
Sakinah mempersilahkan Fic untuk masuk ke dalam ruangannya.
" Ada apa Tuan Albert?" tanya Sakinah sambil mempersilahkan Fic untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya.
" Terimakasih," ucap Fic.
Fic kemudian menyerahkan berkas yang sudah diserahkan oleh Stanley ke dalam kuasanya agar di selesaikan.
" Maafkan saya Nyonya Sakinah. Akan tetapi Tuan James saat ini sedang bertemu dengan Ibunya dan tidak bisa untuk kemari jadi beliau mengutus saya untuk menyelesaikan urusan kita!" ucap Fic dengan jujur.
Sakinah yang sudah tahu kalau James adalah Stanley kemudian dia pun berpura-pura tidak mengetahui apapun.
" Ibunya?" tanya Sakinah kepo.
Karena selama ini Sakinah tidak tahu kalau Stanley masih memiliki orang tua.
" Apakah Tuan James masih memiliki orang tua?" tanya Sakinah.
" Tentu saja masih. Kedua orang tua Tuan James berada di Swiss. Karena kesibukan pekerjaan Tuan James jarang mengunjungi kedua orang tuanya. Oleh karena itu hari ini Ibunya datang untuk bertemu dengan putranya." ucap Fic.
Tidak lama kemudian mereka pun mulai fokus untuk mengurus tentang investasi yang akan diberikan oleh Stanley ke perusahaan milik Sakinah.
Stanley melakukan itu karena dia mendengar kabar dari anak buahnya kalau saat ini perusahaan Sakinah sedang mengalami kesulitan. Oleh karena itu Stanley merasa perlu untuk membantu sang istri dalam gelap.
" Terima kasih atas kerjasama ini. Saya berharap semoga kerjasama Kita sama-sama menguntungkan!" ucap Sakinah saat dia bersalaman dengan Fic.
Fic mengerutkan keningnya ketika melihat Sakinah yang tidak mau melepaskan genggaman tangannya.
" Ada apa?" tanya Fic bingung.
" Entahlah kenapa Aku merasa seperti mengenalmu?" tanya Sakinah pada Fic.
Fic benar-benar merasa sport jantung mendengar Pengakuan dari Sakinah.
' Tidak mungkin kalau penyamaranku dia ketahui kan?' monolog Fic dalam hati.
__ADS_1
" Mungkin itu hanya perasaan Anda saja. Kita baru saja bertemu hari ini tidak mungkin anda mengenali saya!" elak Fic yang kemudian langsung membereskan berkas di atas meja dan bersiap untuk meninggalkan Sakinah.
" Oh ya Tuan James meminta kepada saya untuk mengawasi penggunaan dana yang akan kami investasikan di perusahaan ini. Apakah anda bisa membantu saya untuk menyiapkan sebuah ruangan kerja, supaya saya bisa bekerja dengan nyaman?" tanya Fic kepada Sakinah.
Sakinah langsung menganggukan kepala, menyetujui keinginan Fic" Baiklah Tuan Albert saya akan menyediakan ruangan untuk anda besok anda bisa menempatinya!" Ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Fic.
Setelah mendapatkan jaminan itu, Fic pun kemudian pergi menuju kontrakan yang sudah dicarikan oleh anak buah Stanley yang berada di tempat itu lebih dulu.
Fic berencana untuk menemui mereka agar bisa mengatur strategi agar penyamaran dirinya tidak terbongkar oleh Sakinah.
Bagaimanapun Fic tidak mau mendapatkan masalah dari Stanley.
" Bagaimana dengan Tugas kalian?" tanya Fic.
" Kami selalu menjaga Nyonya Sakinah jangan khawatir Tuan!" ucap ketua pengawal yang ditugaskan oleh Stanley di tempat itu.
" Baguslah kalau begitu. Ingatlah ketika kita bertemu di kantor, kalian jangan coba-coba memperlihatkan diri kalau kalian kenal denganku maupun dengan Tuan Stanley! Apa kalian faham?" tanya Fic kepada mereka semua yang langsung menganggukkan kepala tanda setuju.
Setelah mengatakan itu Fic pun kemudian meninggalkan mereka. Karena Fic sangat membutuhkan istirahat. Fic sangat lelah sekali. Apalagi tadi berhadapan dengan Agnes benar-benar membuat mental Fic jatuh hingga ke dasar.
Tampak nafasnya terlihat ngos-ngosan. Karena terlalu lelah Fic pun akhirnya tidur.
Fic tidak tahu kalau ternyata kontrakannya berdekatan dengan Agnes. Kampung halaman Sakinah tidak ada apartemen, jadi mau tidak mau mereka hidup di kontrakan sederhana ala rakyat jelata.
