Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
97. Harus bagaimana?


__ADS_3

Vivian memegang kepalanya yang terasa begitu sakit.


" Aduh, apa yang terjadi tadi malam? Kenapa tubuhku rasanya pegal semua?" tanya Vivian sambil memegang tubuhnya yang ternyata polos tanpa busana.


Vivian menoleh ke sampingnya. Vivian langsung menepuk jidatnya. Karena dia sedang melihat seseorang yang berada di sampingnya yang sama polos seperti dirinya.


" Ah, Vivian!! Kau wanita bodoh! Bukankah sudah berkali-kali diingatkan oleh dokter kamu, untuk tidak usah meminta alkohol lagi?? Lihatlah setiap kali kau minum alkohol pasti begini kejadiannya!" Vivian terus memukul keningnya karena menyesalih perbuatan yang sudah dia lakukan.


Mata Vivian terbelalak ketika melihat siapa laki-laki yang saat ini sedang terbaring di sampingnya.


" Harus bagaimana?" Vivian terus memegang kepalanya yang terasa begitu pening memikirkan masalahnya saat ini bersama Fic.


" Kamu kenapa ada di sini?" tanya Vivian merasa bingung sekali dengan apa yang terjadi di antara keduanya.


" Oh ayolah!! Kau yang tadi malam membawa aku kemari dan kau sekarang bertanya kenapa aku ada di sini. Ayolah Vivian!! Kau jangan melawak karena itu tidak lucu sama sekali!" ucap Fic yang kemudian Turun Dari Ranjang dan pergi menuju ke kamar mandi.


Vivian masih memegang kepalanya yang terasa begitu pusing. Setelah tadi malam dia mengkonsumsi alkohol yang entah berapa banyak. Vivian tidak tahu karena memang sudah melupakan kejadian tadi malam.


" Fic, kita perlu bicara!" Vivian berusaha untuk kembali mengumpulkan kesadarannya agar bisa mengingat kejadian tadi malam saat mereka bersama.


" Apa yang perlu kita bicarakan? Bukankah tadi malam kamu yang menginginkanku berada di sini? Aku sudah berkali-kali menolak dan memintamu untuk tidur saja. Akan tapi kau yang menarikku ke atas ranjang ini bukan?? Apa kau lupa?" tanya Fic yang sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi.

__ADS_1


Fic hendak meninggalkan kamar Vivian. Akan tetapi langkahnya dihentikan oleh Vivian.


" Kita lupakan masalah malam ini! Anggaplah tidak pernah terjadi! Aku mohon sama kamu! Aku tidak mau kalau sampai Stanley mengetahui tentang aku yang bersamamu malam ini!" ucapan Vivian benar-benar menyentuh harga diri Fic sangat dalam.


Fic tersenyum miring. Kemudian dia menatap tajam kepada Vivian yang seperti tidak memikirkan tentang perasaannya.


" Dengarkan aku!! Aku tidak pernah menginginkanmu untuk menjadi wanitaku ataupun menjadikan kamu bagian dari hidupku. Jadi kau tenang saja! Aku tidak akan pernah mengingat kejadian malam ini lagi. Anggap saja aku buang kotoran dan buang sial!" ucapan Fic benar-benar melukai harga diri seorang Vivian yang selama ini selalu dipuja oleh banyak lelaki yang pernah tidur bersamanya.


" Buang kotoran? Buang sial? Astaga!! Kurang ajar sekali asistennya Stanley!" Vivian benar-benar geram sekali dengan apa yang dikatakan oleh Fic yang bahkan sekarang melenggang keluar dari kamarnya tanpa melirik sekilaspun ke padanya.


" Kurang ajar sekali dia! Berani-beraninya dia merendahkanku seperti itu!" Vivian melemparkan semua barang yang ada di dalam ruangan itu untuk melampiaskan kemarahannya.


Untungnya hari ini adalah hari terakhir mereka berada di dalam kapal pesiar. Sehingga tidak perlu ada kecanggungan diantara mereka berdua. Ketika mereka duduk di satu meja ataupun di satu ruangan.


" Hallo sayang!! Aku rindu sama kamu!" ucap Fic sambil mencium Agnes yang begitu bahagia karena Akhirnya bisa bertemu kembali dengan suaminya setelah hampir dua minggu mereka telah berpisah karena perjalanan tersebut.


Vivian yang saat ini pun sedang berusaha untuk turun dari kapal pesiar terlihat terus memperhatikan interaksi antara Fic dan Agnes yang terlihat begitu mesra dan penuh dengan cinta.


