Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
74. Usaha Stanley


__ADS_3

Karena sekarang anaknya selalu saja berulah dan selalu meminta untuk dekat dengan ayahnya. Akhirnya mau tidak mau Sakinah pun menerima Stanley sebagai asistennya.


" Kamu ga akan menyesal karena sudah menunjuk aku sebagai asistenmu. Percayalah sama aku. Aku pasti akan menyiapkan segala yang terbaik untukmu!" janji Stanley kepada Sakinah.


Sungguh sangat luar biasa sekali ketika Stanley merasakan kedekatan dengan anak dan istrinya. Walaupun dengan identitas yang berbeda bagi Stanley itu sudah lebih dari cukup dan dirinya tidak akan meminta lebih dari itu semua.


Bisa dekat dengan Sakinah memperhatikan dan juga memenuhi semua kebutuhannya benar-benar sangat membahagiakan hati Stanley dan dia sudah puas dengan hal itu.


" Tapi aku mungkin hanya bisa memberikan gaji standar sebagai seorang asisten. Aku tidak bisa memberikan gaji yang lebih daripada itu. Salahmu sendiri kenapa kau mendaftarkan diri untuk menjadi asistenku!" ucap Sakinah pagi itu ketika Stanley untuk pertama kalinya menjalankan tugasnya sebagai seorang asisten.


Pagi-pagi buta Stanley sudah sampai di rumah milik Sakinah dan mempersiapkan semua kebutuhannya. Stanley bahkan sampai meminta data-data dan tugas-tugas seorang asisten kepada Fic yang notabene adalah asistennya yang sangat dia andalkan.


" Jangan mengkhawatirkan masalah gajiku. Aku hanya ingin menjagamu. Aku takut kalau terjadi apa-apa dengan kandunganmu." ucap Stanley dengan senyum tulus dan berusaha untuk memberitahukan kepada Sakinah bahwa dia benar-benar merasa bahagia dengan keputusan Sakinah menerimanya sebagai asisten pribadi nya.


" Baiklah kau boleh melakukan apapun yang menurutmu adalah sebagai tugas dari seorang asisten. Kalau kau menginginkan untuk tinggal di kediamanku, itu juga tidak masalah bagiku. Kalau misalkan itu bisa meringankan pekerjaanmu!" ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Stanley.


Sungguh Stanley benar-benar merasa bingung. Apakah dia akan menerima tawaran itu ataukah tidak. Karena bagaimanapun dia tidak mungkin bisa tinggal satu rumah bersama dengan Sakinah. Pasti akan banyak kerepotan dan juga kebingungan di antara keduanya karena Stanley pun tidak mau kalau sampai penyamarannya terbuka di hadapan Sakinah dengan begitu mudah.


" Tidak!! Tolong jangan lakukan itu. Tidak baik seorang laki-laki dan seorang perempuan tinggal satu rumah. Apalagi suamimu tidak ada di sini. Aku tidak mau sampai terjadi fitnah diantara kita berdua!" kilah Stanley memberikan alasannya kenapa dia menolak untuk tinggal bersama dengan Sakinah.


Terlihat Sakinah menarik nafasnya dengan dalam. Tampak kekecewaan di matanya. Akan tetapi Sakinah pun mengerti Kalau saat ini Stanley sedang menyamar dengan identitas orang lain. Jadi sangat pantas kalau Stanley bersikap seperti itu kepada dirinya.

__ADS_1


' Baiklah tidak masalah. Kalau kamu tidak mau tinggal satu rumah dengan aku. Bagiku yang penting dia ada ketika kami di jam kerja. Aku rasa itu sudah lebih dari cukup. Aku harus mengerti kesulitan Stanley yang pasti memiliki alasan sendiri. Sehingga dia harus menyamar begitu di hadapanku!' bathin Sakinah yang sebenarnya menginginkan Stanley untuk tinggal bersamanya.


Sakinah terkadang membutuhkan Stanley. Dia sering kesulitan untuk tidur karena kalau malam anaknya selalu bergerak dan sangat sulit untuk ditenangkan.


Sakinah mengira bahwa anaknya pasti membutuhkan kasih sayang Ayahnya. Sehingga sekarang banyak sekali bertingkah di dalam kandungannya.


Sakinah terlihat bangkit dari duduknya kemudian mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Stanley.


" Baiklah selamat bekerja sama Saya harap anda akan betah untuk bekerja sama dengan saya!" ucap Sakinah sambil mengurungkan tangannya dan menjabat tangan Stanley.


