di mana!" ucap Fic mengulas senyum kepada Agnes yang hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Karena Agnes merasa heran dengan Fic yang sepertinya tidak ingat bahwa saat ini proses perceraian mereka sedang diproses di pengadilan. Karena Fic yang katanya sudah menggugat cerai Agnes ke pengadilan.


" Fic! Mari aku ingatkan kepadamu tentang gugatan perceraian yang saat ini sedang kau urus. Mungkin aku hanya tinggal menghadiri sidangnya saja kan? Atau aku hanya perlu menandatangani gugatannya agar kita resmi bercerai?" tanya Agnes dengan suara gemetar.


Fic bisa merasakan kesedihan di dalam suara Agnes. Oleh karena itu dia merasa menyesal sekali dengan emosinya yang waktu itu tidak bisa dia kendalikan karena diamuk oleh rasa cemburu.


" Sayang! Tolong dengarkan aku. Aku minta maaf dengan keputusan cerobohku waktu itu. Karena aku benar-benar merasa cemburu saat aku mendengarmu mengatakan kalau kau mempunyai kekasih dan ingin menikah dengannya. Aku hampir gila karenanya! Maafkan aku!" ucap Fic berusaha untuk menggenggam telapak tangan Agnes dan menciumnya dengan lembut.


Hati Agnes benar-benar berdesir saat mendengarkan pengakuan Fic yang mengatakan bahwa dia cemburu kepadanya. Sungguh itu benar-benar di luar ekspektasi nya tentang seorang Fic yang selama ini terlihat selalu dingin dan datar.


Sungguh seumur hidup Agnes mengenal Fic, dia tidak pernah melihat Fic seserius itu wajahnya. Membuat Agnes menghangat hatinya karena mengetahui bahwa dia penting untuk sang suami yang selamanya Dia pikir bahwa Fic tidak peduli dengannya.


Dan anak yang ada di dalam kandungan Agnes adalah bukti cinta mereka berdua yang tetap bertahan walaupun begitu banyak duri yang menghadang perjalanan cinta mereka.


" Aku tidak pernah mengajukan surat gugatan perceraian itu ke pengadilan! Karena waktu itu aku terlalu sibuk untuk mencarimu yang tiba-tiba saja menghilang dari hidupku." ucap Fic dengan tatapan sendu.


Agnes yang sedang melangkahkan kakinya sontak terdiam dan melihat ke arah Fic.


" Apakah benar kalau kau mencariku? Kenapa?" tanya Agnes seperti tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


" Aku mencarimu seperti orang gila. Bahkan aku sampai sakit beberapa bulan. Oleh karena itu, aku tidak menemani Tuan Stanley untuk bersama dengan Nyonya Sakinah. Apa kau tahu? Nyonya Sakinah sudah melahirkan anaknya laki-laki dan sangat tampan sekali!" ucap Fic kepada Agnes.


Fic memang sengaja untuk mengalihkan pembicaraan mereka. Hanya berusaha untuk mencairkan situasi canggung di antara mereka yang benar-benar tidak nyaman dia rasakan saat ini.

__ADS_1


" Benarkah?" tanya Agnes yang matanya langsung berbinar menempatkan kabar tentang Sakinah yang sudah melahirkan.


" Ya, aku kemari setelah mendapat kabar dari Tuan Stanley yang sudah mengetahui jejak keberadaanmu disini!" ucap Fic mengakui segalanya kepada Agnes.


" Jadi tuan Stanley yang berhasil menemukan keberadaanku? Bukan kamu?" tanya Agnes tampak begitu kecewa dengan pengakuan dari Fic yang berbeda dengan pengakuan Fic yang pertama kali, saat mereka bertemu tadi.


" Aku kan sudah bilang padamu sayang. Aku sakit selama beberapa bulan. Oleh karena itu Tuan Stanley menawarkan diri Untuk mengerahkan anak buah kami untuk mencari kamu. Bukankah itu sama saja aku yang mencari kamu? Kau tahu kan kalau aku adalah orang nomor 2 di perusahaan Craig dan juga di dalam organisasi yang dipimpin oleh Tuan Stanley?" Tanya Fic sambil tersenyum kepada Agnes yang hanya bisa mengedikkan bahunya.


" Sudahlah berdebat denganmu juga tidak ada gunanya. Kau kan selalu menang di manapun dan bagaimanapun caranya!" ucap Agnes pada akhirnya menyerah untuk berdebat bersama dengan Fic.


Bagaimanapun Agnes tidak mau merusak momen bahagia pertemuan mereka yang pertama kali setelah berbulan-bulan lamanya berpisah.


Agnes kemudian masuk ke dalam mobilnya kemudian melajukannya ke rumah yang dia tinggali bersama Mirah.


Fic mengikuti Agnes dari belakang dengan mengundangkan mobil yang dia bawa dari kampung halaman Sakinah. Lebih tepatnya mobil itu adalah milik Sakinah.


Fic yang tidak sabar untuk bertemu dengan Agnes. Dia pun akhirnya menggunakan jet pribadi keluarga Craig untuk segera sampai ke tempat itu.


Hati Fic benar-benar sangat bahagia karena benar-benar bisa bertemu dengan Agnes kembali. Setelah berpisah dalam amarah.


Ketika sampai di kediaman Mirah. Agnes pun keluar dari mobilnya dan masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa menunggu Fic.


Fic pu begitu santai menanggapi sikap istrinya yang tampaknya masih marah dan belum bisa memaafkan dirinya.


Mirah yang saat ini sedang ada di dapur merasa terkejut melihat Fic yang masuk ke dalam rumahnya bersama dengan Agnes.


Walaupun kali ini adalah pertemuan pertama mereka. Setelah pernikahan mereka beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi merah masih mengenal wajah menantunya yang tampan.

__ADS_1


" Fic? Kamu datang?" tanya Mirah benar-benar terkejut melihat Fic.


__ADS_2