" Apa ada tetangga baru?" tanya Agnes ketika dia melihat kontrakan yang di sebelah rumahnya terlihat nyala lampunya dan ada sepatu laki-laki di depan pintunya.
Karena merasa lelah setelah kerja seharian. Agnes pun kemudian memilih untuk mandi dan beristirahat di kamar nya.
" Aku penasaran. Siapa yang menempati rumah sebelah ya?" tanya Agnes.
Akan tetapi rasakan untuk lebih mendominasi Agnes dari pada rasa penasaran tersebut.
Agnes yang sejak tadi sudah menguap pun akhirnya memutuskan untuk tidur. Dan mengunjungi tetangganya keesokan hari saja sebelum berangkat kerja.
Pada Keesokan paginya terlihat Fic yang mulai berbenah tempat tinggal barunya. Setidaknya sampai Sakinah melahirkan. Fic memiliki tugas untuk menjaga Sakinah dari Stanley.
__ADS_1
Apabila Stanley sedang tidak sibuk. Dia akan datang ke tempat itu. Akan tetapi selama tidak ada Stanley, maka dialah yang diperintah kan oleh Stanley untuk menjaga Sakinah dari jarak dekat.
Selama berada di tempat itu Fic selalu menggunakan penyamarannya dan tidak pernah membuka wig maupun kacamata yang menempel di matanya.
Pagi itu terlihat Fic yang sedang sapu-sapu saat Agnes terlihat mengulet di depan pintu rumahnya dengan hanya memakai tanktop dan hot pant. Fic tampak terkesiap melihat gadis itu yang begitu bebas dan merdeka tanpa tekanan melakukan apapun yang dia inginkan di rumahnya.
" Ya ampun! Kenapa aku harus bertetangga dengan gadis itu?" tanya Fic kepada dirinya sendiri.
Fic yang merasa belum siap untuk diketahui oleh Agnes bahwa dia tinggal di situ, dia pun langsung buru-buru masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan rapat.
" Aku harus segera pindah dari tempat ini. Aih, bisa bahaya kalau sampai Agnes melihat anak buah Tuan Stanley datang kemari!" monolog Fic tanpa begitu frustasi melihat Agnes yang ternyata adalah tetangganya.
Di saat Fic benar-benar sedang pusing dan frustasi tiba-tiba saja pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.
" Aih, siapa itu pagi-pagi sudah mengganggu orang?" tanya Fic merasa tidak senang mendapatkan kunjungan dari seseorang di saat dirinya sedang pusing tujuh keliling.
" Siapa sih pagi-pagi gini udah ganggu orang?" monolog Fic benar-benar tidak senang mendapatkan tamu di pagi hari.
Fic pun kemudian membuka pintu rumahnya dengan sangat terpaksa. Begitu pintu terbuka, Fic auto melotot ketika mendapatkan siapa yang berdiri di hadapannya saat ini dengan penampilan super seksinya.
" Ya ampun Agnes!! Apa kau tidak memiliki pakaian yang lain? Kenapa kau mendatangi seorang laki-laki dengan menggunakan pakaian seperti itu?" protes Fic sambil menyentuh dadanya yang berdebar sangat kencang. Saat ini Fic benar-benar sangat frustasi karena sudah tidak bisa lari lagi dari Agnes yang saat ini sudah tersenyum padanya.
" Maafkan aku Tuan Albert! Aku tidak tahu kalau tetanggaku adalah dirimu. Aku kira adalah seorang perempuan!" ucap Agnes berdalih.
" Omong kosong! Jelas-jelas di depan pintu itu adalah sepatu laki-laki! Mau apa kau pagi-pagi datang kemari dengan baju seksi begitu? Jangan katakan padaku, kalau kau datang untuk menggodaku!" tuduh Fic sambil menatap tajam kepada Agnes.
Agnes sampai tidak bisa berkata-kata mendengarkan ucapan dari Fic.
" Ya ampun Anda benar-benar suka sekali melawak!" ucap Agnes sambil tertawa.
" Lalu mau apa Anda ke mari?" tanya Fic masih tidak bersahabat kepada Agnes.
Bagaimanapun saat ini jantung Fic sedang berdebar sangat kencang melihat Agnes yang berpenampilan seperti itu di hadapannya di pagi buta seperti sekarang.
Fic adalah lelaki normal yang tidak akan mungkin tidak bereaksi kepada Wanita secantik Agnes dengan penampilan seperti itu. Sejak tadi adik kesayangan Fic sudah bertingkah. Membuat Fic sangat frustasi.
__ADS_1
" Pergilah dari rumahku. Karenaaku harus segera bersiap-siap bekerja!" ucap Fic mengusir Agnes dari rumahnya demi keamanan kedua belah pihak.