' Maafkan aku sayang. Kalau aku belum berani untuk terbuka di hadapanmu. Tapi yang jelas, aku akan selalu mencintaimu dan menjagamu dari kejauhan. Percayalah padaku Sakinah kalau hatiku dan hidupku hanya milikmu!' monolog Stanley sambil tersenyum kepada Sakinah.


Terlihat Stanley yang saat ini sedang menyamar sebagai James yang berasal dari Australia. Dia begitu bahagia karena akhirnya bisa memiliki akses untuk bisa berdekatan dengan Sakinah dan anak mereka yang masih berada di dalam kandungan.


" Semangat Stanley kau tidak boleh kalah! Kau pasti bisa menghadapi semua cobaan ini. Sabarlah pasti tidak akan lama lagi kalian bisa menggendong bayi bersama!" ucap Stanley berusaha untuk mensugesti dirinya sendiri yang saat ini sedang bahagia karena sudah memiliki akses untuk dekat bersama dengan istri dan anaknya yang masih di dalam kandungan.


Stanley kemudian mengatur jadwal pekerjaan milik Sakinah dengan begitu detail dan rapi. Tentu saja hal itu sesuai dengan instruksi dari Fic sebagai guru daripada Stanley.


" Apa jadwalku setelah ini?" tanya Sakinah sambil melihat file yang masih berada di tangannya tanpa melihat ke arah Stanley yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.


" Jadwal Anda setelah ini adalah periksa ke dokter kandungan dan memastikan bahwa kesehatan janin anda baik-baik saja!" Sakinah terkesiap mendengarkan yang ternyata telah merubah jadwal kerjanya.

__ADS_1


Sakinah sangat hafal dengan jadwal yang sudah diatur dengan rapi oleh Agnes lama beberapa tahun ini.


" Ada apa ini kenapa tiba-tiba Jadwalnya berubah seperti ini!?" protes Sakinah merasa tidak nyaman sambil menatap kepada Stanley yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.


Stanley sebenarnya sedang mencari kesempatan di saat dirinya menjadi asisten dari Sakinah. Sungguh Stanley benar-benar ingin melihat hasil USG dari kandungan Sakinah dia ingin melihat putranya di sana.


' Ayolah Sakinah kau jangan protes! Aku hanya ingin melihat anak kita secara dekat aku ingin merasakan debaran jantungnya. Sehingga aku memiliki alasan untuk tetap bertahan disampingmu dalam keadaan seperti ini?' batin Stanley sambil terus menatap kepada Sakinah Yang sepertinya Sedang berpikir tentang perubahan jadwalnya


' Baiklah tidak apa-apa. Karena Stanley juga memiliki hak untuk mengetahui perkembangan janin di dalam kandungan ku!' Fatin Sakinah sambil melirik ke arah Stanley yang masih mengotak-atik tablet miliknya.


" Ayolah kita sekarang juga ke rumah sakit. Aku hanya khawatir kalau ada apa-apa dengan kandunganmu. Kau ingatkan selama beberapa hari ini anakmu begitu agresif!" ucap Stanley mengungkapkan alasan dirinya Mengapa sampai mendaftarkan Sakinah ke rumah sakit.


" Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa denganmu maupun dengan anakmu. Percayalah aku tidak bermaksud kepada kalian berdua!" ucap Stanley berusaha meyakinkan Sakinah agar mau mengikuti keinginannya.


Saat ini di dalam hati Stanley hanya menginginkan kebaikan untuk Sakinah dan juga anaknya. Baginya yang lain tidaklah penting. Stanley bahkan sampai rela untuk mengorbankan perusahaannya yang ada di Jakarta demi untuk menemani Sakinah menjalani kehamilan yang sudah berusia tua.


Saat ini Sakinah sedang menunggu waktu untuk melahirkan dan Sakinah merasa bahagia karena ada Stanley di sampingnya. Walaupun dengan identitas yang berbeda.


Stanley tahu bahwa Sakinah sebenarnya sangat mengharapkan kehadiran dirinya di sampingnya. Akan tetapi Stanley tidak mau memaksakan kehendaknya dan egois kepada sang istri untuk menerima kehadirannya di samping sang istri.


' Aku akan terus bersabar menunggu kamu datang sendiri padaku dan meminta untuk aku kembali padamu! kepercayaan sakinah cintaku akan selalu bersamamu! Aku tidak peduli walau apapun yang terjadi!' batin Stanley pilu dan sedih.

__ADS_1


__ADS_2