Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
42. Masa?


__ADS_3

Stanley saat ini sedang menikmati perannya sebagai calon Ayah. Kesibukannya adalah mengantarkan Sakinah untuk memeriksakan kehamilan ke rumah sakit dan juga menemani istrinya untuk berlari pagi agar bisa mudah ketika melahirkan.


" Wah rasanya sangat excited banget tidak disangka diriku di usia seperti ini akan menjadi seorang ayah!" ucap Stanley ketika dirinya berada di Rumah Sakit bersama dengan Sakinah.


Walaupun mereka berdua tampak pergi dengan begitu bebas. Tetapi di sekitar mereka banyak sekali para pengawal bayangan yang selalu mengawasi Stanley dan Sakinah yang ada di area publik.


Stanley sangat sadar bahwa dirinya adalah pimpinan dari sebuah organisasi yang besar dan memiliki banyak musuh. Oleh karena itu dia selalu waspada di manapun dia berada.


" Aku juga tidak menyangka kalau di usiaku seperti ini, aku akan menjadi seorang ibu. Terima kasih sayang karena kau sudah memberikan kesempatan seperti ini padaku." ucap sakinah dengan mata berkaca-kaca.


Setelah nama mereka dipanggil. Stanley pun kemudian menggenggam telapak tangan Sakinah dan mendampingi istrinya untuk memeriksakan kandungannya.


" Wah suami Anda sangat luar biasa. Bahkan selalu mendampingi Anda di setiap pemeriksaan kandungan!" ucap dokter yang selama ini selalu menjadi langganan mereka ketika memeriksakan kandungan.


" Tentu saja dokter. Saya tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengan istri saya maupun calon anak kami. Bagiku mereka lebih berharga dari apapun!" ucap Stanley sambil meremas telapak tangan istrinya yang saat ini berada dalam genggamannya.


Hati Sakinah menghangat mendapatkan perlakuan yang begitu baik dari sang suami yang sangat mencintainya.


Dia sungguh benar-benar merasa sangat bersyukur karena telah dikirimkan Stanley sebagai suaminya. Setelah dia menjalani kehidupan yang sangat sulit sebagai istri dari Renaldi yang tidak pernah dihargai dan juga dicintai.


Bahkan keluarga Renaldi pun tidak pernah menghargai Sakinah sebagai bagian dari keluarga mereka.


Kesabaran seorang Sakinah akhirnya membuahkan hasil. Kasih sayang dan cinta yang begitu melimpah diberikan oleh Stanley untuk dirinya dan juga calon anak mereka.

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit. Stanley kemudian mengajak Sakinah untuk ke sebuah klub olahraga di mana mereka akan melakukan senam agar proses melahirkan suatu saat nanti menjadi lebih mudah.


Pada saat mereka berada di ruangan senam. Mereka melihat Starla yang juga sedang senam di ruangan lainnya.


" Tampaknya dia sudah hampir melahirkan. Lihatlah perutnya begitu besar!" ucap Roberts ketika dia melihat Sakinah dan Stanley begitu kompak untuk berlatih senam untuk ibu hamil.


" Tampaknya Stanley sangat menikmati perannya sebagai seorang ayah. Lihatlah itu! Bahkan dia mau menemani istrinya untuk latihan senam hamil!" ucap Starla seperti Merasa tidak senang melihat hal itu.


" Tenanglah aku juga pasti akan menjadi suami siaga. Ketika suatu saat nanti kau akan melahirkan anak kita!" ucap Robert tersenyum kepada Starla yang langsung memutar bola matanya dengan malas.


" Memang Siapa yang ingin mempunyai anak darimu kau jangan terlalu percaya diri?!" ucap Starla sambil menatap sinis ke arah Robert yang seketika merasa kesal dibuatnya.


Robert hanya menatap starla dan kemudian dia pun mendekati Stanley dan sakinah hanya sekedar ingin menyapa mereka berdua.


Akan tetapi belum juga Dia mendekati Sakinah dan Stanley, 5 orang Bodyguard sudah menghalangi dirinya untuk mendekati mereka berdua.


