Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
77. Harus bagaimana?


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamarnya Agnes saat ini masih terus memikirkan harus bagaimana dia menjalani kehamilan itu tanpa Fic.


" Apa sebaiknya aku mendatangi Fic dan memberitahukan tentang kehamilan ini pada dia? Mungkinkah dia akan menggagalkan gugatan perceraian itu?" tanya Agnes merasa bimbang dan kalut.


" Tapi aku tidak mau mengemis cinta pada Fic. Kalau memang Fic sudah mantap akan menceraikanku. Biarkanlah hal itu dia lakukan. Aku mampu untuk membesarkan anakku tanpa kehadiran seorang suami. Ya benar! Biarlah seperti itu saja. Aku bisa menganggap bahwa ini adalah hadiah dari pernikahan kami sebelumnya." Agnes terus berusaha untuk mensugesti dirinya sendiri agar dia bisa kuat dalam menghadapi cobaan yang saat ini sedang hadir di dalam hidupnya.


Sementara itu Mirah membawakan bubur dan juga makanan bergizi untuk Agnes yang masih terlihat begitu lemas dan pucat wajahnya.


" Makanlah Agnes. Sayang, kau butuh asupan gizi untuk anak yang ada di dalam kandungan kamu. Ingatlah sayang. Apapun yang terjadi dengan pernikahanmu. Dia tidak bersalah. Sayang, anakmu berhak untuk hidup baik-baik saja di dalam kandunganmu. Percayalah Mama akan selalu mendukung dan juga menjagamu Mama akan membantumu untuk mengurus anakmu. Sementara nanti kau akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan kalian!" ucap merah berusaha untuk menghibur putrinya agar tidak down atau kebingungan tentang kehamilannya saat ini.


Siapa yang menyangka kalau Agnes tiba-tiba saja memeluk ibunya yang begitu perhatian dan sangat menyayanginya. Ibunya bahkan tidak mendesaknya untuk bercerita yang sesungguhnya tentang Fic dan juga rumah tangga mereka berdua.


Terlihat Agnes yang sesegukan dan kembali meneteskan air matanya. Demi segala rasa syukurnya memiliki Ibu seperti Mirah yang sangat menyayangi dan juga pengertian terhadapnya.


Tidak banyak Ibu seperti Mirah di dunia ini. Yang masih bersikap begitu tenang ketika menghadapi permasalahan rumah tangga putrinya seperti yang saat ini sedang dialami oleh Agnes bersama Fic.


Mirah memutuskan untuk tidak mendesak putrinya untuk bercerita kepada dirinya mengenai pernikahan Agnes dan Fic.


' Sekarang yang bisa kulakukan hanyalah mendukungmu anakku. Mama tahu kehidupan kamu pasti begitu berat. Oleh karena itu kau memilih untuk kembali ke rumah ini. Terima kasih sayang. Karena kau sudah mempercayai Mama kamu untuk merawatmu saat ini! Percayalah sama Mamamu ini. Mama pasti akan selalu menjaga kalian! Sekarang cepatlah kau makan agar bisa minum obat mu. Apa Mama perlu menyuapi kamu?" tanya Mirah kepada putri kesayangan nya.


Agnes menggelengkan kepalanya kemudian dia pun mulai memakan bubur ayam yang telah disiapkan oleh ibunya dengan penuh cinta kasih sebagai seorang ibu.


Mirah tidak bisa berkata-kata ketika melihat air mata Agnes yang mengalir begitu deras di pipinya pada saat Agnes mulai menyendok kan makanan ke dalam mulutnya. Mirah hanya mampu untuk meneteskan air mata dan kemudian meninggalkan Agnes agar putrinya bisa makan dengan tenang tanpa merasa diawasi olehnya.

__ADS_1


***


Fic merasa kebingungan dengan tubuhnya yang tiba-tiba saja drop dan terlihat begitu lemah. Dia bahkan berkali-kali pingsan.


Sementara saat ini Fic sedang berada di Jakarta. Fic sendirian dan hanya ditemani oleh pembantu yang bekerja di kediaman Stanley dan juga para pengawal yang tentu saja selalu stand by menjaga mansion milik Stanley dan sebagian ada yang mengikuti Stanley keluar kota menuju kampung halaman Sakinah dalam penyamaran yang tidak akan bisa di endus oleh musuh-musuh Stanley seperti keinginan Sakinah yang ingin hidup tanpa di ketahui keberadaan nya saat ini oleh musuh-musuh Stanley.


" Ya ampun apa yang terjadi kepada Tuan Fic? Kenapa dia dari tadi terus pingsan begini?" tanya kepala pengawal yang bertugas untuk menjaga mention selama kepergian Stanley ke kampung halaman sakinah.


