Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
61. Penyamaran


__ADS_3

Setelah mendapatkan make up artis. Stanley kemudian didandani untuk berubah menjadi orang lain. Hal itu di lakukan oleh Stanley agar Sakinah tidak bisa mengenalinya. Ketika Sakinah berhadapan dengan Stanley.


Fic juga di dandani karena Fic akan menjadi asisten dari Stanley yang menyamar.


Berdasarkan skenario yang sudah diberikan oleh Stanley kepada Fic. Mereka akan datang ke perusahaan Sakinah yang ada di kampung halamannya dan akan menjadi investor di perusahaan itu.


" Bos aku rasa Nyonya Sakinah tidak akan lagi mengenali kita berdua dengan penampilan culun seperti ini!" ucap Fic yang sekarang bahkan menggunakan gigi palsu untuk menyamarkan penampilan tampannya.


Ada sebuah tompel besar yang menempel di pipi Stanley. Stanley juga menggunakan gigi palsu untuk menyamarkan gigi aslinya yang begitu menawan dan pasti dikenal oleh Sakinah yang sudah menjadi istri nya bertahun-tahun lamanya.


Stanley menggunakan rambut palsu dan juga kacamata besar untuk menghilangkan ketampanan dan aura menawan di dalam wajahnya yang memiliki ketampanan hakiki.


" Bos! Ayo sekarang juga kita temuin Nyonya Sakinah dan kita coba apakah dia masih bisa mengenali kita berdua atau tidak!" ucap Fic yang begitu excited dengan penampilan barunya yang buruk rupa.


" Kau tampaknya begitu bahagia memiliki penampilan buruk rupa seperti ini. Hahahah!" Stanley tertawa lepas melihat penampilan Fic yang begitu lucu di matanya.


" Bos aku sampai rela berpenampilan seperti ini. Hanya untuk menolongmu agar kau bisa bertemu dengan Nyonya Sakinah dan bisa melihat anak yang ada di dalam kandungan nya. Siapa tahu keberuntungan dan bisa ikut Nyonya Sakinah untuk memeriksakan kandungannya," ucap Fic yang auto membuat Stanley menjadi melow dan sedih.


Terlihat mata Stanley yang mulai berkabut dan berkaca-kaca.


" Fic berpisah dengan anak istri itu begitu berat. Akan tetapi memikirkan akan kehilangan anak pun sangat berat. Jadi aku menjalani semua perpisahan ini dengan kelapangan hati dan berharap supaya anak Kami bisa lahir dengan selamat." ucap Stanley yang tiba-tiba merasakan kesedihan yang luar biasa di dalam relung hatinya.


Tugasnya sebagai seorang pemimpin organisasi memang adalah untuk menjamin kesejahteraan para anggota organisasi. Stanley sadar bahwa tugas dan fungsinya sebagai seorang suami juga tidak kalah penting dari apapun juga.


" Percayalah! Aku yakin kalau Nyonya Sakinah pasti mengerti dengan penderitaan dan juga pengorbanan Tuan!" ucap Fic yang juga mulai ketularan perasaan sedih yang saat ini sedang dirasakan oleh Stanley.


Stanley bangkit dari duduknya. Kemudian dia langsung mengajak Fic untuk segera bergegas menemui Sakinah di kampung halamannya.


" Ayolah Fic, kalau kita berlama-lama di sini. Kita akan kemalaman sampai di sana. Kita tidak akan bisa melakukan briefing dengan anak buah kita yang sudah ada di sana! Bagaimanapun kita harus memeriksa situasi dan kondisi di sana. Jangan sampai nanti kita melakukan kesalahan yang akhirnya fatal untuk misi kita!" ucap Stanley pada Fic.

__ADS_1


Fic kemudian bergegas mengambil mobil dan bersiap untuk meninggalkan mansion.


" Bos kita harus membeli pakaian baru. Kalau kita menggunakan pakaian yang ada di mansion ini Nyonya Sakinah pasti akan mengenali kita! ucap Fic pada Stanley.


Stanley hanya menganggukkan kepalanya. Karena dia percaya dengan semua pengaturan Fic yang selama ini selalu melakukan semua tugasnya dengan baik.


" Lakukan saja semuanya Fic yang menurut kamu adalah baik. Aku akan mengikuti semua pengaturanmu!" ucap Stanley.


Stanley langsung masuk ke dalam mobil dan kemudian mereka pergi ke sebuah mall yang biasa. Karena mereka akan membeli pakaian dengan model dan style yang berbeda dengan Stanley yang biasanya.


Stanley benar-benar ingin melakukan segala sesuatu dengan perfect dan tidak akan menyisakan celah untuk Sakinah bisa mengenalinya.


Walaupun perpisahan mereka adalah untuk kebaikan anak mereka. Akan tetapi Stanley pun tetap harus menjaga perasaan sakinah yang tidak ingin bertemu dengannya.