" Ya ampun Fic kau tidak usah berlebihan. Aku hanya ingin mengucapkan selamat kepada Tuan Stanley atas kehamilan istrinya!" ucap Robert sambil tertawa melihat Fic yang begitu menjaga Stanley jangan begitu ketat.


" Katakan saja padaku! Apakah keperluanmu tidak perlu kau mendekati Tuan Stanley dan nyonya Sakinah!" ucap Fic dengan nada dingin.


Sejujurnya saat ini Fic benar-benar sangat marah sekali melihat kedekatan Starla dengan Robert yang sepertinya tidak biasa.


Fic sudah mengetahui kalau sekarang Robert tinggal bersama dengan Starla. Oleh karena itu hatinya benar-benar sangat panas dan juga kesal terhadap laki-laki yang pernah menjadi rekan kerja dalam melayani Stanley di dalam kantor maupun organisasi.

__ADS_1


" Baiklah sampaikan salamku kepada Tuan Stanley dan aku berdoa semoga istrinya bisa melahirkan dengan lancar dan anaknya hidup tentu saja!" Robert kemudian meninggalkan Fic yang merasa kesal luar biasa dengannya.


Kalau tidak mengingat bahwa sekarang mereka berada di area publik mungkin Fic sudah menghajar Robert.


Setelah memancing emosi Fic, Robert kemudian kembali mendekati Starla yang sejak tadi sudah merasa khawatir dengan keselamatan karena berani mendekati Fic dan juga Stanley.


" Kau ini apaan sih? Berani mati sekali mendekati mereka berdua kau sudah bosan hidupkah?" tanya starla sambil menatap tajam ke arah Robert yang tertawa merasa bahagia karena melihat wanita yang dia cintai mengkhawatirkannya.


Yah walaupun hubungan mereka tidak jelas. Apa statusnya tetapi Robert merasa bahwa dia sangat mencintai Starla dan dia rela melakukan apapun untuk wanita itu.


Walaupun terkadang Starla selalu saja terlihat merendahkannya, tetapi Robert tahu bahwa Starla selalu khawatir dan juga peduli dengannya. Hal itu sudah lebih dari cukup untuk Robert!


" Tenanglah! Aku hanya ingin mengucapkan selamat saja atas kehamilan Sakinah! Lagi pula kita saat ini berada di area publik segila apapun Fic dan anak buahnya. Mereka tidak akan mungkin berani berbuat macam-macam kepadaku di sini!" ucap Robert dengan begitu percaya diri sambil tersenyum kepada Starla.


Karena Starla merasa cemburu dan juga marah melihat kemesraan antara Stanley dan sakinah. Dia pun kemudian meminta kepada Robert untuk segera kembali ke apartemen mereka.


" Apakah mereka akan mati kalau sehari saja tidak mengumbar kemesraan di depan orang?" tidak ada habisnya Starla terus menggerutu ketika mereka berada di dalam mobil.


" Percayalah Starla! Aku akan menjadi orang sukses suatu saat nanti dan aku akan nembuatmu bangga berdiri disampingku!" ucap Robert sambil tersenyum kepada starla yang hanya memutar bola matanya dengan malas dan juga seperti menyepelekan cita-cita dari Robert.


" Kita lihat saja ketika kau sudah menjadi sukses. Apakah kau masih ingat denganku?" tanya starla sambil melirik ke arah Robert yang sekarang mulai fokus untuk menyetir mobil mereka.


Sungguh saat ini dalam hati Starla sedang kebingungan.

__ADS_1


Dia tidak mengerti. Apakah yang dia rasakan saat ini termasuk cinta ataukah hanya merasa kasihan saja. Melihat Robert yang hidupnya lantang-lantung dan tidak ada tujuan. Setelah didepak dari organisasi milik Stanley karena kejahatannya yang merencanakan untuk membunuh Stanley dan juga istrinya.


" Percayalah aku pasti akan selalu mengingat kamu karena kau adalah tujuan hidupku saat ini!" ucap Robert ketika mereka sudah berada di apartemen milik Starla.


__ADS_2