
Setelah semua surat-surat beres di urus dan di tandatangani oleh mereka. Sakinah dan Renaldi akhirnya resmi bercerai di pengadilan agama hari itu.
Sakinah sampai berkaca-kaca matanya. Karena akhirnya dia terbebas dari pernikahan yang tidak pernah membuatnya bahagia.
Lima tahun masa mudanya dihabiskan dengan sia-sia dengan menjadi istri seorang Renaldi yang selama itu tidak pernah menghargainya sebagai seorang istri maupun sebagai seorang manusia bermartabat.
Karena status Sakinah sebagai seorang wanita penebus hutang ayahnya yang membuat keluarga Renaldi selalu menyepelekannya dan tidak pernah menganggap dia penting.
Apalagi setelah mereka mengetahui kalau Renaldi selama ini tidak pernah menganggap Sakinah sebagai istrinya. Semakin menjadi apa yang dilakukan oleh keluarga Renaldi terhadap Sakinah.
Sekarang Sakinah bisa tersenyum dengan bahagia. Setelah pengadilan memutuskan gugatan perceraiannya diterima.
Hari itu juga Sakinah berniat untuk kembali ke desa dan kembali menjual apartemen yang dia beli. Niatnya untuk menjadikan apartemen itu sebagai investasi dia urungkan karena dia tidak ada niat untuk menetap di Jakarta.
Terlalu banyak luka dan penderitaan yang didapatkan oleh Sakinah ketika dia berada di Jakarta. Oleh karena itu Dia memutuskan untuk menetap di desa kelahiran kedua orang tuanya yang sangat cantik dan nyaman.
Sakinah menemukan kebahagiaannya berada di antara para karyawan pemetik teh di perkebunan milik neneknya yang sudah meninggal yang sekarang telah diwariskan seluruhnya kepada Sakinah.
" Selamat ya atas perceraianmu!" Sakinah yang sedang asyik melamun tentang masa depannya di desa setelah perceraiannya bersama dengan Renaldi. Tiba-tiba Sakinah dikejutkan dengan kehadiran Stanley yang sedang tersenyum ke arahnya.
Sakinah hanya menembus kesal melihat Stanley yang sedang mendekat ke arahnya dan terus tersenyum kepadanya.
" Ya ampun tidak usah jutek-jutek begitu!" ucap Stanley ketika dia sudah berada di hadapan Sakinah yang tampak masih merasa tidak senang dengan kehadirannya.
__ADS_1
Sakinah langsung melangkahkan kakinya menjauhi Stanley yang terus mengikuti kemanapun dia pergi.
Sakinah menarik nafasnya dalam-dalam. Dia merasa kesal sekali melihat kelakuan Stanley yang sejak kemarin terus mengganggunya.
" Kamu mau apa sih? Apa kau tidak punya pekerjaan selain mengganggu orang lain?" tanya Sakinah ketus karena dia tidak suka melihat Stanley yang terus menatapnya seakan hendak menelanjangi dirinya dengan tatapan mesumnya yang sangat mengganggu hatinya dan kesehatan jantungnya.
Stanley tidak marah sama sekali dengan sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh Sakinah kepada dirinya.
Stanley sangat tahu bahwa tidak mudah untuk meraih cinta sejati di dalam hidupnya. Apalagi mengingat kelakuannya yang selama ini selalu memperlakukan wanita hanya sebagai bahan untuk permainan dan juga kesenangannya saja.
Untuk menghibur hatinya sendiri Stanley, Stanley selalu mengatakan sikap Sakinah sebagai Karma yang harus diterima karena selama ini selalu menyakiti banyak hati wanita yang mengharapkan cintanya.
Stanley yang memiliki penyakit narsistik tingkat dewa, yang selalu menganggap ketampanannya adalah hakiki dan tiada bandingan di dunia. Dia tidak menerima penolakan dari seorang wanita yang dia sukai apalagi wanita yang dia cintai. Oleh karena itu dia terus berusaha untuk menarik perhatian Sakinah tidak peduli siang ataupun malam.
Bagaimanapun Stanley adalah seorang mafia yang memiliki Kasino dan juga banyak sekali bisnis gelap di bawah tanah. Jadi dia tidak pernah takut dengan kekuatan seorang polisi karena anak buahnya jauh lebih menakutkan daripada polisi yang saat ini sedang digunakan oleh Sakinah untuk menakutinya.