Stanley melakukan itu hanya untuk melihat istrinya yang sudah dia rindukan. Akan tetapi untuk bertemu secara langsung dengan Sakinah pun Stanley belum berani.


Stanley takut kalau sampai nanti Sakinah pergi lagi ke tempat yang tidak dia ketahui. Hal itu akan membuatnya kesulitan untuk mencari tahu keberadaan Sakinah.


" Fic. Apa kau tahu? Saat ini aku seperti sedang kembali ke masa lalu. Di saat aku sedang mengejar Sakinah untuk menjadi istriku. Rasanya konyol sekali! Hahaha!" ucap Stanley sambil tertawa lebar.


Berkali-kali Stanley melihat penampilannya melalui kaca spion dan selalu terbit senyum bibirnya.


" Sayang kau harus mengingat masa-masa ini. Di mana Aku telah begitu berkorban banyak untukmu. Kau harus selalu mencintai aku. Kalau tidak, aku pasti akan mati penasaran gara-gara kamu!" ucap Stanley berbicara kepada spion seakan-akan sedang berbicara dengan Sakinah.


Fic hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Stanley yang selalu absurd menurutnya.


" Bos Apakah kau begitu mencintai nyonya?" tanya Fic begitu penasaran.


" Tentu saja kalau aku mencintainya. Kalau aku tidak mencintainya, Aku tidak akan mungkin rela melakukan semua kekonyolan ini! Bahkan membujukmu untuk menjadi jelek seperti ini!" ucap Stanley melirik sekilas ke arah Fic.

__ADS_1


" Fic! Cobalah kau untuk jatuh cinta kepada seseorang. Maka kau akan tahu betapa gila nya perasaan ini." ucap Stanley tidak berhenti tersenyum.


Fic merasa bahagia sekali melihat Stanley yang sekarang sudah mulai kembali ceria. Tidak melamun lagi dan tidak murung seperti kemaren lalu. Tampaknya perasaan akan bertemu dengan Sakinah telah benar-benar memberikan kebahagiaan tersendiri kepada Stanley.Fic bisa merasakan aura kebahagiaan itu di dalam senyum bosnya.


" Semoga ya Bos! Perjalanan ini akan membuatku bisa menemukan cinta sejati dan bisa juga membuatku gila seperti Anda terhadap istri Anda. Walaupun aku sedikit ragu akan mengalami kejadian seperti itu!" ucap Fic sambil tetap fokus menyetir mobil.


Stanley memukul lengan Fic dengan perlahan.


" Percayalah Fic! Kau akan lebih gila dari aku setelah kau menemukan cinta sejatimu!" ucap Stanley dengan begitu mantap.


Fic hanya bisa menganggukkan kepalanya. Bagaimanapun dia tidak berani untuk menantang kuasa seorang Stanley yang memiliki aura pemimpin yang begitu kuat.


Selama ini hanya Sakinah yang berani menantang Stanley. Fic tidak pernah melihat Sakinah yang ketakutan kepadanya. Bahkan Sakinah meninggalkan Stanley tanpa berkedip sama sekali.


Fic terkadang begitu salut dengan Sakinah yang tampaknya selalu yakin dengan apapun yang dia lakukan tidak pernah merasakan keraguan sama sekali.


" Ingat Fic! Kau jangan sampai keceplosan. Sehingga membuat penyamaran kita menjadi terbongkar di hadapan Sakinah!" ucap Stanley memberikan peringatan untuk kesekian kalinya kepada Fic.


Fic hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Merasa bosan dengan peringatan yang itu-itu saja.


" Iya Bos saya paham sekali! Ya ampun Bos! Ini sudah ke berapa kali bos mengingatkan dan mengucapkan kata-kata yang sama?" tanya Fic mulai kesal juga pada Stanley.


" Maafkan aku Fic. Aku benar-benar sangat gugup sekali!" ucap Stanley.


Sejak tadi Stanley berusaha untuk menekan debaran jantungnya yang terasa begitu keras.


" Aku deg-degan Fic. Ya ampun! Perasaan ini sama persis seperti kencan ku yang pertama kali dengan Sakinah!" ucap Stanley sambil menyengir pada Fic.


Fic hanya bisa menggelengkan kepalanya. Merasa bingung dengan tingkah konyol Bos besarnya yang selalu menjadi raja bucin tingkat akut yang sangat sulit untuk disembuhkan lagi.

__ADS_1


' Aku tidak tahu kalau cinta ternyata bisa membuat orang seperti Tuan Stanley seperti kehilangan akal. Tuan Stanley sejak kemarin hanya bisa murung dan tidak pernah terlihat bahagia. Tapi sejak tadi pagi, aku melihat senyumnya tidak pernah berhenti mengembang dari bibirnya. Tampaknya kekuatan cinta sejati memang sangat besar. Memberikan sugesti positif untuk Tuan Stanley agar lebih bersemangat dalam hidup!' bathin Fic sambil tersenyum.


__ADS_2