" Tuan, Bagaimana kalau Anda saya ajak ke rumah sakit Saya benar-benar tidak mengerti bagaimana untuk mengurus Anda sekarang Tuan. Takutnya saya salah memberikan penanganan dan juga obat untuk anda!" ucap sang kepala pengawal kepada Fic yang sampai saat ini masih terbaring begitu lesu.


Fic menatap mereka satu persatu. Dia ingin berbicara, akan tetapi tubuhnya terlalu lemas dan entah kenapa dia merasa begitu pusing kepalanya sampai berputar-putar terus.


Akhirnya Fic hanya menyerah. Ketika kepala pengawal yang kemudian membawanya ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi nya yang sangat tidak biasa.


Seumur hidup Fic dia tidak pernah mengalami kejadian hari ini. Di mana tiba-tiba tubuhnya merasa sangat lemas dan juga pening sekali kepalanya hingga membuat dirinya benar-benar tidak bisa melakukan apapun.


Fic sudah tidak berdaya untuk melakukan apapun. Karena saat ini memang dia sedang tidak punya kuasa atas tubuhnya sendiri.


Setidaknya Fic masih merasa bersyukur. Pada saat dirinya sedang lemah begitu tidak ada musuh Stanley yang mencari gara-gara dengan organisasi mereka. Sehingga Fic bisa fokus dengan kesehatannya sendiri.


Begitu dokter tiba dokter pun kemudian memeriksa kondisi Fic yang masih lemas. Walaupun Fic tidak muntah ataupun mual dia hanya merasa tubuhnya lemas dan juga pusing. Mungkin manifestasi dari apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Agnes setelah selama beberapa jam dia mual dan muntah.


" Beristirahatlah Tuan saya akan memberikan infus dan vitamin untuk menguatkan dan mengembalikan kondisi anda agar kembali fit!" setelah mengatakan itu dokter pun kemudian keluar dari ruangan Fic.

__ADS_1


Fic yang sedang tidak memiliki kekuatan pun, Dia hanya bisa menatap sang dokter dengan sayu. Walaupun sebenarnya banyak sekali pertanyaan di dalam hatinya mengenai kondisinya saat ini. Akan tetapi semua itu hanya ada di dalam pikirannya.


Setelah kepergian dokter Fic kemudian pun memutuskan untuk memejamkan kembali matanya dan tidur dengan susah payah.


Kondisi Fic saat ini benar-benar sangat riskan dan membingungkan dirinya sendiri.


Akan tetapi Fic tidak berani untuk berspekulasi sendiri. Bahkan dokter hanya mengatakan agar dirinya beristirahat untuk mengembalikan kondisinya seperti semula.


***


Stanley dan Sakinah memulai harinya dengan begitu bahagia. Setelah pertemuan mereka kembali karena hampir berpisah lebih dari 8 bulan lamanya.


Sakinah tetap meminta kepada Stanley untuk melakukan penyamarannya seperti biasanya. Karena Sakinah benar-benar tidak mau kehadiran Stanley akan menarik perhatian orang lain yang akhirnya malah akan memberikan keburukan untuk mereka berdua.


Setidaknya Sakinah ingin keberadaan Stanley tetap rahasia sampai dirinya nanti melahirkan dengan aman dan tanpa halangan apapun.


Hanya Sakinah yang mengetahui keberadaan Stanley di tempat itu. Yaitu ketika mereka berada di dalam kamar dan melakukan acara tengok dede bayi yang rutin selalu dilakukan oleh stainless setiap malam dengan alasan untuk melancarkan proses kelahiran.


Stanley selalu punya cara untuk membujuk Sakinah agar mau bercinta dengannya.


Hingga saat ini stenlis selalu menjadikan Sakinah sebagai candu dan juga kebahagiaan baginya. Sakinah juga bisa merasakan betapa Stanley sangat mencintainya dan selalu berusaha untuk melindunginya selama ini.


Karena pada dasarnya Sakinah pun sangat mencintai Stanley dan sangat merindukan suaminya Oleh karena itu kegiatan tengok dede bayi, merupakan agenda rutin mereka berdua setiap malam yang dilakukan dengan penuh suka cita dan kebahagiaan yang tiada akhir bagi mereka berdua.

__ADS_1


" Sayang! Apa kau benar-benar? Kau tidak ingin aku menampakan diri di hadapan publik sebagai suamimu?" Tania Stanley pada pagi itu ketika mereka hendak berangkat ke kantor bersama.


" Rahasiakanlah kehadiranmu di rumah ini sebagai suami dari Sakinah. Karena bagaimanapun alasan Sakinah sampai menjauh dari kehidupanmu adalah untuk keselamatan anak dan juga istrimu. Kalian tunggulah sampai benar-benar dalam kondisi aman dan anakmu sudah terlahir dengan selamat!" nasehat Bi Warsih untuk Stanley dan sakinah yang hanya bisa mengangguk dan menyetujui semua yang dikatakan oleh wanita yang sudah mulai sakit-sakitan itu.


__ADS_2