" Cih!! Sok mesra terhadap istrinya! Padahal tadi malam, saat dia menyetubuhiku, dia begitu liar seakan tidak ingat punya istri!" sengit Vivian yang entah kenapa jantungnya berdegup begitu kencang saat melihat Fic yang bahkan mencium bibir Agnes di hadapan publik dengan begitu mesra.


Vivian hanya melintas saja di samping Agnes dan Fic yang terlihat sedang asyik dan dunia mereka berdua, yang lain ngontrak weh 😂.

__ADS_1


Fic mengacuhkan Vivian yang melirik sekilas ke arahnya dengan tatapan sinis ketika dia melintas di sebelahnya.


" Ayo sayang kita sebaiknya pulang. Karena aku sudah sangat merindukanmu dan juga calon anak kita!" Vivian merasa geli mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fic yang seakan begitu mencintai istrinya.


' Dasar laki-laki buaya. Di mana-mana hobby bercocok tanam. Eh giliran bertemu dengan istrinya. Dia berakting seakan-akan suami yang begitu Setia dan sangat mencintai istrinya. Enak saja! Setelah dia menikmati malam yang begitu indah bersamaku. Sekarang dia mengatakan kalau dia hanya buang kotoran dan buang sial saja? Sungguh lancang!! Aku akan lihat bagaimana caranya kau bisa terlepas dari jeratan pesonaku!' bathin Vivian yang seperti sudah melupakan niatnya datang ke Indonesia adalah demi mendapatkan Stanley sebagai suaminya.


Pesona Fic tidak sanggup untuk ditahan oleh Vivian. Apalagi ketika lamat-lamat dia mulai mengingat aksi panas mereka tadi malam.


Jantung Vivian seakan terus berpacu dengan begitu cepat ketika dirinya mengingat kembali kejadian tadi malam. " Aku tidak sangka kalau Fic sangat macho di ranjang! Entah tadi malam kami menghabiskan waktu bersama berapa lama, sehingga tubuhku serasa remuk redam sekarang!" monolog Vivian ketika dirinya sudah sampai di apartemennya.


Vivian langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sejak tadi dia terus menyentuh tubuhnya sendiri. Merasakan kembali saat tadi malam Fic menyentuhnya dengan penuh kelembutan dan membuatnya melayang ke langit ke tujuh sampe shubuh.


" Aku tidak menyangka kalau asisten Stanley. Ternyata begitu hebat di atas ranjang. Dia bahkan bisa membuatku menggila seperti sekarang. Kenapa rasanya aku selalu terngiang dengan apa yang dia lakukan pada diriku ya?" Vivian terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


" Menghadapi Stanley saja benar-benar sudah membuatku kalang kabut. Kenapa sekarang aku harus bertambah berurusan dengan asistennya yang sama-sama kurang ajar seperti Stanley?" tanya Vivian yang terus mengkeplak kepalanya karena merasa marah terhadap dirinya sendiri.


" Ayolah Vivian, bangunlah!! Kau tidak usah menjadi orang bodoh yang mau begitu saja diperlakukan tidak senonoh oleh asisten yang kurang ajar itu!" kesal sekali Vivian karena otaknya dan juga pikirannya benar-benar sudah tidak singkron lagi dengan keinginan hatinya yang begitu terpengaruh dengan Fic.


Selama satu minggu lebih Vivian kesulitan untuk melupakan kejadian di mana dirinya bercinta bersama Fic pada malam terakhir mereka berada di kapal pesiar.


" Aku harus mencari cara untuk kembali mendekati Fic. Aku tidak bisa terus-terusan gila seperti ini hanya karena merindukan dia!" akhirnya Vivian mau jujur juga dengan dirinya sendiri yang sebenarnya mulai terpesona kepada Fic dan status Stanley perlahan sudah mulai tergeser posisisnya di hati Vivian dengan seseorang Fic yang telah sukses menaklukkannya di atas ranjang.

__ADS_1


" Istrinya saat ini sedang hamil besar. Aku yakin kalau dia pasti tidak mendapatkan jatah Setiap malam dari istri tercinta nya. Maka aku bisa menjadi mengisi kekosongan itu!" senyum licik mulai mengembang di bibir Vivian yang benar-benar sudah kehabisan akal sehatnya dan sudah lepas dari logika dirinya sendiri.


Vivian sudah menyelidiki tentang identitas Fic dan juga statusnya di dalam perusahaan milik Stanley.


__ADS_2