" Teleponlah mereka. Kalau kau memang ingin menelponnya. Nanti aku hanya tinggal memanggil sniperku untuk menembak mereka satu demi satu!" ucap Stanley dengan wajah menyebalkannya membuat Sakinah benar-benar frustasi.
" Dasar pria gila!" umpat Sakinah yang benar-benar sudah kehilangan akal untuk menghadapi manusia seperti Stanley yang benar-benar bebal dan tidak bisa diajak bicara baik-baik.
Sakinah sendiri tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Kenapa dia selalu emosi setiap kali melihat Stanley? Padahal selama ini dirinya adalah seorang wanita yang selalu sabar dalam menghadapi masalah apapun.
Terbukti dari kesabarannya menghadapi Renaldi selama 5 tahun menjadi istrinya. Walaupun dia selalu disepelekan dan tidak pernah dihargai oleh Reynaldi. Tetapi Sakinah sanggup bertahan selama 5 tahun melewati pernikahan nerakanya bersama Renaldi yang memiliki hobi bermain judi dan bermain perempuan.
__ADS_1
Kalau seandainya dia tidak menerima harta warisan dari neneknya yang sudah meninggal yang sangat melimpah ruah. Tidak mungkin Sakinah memiliki keberanian untuk meminta cerai dan sanggup membayar hutang-hutang ayahnya kepada keluarga Renaldi.
Tetapi Sakinah benar-benar tidak bisa menahan kesabarannya lagi ketika dia melihat Stanley yang masih saja tidak mau menyerah untuk mengikutinya dan mengganggu hidupnya.
" Aku minta maaf kalau selama ini sudah membuat kami salah faham tentang aku. Apa bisa kau menyingkir? Aku harus segera bersiap untuk kembali ke desa dan menjual apartemen ku sekarang juga!" ucap Sakinah.
Stanley benar-benar terkejut mendengarkan perkataan Sakinah yang mengatakan bahwa dia akan meninggalkan Jakarta dan menjual apartemen yang ada di gedungnya.
" Apa maksud kamu? Kamu akan pergi meninggalkan Jakarta?" tanya Stanley masih tidak percay dengan pendengar nya sendiri.
" Aku kembali ke Jakarta hanya ingin mengurus perceraianku dengan mas Renaldi. Setelah itu aku akan menetap di desa dan melupakan Jakarta untuk selamanya!" ucap Sakinah sambil tersenyum.
Selama kenal Sakina, untuk pertama kalinya Renaldi melihat senyum Sakinah yang begitu dekat dengannya. Selama ini Sakinah tidak pernah mau melihat dia secara langsung.
" Kenapa kau meninggalkan Jakarta?" tanya Stanley merasa tidak suka dan tidak terima dengan keputusan Sakinah yang begitu tiba-tiba baginya.
Sakinah kemudian menceritakan semua perasaannya. Bahwa dia tidak pernah merasa bahagia berada di Jakarta. Selama ini dirinya hanya merasakan penderitaan dan luka yang dalam. Oleh karena itu dia memutuskan untuk meninggalkan Jakarta. Karena tidak ada alasan untuk dia menetap di Jakarta lagi.
" Jadikan aku sebagai alasanmu untuk menetap di Jakarta!" ucap Stanley tiba-tiba yang membuat sakinah terkejut saat tiba-tiba saja Stanley menggenggam tangannya dan berusaha memeluk dirinya.
Sekuat tenaga Sakinah berusaha melepaskan diri dari kuasa seorang Stanley yang sedang menggila karena mengetahui Sakinah yang akan pergi meninggalkannya.
" Lepaskan aku! Apa kau gila huh?" ucap Sakinah yang langsung menampar wajah Stanley dan langsung masuk ke dalam mobilnya lalu segera meninggalkan Stanley di parkiran pengadilan agama.
__ADS_1
Renaldi siap melihat semua adegan Itu tampak menarik nafasnya dalam-dalam dia tidak pernah menyangka kalau Mantan istrinya yang selama ini tidak pernah dia pandang ternyata sanggup membuat seorang Stanley menggila seperti itu.